19 Jul 2024
17 Jul 2024
Menyaksikan Spanyol Mengalahkan Inggeris di Nobar Jhon 88
16 Jul 2024
Pagi-pagi Jumpa Bupati
7 Jul 2024
Polres Karimun Laksanakan Rakor Fenomena Bunuh Diri
6 Jul 2024
Diajak ke Moro Mendampingi Bupati
5 Jul 2024
Saat Bersama Cucu Terasa Haru
4 Jul 2024
Status Tidak Llulus
3 Jul 2024
Duduk 'Ngopi' Menjaga Silaturrahmi
SORE Rabu (03/07/2024) ini kami --saya, Pak Ijal dan Pak Nas-- duduk ngopi. Bertiga di satu meja dengan empat kursi. Di kedai kopi itu ada banyak tamu lainnya selain kami. Di meja dan kursi lainnya, tentunya. Tapi kami yang duduk di bagian depan kedai hanya bertiga saja.
1 Jul 2024
Selamat Hari Bhayangkara ke-78: Tetaplah Profesional dan Jadi Pelindung Rakyat
27 Jun 2024
Pesta Perak 25 tahun Imamat RD Kristiono Widodo.
26 Jun 2024
Catatan Perjalanan JH Karimun Jeddah-Karimun
24 Jun 2024
STIT Mumtaz Karimun Mewisuda 35 Sarjana
Selain para wisudawan bersama orang tua masing-masing dan civitas akademika STIT Mumtas hadir Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si, Ketua MUI (diwakili), Kakankemenag (diwakili), Rektor Universitas Karimun, Dr. Muhiri, Rektor UIN Suska Pekanbaru, Dr. Khairunnas serta Ketua Dewan Senat, Khairul Amri.
Penjelasan dari salah seorang panitia wisuda, sebanyak 35 orang sarjana Program Manajemen Pendidikan Islam diwisuda hari ini. Katanya, yang membanggakan sebanyak 30 orang dari 35 orang itu berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Tentu saja ini satu capaian menggembirakan bagi STIT Mumtaz Karimun yang nota bene masih baru berdiri di Kabupaten Berazam.
Harapan kita, umumnya harapan masyarakat Karimun kiranya para wisudawan/ wisudawati, ini dapat membuktikan dan mempraktikkan ilmu yang telah didapatkan selama kuliah dalam kehidupan sehari-hari. Para sarjana ini sudah saatnya juga memberikan ilmunya kepada orang lain agar ilmunya semakin berkembang.
Ketua STIT Mumtaz Karimun, Sumarno mengeaskan bahwa kehadiran STIT Mumtas di Kabupaten Karimun adalah untuk ikut mencerdaskan anak bangsa sekaligus mewujudkan azam peningkatan iman dan taqwa dan azam peningkatan sumber daya manusia sebagaimana azam pembangunan Kabupaten Karimun ini.
Bupati Karimun pada kesempatan itu juga menyatakan kebangaannya atas keberadaan STIT Mumtas. Kata bupati, di Kabupaten Karimun terdapat beberapa Perguruan Tinggi (PT), seperti Universitas Karimun (UK), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cakrawala dan STIT Mumtaz sendiri. Dengan mengucapkan syukur, bupati menyatakan bahwa untuk bidang pendidikan di Kabupaten Karimun terus tumbuh dan berkembang dengan adanya Perguruan Tinggi.
Lebih jauh bupati menyebutkan kalau para lulusan STIT Mumtaz ini sudah tersebar di kabupaten kita ini sebagian sudah menempati berbagai bidang pekerjaan. Ada yang mengabdi sebagai pegawai di Pemda dan ada juga yang berwirasasta, mandiri bekerja sesuai keahliannya.
“Para sarjana ini kita harapkan dapat menjadi agen perubahan dan memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat, daerah dan bangsa pada umumnya," kata Bupati memberi pesan. (Kontribusi Info Pak Anai dan Beberapa Sumber)
23 Jun 2024
Pengobatan dan Sunatan Gratis Dibuka Bupati
22 Jun 2024
Rapat Persiapan Pelaksanaan PEU MUI Provinsi Kepri di Karimun
RAPAT terbatas pengurus MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Karimun dengan agenda persiapan rencana satu kegiatan MUI Provinsi Kepri di Karimun. Kegiatan dimaksud adalah kegiatan Pembinaan Ekonomi Umat (PEU) MUI Provinsi Kepri yang akan dilaksanakan pada hari Kamis (27/06/2024) yang akan datang. Kegiatan ini merupakan salah satu program Komisi Ekonomi Umat, MUI Provinsi Kepri tahun 2024.
19 Jun 2024
Catatan Idul Adha di Masjid Al-Ubudiyah
![]() |
| Peserta Kurban |
![]() |
| Daging Siap Dibagikan |
15 Jun 2024
Semoga Husnul Khotimah, Ibunda
"Ha? Belum. Berita apa?" Saya terkejut dengan nada kalimatnya.
"Orang tua Pak Afrizal meninggal dunia." Dia tidak langsung mematikan HP-nya. Dia mengajak untuk melayat saat itu juga. Saya mengiyakan.
"Iya, ya. Saya akan ke sana, sekarang," kata saya menjawab.
Tercenung sejenak, lalu saya mengingat kalau yang dimaksud Pak Baginda adalah Ibunda H. Afrizal, Ketua Umum MUI Kabupaten Karimun itu. Saya ingat, ibu Pak Afrizal yang sudah umuran memang sudah sakit-sakitan.
Innalillahi wainna ilaihi rojiun, kata saya dalam hati sesaat setelah telepon saya matikan. Sebagai salah seorang wakilnya di kepengurusan MUI Kabupaten Karimun, saya tentu saja bersedih mendapat berita itu. Teman saya, Pak Afrizal kehilangan ibundanya, kata saya di hati juga.
Sambil mengganti pakaian saya berucap, 'semoga husnul khotimah, semoga Ibunda husnul khotimah.' Dan saya berangkat ke Kampung Harapan, tempat Pak Afrizal bertempat tinggal. Rumahnya memang di sana. Sambil naik scutter, saya terus mengucapkan doa itu, semoga Ibunda husnul khotimah, semoga Ibunda husnul khotimah.
Seingat saya, satu bulan belakangan Pak Afrizal sangat sibuk mengurusi Ibundanya yang kebetulan sedang sakit. Sebentar-sebentar dia memberi tahu saya dan teman-teman lain kalau dia tidak bisa ikut kegiatan karena harus membawa ibunya ke Rumah Sakit. Jika berkurang keluhan ibunya, dia akan membawa kembali ke rumah. Begitulah beberapa kali.
Akhirnya, sore ini, sekitar pukul 16.15 ibundanya
meninggalkan dunia yang fana. Pak Afrizal langsung yang melepaskannya ke alam
baka. Begitu informasinya. Semoga husnul khotimah, Bunda, amin. Kalimat itu terus ucapkan dalam hati.***
12 Jun 2024
Di HP Saja, Rasa Bangga Tetap di Dada
Namun karena tidak ada chanel televisi di rumah yang
menyiakan karena diacak, maka perlu cara lain untuk dapat menyaksikan laga
penting itu. Jika harus keluar rumah, seumpama ikut nobar di luar sana, tentu
saja tidak senyaman menyaksikannya di rumah sendiri.
Sesungguhnya perasaan itu sangat kesal. Siaran televisi yang
sehari-hari menyaksikan layarnya dengan berbagai program, Selasa (11/06/2024)
malam ini justeru siarannya diacak karena menyiarkan siaran langsung itu.
Siaran langsung (live) sepakbola yang mereka siarkan tidak bisa disaksikan di
televisi di rumah saya. Kesal? Tentu saja.
Sebenarnya ada beberapa televisi yang menyiarkannya (tak
usah saya sebut di sini). Tapi itu tadi, televisi di rumah yang menggunakan
sistem kabel tidak menyiarkan. Bukan tidak menyiarkan, tapi karena diacak saja.
Kami di rumah tidak bisa menyaksikannya.
Cara satu-satunyan adalah menyaksikannya lewat layar HP saja. Kebetulan ada aplikasi berbayar yang menyiarkannya. Di situlah saya menontonnya. Begitu kecilnya layar itu. Tapi apa boleh buat. Masih lumayan. Tetap ada rasa bangga di dada menyaksikannya. Apalagi setelah Indonesia mampu menjebol gawang Philipina pada menit ke-31 itu. Skorpun menjadi 1-0.
Ternyata kebanggaan di dada bertambah lagi ketika pada menit ke-55 para pemain Indonesia menambah kemenangan, 2-0 untuk pasukan garuda. Meskipun kita menyaksikannya tidak dari Istora Senayan sana, di layar kaca berukuran kecil pun tetap saja membuat kita bangga.*** (Catatan M. Rasyid Nur)
7 Jun 2024
Sabar Membuat Tak Sabar
6 Jun 2024
Gas Tak 'Kan Langka Lagi, Benarkah?
"MAASYARAKAT Karimun, Provinsi Kepri tidak perlu khawatir lagi dengan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) bersubsidi." Itu kalimat pertama berita dari salah satu media online yang terbit di Karimun hari Kamis (06/06/2024) ini. Kalimat yang menyenangkan hati masyarakat di Negeri Berazam ini, tentunya.
4 Jun 2024
Melihat Mereka Belajar Main Bola
Ketika saya kebetulan berada di Batam dalam urusan MTQH ke-10 kemarin (20-27 Mei), cucu Atok, itu beberapa kali tidak ikut latihan karena biasanya memang saya, atoknya yang menjemput antar ke lapangan. Waktu saya di Batam, itu alasannya tidak bisa latihan adalah karena tidak ada yang mengantarkannya. Orang tuanya sibuk. Oomnya juga tidak bisa membantu. Dan cucu Atok ini memang tinggal bersama saya dan nenek (isteri saya) di rumah yang berbeda dengan rumah orang tuanya.
Jadi, meskipun latihan hari ini sejatinya Akiif boleh istirahat karena masih dalam masa ujian di sekolahnya, saya tawarkan dia ikut latihan sebagai ganti latihan yang kemarin kosong itu. Alasannya sederhana, jika dia tidak latihan ke lapangan, dia hanya akan mengisi waktu untuk bermain HP, bermain dame saja di rumah. Tidak juga belajar membaca atau mengulang pelajaran yang akan diuji besoknya. Mendingan dia menggerakkan badannya di lapangan. Makanya saya mau mengantarkannya ke lapangan sepakbola.
Akhirnya saya ikut menyaksikan cucu latihan main bola. Tidak
ramai saya sore ini saya lihat. Mungkin karena memang diizinkan sebagian tidak latihan
dengan alasan dalam masa ujian itu tadi. Akiif dan beberapa temannya saja yang bermain bola. Dan
saya ikut melihat dia dan teman-temannya belajar bermain bola. Iseng-iseng isi waktu juga melihat mereka.***



