5 Jul 2024
3 Jul 2024
Duduk 'Ngopi' Menjaga Silaturrahmi
SORE Rabu (03/07/2024) ini kami --saya, Pak Ijal dan Pak Nas-- duduk ngopi. Bertiga di satu meja dengan empat kursi. Di kedai kopi itu ada banyak tamu lainnya selain kami. Di meja dan kursi lainnya, tentunya. Tapi kami yang duduk di bagian depan kedai hanya bertiga saja.
19 Jun 2024
Catatan Idul Adha di Masjid Al-Ubudiyah
![]() |
| Peserta Kurban |
![]() |
| Daging Siap Dibagikan |
2 Jun 2024
Tiga Kegiatan dalam Satu Kunjungan
21 Apr 2024
Melayat di Tiga Tempat
Mula-mula ke kampung di sekitar Masjid Al-Amin. Di sekitar belakang Kantor Among Mitro Kabupaten Karimun itu. Saya tidak tahu persis nama kampung di situ. Saya diajak Pak Rafiq, Bupati Karimun yang selalu mengajak beberapa orang jika dia ada kegiatan. Termasuk melayat orang meninggal hari ini.
Sekitar pukul 11.20 siang, itu kami pergi ke lokasi orang meninggal itu. Ini melayat tempat pertama. Saat kami sampai di rumah duka, mayatnya sudah dibawa ke pekuburan yang tidak jauh dari rumah. Bupati datang agak terlambat karena kebetulan ada pekerjaan lainnya sebelumnya. Kami tidak pergi ke kubur. Kami duduk-duduk sambil menunggu orang tua di rumah itu. Orang tua rumah atau Kepala Keluarga di rumah itu. Ternyata dia dikenal bupati dan karena itu dia datang melayat.
Setelah di sini, ternyata ada pula kunjungan yang sama, di tempat lainnya. Kabarnya, ada anak sekitar 12-an tahun meninggal dunia. Masih di Karimun. Tepatnya di Kampung Baru Tebing. Di sekitar Masjid Al-Furqon. Kami berangkat ke sana. Kami ikut salat jenazah setelah sebelumnya salat zuhur di masjid ini. Ternyata di sini juga sudah ada Pak Sekda, M. Firmansyah.
Setelah prosesi penguburan selesai, kami kembali ke rumah sebentar. Kata Pak Rafiq, nanti kita telponan saja untuk melayat di satu tempat lagi. Ternyata isteri Pak Kasta telah pula berpulang kerahmatullah siang ini. Dan akan dikebumikan menjelang sorenya.
Lokasi mayat ketiga yang kami kunjungi ada di Kampung Pamak, Tebing. Saya datang ke sini menjelang asar. Sangat ramai pelayat yang datang. Isteri Pak Kasta tergolong masih muda. Dia Kepala Sekolah. Dan pergi untuk selamanya dalam usia relatif muda. Kita berduka.
Sungguh jika ajal sudah datang, Allah akan jemput umat-Nya
untuk kembali kepada-Nya. Karena itu pula kunjungan tiga kali ini terasa begitu
menyesakkan. Bukan karena kematian, tapi hingga tiga orang sekali jalan dalam
satu hari yang sama.***
15 Apr 2024
Ke Pantai Membawa Cucu dan Nenek
Sejatinya hari ini masih saling berkunjung ke rumah-rumah tetangga, karib-keluarga atau siapa saja yang bisa dikunjungi karena amsih suasana Hari Raya Idul Fitri. Namun, meskipun belum semua terkunjungi, kami sepakat hari ini menikmati suasana pantai. Dari yang peling kecil (para cucu) hingga ke yang paling tua (Nenek dan Nyang) ikut bersama dalam hiburan pantai ini. Orang kepulauan, pantai adalah salah satu tempat berhibur di hari libur begini.
Menggunakan mobil bus kayu, khas Karimun --konon sudah tidak ada bus begini di daerah lain-- kami berangkat dari rumah pukul 09.15. Start dari rumah kami di Wonosari (tempat saya dan isteri bertempat tinggal) bergerak ke rumah di Kampung Bukit (tempat nenek atau mertua saya bertempat tinggal bersama salah satu anaknya) barulah kami tergabung dalam satu bus itu untuk berangkat menuju pantai. Target, sesuai kesepakatan awal adalah Pantai Indah, Tanuung Melolo, Meral Barat juga.
Perjalanan Wonosari- Kampung Bukit tidak lama. Kurang-lebih 10 menit dengan perjalanan bus sedang sudah sampai. Para keluarga yang menunggu di sini sudah siap. Langsung masuk bus. Perjalanan pun diteruskan ke Pantai Pelawan setelah sebelumnya rencana ke Pantai Indah di Tanjung Melolo tidak jadi. Ternyata pantai ini tidak lebih baik dari pada Pantai Pelawan pada jam begitu. Pantainya tampak kotor karena air surut. Itulah sebabnya kami berputar arah ke Pantai Pelawan.
Tidak lama ke Pantai Pelawan dari Pantai Melolo. Kami mengambil posisi di bagian kanan pantai setelah sampai. Dari pukul 10.00 hingga pukul 14.30 kami di pantai yang
dipenuhi manusia. Itulah yang saya maksud suasana lebaran itu. Biarpun bukan hari Ahad tapi orangnya ramai karena memang suasana masih Idul Fitri. Bagaimanapun, inilah salah satu hiburan kami di suasana
lebaran hari ini. Menjelang pukul tiga sore kami beranjak meninggalkan Pantai Pelawan untuk kembali ke rumah. Selamat Idul Fitri, selamat berhibur diri. ***
14 Feb 2024
Habis Mencoblos, Jantung Ngos-ngos
![]() |
| M. Rasyid Nur setelah mencoblos |
7 Feb 2024
Seharian Tiga Lebih Kegiatan
19 Jan 2024
Biar Jauh HP Membuat Dekat
18 Jan 2024
Kehilangan Inspirasi Menulis, Tulislah Apapun Jadi Tulisan
Sesungguhnya hari ini saya lebih banyak membaca dan saling info di grup perihal akan hadirnya salah satu Capres (Calon Presiden) Pemilu 2024 ke Batam, besok, Jumat (19/01/2024). Capres 01, Anies Baswedan akan datang ke Kepri, tepatnya ke Kota Madani, Batam. Sebelumnya, juga sudah datang Capres lainnya, ke Kepri ini beberapa waktu lalu. Kalau tidak salah, Capres Prabowo. Rencana kedatangan Capres No 01, itu memang menjadi berita populer sejak dua-tiga hari lalu di Kepri, termasuk di Karimun. Sebagai penyuka Anies, saya memang suka mengikuti informasinya.
Dalam keasyikan membaca info-info, baik di WA Grup maupun di media online, tidak terasa waktu saya sudah berjalan hingga malam. Sejatinya saya sudah menulis paling lambat di siang hari jika tidak sempat di pagi hari. Tapi hari ini, hingga waktu malam saya belum juga menghasilkan satu judul tulisan. Tulisan pendek juga belum.
Saya malah serasa buntu ingin menulis apa hari ini sebagai palaksanaan moto literasi saya. Sebelum-sebelum ini saya selalu menulis perihal kejadian yang saya alami. Apa saja yang saya lalui, saya tulis menjadi catatan harian atau memori harian saya. Semacam catatan harian yang mungkin saja suatu saat nanti akan berguna sebagai sebuah kenangan. Tapi kali ini, sekali lagi, serasa buntu dan kehilangan inspirasi saya untuk menulis.
Akhirnya, malam ini meluncurlah coretan kecil ini sebagai
pengganti dan pengisi moto literasi itu. Serasa hilang inspirasinya, ya
tulislah kehilangan itu. Apapun jadi. Pada tulisan ini boleh tak lengkap bentuk
dan penyebab kehilangan itu. Beginilah kahirnya catatan hari ini.***
4 Jan 2024
Mundur dari Grup Bolehkah?
15 Des 2023
Doa Yaumil Milad untuk Ibu Bupati
Catatan M. Rasyid Nur
JUMAT (15/12/2023) ini ternyata adalah tanggal penting bagi Ibu Bupati, Ibu Raja Azmah Aunur Rafiq. Adalah hari ulang tahun alias Hari Milad isteri orang nomor satu Kabupaten Karimun itu tepat tanggal hari ini. Beriringan dengan hari jadi isterinya, besoknya (16/12/2023) pula adalah tanggal hari lahir salah seorang anaknya.
Hari ini saya dan beberapa atau banyak teman-teman lainnya memang mendapat pelawe hadir di rumah dinas bupati. Disampaikan melalui pesan WA kami diberi tahu untuk dapat hadir dalam rangka memberikan doa atas hari lahirnya Ibu R. Azmah. Yang mengirimkan pesan WA itu adalah Kabag Kesra, Ustaz Baginda setelah sebelumnya juga disampaikan oleh salah seorang staf Bagian Kesra, Fahrul. Pesannya sama, dimohon untuk hadir di Rumah Dinas Bupati dalam acara syukuran dan doa dalam rangka hari jadi Ibu Bupati.
Pada jemputan via WA itu memang menggunakan istilah 'ibu bupati' dan saya tadinya salah memahami. Saya menduga hadir ke sana dalam rangka berdoa untuk memperingati hari lahir ibunda bupati. Ternyata bukan ibunya (emaknya) sebagaimana yang saya sangka, tapi isterinya, Ibu Raja Azmah. Hari ini ada peringatan hari ulang tahun isteri Pak Bupati yang disejalankan dengan peringatan hari lahir salah seorang anaknya yang lahirnya beriringan dengan isterinya atau ibu dari anaknya itu. Untuk itu dimohon hadir. Begitu bunyi jemputannya.
Bu Raja Azmah (isteri Pak Bupati) itu lahir tepat tanggal hari ini sementara anaknya itu lahir tanggal besoknya, 16 Desember. Oleh keluarga peringatan dan doa syukur disejalankan saja untuk dua orang sekaligus. Tentu saja itu bagus untuk efektif dan hemat waktu. Sebagai bupati, semua kita tahu begitu padat agenda kegiatannya. Jika ada yang lebih hemat waktu untuk satu kegiatan, mengapa tidak? Alhamdulillah, kegiatannya lancar berjalan.
Sebelum pembacaan doa, tuan 'sohibulhajat' menyampaikan sapatah-dua patah kata. Semacam sambutan. Disampaikan langsung oleh Pak Bupati, Aunur Rafiq. Dia menyampaikan ucapan terima aksih kepada semua hadirin. Bupati menjelaskan bahwa doa syukur dalam rangka 'yaumil mulad' ini sekaligus untuk dua orang, isterinya dan anaknya. Dari sambutan itu kami para undangan memahami.
Pak Bupati tidak lupa mengajak dan mengingatkan untuk selalu bersyukur atas umur yang Allah berikan, khususnya dan nikmat secara keseluruhan pada umumnya. "Mari kita bersykur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita." Katanya lagi, umur yang Allah titipkan kepada kita adalah kesempatan kita untuk menyadari diri kita. Kita bersyukur dengan mematuhi perintah Allah. Demikian belyau menyampaikan.
Sehabis sambutan, dilanjutkan dengan acara inti, doa untuk peringatan hari lahir ibu (isteri) dan anak bupati. Doa diawali dengan bacaan takhtim-tahlil yang dipandu oleh seorang tokoh dan imam. Untuk memandu doanya dibawakan oleh Buya Abdul Wahab Sinambela. Acara diakhiri dengan makan bersama. Hidangan disediakan di dua jalur, kiri dan kanan ruang tamu depan rumah dinas. Selamat hari jadi, Ibu dan anaknya. Semoga sehat selalu dan berbahagia bersama keluarga.***
20 Nov 2023
Mengantar Tanda Pertunangan Anak Sendiri
16 Nov 2023
Supervisi Tim Puslitbang Polri di Mapolres Karimun
13 Sep 2023
Tiga Waktu Tiga Masjid Satu Hari
5 Sep 2023
Duduk Ngopi Dengan Ketua MUI
SENIN (04/09/2023) ini kembali kami duduk bersama. Duduk sambil bicara apa-apa saja. Tempatnya, kali ini di Kedai Kopi Meranti. Ada juga yang menyebutnya Kedai Kopi Selat Panjang. Beda kata tapi kurang-lebih sama maksudnya. Setidak-tidaknya berdekatan kandungan pemahamannya.
25 Agu 2023
Tugas dan Tanggung Jawab Pasca Orientasi (Catatan Mengikuti Orientasi PMB)
24 Agu 2023
Malam Pembukaan Penuh Candaan (Catatan Mengikuti Orientasi PMB)
![]() |
| Malam Pembukaan Orientasi PMB |
![]() |
| Peserta Orientasi PMB |
23 Agu 2023
Nyamannya Subuhan di Jabal Arafah (Catatan Mengikuti Orientasi PMB)
SELAMA empat hari tiga malam --20-23/08/2023-- di Batam, persisnya di Hotel Aston Nagoya City, Batam saya berkesempatan subuhan (salat subuh) di masjid terkenal di Batam, yakni Masjid Jabal Arafah. Berjarak kurang lebih 50 meter saja dari tempat menginap membuat saya dan beberapa orang teman mudah ke masjid untuk salat berjamaah. Selain subuh kami memilih salat di hotel saja karena jadwal kegiatan yang sempit untuk keluar hotel.
![]() |
| Salah satu sesi penyampaian materi |








