Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

17 Jul 2024

Menyaksikan Spanyol Mengalahkan Inggeris di Nobar Jhon 88

Menyaksikan Spanyol Mengalahkan Inggeris di Nobar Jhon 88


Catatan M. Rasyid Nur
SEBANYAK laga selama berlangsungnya laga Piala Eropa, saya tidak pernah ikut nobar (nonton bareng) sebagaimana banyak dibuat dan diikuti masyarakat pencinta bola. Jujur, saya sudah tidak kuat untuk begadang seperti saat masih muda dulu itu.

Sejak pensiun dari tugas guru PNS tujuh tahun lalu saya mengurangi begadang untuk nonton siaran langsung olahraga, misalnya. Itu juga sesuai pesan teman-teman dan sesuai juga kemampuan pisik untuk berkurangnya tidur malam. 

Sekarang, jika tidak bisa tidur di bawah pukul 22.00 karena masih suka membaca dan menulis, selambat-lambatnya saya usahakan tidur sekitar pukul 23.00. Ini batas toleransi. Pukul 04.00 sudah harus bangun, jika tidak ada keperluan bangun sebelum itu.

Tapi Senin (15/07/2024) dini hari ini saya berniat untuk ikut nobar. Ini partai final. Tinggal dua kesebelasan saja lagi yang tersisa untuk menentukan juara. Jadi, saya ingin menyaksikan siaran langsungnya. Untuk keperluan ini, saya tidur agak awal sebelum terbangun pukul 02.00 itu. 

Sebagaimana sudah kita ketahui Timnas Spanyol akhirnya menjuarai Euro 2024 setelah mengalahkan Timnas Inggeris di final. Dari berita yang kita baca Timnas Spanyol tercatat menjadi juara tanpa cela. Tanpa cela, maksudnya selalu menang sejak dari babak awal. Sampai media menyebut mencatat rekor sempurna sebagaimana juga pernah disematkan ke Timnas Brasil di even yang lain. Sejak babak awal hingga ke final selalu menang, itulah rekor sempurna.

Baik di media maupun nobar langsung kita tahu sejak awal kalau Tim Merah menuntaskan fase grup (B) dengan juara grup. Lalu ketika melawan Kroasia, Italia dan Albania tim ini juga menang semua. Sampailah ke final saat menghadapi Inggeris. 

Kesuksesan menggulung Inggris di Olympiastadion, Berlin dengan angka tipis 2-1, Minggu (14/7/2024) di sana bersamaan Senin (15/07/2024) dini hari di Indonesia, itu tentu saja mengantarkan Timnas Spanyol ke tangga juara Eropa tahun 2024 ini. Kita yang kebetulan ikut nobar menyaksikan di layar kaca Nico Williams dan Mikel Oyarzabal mementahkan gol dicetak Cole Palmer ketika tertinggal satu gol.

Asyik memang menyaksikan laga final dini hari, itu. Saya percaya, pasti seasyik itu juga laga-laga sebelumnya meskipun saya tidak menyaksikannya langsung. Hanya rekamannya saja di televisi atau di You Tobe. Nobar pagi ini, sungguh mengasyikkan. Syukurnya saya sudah tidur sebelum duduk bersama di sini.***

15 Jul 2024

Tak Tampak Ngantuk Saat Nobar Meski Dini Hari

Tak Tampak Ngantuk Saat Nobar Meski Dini Hari


BAGI penggemar sepakbola tidak ada beda jam siang dan malam saat menyaksikan laga sepakbola. Ketika babak final sebuah event dunia, misalnya para pecandu si kulit bundar akan menyediakan waktunya untuk menyaksikannya. Entah waktu di siang hari atau di tengah malam, mata akan memlototi laga. Seolah mata tidak ada masalah.

Seperti dini hari Senin (15/07/2024) ini, saat di Jerman berlangsung laga final Piala Eropa antara Kesebelasan Spanyol melawan Inggris di Indonesia waktu itu adalah pukul 02.00. Jam itu lazimnya adalah waktunya tidur. Secara normal, tidur sekitar pukul 21.00 atau paling lambat pukul 23.00 lalu terbangun sekitar pukul 04.00. Bersiap untuk salat subuh bagi muslim. Atau bersiap untuk aktifitas lain bagi yang terbiasa mulai melakukan kegitan sepagi itu.

Tapi lihatlah di banyak tempat, di Tanah Air kita. Ada saja orang berkumpul menatap layar televisi atau layar lebar (layar tancap) menyaksikan siaran langsung satu pertandingan. Seperti di Kedai Kopi Jhon 88, Batu Lipai Kecamatan Meral, Karimun, pagi ini dipenuhi penggemar sepakbola itu. Di luar dan di dalam kedai dipenuhi orang-orang penyuka laga itu. Saya pun dini hari ini ikut pula nobar bersama ramainya penggemar sepakbola.

Apakah mereka tidak mengantuk? Jika melihat sepintas saja, kelihatannya tidak ada yang mengantuk. Faktanya kedai ini dipenuhi suara sorak-sorai menyaksikan pertandingan. Ketika penyerang mendekati lapangan pertahanan lawan maka suara penonton akan memekak telinga. Begitulah bukti tidak ada kantuk di dalam kedai kopi ini meski ini di saat waktu dini hari.
Apakah benar-benar tidak mengantuk? Apakah memang terbiasa begadang dan tidurnya besok siang?Saya sendiri, tadinya tidur lebih awal dari biasa. Pukul 21.00 saya sudah tidur, berbanding biasanya saya tidur pukul 23.00. Karena berniat ingin nobar, khusus di babak final, maka saya tidur dulu. Baru bangun dibantu alarm.

Catatan singkat ini untuk menyebut bahwa begitu ramainya penonton di kedai ini di waktu malam begini. Apakah mereka semua menyiapkan tidurnya lebih awal malam ini? Entahlah. Saya tidak ingin bertanya keapda mereka. Saya hanya melihat, mereka tidak mengantuk meskipun saat dini hari begini.***

12 Jun 2024

Di HP Saja, Rasa Bangga Tetap di Dada

Di HP Saja, Rasa Bangga Tetap di Dada


TERSEBAB siaran televisi (kabel) di rumah tidak menyiarkan siaran langsung, otomatis saya tidak dapat menyaksikan laga antara Indonesia melawan Philipina malam ini. Laga penentuan bisa-tidaknya 'garuda' maju ke babak berikutnya untuk seleksi Piala Dunia sudah pasti sangat penting bagi kesebelesan Merah-Putih. Untuk itu pula kita sangat ingin menyaksikan siaran langsungnya.

Namun karena tidak ada chanel televisi di rumah yang menyiakan karena diacak, maka perlu cara lain untuk dapat menyaksikan laga penting itu. Jika harus keluar rumah, seumpama ikut nobar di luar sana, tentu saja tidak senyaman menyaksikannya di rumah sendiri.

Sesungguhnya perasaan itu sangat kesal. Siaran televisi yang sehari-hari menyaksikan layarnya dengan berbagai program, Selasa (11/06/2024) malam ini justeru siarannya diacak karena menyiarkan siaran langsung itu. Siaran langsung (live) sepakbola yang mereka siarkan tidak bisa disaksikan di televisi di rumah saya. Kesal? Tentu saja.

Sebenarnya ada beberapa televisi yang menyiarkannya (tak usah saya sebut di sini). Tapi itu tadi, televisi di rumah yang menggunakan sistem kabel tidak menyiarkan. Bukan tidak menyiarkan, tapi karena diacak saja. Kami di rumah tidak bisa menyaksikannya.

Cara satu-satunyan adalah menyaksikannya lewat layar HP saja. Kebetulan ada aplikasi berbayar yang menyiarkannya. Di situlah saya menontonnya. Begitu kecilnya layar itu. Tapi apa boleh buat. Masih lumayan. Tetap ada rasa bangga di dada menyaksikannya. Apalagi setelah Indonesia mampu menjebol gawang Philipina pada menit ke-31 itu. Skorpun menjadi 1-0.

Ternyata kebanggaan di dada bertambah lagi ketika pada menit ke-55 para pemain Indonesia menambah kemenangan, 2-0 untuk pasukan garuda. Meskipun kita menyaksikannya tidak dari Istora Senayan sana, di layar kaca berukuran kecil pun tetap saja membuat kita bangga.*** (Catatan M. Rasyid Nur)

7 Jun 2024

Sabar Membuat Tak Sabar

Sabar Membuat Tak Sabar


INILAH tontonan yang juga menarik. Selain menyaksikan siaran langsung sepakbola, saya juga suka menyaksikan siaran langsung (live) bulutangkis. Jadi, intinya siaran langsung itu. Karena hasil akhirnya belum diketahui. Menarik untuk ditunggu.

Saat ini, para pemain Indonesia tengah berlaga di ajang Indonesia Open Bulutangkis 2024. Sejak awal, di babak 32 saya suka menontonnya. Sedihnya para pemain kita berguguran melawan para pemain asing. Hingga menjelang semifinal Jumat (07/06/2024) ini hampir semua pemain kita tumbang oleh lawan-lawannya.

Alhamdulillah, ada satu pasang pemain ganda putra yang malam ini ternyata masih bertahan. Membuat jantung tetap berdebar. Pasangan ini akan maju ke babak semifinal besok, Sabtu. Hebatnya, mereka bukanlah pemain top yang selama ini sudah terkenal.

Justeru karena bukan pemain top itulah saya begitu haru menyaksikannya. Pasangan Reza Pahlevi Isfahani-Sabar Karyaman Gutama mampu mengatasi permainan ulet pasangan Taiwan, Lee Jhe Huei-Yang Pos Hsuan, 21-17, 14-21 dan 21-16. Tidak mudah mereka mengalahkannya. Tapi sudah fakta, mereka menang. Konon pasangan ini saja yang tersisa di semifinal nanti. Sungguh, pasangan Sabar ini membuat kita tak sabar menjelang ke semifinal.***

9 Mei 2024

Nobar Berharap Sebaik-baik Kabar

Nobar Berharap Sebaik-baik Kabar


Catatan M. Rasyid Nur
TERNYATA tidak. Tidak sesuai dengan harapan. Kabar laga antara Garuda Muda Indonesia (Wakil Asia) melawan kesebelasan U23 Guinea (Wakil Afrika) dalam memperebutkan tiket olimpeade Paris 2023 yang tadinya diharapkan berita gembira karena kemenangan yang didaptkan ternyata itu tidak terjadi. Penguasaan bola yang persentasenya lebih tinggi --51%:49%-- tidak cukup memberi kabar gembira. Indonesia tetap kalah 0-1 malam ini.

Saya bersama ratusan penggemar sepakbola yang nobar (nonton bareng) di salah satu kafe di Jalan Raja Usman, Batulipai, Karimun tentu saja berharap kemenangan U23 Tanah Air. Pasti begitu juga harapan kelompok nobar lainnya. Setelah kalah di semifinal dan kalah juga di final memperebutkan juara ketiga di ajang Piala Asia U23 beberapa hari lalu, laga Kamis (09/05/2024) malam inilah harapan terakhirnya untuk dapat ikut bermain di olimpiade Paris tahun ini. Tapi apa boleh buat. Kabar beritanya tidak membuat gembira. Berharap sebaik-baik kabar, ternyata belum cukup ikhtiar.

Ribuan bahkan jutaan pasang mata anak bangsa pasti menyaksikan laga krusial ini, malam ini. Baik nonton sendiri di rumah maupun melalui nobar itu tadi. Tentu saja disertai harapan dan doa untuk kemenangan kesebelasan Indonesia. Ada ratusan kelompok nobar malam ini, tentunya. Di warung-warung kopi, di rumah-rumah penduduk dan yang paling spaktakuler nobar di GBK sana itu. Tentu saja sangat ramai penggemarnya di sana.

Sekali lagi, apa boleh buat, jutaan pasang mata disertai doa untuk kemenangan Garuda Muda tidak cukup mengubah keadaan setelah pada menit ke-29 Indonesia dibobol oleh Guinea melalui sepakan pinalti. Gol semata wayang itu tidak berubah hingga laga usai. Nobar berharap sebaik-baik kabar, ternyata itu tidak kesampaian. Dada tetap geram berdebar karena garuda akhirnya terkapar. Bagaimanapun kita tetap bangga karena mereka telah memberikan semua ikhtiar.***

1 Mei 2024

Jonatan Mempertebal Harapan Menang

Jonatan Mempertebal Harapan Menang


SETELAH tunggal pertama Indonesia, AS Ginting tumbang di tangan Parannoy H (India), harapan Indonesia serasa mendebarkan. Belum mematikan, tapi mengkhawatirkan kita sebagai anak bangsa. India mendahului Indonesia, 1-0. Di ganda pertama, Fikri-Bagas membuka harapan kembali. Tim Thomas Cup Indonesia meneruskan semangat setelah Bagas-Fikri menumbangkan Rankireddy-Shetty, skor menjadi 1-1.

Berlanjut ke partai tunggal kedua, Jonatan Christie melawan Lakshya Sen, tunggal kedua India itu dengan rubber set. Tidak mudah laga ini, memang. Menyaksikan lewat layar kaca kita (setidak-tidaknya saya) dibuat berdebar jantung menyimaknya. Tidak cukup dua set. Perlu tiga gim laga tunggal kedua ini. Itulah yang membuat debaran jantung begitu kencang selama laga berlangsung.

Alhamdulillah Jonatan memperkuat harapan yang sebelumnya sudah dibuka Fikri Bagas, 2-1 untuk kemenangan Indonesia. Masih ada dua partai lagi. Sekali lagi, harapan yang diperkuat Jonatan benar-beanr dituntaskan oleh pasangan Leo-Danil. Indonesia mengunci kemenangan 3-1 atas India. Meskipun satu pertai tunggal ketiga sedang bermain saat catatan ini saya tulis, pastinya kemenangan Indonesia sudah tidak bisa digugat lagi. Semoga saja partai terakhir itu tetap dimenangkan pemain kita.***

28 Apr 2024

Menanti Laga Timnas Indonesia vs Uzbekistan

Menanti Laga Timnas Indonesia vs Uzbekistan


SETELAH menumbangkan kesebelasan Korea Selatan di perempat final Piala Asia U23 kini Timnas Indonesia U23, itu akan menghadapi Uzbekistan pada laga semifinal. Di beberapa media nasional dan daerah, baik cetak maupun online dijelaskan jadwal pertandingan dan siaran langsung semifinal Piala Asia U-23 2024 antara Timnas Indonesia U-23 vs Uzbekistan, itu akan berlangsung pada Senin (29/04/2024) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Laga sendiri dkan dihelat di Stadion Abdullah bin Khalifa seperti laga sebelumnya.

Akankah stadion yang telah memberikan kemenangan bebera kali di ajang Piala Asia tahun ini kembali memberi kemenangan bagi Timnas Indonesia? Itulah yang kita tunggu. Rasanya tidak sabar menunggu waktu itu. Kalau ada yang saat ini dinanti-nanti oleh seluruh penggila sepakbola Tanah Air salah satunya adalah pertandingan antara Indonesia melawan Uzbekistan itu.

Sebagaimana kita juga sudah mengetahuinya, Indonesia dan Uzbekistan akan saling berhadapan pada babak semifinal Piala Asia U-23 2024, ini setelah di babak sebelumnya masing-masig memenangkan pertandingan. Indonesia berhasil menekuk lawannya, Korea Selatan sementara Uzbekistan pula berhasil melumpuhkan juara bertahan Arab Saudi. Bagi Indonesia yang pertama kali dalam sejarahnya melangkah di babak semifinal tentu saja melawan Uzbekistan bukanlah pertandingan yang mudah.

Kita tahu bahwa lolos ke babak semifinal, ini merupakan target yang dipasang pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong namun tidak berarti Indonesia akan menyerah begitu saja kepada Uzbekistan. Konon, Shin Tae Yong mengakan bahwa setelah target semifinal tercapai kini targetnya dinaikkan ke final. Jika sudah masuk final akan secara otomatis pula Timnas ini akan berlaga di ajang olimpiade Paris nanti. Semoga saja.

27 Apr 2024

Tunjung Membuka Untung

Tunjung Membuka Untung


SIANG tadi (Sabtu, 27/04/2024) saya menyaksikan laga Piala Uber antara Tim Indonesia melawan Tim Hongkong China. Tidak sampai selesai, memang. Maksudnya tidak semua (lima) partai itu saya tonton karena ada kegiatan lain pada waktu bersamaan. Hanya satu partai pertama saja. Laga Gregoria Marsika Tunjung melawan Yeung Sum Yee saja. Itulah partai pertama yang sudah sama-sama simak.

Seperti yang sudah kita ketahui, yang pertama bermain itu adalah si wanita cantik, Tunjung yang lemah-gemulainya itu terkadang menggemaskan menyaksikannya. Mengahadapi perlawanan dari negara Hongkong, itu Tunjung cukup kerepotan sepertinya. Permainan berjalan lumayan alot dengan Tunjung tetap berada di depan lawannya dalam mengumpulkan angka demi angka.

Bagaimanapun ternyata Tunjung menunjukkan kelasnya. Dia mampu mengatasi lawannya itu. Poin pertama untuk Tim Uber Cup Indonesia ketika dia menyudahi perlawanan Sum Yee dalam dua set saja. Buat saya, hanya ada satu kalimat, Tunjung telah membuka jalan untuk beroleh untung di partai-partai berikutnya. Singkatnya, Tunjung Membuka Untung. Itu saja. Ingat ada empat partai lainnya yang akan menjadi dasar maju atau tertahannya Tim Uber kita atau lawan kita itu.

Kalimat itu saya ucapkan sebelum meninggalkan layar televisi yang saya tatap selama laga berlangsung. Doa saya waktu itu, semoga partai berikutnya Indonesia juga akan memenangkannya. Saya pun percaya penggemar 'bulu tepok' Tanah Air akan berdoa dengan harapan yang sama. Dan ternyata benar. Saat catatan ini meluncur para srikandi Uber Cup Indonesia telah melewati ujian pertamanya dengan mengalahkan pemain-pemain Hong Kong.  

Lebih dari itu, ternyata Ginting dan kawan-kawan pun sukses menggilas Tim Thomas Cup Inggeris dengan skor 5-0. Selamat, ya. Sore ini saya menulis status di akun FB saya, "Siang tadi, Tunjung membuka untung, sore ini Ginting membuat penting."  Semoga Tim Uber dan Thomas Cup kita berjaya sampai nanti memboyong kedua piala, itu ke pangkuan 'bunda bangsa' amin..***

26 Apr 2024

Adu Pinalti Mengantarkan 'Garuda Muda' Terbang ke Semifinal

Adu Pinalti Mengantarkan 'Garuda Muda' Terbang ke Semifinal


MENYAKSIKAN pertandingan sepakbola melalui layar kaca tentu saja tidak sepuas menyaksikan langsung di lapangan hijau. Tapi menyaksikan anak-anak garuda berlaga di Doha, Qatar sana tidak akan mudah bahkan nyaris mustahil bagi orang macam kita, eh macam saya. Maka menontonnya di televisi baik langsung maupun siaran ulangan cukup memuaskan juga. 

Seperti sudah kita ketahui melalui media, Timnas U23 Indonesia lolos ke babak semifinal atau empat besar Piala Asia U23 2024 yang berlangsung di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha hari Kamis (25/04/2024) atau Jumat dinihari di sini setelah mengalahkan anak-anak muda Korea Selatan. Itu saya saksikan hanya di layar kaca dan berita-berita selanjutnya sejak malam tadi. Indonesia menang atas Korea Selatan yang diunggulkan melalui tandangan adu pinalti, 11-10 setelah dalam laga normal angkanya bertahan 2-2.

Kemenangan ini memberi kesempatan garuda muda untuk terbang lebih tinggi hingga ke semifinal alias babak empat besar Piala Asia U23 2024 itu. Jika mampu mengalahkan lawannya satu tingkat lagi, maka babak final sudah menunggunya. Kesebelasan anak-anak muda itu otomatis mendapat tiket berlaga di Olimpiade Paris tahun ini.

Menyaksikan laga Korea Selatan vs Indonesia dalam babak 8 besar, itu benar-benar membuat dada kita berdebar. Berdebar kencang. Tidak kita sangka anak-anak garuda lebih mendominasi lapangan di stadion Abdullah itu mengingat statusnya yang tidak diunggulkan. Bahkan Indonesia lebih dahulu menjebol gawang Korea Selatan. Saling serang dengan kendali lebih banyak di anak-anak garuda berlangsung hingga ke akhir laga. Angka 2-2 hingga berakhirnya waktu tambahan tetap bertahan. Itulah sebabnya tendangan pinalti dilaksanakan. 

Partai Taegeuk Warriors versus Garuda Muda benar-benar memuaskan kita sekaligus mengkhawatirkan kita di awal-awalnya. Tidak semata karena penguasaan bola lebih banyak saja, tapi karena akhirnya dalam tendangan pinalti itu anak-anak Indonesia memenangkannya. Tendangan pinalti hingga penendang ke-10 juga membuat dada kita berdebar kencang. Sekali lagi, alhamdulillah, garuda menang. Garuda akan terbang lebih tinggi lagi. Semoga nanti mampu hingga ke final dan memenangkan laga final itu, amin.*** (M. Rasyid Nur)

18 Mar 2024

Fajar-Rian Membuat Kita Bangga

Fajar-Rian Membuat Kita Bangga


SEPULANG dari tarwih, Ahad (17/03/2024) malam, ini saya masih sempat menyaksikan laga utama, final ganda putra All England 2024. Pasangan ganda 'merah-putih', Fajar-Rian tengah berlaga melawan wakil negeri jiran, Malaysia, Chia-Soh. Tanpa mengganti pakaian dari masjid saya langsung duduk ikut melotot layar kaca bersama anak dan cucu yang sudah duluan duduk di situ.

Pertandingan yang amat mendebarkan, meskipun angka yang didapatkan kedua pasangan lebih memihak ke Fajar-Rian. Fajar-Rian selalu mendahului point-point dari wakil Malaysia. Pertandingannya sendiri membuat jantung berdegup-degup. Saya ikut memukul-mukul kursi yang saya duduki ketika smes dan tangkisan saling beradu diantara kedua pasangan.


Akhirnya pasangan ganda putra Indonesia yang bernama lengkap Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto, berhasil menjuarai All England 2024, itu dengan menumbangkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik itu. Kita tahu selama ini pasangan Malaysia itu begitu perkasa dalam berbagai turnamen. Mereka selalu mampu menyulitkan lawan-lawannya, termasuk pasangan Indonesia sendiri.

Sebagaimana sudah kita ketahui laga final All England 2024 antara Fajar/Rian dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, itu benar-benar membuat kita rakyat Indonesia bangga karena pasangan kita mengalahkan pasangan Malaysia. Angka yang diperoleh Fajar/Rian adalah 21-16 dan 21-16. Begitu hebat wakil merah-putih malam ini. Terima kasih dan kita bangga semuanya.*** 
Catatan M. Rasyid Nur

28 Jan 2024

Ginting Akhirnya Terpelanting

Ginting Akhirnya Terpelanting

Foto Detik Sport

SABTU (27/01/2024) malam ini kebetulan saya tidak kemana-mana. Lazimnya, bersama isteri pergi ke rumah mertua, Ibundanya isteri saya, Zuhrijah di Kampung Bukit sana. Setelah ayah 'berangkat' setahun lalu, kini tinggal emaknya yang setiap Sabtu malam dikunjungi. Terkadang bersama adik-adiknya yang lain. Isteri saya punya lima orang adik. Empat orang ada di sini (Karimun) sedangkan satu orang ada di Jepang bersama suaminya. Adik-adik yang di sini, itulah yang sering bertandang bersama ke rumah emak yang tinggal bersama adik bungsunya, Era.

Karena kami di rumah saja, malam ini saya menyimak, mamskdunya menyaksikan laga demi laga bulutangkis Indonesia Masters yang malam ini memasuki babak semifinal. Tentu saja nonotn via layar kaca, televisi. Sejak dua hari lalu saya memang selalu mengikuti pertandingan bulutangkis yang mempertemukan para bintang sedunia. Lumayan sebagai hiburan malam, kata saya meskipun tidak semua bintang top bulutangkis turun di turnamen kelas 500 ini.

Harapan saya malam ini adalah menangnya Antoni Sinisuka Ginting melawan Brian Yang, pemain Kanada berkebangsaan China yang akan dihadapinya di babak semifinal ini. Setelah para pemain Indonesia lainnya bertumbangan di babak sebelumnya, Ginting masih bertahan hingga semifinal, jadilah salah satu tumpuan harapan untuk membanggakan Negara kita yang satu saat dulu adalah raja bulutangkis dunia. Tentu saja kita berharap dia masuk final, untuk menambah koleksi juaranya. Bagi kita tidak semata juara pribadi Ginting, tapi juara membawa harum bangsa.

Tapi apa boleh buat. Pemain tunggal kita itu gagal untuk menambah gelar juaranya di Indonesia Masters ini. Artinya gagal pula mengibarkan bendera saat pemberian hadian nanti di final. Ginting tunduk dan harus mengakui ketangguhan pemain Kanada, Brian Yang dengan angka 21-13, 17-21 dan 19-21. Sungguh menyesakkan dada. Akhirnya Ginting terpelanting, kata saya dalam hati. Saya tahu, Ginting sudah berusaha maksimal memenangkan laga. Tapi Yang cerdik menundukkan Ginting. Semoga nanti Ginting bisa sukses lagi.***

24 Jan 2024

Irak Menang Secara Dramatis Melawan Vietnam

Irak Menang Secara Dramatis Melawan Vietnam


MENYAKSIKAN siaran langsung laga kesebelasan Irak melawan Vietnam malam ini (Rabu, 24/01/2024) lewat layar kaca di rumah sendiri ternyata cukup membuat dag-dig-dug juga di jantung. Padahal bukan menyaksikan kesebelasan Tanah Air sendiri. Maaf, tidak dapat menyaksikan laga Indonesia melawan Jepang dalam waktu yang sama, kabarnya. Lumayan juga laga Irak vs Vietnam. Kebetulan televisinya menyiarkan itu. Yang membuat asyik itu, angka-angka yang diraih oleh kedua kesebelasan begitu mendebarkan.

Kita yang menyaksikannya --di televisi masing-masing-- pasti sepakat kalau kemenangan Irak itu diraih secara dramatis. Grup D Piala Asia tahun 2023 itu akhirnya direbut Iraq sebagai pemuncak. Berlangsung di Stadion Jassim Bin Hamad, Doha, Qatar, Irak membukukan kemenangan 3-2 atas Vietnam. 

Sama-sama kita saksikan, hampir saja Negeri Saddam Husin, itu kalah sebagaimana di babak-babak awal ketika Vietnam lebih dulu mengoyak jala kiper Irak. Lama waktu baru Irak membalasnya meskipun penguasaan bola lebih banyak oleh Irak.

Meskipun Irak mampu menekan karena jumlah pemainnya yang lebih dan mampu menciptakan satu gol lagi, ternyata Vietnam mampu membalasnya di ujung waktu normal. Kedudukan pun menjadi sama, 2-2. Pelatih Vietnam nampak --ketika disorot kamera-- begitu sumringah dengan kedudukan kembali sama.

Makanya Irak dapat dikatakan menang dramatis karena point penuh 3-2 baru tercapai berkat hadiah pinalti dari juri di waktu tambahan. Stand akhir 3-2 adalah keberuntungan bagi Irak. Irak akan maju ke babak berikutnya.***

19 Nov 2023

Tunjung Menyanjung (Menyaksikan Final Putri Bulutangkis Japan Master)

Tunjung Menyanjung (Menyaksikan Final Putri Bulutangkis Japan Master)


MESKIPUN menyaksikan laga Gregoria Mariska Tunjung melawan Chian Chen Yu Fei melalui layar televisi tetap saja membuat jantung berdebar, khususnya di babak-babak awal. Catatan pertandingan kedua srikandi bulutangkis, ini selama ini selalu dimenangkan oleh Yu Fei. 

Alhamdulillah hasil akhirnya tunggal putri Indonesia, itu sukses menyabet gelar juara Japan Masters 2023 dengan dua game langsung, 21-12, 21-12. Di angka terakhir itulah debaran jantung penonton, termasuk saya, Minggu (19/11/2023) pagi WIB itu mereda. Kalau boleh diulang catatan pertandingannya, Tunjung memang tampil menggila sejak awal set pembuka. Tunjung tidak tampak kesulitan meraih keunggulan atas penggawa China, hingga mampu memimpin 11-5 di interval game pertama.


Lanjutannya, Tunjung terus berlari meninggalkan Yu Fei. Meski sempat kehilangan empat poin beruntun yang membuat perolehan poinnya makin dekat dengan Yu Fei di kedudukan 15-11, tunggal putri Indonesia akhirnya berhasil menyudahi perlawanan dengan 21-12.

Di game kedua Yu Fei sepertinya mencoba memberikan perlawanan. Posisi menjelang interval tidak terlalu jauh angkanya, 9-11 saja untuk Yu Fei. Tapi Tunjung dapat menyamakan poin menjadi 11-11 selepas jeda. Bahkan menyetop angka pemain China itu pada poin 12-12. Dan angka ini menjadi titik Tunjung untuk kembali mendahului. Bayangkan, 9 angka direbutnya hingga selesai, 21-12 yang memastikan gelar juara Japan Masters 2023 untuk Tunjung sebagai perwakilan Indonesia.

Bagi kita, baik yang menyaksikan langsung atau sekadar mengulang di You Tobe atau sama sekali tidak menyaksikannya, tetap saja ini adalah sebuah kebanggaan kita. Tunjung telah menyanjung dan menjunjung Negaranya dengan merebut juara itu. Selamat untukmu, Tunjung dan selamat juga tentunya untuk Negara dan Bangsa kita.***

17 Sep 2023

Senyum Mereka Berbuah Senyum untuk Negara

Senyum Mereka Berbuah Senyum untuk Negara



SENYUM Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti adalah khas mereka ketika berlaga di lapangan bulutangkis. Pasangan ganda bulutangkis Indonesia, ini memang tidak pernah cemberut saat berlaga. Senyumnya senantiasa menghiasi bibirnya. Kalah atau menang di akhir laga mereka tetap saja tersenyum selama bertanding dan sesudahnya. Penonton tentu senang melihat gayanya di lapangan. Tidak pernah kelihatan marah atau emosi. Kita (saya) yang menyaksikannya hanya lewat layar kaca juga senang menyaksikan ketika keduanya bertanding.

Begitu pula pada partai final Hongkong Terbuka 2023 sore ini (WIB). Mereka berhasil masuk ke partai puncak setelah mengalahkan lawan-lawannya. Dan di final ini Rayahu-Ramadhanti menghadapi pemain gigih dari Malaysia, Parly Tan - Thinaah Muralitharan. Saya beruntung dapat menikmati laga hebat mereka sore Ahad (17/09/2023) ini. Kebetulan sedang tidak ada kegiatan di luar rumah. Jadi, alhamdulillah dapat menyaksikan siaran langsung dari salah satu televisi nasional.

Set pertama partai pertama final Hongkong Open 2023 ini sesungguhnya cukup menyesakkan dada kita, khususnya penonton Indonesia. Sebagai wakil garuda di Hongkong Terbuka Bulutnagkis Dunia ini kita pasti berharap srikandi Indonesia menang. Sayangnya, dengan kegigihan dan kekuatan pemain Negeri Jiran, itu Ramadhanti dan Rahayu seperti tidak bisa berbuat banyak. Dominasi permainan dan angka sepenuhnya dipegang oleh pemain Malaysia. Set ini dimenangkan Malaysia dengan skor 21-14.

Set kedua pemain Malaysia masih kelihatan kehebatannya. Smes-smes keras dari keduanya bertubi-tubi dilancarkan ke pertahanan Indonesia. Di sinilah debar jantung kita semakin kencang. Pelan dan pasti Rahayu-Ramadhanti mendekat dan terjadi juz. beberapa kali pemain Indonesia mampu gim poin namun seperti sulit menyudahinya. Setiap pemain kita gim poin setiap itu pemin Malaysia menyamakan keududkan. Hingga akhirnya set kedua ini baru selesai pada angka 24-22 untuk kemenangan pemain Indonesia.

Di set penentuan, Rahayu dan Ramadhanti tidak lagi memberi angin. Dia benar-benar mendominasi permainan dan angka di set ketiga ini. Tidak pernah terkejar lagi. Bahkan Parly Tan harus cedera untuk mengejar bola yang dismes atau didrpshotkan oleh pemain Indonesia Set ini selesai pada angka 21-9. Senyum Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti justeru sedikit berkurang diset ini. Boleh jadi karena salah seorang pemain Malaysia yang sudah cedera itu. Dia tetap menyelesaikan laga meskipun sudah tidak bisa berjalan normal. 

Indonesia menang, srikandinya senyum senantiasa. Senyum mereka membawa senyum untuk Indonesia, Negara kita.***

12 Sep 2023

Dua Kosong di Facebook Saja

Dua Kosong di Facebook Saja


KEINGINAN untuk menyaksikan laga antara Turkmenistan melawan Indonesia Kualifikasi Piala Asia U-23 Tahun 2024 malam ini (Selasa, 12/09/2023) tidak dapat saya bendung. Peliknya, televisi di rumah tidak menyiarkan secara live karena diacak. RCTI yang punya hak siar, tiba-tiba mati begitu saja sejenak pertandingan dimulai. Pastilah karena tidak berlangganan chanel yang ada di televisi saya itu. Bagaimana, ya? 

Pada beberapa berita online sebenarnya ada informasi bahwa pertandingan itu ada disiarkan melalui live streaming RCTI juga. Artinya bisa di HP atau di laptop saja. Saya tidak pula terlalu familiar dengan live streaming berbayar itu. Sampai saat ini saya belum bisa menyaksikan pertandingan sepakbola secara live melalu streaming itu. Benar-benar membuat saya pusing karena bakal tidak dapat menyaksikan laga secara langsung meski hanya lewat layar kaca. Bagaimana, ya? Ah, pertanyaan bodoh, kata saya dalam hati.

Saya teringat, anak saya pernah mengajarkan kalau di facebook biasanya suka ada yang menyiarkannya secara live juga laga-laga seperti itu. Akhirnya, saya coba cari link siaran langsung pertandingan di Grup K itu melalui aplikasi facebook. Saya benar-benar bergembira karena akhirnya saya dapat juga menonton siaran langsung pertandingan antar negara itu. Sungguh menyenangkan. Walaupun hanya melalui facebook saya cukup puas.

Dari menit pertama hingga ke menit terakhir saya tidak melepaskan pandangan dari layar laptop via facebook itu. Kemenangan 2-0 (dua kosong) yang diraih Tim Garuda hingga fluit terakhir melengkapi kebanggaan saya menyaksikan laga hebat malam ini. Terima kasih, sahabat FB yang menyiarkan langsung laga ini.*** (M. Rasyid Nur)

6 Agu 2023

Menang dan Kalah Dramatisnya Sama

Menang dan Kalah Dramatisnya Sama


SAYA sangat puas tapi tak bangga menyaksikan partai final Australia Terbuka Bulutangkis Super 500, Ahad (06/08/2023) sore ini. Bahkan sejak babak penyisihan di awal bulan kemrin itu saya hampir tiap hari menyaksikan dengan rasa memuaskan. Setiap partai berlangsung alot dan menegangkan. Apalagi di final hari ini.

Tentu saja hanya di layar kaca saya menyaksikan secara langsung. Ada televisi yang menyiarkan secara live. Belum memungkinkan langsung ke Negeri Kanguru itu untuk menyaksikan laga-laga hebat itu. Tapi walaupun puas tentu saja saya --mungkin Anda juga-- tidak bangga karena yang berlaga hanya orang 'sana' semua alias orang bukan kita. Maksudnya tak ada orang Negara Kita yang berlaga di final kali ini. 

Saya sebut puas karena laga final semua partai begitu hebat menegangkan. Menang dan kalahnya terasa dramatis. Tidak ada pertandingan yang berjalan mulus alias ebrat sebelah. Namanya parta final. 
Laga final Australia Terbuka ini didominasi oleh China, Jepang dan Korea. Hanya India yang menyela di dalamnya, mewakili tuggal putra di final. Dan partai tunggal putra inilah yang paling seru menurut saksi mata via kaca televisi saya.

Sesungguhnya sejak partai pertama, tunggal putri antara Amerika dengan China hingga partai kelima, ganda putra antara China melawan Korea saya full menyaksikannya di layar kaca. Saya memberi catatan tersendiri laga final tuggal putra antara China, Weng Hong Yang melawan jago India, HS Parannoy. Bagaimana tidak? Melihat catatan sebelumnya maka hasil petang ini mungkin ada yang menganggap di luar dugaan sekaligus menegangkan.

Pemain China dikatakan pemain bukan unggulan, sebaliknya Parannoy. Nyatanya di set pertama Weng dengan mudah memenangkan pertandingan dalam waktu hanya 17 menit. Tapi di set kedua pemain India bangkit. Dari tertinggal, dia mengejar dan memenangkan set ini dalam waktu cukup lama, 36 menit. Itu bukan waktu yang singkat. Keduanya sudah tampak lelah sekali. 

Lalu terjadi perpanjangan set ketiga. Laga tetap sengit. Meskipun Parannoy tampak di atas angin dengan selalu mendahului angka, nyatanya titisan Lin Dan itu pantang menyerah. Tertinggal pada posisi nyaris selesai bagi Parannoy di angka 19 sementara Weng baru 15, pelan-pelan dia mengejar. Lalu deuce beberapa kali sampai akhirnya dia memenangkan laga ini dalam waktu 89 menit. China bersorak karena dua finalis lainnya gagal menjadi juara. Bagi saya, menang dan kalah sama dramatisnya. Puasa namun tak bangga.*** (M. Rasyid Nur)

26 Jun 2023

Tim Volly Putri Mendebarkan Hati

Tim Volly Putri Mendebarkan Hati


KALAU ada pertandingan olahraga yang membuat hati begitu berdebar kencang, salah satunya adalah laga final volly putri AVC Challenge Cup antara Timnas Putri Indonesia melawan Vietnam itu. Seperti saat Timnas kita melawan China Taipe di semifinalnya kita yang menyaksikannya secara live begitu dibuat tidak tenang duduk. Apalagi jika langsung di stadionnya.

Sayangnya di final semalam, itu Timnas kita harus puas menjadi runner up saja. Lima set melawan China Taipe Srikandi Indonesia mampu keluar sebagai pemenang. Tapi di final, meskipun juga harus lima set, Vietnam ternyata lebih perkasa dan tentunya lebih beruntung. 

Menyaksikan lewat layar kaca tv sederhana di rumah pada  Ahad (25/06/2023) malam semalam saya memang rada gelisah dibuatnya. Sejak set pertama hingga set kelima laga itu benar-benar mendebarkan. Coba disimak ketatnya angka yang mereka catatkan, 18-25, 27-25, 25-21, 20-25, 13-15 dengan posisi 3-2 untuk Vietnam. Tentu saja kita kecewa. Selain tidak jadi bisa membalas kekalahan di SEA Games lalu, kita juga gagal naik satu peringkat di Asia Level Dua ini. Namun kita tetap bangga. Para Srikandi seperti, Arneta Putri, Ratri Wulandari, Megawati Hangestri, Medi Yoku, Indah, Wilda Nur Fadhillah dan lain-lain itu sangatlah berjasa mengharumkan bangsa Indonesia, minimal di Asia.

Coba kita ulang catatannya. Di awal set pertama berjalan ketat. Indonesia sempat tertinggal 0-2, tetapi kemudian mampu menyamakan skor menjadi 3-3. Setelah itu Indonesia tertinggal lagi pada posisi 7-11 setelah Vietnam tidak terbendung serangannya. Namun Indonesia meraih tiga poin beruntun untuk merapatkan jarak menjadi 10-11.

Angka ketat terus berlanjut. Serangan Vietnam lewat smesh pendek quick kerap menghasilkan banyak poin yang membuat Indonesia tertinggal 11-21. Indonesia terus tertinggal hingga 15-24 meski sempat diperkecil menjadi 18-24. Vietnam menutup set pertama dengan kemenangan 25-18 setelah block Indonesia keluar.

Set berikutnya kita unggul 3-1 di awal hingga 13-11. Keunggulan mampu dipertahankan hingga 21-18. Sayang, di poin-poin kritis, Indonesia terlena sehingga skor imbang 22-22 dan 24-24. Laga di akhir kian menegangkan saat skor kembali imbang 25-25. Namun dua poin beruntun didapat Indonesia untuk menutup set kedua dengan kemenangan 27-25.

Set ketiga, keempat dan kelimat sama ketatnya. Mungkin akan menambah sedikit sedih jika harus diulang-ulang lagi jalannya angka per angka itu. Intinya setiap point yang didapatkan oleh kedua tim adalah angka yang membuat hati kita berdebar. Jika jantung tidak terlalu kuat menyaksikan perolehan angka demi angka khawatir juga akan membuat sesak dada. Dan jika dada sebelah kiri yang terasa, nauzubillah itu akan berbahaya. Saya, syukurnya hanya sekadar berdebar saja. Selamat buat srikandi Indonesia meskipun tidak mampu seperti ketika menghadapi China Taipe itu.***
*Selain dari menyaksikannya via televisi juga dilengkapi info-info dari media.

18 Jun 2023

Melawan Axelsen Ginting Belum Bisa Menggunting

Melawan Axelsen Ginting Belum Bisa Menggunting


Catatan M. Rasyid Nur
FINAL bulutangkis Indonesia Terbuka sore Ahad (18/06/2023) ini lumayan membuat jantung berdebar. Menyaksikan siaran langsung melalui salah satu chenel televisi Nasional membuat kedudukan di kurisi serasa panas. Intinya tak nyaman. Berharap Ginting mampu 'menggunting' kemenangan Axelsen ternyata belum bisa. 

Membaca berita dan catatan pertemuan kedua pemain hebat itu dari 16 kali pertemuan, konon 9 pertemuan terakhir Victor Axelsen terus saja menang. Ginting belum mampu memotong kemenangan itu.

Dengan begitu pemain Denmark, Viktor Axelsen, itu tampil menjadi juara nomor tunggal putra bulutangkis Indonesia Open 2023 itu. Sekali lagi, wakil negara kita sebagai tuan rumah, Anthony Sinisuka Ginting belum berdaya mengalahkan Axelsen. Padahal Ginting menjelang bertemu sang penguasa ranking satu dunia, Viktor Axelsen, itu setelah menjinakkan lawan-lawanya sejak babak awal hingga ke semifinal. Rasanya tidak salah kita berharap Ginting akan mengangkat tropi juara di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta sore ini. Ternyata masih sebatas harapan.

Dari salah satu media online kita baca, Axelsen memang memiliki rekor impresif atas Ginting. Tunggal putra Denmark ini sudah mengemas 11 kemenangan dalam 15 laga melawan Ginting. Bahkan, dalam sembilan pertemuan terakhir, Axelsen selalu bisa mengalahkan Ginting (https://www.kompas.com/). Berita media itu menjelaskan bahwa setelah bertemu Ginting untuk kali ke-16, sore ini Axelsen mencoba mendominasi laga sejak awal. 

Dengan tinggi badan mencapai 194 cm plus punya footwork bagus, Axelsen memang kelihatan sangat leluasa meng-cover setiap sisi lapangan yang coba dikirimkan bola bulu itu oleh Ginting. Di lain sisi, Ginting meladeni agresivitas Axelsen dengan banyak melakukan variasi pukulan. Kita catat dalam laga sore ini, Ginting terus tertinggal angkanya walaupun dia juga sempat membuat Axelsen tersungkur dengan smesnya yang tajam.

Bagaimanapun Axelsen memang masih sangat perkasa dalam laga sore ini. Sama, seperti laga-laga yang dia lakoni sebelum sampai ke final bertemu Ginting. Tapi kita harus berteima kasih kepada Ginting yang mampu sampai final. Ada banyak pemain hebat yang ditaklukkan Ginting untuk bertemu Axelsen. Tidak masalah, Ginting, jika saat ini belum juga mampu menggunting kemenangan Axelsen. 

Kita, kami dan semua masyarakat Indonesia akan tetap berdoa, suatu saat ada yang bisa merebut juara dari tangan Axelsen. Saat ini tentu kepada si Gintinglah kita berharap menjadi penggunting kemenangan Axelsen atas dirinya. Entah di even mana, nantinya, kita tunggu saja sambil berdoa. Maju terus, Ginting dan Ginting-ginting yang lain.***

17 Mei 2023

Tak Disangka Garuda Mengoyak Gajah, 5-2

Tak Disangka Garuda Mengoyak Gajah, 5-2


Catatan M. Rasyid Nur

AKANKAH bisa menang? Bisa saja. Memang, ini sudah babak kedua. Sudah menit ke-8 waktu tambahan. Bahkan karena banyaknya pelanggaran, malah sudah menit ke-9 tapi wasit tak kunjung meniup fluit panjang. Dan malapetaka itu tiba. Thaland menyamakan kedudukan, 2-2. Maka belum jadi menang setelah dua babak usai.

Itulah keadaan laga final sepakbola antara kesebelasan Indonesia melawan Thailand malam ini, Selasa (16/05/2023) di ajang Sea Game. Harusnya Indonesia sudah menang. Dari skor 2-0 berubah 2-1. Dan skor ini sudah sampai di waktu tambahan itu tadi. Tapi belum jadi menang karena fluit penutup belum ditiup. Hanya, kalau ditanya, apakah bisa menang? Bisa saja. Tapi ini laga sepertinya belum usai. Protes kelihatannya terjadi dari kubu Indonesia. Penyebabnya karena kelebihan waktu itu. Wasit tidak meniup fluit penutup saat waktu sudah jauh lewat.

Sekali lagi, karena wasit tak juga membunyikan fliutnya walaupun waktu sudah habis, maka Thailand pun membuka asa. Gawang Garuda dibobol Gajah persis di detik akhir sesaat fluit itu dibunyikan wasit. Sengaja menunggu balasan? Entahlah. Jawabannya ada di hati wasit itu. Saya menulis ini dalam lima menit, saat akan dimulaiya babak tambahan setelah skor imbang.. Saya tidak tahu, apakah Indonesia akan mendapatkan impiannya? Entahlah. Bisa saja menang? Bisa. Tapi, ya ditunggu keputusan wasit sepakbola ini di waktu ekstra.

Babak ekstra pun dibuka. Dan dewi fortuna menyebelah Garuda Merah. Benar-benar pecah stadion di Kamboja oleh supporter Indonesia. Anak-anak Thailand di lapangan dan di luar lapangan terkulai lesu. Ini pasti hadiah kesabaran dari anak-anak muda Garuda. Bayangkan, baru saja dua menit laga esktra, jala Gajah dikoyak Garuda. Permainan kian panas pastinya. Saling tekel pun bertaburan. Kartu pun berseliweran. Pemain-pemain Thailand yang bernasib sial lebih banyak mendapat hukuman kartu. Tidak hanya berwarna kuning. Bahkan kartu merah juga sudah diangkat wasit. Thailan semakin lesu. Lebih banyak mereka mengumpulkan kartu itu. Dari warna kuning hingga merah itu. Anak-anak Garuda merangsek maju.

Garuda kian mengepak sayap amarahnya. Gol-gol pun berjatuhan. Ternyata anak-anak Gajah benar-benar lemah dan seperti pasrah. Kalau mereka terjatuh karena ditekel, tidak lagi mereka langsung bangkit seperti ketika masih tertinggal satu gol. Karena sudah tertinggal dua gol bahkan tiga gol, Thailand sudah tidak berdaya. Garuda terlalu ganas buat mereka. Gajah pun dikoyak-koyak kulit tebalnya. Skor sudah tak akan bisa dikejar bahkan diperkecil juga. 

Saat fluit panjang dibunyikan skor pun sudah 5-2. Garuda meraih emas yang kabarnya sudah 32 tahun dirindukan. Malam ini adalah malam bahagia buat pasukan Garudan dan seluruh rakyat Indonesia. Alhamdulillah. Menang juga akhirnya. Emas yang dinantikan pun didapatkan.***

15 Mar 2023

Ginting Redam Wangcharoen

Ginting Redam Wangcharoen


INI malam mendebarkan. Selasa (14/03/2023) bakda magrib di masjid. Kembali ke rumah saya menyaksikan televisi yang kebetulan tengah menyala. Melalui layar kaca saya menyaksikan laga hebat yang mendebarkan itu. Siarannya langsung alias live. Laga antara Antoni Sinisuka Ginting, pebulutangkis Indonesia berhadapan dengan Kantaphon Wangcharoen dari Thailand. 

Saya memlototi layar televisi hanya sendiri. Set pertama, angka demi angka mereka saling berebut. Tidak terlalu jauh jaraknya. Ginting mendahului merebut angka 11 untuk berpindah lokasi di set pertama itu. Ginting terus menjauh, hingga akhirnya sampai batas game. Skor 21-17 adalah angka yang mereka dapatkan di set pertama itu. Debaran jantung saya berkurang.

Lalu masuk set kedua. Di sini sepertinya Ginting akan dengan mudah menyelesaikan untuk menutup laga. Tapi ternyata begitu. Wangcharoen menunjukkan perlawanannya. Dia tidak mau kalah begitu saja. Pelan dan pelan dia berangsur mendekat. Tapi di perpindahan babak kedua ini Ginting juga sukses mendahului. Angka 11 kembali dia dapatkan. Jarak angka semakin jauh. Meskipun debaran jantung tetap terasa, Ginting di depan. Malah dalam beberapa kali kesalahannya, Ginting tetap saja tersenyum.

Bagaimanapun, menjelang angka akan berakhir, pemain Thailand kembali bersemangat. Pelan tapi pelan, nilainya kian berdekatan. Rasanya debaran jantung lebih kencang. Syukurnya Ginting mampu meredam Wangcharoen untuk menutup angka 21-19. Ginting pun sukses masuk ke babak berikutnya, 16 besar All England itu. Ayo, Ginting. Lanjutkan.***