17 Jul 2024
15 Jul 2024
Tak Tampak Ngantuk Saat Nobar Meski Dini Hari
12 Jun 2024
Di HP Saja, Rasa Bangga Tetap di Dada
Namun karena tidak ada chanel televisi di rumah yang
menyiakan karena diacak, maka perlu cara lain untuk dapat menyaksikan laga
penting itu. Jika harus keluar rumah, seumpama ikut nobar di luar sana, tentu
saja tidak senyaman menyaksikannya di rumah sendiri.
Sesungguhnya perasaan itu sangat kesal. Siaran televisi yang
sehari-hari menyaksikan layarnya dengan berbagai program, Selasa (11/06/2024)
malam ini justeru siarannya diacak karena menyiarkan siaran langsung itu.
Siaran langsung (live) sepakbola yang mereka siarkan tidak bisa disaksikan di
televisi di rumah saya. Kesal? Tentu saja.
Sebenarnya ada beberapa televisi yang menyiarkannya (tak
usah saya sebut di sini). Tapi itu tadi, televisi di rumah yang menggunakan
sistem kabel tidak menyiarkan. Bukan tidak menyiarkan, tapi karena diacak saja.
Kami di rumah tidak bisa menyaksikannya.
Cara satu-satunyan adalah menyaksikannya lewat layar HP saja. Kebetulan ada aplikasi berbayar yang menyiarkannya. Di situlah saya menontonnya. Begitu kecilnya layar itu. Tapi apa boleh buat. Masih lumayan. Tetap ada rasa bangga di dada menyaksikannya. Apalagi setelah Indonesia mampu menjebol gawang Philipina pada menit ke-31 itu. Skorpun menjadi 1-0.
Ternyata kebanggaan di dada bertambah lagi ketika pada menit ke-55 para pemain Indonesia menambah kemenangan, 2-0 untuk pasukan garuda. Meskipun kita menyaksikannya tidak dari Istora Senayan sana, di layar kaca berukuran kecil pun tetap saja membuat kita bangga.*** (Catatan M. Rasyid Nur)
7 Jun 2024
Sabar Membuat Tak Sabar
9 Mei 2024
Nobar Berharap Sebaik-baik Kabar
1 Mei 2024
Jonatan Mempertebal Harapan Menang
28 Apr 2024
Menanti Laga Timnas Indonesia vs Uzbekistan
SETELAH menumbangkan kesebelasan Korea Selatan di perempat final Piala Asia U23 kini Timnas Indonesia U23, itu akan menghadapi Uzbekistan pada laga semifinal. Di beberapa media nasional dan daerah, baik cetak maupun online dijelaskan jadwal pertandingan dan siaran langsung semifinal Piala Asia U-23 2024 antara Timnas Indonesia U-23 vs Uzbekistan, itu akan berlangsung pada Senin (29/04/2024) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Laga sendiri dkan dihelat di Stadion Abdullah bin Khalifa seperti laga sebelumnya.
27 Apr 2024
Tunjung Membuka Untung
26 Apr 2024
Adu Pinalti Mengantarkan 'Garuda Muda' Terbang ke Semifinal
18 Mar 2024
Fajar-Rian Membuat Kita Bangga
28 Jan 2024
Ginting Akhirnya Terpelanting
![]() |
| Foto Detik Sport |
SABTU (27/01/2024) malam ini kebetulan saya tidak kemana-mana. Lazimnya, bersama isteri pergi ke rumah mertua, Ibundanya isteri saya, Zuhrijah di Kampung Bukit sana. Setelah ayah 'berangkat' setahun lalu, kini tinggal emaknya yang setiap Sabtu malam dikunjungi. Terkadang bersama adik-adiknya yang lain. Isteri saya punya lima orang adik. Empat orang ada di sini (Karimun) sedangkan satu orang ada di Jepang bersama suaminya. Adik-adik yang di sini, itulah yang sering bertandang bersama ke rumah emak yang tinggal bersama adik bungsunya, Era.
24 Jan 2024
Irak Menang Secara Dramatis Melawan Vietnam
MENYAKSIKAN siaran langsung laga kesebelasan Irak melawan Vietnam malam ini (Rabu, 24/01/2024) lewat layar kaca di rumah sendiri ternyata cukup membuat dag-dig-dug juga di jantung. Padahal bukan menyaksikan kesebelasan Tanah Air sendiri. Maaf, tidak dapat menyaksikan laga Indonesia melawan Jepang dalam waktu yang sama, kabarnya. Lumayan juga laga Irak vs Vietnam. Kebetulan televisinya menyiarkan itu. Yang membuat asyik itu, angka-angka yang diraih oleh kedua kesebelasan begitu mendebarkan.
Kita yang menyaksikannya --di televisi masing-masing-- pasti sepakat kalau kemenangan Irak itu diraih secara dramatis. Grup D Piala Asia tahun 2023 itu akhirnya direbut Iraq sebagai pemuncak. Berlangsung di Stadion Jassim Bin Hamad, Doha, Qatar, Irak membukukan kemenangan 3-2 atas Vietnam.
Sama-sama kita saksikan, hampir saja Negeri Saddam Husin, itu kalah sebagaimana di babak-babak awal ketika Vietnam lebih dulu mengoyak jala kiper Irak. Lama waktu baru Irak membalasnya meskipun penguasaan bola lebih banyak oleh Irak.
Meskipun Irak mampu menekan karena jumlah pemainnya yang lebih dan mampu menciptakan satu gol lagi, ternyata Vietnam mampu membalasnya di ujung waktu normal. Kedudukan pun menjadi sama, 2-2. Pelatih Vietnam nampak --ketika disorot kamera-- begitu sumringah dengan kedudukan kembali sama.
Makanya Irak dapat dikatakan menang dramatis karena point penuh 3-2 baru tercapai berkat hadiah pinalti dari juri di waktu tambahan. Stand akhir 3-2 adalah keberuntungan bagi Irak. Irak akan maju ke babak berikutnya.***
19 Nov 2023
Tunjung Menyanjung (Menyaksikan Final Putri Bulutangkis Japan Master)
MESKIPUN menyaksikan laga Gregoria Mariska Tunjung melawan Chian Chen Yu Fei melalui layar televisi tetap saja membuat jantung berdebar, khususnya di babak-babak awal. Catatan pertandingan kedua srikandi bulutangkis, ini selama ini selalu dimenangkan oleh Yu Fei.
17 Sep 2023
Senyum Mereka Berbuah Senyum untuk Negara
Begitu pula pada partai final Hongkong Terbuka 2023 sore ini (WIB). Mereka berhasil masuk ke partai puncak setelah mengalahkan lawan-lawannya. Dan di final ini Rayahu-Ramadhanti menghadapi pemain gigih dari Malaysia, Parly Tan - Thinaah Muralitharan. Saya beruntung dapat menikmati laga hebat mereka sore Ahad (17/09/2023) ini. Kebetulan sedang tidak ada kegiatan di luar rumah. Jadi, alhamdulillah dapat menyaksikan siaran langsung dari salah satu televisi nasional.
Set pertama partai pertama final Hongkong Open 2023 ini
sesungguhnya cukup menyesakkan dada kita, khususnya penonton Indonesia. Sebagai
wakil garuda di Hongkong Terbuka Bulutnagkis Dunia ini kita pasti berharap
srikandi Indonesia menang. Sayangnya, dengan kegigihan dan kekuatan pemain
Negeri Jiran, itu Ramadhanti dan Rahayu seperti tidak bisa berbuat banyak.
Dominasi permainan dan angka sepenuhnya dipegang oleh pemain Malaysia. Set ini
dimenangkan Malaysia dengan skor 21-14.
Set kedua pemain Malaysia masih kelihatan kehebatannya. Smes-smes keras dari keduanya bertubi-tubi dilancarkan ke pertahanan Indonesia. Di sinilah debar jantung kita semakin kencang. Pelan dan pasti Rahayu-Ramadhanti mendekat dan terjadi juz. beberapa kali pemain Indonesia mampu gim poin namun seperti sulit menyudahinya. Setiap pemain kita gim poin setiap itu pemin Malaysia menyamakan keududkan. Hingga akhirnya set kedua ini baru selesai pada angka 24-22 untuk kemenangan pemain Indonesia.
Di set penentuan, Rahayu dan Ramadhanti tidak lagi memberi angin. Dia benar-benar mendominasi permainan dan angka di set ketiga ini. Tidak pernah terkejar lagi. Bahkan Parly Tan harus cedera untuk mengejar bola yang dismes atau didrpshotkan oleh pemain Indonesia Set ini selesai pada angka 21-9. Senyum Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti justeru sedikit berkurang diset ini. Boleh jadi karena salah seorang pemain Malaysia yang sudah cedera itu. Dia tetap menyelesaikan laga meskipun sudah tidak bisa berjalan normal.
Indonesia menang, srikandinya senyum senantiasa. Senyum mereka membawa senyum untuk Indonesia, Negara kita.***
12 Sep 2023
Dua Kosong di Facebook Saja
KEINGINAN untuk menyaksikan laga antara Turkmenistan melawan Indonesia Kualifikasi Piala Asia U-23 Tahun 2024 malam ini (Selasa, 12/09/2023) tidak dapat saya bendung. Peliknya, televisi di rumah tidak menyiarkan secara live karena diacak. RCTI yang punya hak siar, tiba-tiba mati begitu saja sejenak pertandingan dimulai. Pastilah karena tidak berlangganan chanel yang ada di televisi saya itu. Bagaimana, ya?
6 Agu 2023
Menang dan Kalah Dramatisnya Sama
SAYA sangat puas tapi tak bangga menyaksikan partai final Australia Terbuka Bulutangkis Super 500, Ahad (06/08/2023) sore ini. Bahkan sejak babak penyisihan di awal bulan kemrin itu saya hampir tiap hari menyaksikan dengan rasa memuaskan. Setiap partai berlangsung alot dan menegangkan. Apalagi di final hari ini.
26 Jun 2023
Tim Volly Putri Mendebarkan Hati
18 Jun 2023
Melawan Axelsen Ginting Belum Bisa Menggunting
Catatan M. Rasyid Nur
17 Mei 2023
Tak Disangka Garuda Mengoyak Gajah, 5-2
Catatan M. Rasyid Nur
AKANKAH bisa menang? Bisa saja. Memang, ini sudah babak kedua. Sudah menit ke-8 waktu tambahan. Bahkan karena banyaknya pelanggaran, malah sudah menit ke-9 tapi wasit tak kunjung meniup fluit panjang. Dan malapetaka itu tiba. Thaland menyamakan kedudukan, 2-2. Maka belum jadi menang setelah dua babak usai.
Itulah keadaan laga final sepakbola antara kesebelasan Indonesia melawan Thailand malam ini, Selasa (16/05/2023) di ajang Sea Game. Harusnya Indonesia sudah menang. Dari skor 2-0 berubah 2-1. Dan skor ini sudah sampai di waktu tambahan itu tadi. Tapi belum jadi menang karena fluit penutup belum ditiup. Hanya, kalau ditanya, apakah bisa menang? Bisa saja. Tapi ini laga sepertinya belum usai. Protes kelihatannya terjadi dari kubu Indonesia. Penyebabnya karena kelebihan waktu itu. Wasit tidak meniup fluit penutup saat waktu sudah jauh lewat.
Sekali lagi, karena wasit tak juga membunyikan fliutnya walaupun waktu sudah habis, maka Thailand pun membuka asa. Gawang Garuda dibobol Gajah persis di detik akhir sesaat fluit itu dibunyikan wasit. Sengaja menunggu balasan? Entahlah. Jawabannya ada di hati wasit itu. Saya menulis ini dalam lima menit, saat akan dimulaiya babak tambahan setelah skor imbang.. Saya tidak tahu, apakah Indonesia akan mendapatkan impiannya? Entahlah. Bisa saja menang? Bisa. Tapi, ya ditunggu keputusan wasit sepakbola ini di waktu ekstra.
Babak ekstra pun dibuka. Dan dewi fortuna menyebelah Garuda Merah. Benar-benar pecah stadion di Kamboja oleh supporter Indonesia. Anak-anak Thailand di lapangan dan di luar lapangan terkulai lesu. Ini pasti hadiah kesabaran dari anak-anak muda Garuda. Bayangkan, baru saja dua menit laga esktra, jala Gajah dikoyak Garuda. Permainan kian panas pastinya. Saling tekel pun bertaburan. Kartu pun berseliweran. Pemain-pemain Thailand yang bernasib sial lebih banyak mendapat hukuman kartu. Tidak hanya berwarna kuning. Bahkan kartu merah juga sudah diangkat wasit. Thailan semakin lesu. Lebih banyak mereka mengumpulkan kartu itu. Dari warna kuning hingga merah itu. Anak-anak Garuda merangsek maju.
Garuda kian mengepak sayap amarahnya. Gol-gol pun berjatuhan. Ternyata anak-anak Gajah benar-benar lemah dan seperti pasrah. Kalau mereka terjatuh karena ditekel, tidak lagi mereka langsung bangkit seperti ketika masih tertinggal satu gol. Karena sudah tertinggal dua gol bahkan tiga gol, Thailand sudah tidak berdaya. Garuda terlalu ganas buat mereka. Gajah pun dikoyak-koyak kulit tebalnya. Skor sudah tak akan bisa dikejar bahkan diperkecil juga.
Saat fluit panjang dibunyikan skor pun sudah 5-2. Garuda meraih
emas yang kabarnya sudah 32 tahun dirindukan. Malam ini adalah malam bahagia buat pasukan Garudan dan seluruh rakyat Indonesia. Alhamdulillah. Menang juga
akhirnya. Emas yang dinantikan pun didapatkan.***


