Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

19 Jul 2024

Peringatan Tahun Baru Islam Pemda Karimun Datangkan Dr. Henrizal Penceramah dari Pekanbaru

Peringatan Tahun Baru Islam Pemda Karimun Datangkan Dr. Henrizal Penceramah dari Pekanbaru


BERTEMPAT di Masjid Hijir Ismail, Islamic Center Tanjungbatu, Kundur Selasa (16/06/2024) malam bersamaan 10 Muharam 1446, dilaksanakan peringatan Tahun Baru Hijriyah 1446 (2024) Pemda Kabupaten Karimun. Hadir Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos, M Si dan beberapa orang pejabat Pemda Kabupaten Karimun. Juga ada beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Karimun selain masyarakat Tanjungbatu Kundur dan sekitarnya. 

Prosesi acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan kumandang Solawat Busyro.
Selanjutnya pidato sekapur sirih Ketua DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Hijir Ismail, dr. H. Zulfan Efendi. Dalam sambutannya Zulfan menyatakan terima kasih atas terlaksananya peringatan tahun baru ini. 

Lebih jauh Zulfan menjelaskan bahwa masjid ini mulai dibangun tahun 2016 dan selesai pada tahun 2019. Dia mengucapkan terima kasih kepada Pemda Karimun yang telah membangun masjid ini untuk masyarakat Tanjungbatu dan Kundur pada umumnya. 

Zulfan juga menjelaskan perihal kehadiran Buya Henrizal yang katanya sangatlah istimewa. Benar-benar atas izin Allah karena baru dihubungi pukul 21.00 malam Selasa, dijawab pukul 03.00 pagi, dicarikan tiket pukul 06.00 langsung berangkat ke Bandara Pekanbaru dan terbang menuju Hang Nadim Batam, terus menyeberang ke Kundur via Tanjung Berlian. "Itu sangat istimewa dan hanya atas izin Allah," katanya.


Sebelum ceramah agama ada sambutan Bupati. Dalam sambutannya Bupati mengatakan, hendaklah kita berusaha hijrah atau berpindah dari yang saat ini sudah baik menjadi lebih baik. Dari kurang baik menjadi baik. Itulah inti makna hijrah. 

Atas tugas sebagai bupati, jika belum memuaskan mohon maaf. Katanya, mungkin masih banyak yang belum dilaksanakan oleh bupati dan wakilnya selama dua peruode ini. Tapi pasti sudah banyak yang tercapai. "Terima atas kebersamaan dalam membangun Kabupaten Karimun selama ini," katanya kepada hadirin yang memenuhi masjid indah itu.

Ceramah peringatan Tahun Baru Hijriyah oleh Dr. H. Hendrizal Hadi Wahab, Lc, MA menyoroti tentang keberadaan tahun hijriyah itu sendiri. "Tahun Baru Hijriyah adalah fakta yang bisa ditemukan dalam catatan sejarah." Demikian buya menegaskan untuk meyakinkan umat khususnya yang hadir malam ini. Tentang hitungan bulan dalam tahun hijriyah, itu sudah dijelaskan dalam alquran. "Jadi, seharusnya memperingati tahun hijryah inilah yang harus kita rayakan. Kita besarkan perayaannya karena tahun baru ini bukanlah rekayasa, bukan hoax," tegas Buya Henrizal. 

Buya juga menjelaskan perihal mati dalam keyakinan Islam sebagaimana dituliskan dalam alquran. Ingatlah, bahwa mati itu dua kali dan hidup juga dua kali. Mati pertama saat orang tua belum menikah tapi kita ini sudah ada dalam dunia azali. Lalu saat saat bertemunya sperma ayah kita dengan indung telur ibu kita sebelum ditiupkan ruh oleh Allah. Kata buya, saat itu kita dalam keadaan mati.

Lalu setelah tiupan ruh artinya kita sudah hidup. Kita dihidupkan Allah walaupun masih dalam kandungan ibu kita. Lalu kita lahir, inilah lanjutan hidup pertama. "Artinya ketika saat ini sesungguhnya kita adalah hidup untuk pertama kali." 

Setelah itu, kata buya, kita menunggu kematian. "Inilah kematian kedua. Saat ini, kita semua sesungguhnya tengah menunggu kematian kedua. Kemudian setelah mati kedua ini kita dibangkitkan Allah. Inilah kehidupan kedua." Kehidupan kedua ini adalah kehidupan abadi. Katanya, Allah akan meminta pertanggungjawaban kita terhadap kehidupan kita di dunia ini. Baik atu buruk, pahala atau dosa, semuanya akan dihisab. Akan dihitung, apakah kita akan diazab atau diberi kehidupan yang baik," katanya mengingatkan. Ada banyak materi lainnya yang diuraikan Henrizal. Penjelasan bahwa 1000 tahun kita, manusia saat ini, itu sama dengan satu hari kehidupan di akhirat kelak. Maka marilah kita bersiap dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi kehidupan kedua yang abadi.***

17 Jul 2024

Menyaksikan Spanyol Mengalahkan Inggeris di Nobar Jhon 88

Menyaksikan Spanyol Mengalahkan Inggeris di Nobar Jhon 88


Catatan M. Rasyid Nur
SEBANYAK laga selama berlangsungnya laga Piala Eropa, saya tidak pernah ikut nobar (nonton bareng) sebagaimana banyak dibuat dan diikuti masyarakat pencinta bola. Jujur, saya sudah tidak kuat untuk begadang seperti saat masih muda dulu itu.

Sejak pensiun dari tugas guru PNS tujuh tahun lalu saya mengurangi begadang untuk nonton siaran langsung olahraga, misalnya. Itu juga sesuai pesan teman-teman dan sesuai juga kemampuan pisik untuk berkurangnya tidur malam. 

Sekarang, jika tidak bisa tidur di bawah pukul 22.00 karena masih suka membaca dan menulis, selambat-lambatnya saya usahakan tidur sekitar pukul 23.00. Ini batas toleransi. Pukul 04.00 sudah harus bangun, jika tidak ada keperluan bangun sebelum itu.

Tapi Senin (15/07/2024) dini hari ini saya berniat untuk ikut nobar. Ini partai final. Tinggal dua kesebelasan saja lagi yang tersisa untuk menentukan juara. Jadi, saya ingin menyaksikan siaran langsungnya. Untuk keperluan ini, saya tidur agak awal sebelum terbangun pukul 02.00 itu. 

Sebagaimana sudah kita ketahui Timnas Spanyol akhirnya menjuarai Euro 2024 setelah mengalahkan Timnas Inggeris di final. Dari berita yang kita baca Timnas Spanyol tercatat menjadi juara tanpa cela. Tanpa cela, maksudnya selalu menang sejak dari babak awal. Sampai media menyebut mencatat rekor sempurna sebagaimana juga pernah disematkan ke Timnas Brasil di even yang lain. Sejak babak awal hingga ke final selalu menang, itulah rekor sempurna.

Baik di media maupun nobar langsung kita tahu sejak awal kalau Tim Merah menuntaskan fase grup (B) dengan juara grup. Lalu ketika melawan Kroasia, Italia dan Albania tim ini juga menang semua. Sampailah ke final saat menghadapi Inggeris. 

Kesuksesan menggulung Inggris di Olympiastadion, Berlin dengan angka tipis 2-1, Minggu (14/7/2024) di sana bersamaan Senin (15/07/2024) dini hari di Indonesia, itu tentu saja mengantarkan Timnas Spanyol ke tangga juara Eropa tahun 2024 ini. Kita yang kebetulan ikut nobar menyaksikan di layar kaca Nico Williams dan Mikel Oyarzabal mementahkan gol dicetak Cole Palmer ketika tertinggal satu gol.

Asyik memang menyaksikan laga final dini hari, itu. Saya percaya, pasti seasyik itu juga laga-laga sebelumnya meskipun saya tidak menyaksikannya langsung. Hanya rekamannya saja di televisi atau di You Tobe. Nobar pagi ini, sungguh mengasyikkan. Syukurnya saya sudah tidur sebelum duduk bersama di sini.***

16 Jul 2024

Pagi-pagi Jumpa Bupati

Pagi-pagi Jumpa Bupati


INILAH catatan pagi. Pagi-pagi  (Selasa, 16/07/2024) saat suasana di rumah Bupati masih agak sepi. Sepi bukan karena tidak ada orang saling menanti. Saat kami --saya dan Pak Endang-- datang pukul 07.25 itu, sesungguhnya sudah ada dua orang duduk di kursi teras rumah bupati. Saya yakin, mereka pasti mau berjumpa bupati.

Saya dan Pak Endang Sriwahyu, Sekretaris FKUB pagi, ini sudah membuat janji. Janji akan ke rumah Bupati. Bupati Karimun, Aunur Rafiq. Kebetulan ada agenda FKUB Provinsi Kepri yang diamanahkan ke FKUB Kabupaten Karimun dalam pekan ini. Sebagai pengurus, ketua dan sekretaris, kami merasa memikul amanah itu bersama rekan-rekan pengurus lainnya. Pesannya untuk memfasilitasi rencana kegiatan itu. Rencananya, kegiatan advokasi PBM No 8 - 9 oleh FKUB Provinsi di Karimun akan dihelat pada hari Kamis (18/07/2024) lusa. Artinya dua hari lagi.

Oleh Ketua FKUB Provinsi Keperi, Handarlin Umar, FKUB Kabupaten Karimun diminta menyiapkan segala sesuatunya. Dari menentukan peserta sesuai jumlah yang ditentukan, pejabat yang akan diundang saat pembukaan dan melapor atau berkoordinasi dengan Pemda. Tugas terakhir inilah yang menyebabkan kami harus berjumpa bupati.

Mengapa pagi ini? Tersebab arahan ajudan Bupati, kami harus datang pagi Selasa maka pagi-pagi kami datang ke rumah dinas itu. Dan saat kami datang jumlah orang belum ramai. Beberapa orang saja. Barulah sepuluh-dua puluh menit berikutnya jumlah tamu yang mau berjumpa bupati bertambah. Tidak kurang 12 orang saya hitung.

Setelah ada waktu, kami melaporkan rencana kegiatan FKUB Provinsi Kepri kepada Bupati Karimun, Aunur Rafiq itu. Sekaligus mengundang datang pada acara pembukaannya, nanti. Terima kasih, Pak Bupati. Pagi-pagi kami sudah diterima berkoordinasi. Alhamdulillah.

7 Jul 2024

Polres Karimun Laksanakan Rakor Fenomena Bunuh Diri

Polres Karimun Laksanakan Rakor Fenomena Bunuh Diri


BERPIKIR singkat, itulah masalah utama dari fenomena kasus bunuh diri ini. Kurang-lebih begitu kesimpulan disampaikan Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus, SIK, MH pada Rapat Koordinasi (Rakor) Polres Karimun dengan para pejabat terkait dan para tokoh masyarakat/ agama Kabupaten Karimun, Jumat (05/07/2024). Selaku Ketua FKUB sekaligus mewakili Ketua MUI saya ikut dalam Rakor itu bersama, antara lain Kakankemenag Kabupaten Karimun, Ka Puskesmas, Ketua Baznas dan beberapa pejabat terkait lainnya.

Sebagai respon atas fenomena bunuh diri yang terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten Karimun, Polres Karimun berinisiatif melaksanakan Rakor dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, pejabatpada instansi terkait lainnya. Polres sendiri melibat para pejabat utama dan satuan-satuan yang berkaitan dengan masyarakat seumpama Satun Pembinaan Masyarakat. Ikut juga beberapa para anggota Polri yang tugas dan fungsinya berkaitan dengan masyarakat.

Dalam pemaparan awalnya Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus menjelaskan bahwa dalam mencegah fenomena bunuh diri ini kita tidak bisa sekadar menerima informasi saja, namun perlu dorongan kita sebagai pejabat atau sebagai tokoh masyarakat agar ada langkah-langkah strategis. Katanya, sangat mengkhawatirkan kita banyaknya peristiwa atau kasus bunuh diri di daerah kita belakangan ini. 

Berdasarkan data laporan, kata Kapolres setidak-tidaknya sudah 8 atau 9 kasus bunuh diri di Wilayah Kabupaten Karimun ini. "Sebanyak 8 kasus melibatkan masyarakat Karimun sendiri sedangkan satunya adalah orang luar tapi terjadi di wilayah Karimun. Ditambahkan Kapolres bahwa saat ini ada banyak potensi akan terjadinya kasus yang sama. Demikian Fadli Agus menjelaskan.

Kepala Kantor Kemenag Karimun Drs. H. Jamzuri saat memberikan tanggapan menyatakan bahwa potensi kejadian bunuh diri yang telah disampaikan Kapolres Karimun maka kita perlu bersama-sama untuk turun mendatangi orang yang kemungkinan berpotensi untuk melakukan bunuh diri. "Jangan kita terlambat. Jika perlu, ada tim yang dibentuk untuk menindaklanjuti kemungkinan akan terjadinya kasus yang sama." Pak Jamzuri juga menguatkan bahwa kasus ini bisa disebabkan oleh  masalah ekonomi, keluarga dan lainnya. Lebih-lebih jika agama tidak dipahami dengan baik, katanya.

Ikut memberikan sumbang saran beberapa peserta Rakor lainnya. Secara umum semua peserta rapat sepakat bahwa fenomena ini tidak boleh dianggap enteng. Harus ada usaha untuk mengatasinya. Jika cara berpikir yang singkat menjadi satu masalah, maka perlu diberikan penjelasan dan pencerahan kepada masyarakat agar tidak menjadikan bunuh diri sebagai cara mengatasi masalahnya.***

6 Jul 2024

Diajak ke Moro Mendampingi Bupati

Diajak ke Moro Mendampingi Bupati


Catatan M. Rasyid Nur
SEHABIS kegiatan Rapat Koordinasi Polres Karimun bersama para pejabat terkait dan tokoh agama serta tokoh masyarakat Kabupaten Karimun di Kedai Kopi Servanda, Jumat (05/07/2024) pagi, itu saya mendapat informasi dari rekan Sobri, salah seorang Tim Sosialisasi Bupati Untuk Kepri bahwa siangnya tim akan berangkat ke Moro. "Besok akan ada deklarasi dukungan untuk Pak Rafiq," katanya kepada saya sambil mengajak saya berangkat bakda Jumat. Saya jawab saja, insyaallah.

Berangkat pukul 14.50, kami rombongan Bupati Karimun tiba di Moro pas masuk waktu asar. Ada 20 orang yang ikut mendampingi bupati kali ini. Selain para ajudan bupati --empat orang-- dan kameramen kami yang mendampingi terdiri dari berbagai profesi. Ada tokoh agama, tokoh masyarakay, pemuda, ada imam dan ada juga ketua-ketua suku. 

Sampai di masjid Baiturrahman kami langsung berjamaah salat asar yang kebetulan imamnya baru saja mengangkat takbirortul ihram. Sebagian teman-teman kami ada yang masih mengambil wudhuk saat sebagian kami sudah ikut berjamaah. Yang pasti semua kami --yang muslim-- serentak melaksanakan salat asar.

Bakda asar, itu bupati mengajak duduk silaturrahim dengan masyarakat Moro di kedai kopi Botak. Kedai kopi yang berdekatan dengan masjid terbesar di Kota Moro itu. Selain 20-an orang rombongan bupati ada belasan orang masyarakat yang ikut duduk di situ. Sambil ngobrol sana-sini, kami menyeruput kopi atau teh yang disuguhkan pelayan kedai kopi. Kurang-lebih 40-an menit duduk di situ kami pun bubar. Sebagian menuju homestay di Kampung Benteng dan sebagiannya lagi diarahkan ke Penginapan 868 di Kampung Bedan. Saya dan Pak Afrizal mengambil tempat menginap di penginapan ini.

Masuk waktu magrib kami diarahkan magrib berjamaah di Surau Al-Huda, Kampung Bedan, Moro. Tidak jauh dari penginapan kami. Bupati memberikan tausiah bakda magribnya. Hingga masuk waktu isya kami tetap berada di surau yang berpendingin ruangan itu. Adem di dalamnya. Selepas isya, kami semua menuju ke homestay karena  makan malam disediakan di sana. Malam ini waktu berjalan terasa agak lebih cepat. Kami istirahat untuk bersiap acara deklarasi besok.***

5 Jul 2024

Saat Bersama Cucu Terasa Haru

Saat Bersama Cucu Terasa Haru


CATATAN ringan hari Kamis (04/07/2024) kemarin adalah saat saya dan isteri pergi ke pantai bersama dua orang cucu, Akiif dan satu adiknya, Caca. Sejatinya mereka bertiga. Satunya lagi, Asyura yang hari ini tidak bisa ikut bersama ke pantai.

"Syura kurang sehat," kata mamanya, saat kami memberi tahu akan ke pantai pagi Kamis ini. Si Nenek, isteri saya sesungguhnya sudah memberi tahu, pagi-pagi sekali agar Caca dan Asyura (adik Akiif) yang tinggal bersama Mama-Papa bersiap untuk ikut abangnya, Akiif yang tinggal bersama kami ke pantai.

Tapi jawaban Mamanya --via telpon itu-- Asyura tidak bisa ikut. "Caca aja dibawa," katanya. Mamanya sendiri yang tadinya kami harapkan ikut bersama Asyura, juga tidak bisa ikut. Alasannya juga sedang tidak seberapa sehat. Jadilah kami berempat saja yang berangkat, Atok, Nenek, Abang Akiif dan Dik Caca.

Tersebab salah satu cucu tidak ikut itulah sebenarnya saya jadi setengah sedih pergi ini. Sejujurnya, Asyura yang berkebutuhan khusus karena belum lancar berbicara dalam usianya yang sudah seumur SD serta pisiknya yang lebih lemah dari pada adiknya, sangat kami harapkan dia ikut. Sebagai hiburan juga untuk dia. Tentu saja bersama Mamanya, karena Nenek hanya bisa mengurus adiknya. Tapi Mamanya malah tidak bisa ikut. Sekaligus Asyura pun tidak bisa ikut.

Ya, apa boleh buat. Hari ini cucu kami itu tidak bisa ikut dengan alasan seperti itu. Kami berangkat saja meskipun sedikit hati kami haru. Bagaimanapun sesungguhnya justeru si Asyura yang lebih memerlukan hiburan ini. Jsuteru dia pula yang tidak bisa ikut. Ya sedih dan harulah jadinya.***

4 Jul 2024

Status Tidak Llulus

Status Tidak Llulus


INI status saya di Facebook pagi Kamis (04/07/2024) ini, "Begitu rapuhkah iman, bunuh diri menjadi jalan. Adalah kewajiban kita untuk memberi perhatian: sehari dua kejadian." Kalimat itu sudah diposting. Sudah ada sahabat yang like. 

Hanya beberapa menit saja tayangnya, lalu dihapus kembali oleh Facebook dengan alasan melanggar Standar Komunitas ketentuan. Pada halaman yang sama, ada penjelasan itu. Saya terkejut. Maksud status saya hanyalah mengingatkan masyarakat. Jangan lagi masyarakat melakukan itu.

Status saya sendiri muncul setelah sehari sebelumnya beberapa media online menyiarkan peristiwa tragis, adanya orang mati bunuh diri. Bunuh diri dengan cara gantung diri. Sedih super sedihnya itu adalah karena pada yang sama itu ada dua kejadian bunuh diri. Dua-duanya dengan menggantung diri. Satu seorang laki-laki dan satunya seorang wanita.

Karena berita itu cukup banyak dibaca hari Rabu, itu maka saya tulislah status itu dengan maksud agar masyarakat menajdikan peristiwa itu sebagai satu perhatian khusus. Jangan lagi cara itu dilakukan masyarakay. Apalagi, beberapa bulan lalu juga ada kejadian orang gantung diri. Artinya, ini sudah sangat perlu menjadi perhatian.

Bagaimanapun, saya tidak bisa memprotes pengelola facebook. Jika ternyata kalimat seperti itu benar-benar dinilai melanggar ketentuan sesuai standar komunitas, maka saya menerimanya. Saya tidak melakukan protes untuk tetap dimuatnya status saya itu. Biarlah dia tidak lulus, karena pengelola facebook pasti lebih tahu ketentuan mereka.***

3 Jul 2024

Duduk 'Ngopi' Menjaga Silaturrahmi

Duduk 'Ngopi' Menjaga Silaturrahmi


SORE Rabu (03/07/2024) ini kami --saya, Pak Ijal dan Pak Nas-- duduk ngopi. Bertiga di satu meja dengan empat kursi. Di kedai kopi itu ada banyak tamu lainnya selain kami. Di meja dan kursi lainnya, tentunya. Tapi kami yang duduk di bagian depan kedai hanya bertiga saja.

Pak Ijal yang nama lengkapnya Afrizal adalah pemrakarsa pertemuan di kedai kopi kali ini. Sejatinya di sebelah pagi, sebagaimana rencana via telpon di malam sebelumnya. Tapi Pak Nas yang bernama lengkap Nasrial tidak bisa hadir waktu pagi. Katanya, ada rapat di Kantor Baznas Kabupaten Karimun, lembaga yang dia pimpin. 

Sekitar pukul empat (16.00) sore kami sudah ada di kedai kopi. Pertama hadir adalah Pak Ijal. Menyusul Pak Nas dan saya datang terakhir. Sebagai pemrakarsa, Pak Ijal memang harus datang awal. Pak Nas sendiri rumahnya lebih dekat ke kedai kopi. Lebih agak jauh lokasi rumah saya. 

Kami duduk ngopi sesungguhnya tidak semata duduk ngopi saja. Ada obrolan penting yang kami bualkan. Tapi jauh lebih penting dari pada agenda obrolan, itu adalah ingin tetap menjaga hubungan silaturrahmi. "Sudah lama juga kita tidak duduk ngopi," kata Pak Ijal malam sebelumnya saat dia mengajak saya duduk ngopi, besok harinya. Katanya dia akan menelpon Pak Nas juga. Niat ngopi pagi, akhirnya sepakatnya di siang hari.

Kurang-lebih satu jam kami duduk bertiga bersama puluhan tamu Kedai Kopi John 88, Batulipai itu. Selain masing-masing segelas minuman kami memesan seporsi goreng pisang untuk bersama. Hanya dengan cemilan ringan goreng pisang itu saja kami ngobrol kesana-kemari, khusus membahas agenda yang sudah kami sepakati.

Tentang agenda apa? Dengan berat hati, saya tidak menjelaskan di sini kecuali pada harapan menjaga silaturrahminya saja.***

1 Jul 2024

Selamat Hari Bhayangkara ke-78: Tetaplah Profesional dan Jadi Pelindung Rakyat

Selamat Hari Bhayangkara ke-78: Tetaplah Profesional dan Jadi Pelindung Rakyat


DI TENGAH heboh berita-berita (oknum) polisi terlibat masalah-masalah hukum peringatan hari Bahayangkara sebagai pengingat hari lahirnya aparat keamanan dan ketertiban, Polisi Republik Indonesia (Polri), itu kita lalui. Hari ini, Senin (01/07/2024) adalah hari Bhayangkara. Hari ini kita mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-78 tahun 2024 untuk seluruh Polri. Ya, seluruh anggota Polri dan keluarga dimana saja berada. Tidak hanya sesama anggota Polri yang wajib mengucapkan itu.

Kita berdoa, kita berharap semoga Polri senantiasa semakin profesional dan menjadi pelindung rakyat. Sederhananya itulah harapan dan doa kita sebagai warga. Kita tetap berharap kepada aparat berseragam cokelat itu sebagai pelindung kita, pelindung rakyat. Tidak ada harapan lain, meskipun ada kenyataan lain yang timbul di tengah-tengah kehidupan Polri. Kita terus berharap sikap profesional dalam menjalankan tugasnya.

Harapan ini disebut tetap menjadi harapan karena begitu banyaknya catatan dan pemberitaan perihal kekeliruan dan salah langkah dari beberapa (oknum) Polri hari-hari belakangan ini. Berita polisi (Polwan) membunuh (membakar) polisi (kebetulan suaminya). Berita polisi dalam drama pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon sana. Berita polisi tersulut emosi saat (kabarnya) membubarkan tawuran anak-anak muda di Polda Sumbar, sana. Dan ada banyak lagi catatan gelap belakangan ini, menghiasi halaman media. Kita membaca dan mendengar beritanya.

Dalam hiruk-pikuk berita itu, hari ini kita memperingati hari Bhayangkara, Hari Polis RI. Sudah tahun ke-78 pada tahun ini. Itu bukan usia muda. Sudah sangat dewasa, jika diibaratkan manusia. Karena usia yang sebegitu itulah makanya rakyat seperti kita sangat berharap berjalannya tugas dan fungsi polisi dengan baik. Janganlah lagi ada info-info aparat hukum (polisi) justeru melanggar hukum. Sungguh membuat kita tidak nyaman.

Kita sebagai warga tidak ingin membicarakan persoalan hukum yang melibatkan polisi itu. Biarlah orang atau lembaga yang pantas untuk itu yang membahas dan membicarakannya. Kita hanya ingin polisi tetap pada jalurnya. Sebagai pengayom, pelindung dan pengaman rakyat kita berharap kiranya polisi tetap profesional dalam tugas dan tanggung jawabnya. Itu saja.***

27 Jun 2024

Pesta Perak 25 tahun Imamat RD Kristiono Widodo.

Pesta Perak 25 tahun Imamat RD Kristiono Widodo.


DI HALAMAN Gereja Katholik Hati Kudus, Sei Bati, Karimun, Rabu (26/06/2024) malam, itu ada beberapa tenda. Para jamaat Katholik sudah memenuhi kursi-kursi di bawah tenda itu. Di tenda lainnya, ada pula meja-meja bundar berukuran besar. Kursi-kursi di situ sudah pula diisi oleh para tamu. Ada Sekda Karimun yang hadir selaku Ketua LAM Kabupaten Karimun. Ada juga para ketua organisasi masyarakat seperti Ketua FKUB, Ketua MUI dan beberapa ketua ormas lainnya. Dan tamu utamanya adalah RD Kristiono Widodo yang lebih familiar dengan sapaan Romo Kris.

Acara Romo Kris inilah sesungguhnya kegiatan malam ini. Nama kegiatannya Pesta Perak 25 Tahun Imamat Romo Kris dalam pengabdiannya sebagai 'penggembala' di gereja Katholik kabupaten Karimun itu. Tepat pukul 19.10 acara dimulai. Diawali dengan suguhan Tari Persembahan yang dibawakan oleh para penari gereja itu. Mereka dengan lemah-gemulai meliuk-liukkan badannya membawakan tari khas Melayu itu.

Selanjutnya beberapa pidato, antara lain dari Ketua Panitia Pelaksana, Pak Pri. Lalu pidato dari salah seorang pastur lainnya sebelum Romo Kris menyampaikan pidatonya. Pak Sekda sendiri berpidato seblum Romo Kris menyampaikan pidatinya. Acara pesta perak itu berjalan lancar, khidmat dan gembira juga karena ada hibunran dari orgen tunggal.***

26 Jun 2024

Catatan Perjalanan JH Karimun Jeddah-Karimun

Catatan Perjalanan JH Karimun Jeddah-Karimun


Catatan M. Rasyid Nur

SETEALAH 42 hari terhitung sejak berangkat dari embarkasi Batam tempo hari, Senin (24/06/2026) kemarin Jamaah Haji (JH) Kabupaten Karimun tiba kembali di pangkuan pertiwi. Dari Jeddah Arab Saudi mereka terbang mengharungi udara menuju debarkasi Batam lagi. Sebanyak 130 orang berangkatnya, alhamdulillah tetap 130 jua kembalinya.

Sedikit mengulang catatan perjalanan JH Karimun di halaman ini untuk sekadar mengingatnya kembali. JH Kabupaten Karimun berangkat dari Bandara Jeddah, Arab Saudi pada, Ahad (23/06/2024) pukul 03.30, tiba di Indonesia, tepatnya di Bandara Hang Nadim Batam, Kepri sebagai debarkasi Kepri sekitar pukul 17.55. Ini keterangan yang disampaikan pengelola haji Kabupaten Karimun.
Dari bandara para JH diantarkan ke Asrama Haji Batam. Mereka harus bermalam dan istirahat di sini sebelum besoknya akan kembali ke Kabupaten Karimun. Sekitar pukul 19.00 semua JH sudah berada di Asrama Haji Batam. Dijemput oleh Tim Penjemputan Kabupaten Karimun, para JH tidak hrus mengurus barang-barangnya, seperti tas dan lainnya. Barang-barang bawaan dibantu oleh petugas Tim Penjemputan yang sudah ditetapkan Pemda Kabupaten Karimun.

Senin pagi, pukul 08.00 – 10.20 adalah waktu yang disediakan untuk proses berangkat dari Asrama Haji menuju Pelabuhan Sekupang Batam. Para JH dibagi dua armada angkutan. Satu kapal akan membawa para JH menuju Pulau Karimun via Pelabuhan Tanjungbalai Karimun. Sementara satu kapal lagi akan berangkat ke Moro dan Tanjungbatu. JH Moro dan Tanjungbatu langsung dibawa ke dua pulau itu.

Dari 130 orang JH sebanyak 93 orang menuju ke Pelabuhan Tanjungbalai Karimun sedangkan sisanya menuju dua pelabuhan, Moro dan Tanjungbatu Kundur. Kedatangan JH se-Pulau Karimun dan sekitarnya langsung disambut Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si dan Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, SE MM yang kebetulan sedang berada di Karimun. 

Sekitar pukul 11.30 itu para jamaah meneruskan pejalanan dari pelabuhan ke Masjid Baitul Karim, tempat penyambutan dan acara penyambutan secara resmi oleh Pemda Kabupaten Karimun. Acara penyambutan dilakanakan setelah pelaksanaan salat zuhur. Dari sini, setelah acara seremoni penyambutan dengan beberapa pidato antara lain dari Kakankemenag, Bupati dan Gubernur Kepri para jamaah dilepaskan oleh bupati untuk kembali ke rumah masing-masing.

Sykur alhamdulillah, 130 orang JH berangkat, 130 orang juga kembali semuanya akan kembali ke pangkuan keluarga masing-masing. Gubernur, bupati dan Kakankemenag masing-masing dalam pidatonya menyatakan rasa syukur atas telah selamat kembalinya para JH Kabupaten Karimun. Semoga menjadi haji-hajjah mabrur-mabrurah. Begitulah yang disampaikan oleh ketiga pejabat itu di hadapan para haji-hajjah. 

Dari JH sendiri memberikan sambutan berupa kesan dan pesan yang disampaikan oleh H. Nurbit Siman selaku PHD Kabupaten Karimun. Nurbit menyampaikan rasa terima kasih semua para JH kepada Pemda Karimun dan Pemda Provinsi atas semua fasilitas yang telah diberikan. "Kami akan berusaha menjaga kemabruran haji yang telah kami usahakan selama di Tanah Suci," kata Nurbit dalam pidatonya.

Kita sebagai warga Karimun pun bangga dan bahagia atas kepulangan mereka. Perjalanan panjang dari Tanah Suci ke Indonesia hingga sampai kembali ke rumah masing-masing adalah harapan dan doa kita semua.***

24 Jun 2024

STIT Mumtaz Karimun Mewisuda 35 Sarjana

STIT Mumtaz Karimun Mewisuda 35 Sarjana


Catatan M. Rasyid Nur
INILAH wisuda sarjana (S1) STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) Mumtaz Karimun angkatan ke-5 tahun akademik 2023/2024. Sebanyak 35 orang sarjana Strata Satu (S1) Program Manajemen Pendidikan Islam diresmikan kesarjanaannya. Wisuda dan Sidang Senat Terbuka, ini dilaksanakan di Gedung Nasional, Tanjungbalai Karimun, Ahad (23/06/2024) pagi.

Selain para wisudawan bersama orang tua masing-masing dan civitas akademika STIT Mumtas  hadir Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si, Ketua MUI (diwakili), Kakankemenag (diwakili), Rektor Universitas Karimun, Dr. Muhiri, Rektor UIN Suska Pekanbaru, Dr. Khairunnas serta Ketua Dewan Senat, Khairul Amri.

Penjelasan dari salah seorang panitia wisuda, sebanyak 35 orang sarjana Program Manajemen Pendidikan Islam diwisuda hari ini. Katanya, yang membanggakan sebanyak 30 orang dari 35 orang itu berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Tentu saja ini satu capaian menggembirakan bagi STIT Mumtaz Karimun yang nota bene masih baru berdiri di Kabupaten Berazam.


Harapan kita, umumnya harapan masyarakat Karimun kiranya para wisudawan/ wisudawati, ini  dapat membuktikan dan mempraktikkan ilmu yang telah didapatkan selama kuliah dalam kehidupan sehari-hari. Para sarjana ini sudah saatnya juga memberikan ilmunya kepada orang lain agar ilmunya semakin berkembang.

Ketua STIT Mumtaz Karimun, Sumarno mengeaskan bahwa kehadiran STIT Mumtas di Kabupaten Karimun adalah untuk ikut mencerdaskan anak bangsa sekaligus mewujudkan azam peningkatan iman dan taqwa dan azam peningkatan sumber daya manusia sebagaimana azam pembangunan Kabupaten Karimun ini.

Bupati Karimun pada kesempatan itu juga menyatakan kebangaannya atas keberadaan STIT Mumtas. Kata bupati, di Kabupaten Karimun terdapat beberapa Perguruan Tinggi (PT), seperti Universitas Karimun (UK), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cakrawala dan STIT Mumtaz sendiri. Dengan mengucapkan syukur, bupati menyatakan bahwa untuk bidang pendidikan di Kabupaten Karimun terus tumbuh dan berkembang dengan adanya Perguruan Tinggi.

Lebih jauh bupati menyebutkan kalau para lulusan STIT Mumtaz ini sudah tersebar di kabupaten kita ini sebagian sudah menempati berbagai bidang pekerjaan. Ada yang mengabdi sebagai pegawai di Pemda dan ada juga yang berwirasasta, mandiri bekerja sesuai keahliannya.

“Para sarjana ini kita harapkan dapat menjadi agen perubahan dan memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat, daerah dan bangsa pada umumnya," kata Bupati memberi pesan. (Kontribusi Info Pak Anai dan Beberapa Sumber)


23 Jun 2024

Pengobatan dan Sunatan Gratis Dibuka Bupati

Pengobatan dan Sunatan Gratis Dibuka Bupati


HARI Ahad (23/06/2024) pagi, bupati mengajak kami --beberapa orang tokoh masyarakat dan pejabat kabupaten-- ke Pulau Parit. Pulau di seberang Kota Tanjungbalai Karimun, Ibu Kota Kabupaten Karimun. Hari itu, salah kegiatannya berkunjung ke Desa Parit, Kecamatan Selat Gelam. Kunjungan kerjanya sebagai bupati. 

Bertempat di Kantor Poskesdes (Pos  Kesehatan Desa) semacam Pos Yandu (Pos Pelayanan Terpadu) yang di setiap desa selalu ada. Desa Parit pagi ini ada melaksanakan acara Pengobatan Gratis dan Sunatan Gratis yang dilaksanakan oleh Poskesdes Parit bersama Gerakan Pemuda Sehat Kabupaten Karimun. Bupati diundang untuk membukanya. 

Menurut panitia kegiatan ada sebanyak 20 orang anak-anak sebagai peserta sunatan gratis. Tapi menurut panitia juga ada banyak peserta yang ingin ikut sunatan mengingat sudah mulai libur sekolah. "Sebenarnya lebih dari 20 orang yang ingin ikut, tapi jumlah ini dibatasi atas beberapa pertimbanga," jelas Ketua Panitia dalam laporan awal acara. Jadi, ada banyak peminat tapi terbatas obat dan dokter yang bertugas.

Tentang bantuan oba-obatan informasi dari panitia datang dari Pemda Karimun. Harapannya lagi, mohon bantuan obat-obatan itu diulangsampaikan oleh Panitia Pelaksana dalam pidato laporannya. "Kami mohon ke Pak Bupati atau Pemda Karimun agar ke depan bisa lebih banyak anak-anak ikut sunatan gratis, maka mohon ditambah oba-obatannya," pintanya di depan bupati.

Pengarahan Bupati dalam pidatonya menyatakan kalau kegiatan sunatan dan pengobatan gratis ini sangatlah bagus. Oleh karena itu bupati menyatakan terima kasih atas kegiatan yang diprakarsai Poskesde bersama Pemuda Sehat Karimun ini. Sekaligus bupati menyatakan terima kasih atas undangan kegiatan ini. Katanya, meskipun ada beberapa kegiatan untuk hari ini namun dia menyempatkan untuk hadir dan membuka resmi kegiatan ini.

Bupati Aunur Rafiq juga menyampaikan permohonan maaf karena acara ini harus dipercepat karena ada beberapa kegiatan yang mesti dihadiri di hari yang sama, pagi ini. Bupati menjelaskan bahwa sehabis di Pulau Parit, dia akan ke Pantai Ketam yang undangannya pukul 08.30. Lalu ke Wisuda Santri Meral di Nilam Sari yang undangannya pukul 09.00. Setelah itu pada pukul 09.30 ada undangan Wisuda Sarjana S1 dari STIT Mumtaz di Gedung Nasional. Begitulah beberapa jadwal bupati pagi ini.

Lebih jauh bupati menyampaikan, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat dan terima kasih kepada Tim Medis, Dinas Kesehatan dan Kapus yang melaksanakan kegiatan ini. Menjawab permintaan masyarakat Bupati berjanji akan terus membantu dan melaksanakan kegiatan ini di masa-masa akan datang. Dengan membacakan Bismillahirrohmanirrohim, bupati membuka secara resmi kegiatan sunatan dan pengobatan gratis ini.***

22 Jun 2024

Rapat Persiapan Pelaksanaan PEU MUI Provinsi Kepri di Karimun

Rapat Persiapan Pelaksanaan PEU MUI Provinsi Kepri di Karimun


RAPAT terbatas pengurus MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Karimun dengan agenda persiapan rencana satu kegiatan MUI Provinsi Kepri di Karimun. Kegiatan dimaksud adalah kegiatan Pembinaan Ekonomi Umat (PEU) MUI Provinsi Kepri yang akan dilaksanakan pada hari Kamis (27/06/2024) yang akan datang. Kegiatan ini merupakan salah satu program Komisi Ekonomi Umat, MUI Provinsi Kepri tahun 2024.

Rapat yang diikuti oleh pengurus harian MUI Kabupaten Karimun, antara lain Wakil Ketua Umum, HM. Rasyid Nur (mewakili Ketua Umum yang tidak bisa hadir), Sekretaris Umum, H. Endang Sriwahyu, Bendahara Umum, Mulyadi dan salah seorang Ketua Komisi, H. Samsudin. Dua orang Wakil Ketua juga tidak bisa hadir karena ada kegiatan lain dalam waktu yang sama. "Ini memang rapat terbatas," jelas Sekretaris yang memimpin rapat ini.

Sesuai surat pemberitahuan dari MUI Provinsi Kepri bahwa kegiatan PEU akan diikuti oleh 40 orang peserta. Mereka terdiri dari utusan beberapa Ormas Islam antara lain dari Baznas Kabupaten Karimun, PMKK Kabupaten Karimun, BWI Kabupaten Karimun, BKMT Kabupaten dan Kecamatan di Pulau Karimun serta dari Penyuluh Agama Islam di empat kecamatan Pulau Karimun. Termasuk di dalamnya wakil dari MUI Kabupaten Karimun sendiri.

Kegiatan satu hari penuh itu akan dilaksanakan di Gedung PLHUT Kemenag Kabupaten Karimun. Narasumbernya dua orang dari MUI Provinsi Kepri dan satu orang dari MUI Kabupaten Karimun sendiri. Panitia pelaksana terdiri dari Pengurus MUI Provinsi dan Pengurus MUI Kabupaten Karimun.***

19 Jun 2024

Catatan Idul Adha di Masjid Al-Ubudiyah

Catatan Idul Adha di Masjid Al-Ubudiyah


IDUL Adha tahun 1445 (2024) ini di kampung saja. Biasanya selalu keluar. Keluar kampung karena selalu mendapat amanah, bertugas di luar kampung, Wonosari. Tahun ini justeru diberi amanah menyampaikan khutbah di Masjid Al-Ubudiyah, masjid yang berhampiran dengan rumah kami.

Meskipun di kampung sendiri, berjamaah bersama orang kampung yang sehari-hari juga berjamaah di tempat yang sama untuk lima waktu salat wajibnya, tentu saja bersama di Idul Adha akan berbeda rasanya. Setidak-tidaknya jumlah jamaah Idul Adha ini jauh lebih banyak. Memenuhkan masjid, ruang depan dan ruang belakang. Berbeda dengan jamaah harian yang umumnya maksimal hanya dua shaf saja. Terkadang tiga shaf jika ramai anak-anak dan para remaja. Itupun salat magrib. Kalau subuh, maksimal hanya dua shaf.

Peserta Kurban

Catatan penting lainnya adalah bahwa salat pagi ini juga karena imamnya yang menyamankan kita sebagai makmum. Suaranya merdu, lagunya enak dan bacaannya fasih. Dia seorang hafizh. Imam ini sengaja didatangkan khusus seorang hafizh meski hanya untuk salah Id ini saja. Kabarnya, pengurus masjid ingin memberikan suasana lain kepada jamaah masjid dengan imam baru ini. Selama ini memang ada imam yang rutin setiap hari raya, Idul Adha maupun Idul Fitri. Selalu dia menjadi imam. Kini, pengurus ingin suasana baru.

Hal lainnya, saya dan isteri serta cucu cukup berjalan kaki saja ke masjid. Jika hari-hari sebelumnya saya naik scutter untuk berjamaah kali ke Masjid Al-Ubudiyah, ini tapi pagi ini kami berjalan kaki saja. Jarak rumah kami memang sangat dekat, tidak membuat kami penat berjalan kaki ke masjid. Kurang dari 6 menit kami sudah sampai. Alhamdulillah, salat kali ini menyenangkan. Amanah yang dipikul sebagai khatib juga berjalan dengan aman dan lancar.

Daging Siap Dibagikan

Catatan terakhir kami beridul-adha di Al-Ubudiyah adalah dapat juga menyaksikan pemotongan hewan kurban. Tahun ini ada empat ekor sapi dan empat ekor kambing yang dipotong oleh panitia pemotongan hewan kurban masjid. Dengan bergotong royong sesama masyarakat kampung, pelaksanaan pemotingan dan pembagian dagingnya berjalan lancar dalam waktu relatif singkat. Begitulah catatan pentingnya di Idul Adha tahun ini.*** (Catatan M. Rasyid Nur)

15 Jun 2024

Semoga Husnul Khotimah, Ibunda

Semoga Husnul Khotimah, Ibunda


TERKEJUT saya, ketika seorang teman, Ustaz Baginda Malim Siregar menelpon sore Sabtu (15/06/2024) ini. "Udah dapat berita?" Dia langsung bertanya di balik telpon. Nada suaranya membuat saya balik bertanya. Bertanya di hati sendiri.

"Ha? Belum. Berita apa?" Saya terkejut dengan nada kalimatnya.

"Orang tua Pak Afrizal meninggal dunia." Dia tidak langsung mematikan HP-nya. Dia mengajak untuk melayat saat itu juga. Saya mengiyakan.

"Iya, ya. Saya akan ke sana, sekarang," kata saya menjawab.

Tercenung sejenak, lalu saya mengingat kalau yang dimaksud Pak Baginda adalah Ibunda H. Afrizal, Ketua Umum MUI Kabupaten Karimun itu. Saya ingat, ibu Pak Afrizal yang sudah umuran memang sudah sakit-sakitan. 

Innalillahi wainna ilaihi rojiun, kata saya dalam hati sesaat setelah telepon saya matikan. Sebagai salah seorang wakilnya di kepengurusan MUI Kabupaten Karimun, saya tentu saja bersedih mendapat berita itu. Teman saya, Pak Afrizal kehilangan ibundanya, kata saya di hati juga.

Sambil mengganti pakaian saya berucap, 'semoga husnul khotimah, semoga Ibunda husnul khotimah.' Dan saya berangkat ke Kampung Harapan, tempat Pak Afrizal bertempat tinggal. Rumahnya memang di sana. Sambil naik scutter, saya terus mengucapkan doa itu, semoga Ibunda husnul khotimah, semoga Ibunda husnul khotimah.

Seingat saya, satu bulan belakangan Pak Afrizal sangat sibuk mengurusi Ibundanya yang kebetulan sedang sakit. Sebentar-sebentar dia memberi tahu saya dan teman-teman lain kalau dia tidak bisa ikut kegiatan karena harus membawa ibunya ke Rumah Sakit. Jika berkurang keluhan ibunya, dia akan membawa kembali ke rumah. Begitulah beberapa kali.

Akhirnya, sore ini, sekitar pukul 16.15 ibundanya meninggalkan dunia yang fana. Pak Afrizal langsung yang melepaskannya ke alam baka. Begitu informasinya. Semoga husnul khotimah, Bunda, amin. Kalimat itu terus ucapkan dalam hati.***

12 Jun 2024

Di HP Saja, Rasa Bangga Tetap di Dada

Di HP Saja, Rasa Bangga Tetap di Dada


TERSEBAB siaran televisi (kabel) di rumah tidak menyiarkan siaran langsung, otomatis saya tidak dapat menyaksikan laga antara Indonesia melawan Philipina malam ini. Laga penentuan bisa-tidaknya 'garuda' maju ke babak berikutnya untuk seleksi Piala Dunia sudah pasti sangat penting bagi kesebelesan Merah-Putih. Untuk itu pula kita sangat ingin menyaksikan siaran langsungnya.

Namun karena tidak ada chanel televisi di rumah yang menyiakan karena diacak, maka perlu cara lain untuk dapat menyaksikan laga penting itu. Jika harus keluar rumah, seumpama ikut nobar di luar sana, tentu saja tidak senyaman menyaksikannya di rumah sendiri.

Sesungguhnya perasaan itu sangat kesal. Siaran televisi yang sehari-hari menyaksikan layarnya dengan berbagai program, Selasa (11/06/2024) malam ini justeru siarannya diacak karena menyiarkan siaran langsung itu. Siaran langsung (live) sepakbola yang mereka siarkan tidak bisa disaksikan di televisi di rumah saya. Kesal? Tentu saja.

Sebenarnya ada beberapa televisi yang menyiarkannya (tak usah saya sebut di sini). Tapi itu tadi, televisi di rumah yang menggunakan sistem kabel tidak menyiarkan. Bukan tidak menyiarkan, tapi karena diacak saja. Kami di rumah tidak bisa menyaksikannya.

Cara satu-satunyan adalah menyaksikannya lewat layar HP saja. Kebetulan ada aplikasi berbayar yang menyiarkannya. Di situlah saya menontonnya. Begitu kecilnya layar itu. Tapi apa boleh buat. Masih lumayan. Tetap ada rasa bangga di dada menyaksikannya. Apalagi setelah Indonesia mampu menjebol gawang Philipina pada menit ke-31 itu. Skorpun menjadi 1-0.

Ternyata kebanggaan di dada bertambah lagi ketika pada menit ke-55 para pemain Indonesia menambah kemenangan, 2-0 untuk pasukan garuda. Meskipun kita menyaksikannya tidak dari Istora Senayan sana, di layar kaca berukuran kecil pun tetap saja membuat kita bangga.*** (Catatan M. Rasyid Nur)

7 Jun 2024

Sabar Membuat Tak Sabar

Sabar Membuat Tak Sabar


INILAH tontonan yang juga menarik. Selain menyaksikan siaran langsung sepakbola, saya juga suka menyaksikan siaran langsung (live) bulutangkis. Jadi, intinya siaran langsung itu. Karena hasil akhirnya belum diketahui. Menarik untuk ditunggu.

Saat ini, para pemain Indonesia tengah berlaga di ajang Indonesia Open Bulutangkis 2024. Sejak awal, di babak 32 saya suka menontonnya. Sedihnya para pemain kita berguguran melawan para pemain asing. Hingga menjelang semifinal Jumat (07/06/2024) ini hampir semua pemain kita tumbang oleh lawan-lawannya.

Alhamdulillah, ada satu pasang pemain ganda putra yang malam ini ternyata masih bertahan. Membuat jantung tetap berdebar. Pasangan ini akan maju ke babak semifinal besok, Sabtu. Hebatnya, mereka bukanlah pemain top yang selama ini sudah terkenal.

Justeru karena bukan pemain top itulah saya begitu haru menyaksikannya. Pasangan Reza Pahlevi Isfahani-Sabar Karyaman Gutama mampu mengatasi permainan ulet pasangan Taiwan, Lee Jhe Huei-Yang Pos Hsuan, 21-17, 14-21 dan 21-16. Tidak mudah mereka mengalahkannya. Tapi sudah fakta, mereka menang. Konon pasangan ini saja yang tersisa di semifinal nanti. Sungguh, pasangan Sabar ini membuat kita tak sabar menjelang ke semifinal.***

6 Jun 2024

Gas Tak 'Kan Langka Lagi, Benarkah?

Gas Tak 'Kan Langka Lagi, Benarkah?


"MAASYARAKAT Karimun, Provinsi Kepri tidak perlu khawatir lagi dengan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) bersubsidi." Itu kalimat pertama berita dari salah satu media online yang terbit di Karimun hari Kamis (06/06/2024) ini. Kalimat yang menyenangkan hati masyarakat di Negeri Berazam ini, tentunya.

Berita berjudul SPBE Karimun Diresmikan, Warga Tak Perlu Khawatir Kelangkaan Gas LPG 3 Kg, itu adalah tentang resmi beroperasinya dermaga bongkar muat curah kering/cair Stasiun Penimbunan Elpiji Khusus (SPEK) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Karimun di hari yang sama. Peresmiannya dilakukan oleh Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos, M Si hari ini. Terlambatnya pengoperasian SPEK-SPBE selama ini, kabarnya karena belum adanya listrik. Sudah lama masyarakat menanti. Karena itu pula, berita itu menjadi angin segera bagi masyarakat.

Dari berita yang sama kita baca bahwa dermaga tersebut dikelola oleh PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) yang berada di Jalan Pelabuhan Kargo dan Roro Parit Rempak, Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral. Sementara SPBE dikelola oleh PT Palugada Karimun Sejahtara yang berada di Jalan Sememal RT 003 RW 001 Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Meral Barat. 

Bagi kita masyarakat pengguna gas, tentu saja tidaklah hal utama peresmiannya, siapa yang meresmikannya, siapa yang mengelola dan seterusnya, dan seterusnya, tapi yang utama adalah bagaimana judul berita itu benar-benar menjadi kenyataan nantinya, gas tidak akan langka lagi di negeri kita ini. Itulah hal utamanya. Dan kita bertanya, benarkah gas nantinya tidak akan langka lagi? Itulah yang penting. Selama ini kelanggaan gas di Karimun adalah hal yang biasa terjadi.

Kita berdoa semoga pengelolaannya berjalan dengan baik, lancar dan tidak ada kekeliruan yang akan terjadi, baik disengaja maupun tidak sengaja yang dapat mengganggu 'kehadiran' gas di daerah kita. Itulah harapan kita. Benarkah gas tidak akan langka lagi? Semoga saja.***

4 Jun 2024

Melihat Mereka Belajar Main Bola

Melihat Mereka Belajar Main Bola


SORE Selasa (04/06/2024) ini adalah jadwal latihan sepakbola cucu saya, Akiif Fatahillah. Karena sudah beberapa kali Akiif, cucu itu tiak latihan (pekan kemarin), sore ini saya sempatkan mengantarkannya ke lapangan sepakbola. Jauh, memang. Dari Wonosari (rumah) ke lapangan sepakbola Teluk Air sana. Setidak-tidaknya perlu waktu 10-15 menit berkendaraan dengan kecepatan 40-an km/ jam baru bisa sampai.

Ketika saya kebetulan berada di Batam dalam urusan MTQH ke-10 kemarin (20-27 Mei), cucu Atok, itu beberapa kali tidak ikut latihan karena biasanya memang saya, atoknya yang menjemput antar ke lapangan. Waktu saya di Batam, itu alasannya tidak bisa latihan adalah karena tidak ada yang mengantarkannya. Orang tuanya sibuk. Oomnya juga tidak bisa membantu. Dan cucu Atok ini memang tinggal bersama saya dan nenek (isteri saya) di rumah yang berbeda dengan rumah orang tuanya. 

Jadi, meskipun latihan hari ini sejatinya Akiif boleh istirahat karena masih dalam masa ujian di sekolahnya, saya tawarkan dia ikut latihan sebagai ganti latihan yang kemarin kosong itu. Alasannya sederhana, jika dia tidak latihan ke lapangan, dia hanya akan mengisi waktu untuk bermain HP, bermain dame saja di rumah. Tidak juga belajar membaca atau mengulang pelajaran yang akan diuji besoknya. Mendingan dia menggerakkan badannya di lapangan. Makanya saya mau mengantarkannya ke lapangan sepakbola.

Akhirnya saya ikut menyaksikan cucu latihan main bola. Tidak ramai saya sore ini saya lihat. Mungkin karena memang diizinkan sebagian tidak latihan dengan alasan dalam masa ujian itu tadi. Akiif dan beberapa temannya saja yang bermain bola. Dan saya ikut melihat dia dan teman-temannya belajar bermain bola. Iseng-iseng isi waktu juga melihat mereka.***