Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

5 Jul 2024

Saat Bersama Cucu Terasa Haru

Saat Bersama Cucu Terasa Haru


CATATAN ringan hari Kamis (04/07/2024) kemarin adalah saat saya dan isteri pergi ke pantai bersama dua orang cucu, Akiif dan satu adiknya, Caca. Sejatinya mereka bertiga. Satunya lagi, Asyura yang hari ini tidak bisa ikut bersama ke pantai.

"Syura kurang sehat," kata mamanya, saat kami memberi tahu akan ke pantai pagi Kamis ini. Si Nenek, isteri saya sesungguhnya sudah memberi tahu, pagi-pagi sekali agar Caca dan Asyura (adik Akiif) yang tinggal bersama Mama-Papa bersiap untuk ikut abangnya, Akiif yang tinggal bersama kami ke pantai.

Tapi jawaban Mamanya --via telpon itu-- Asyura tidak bisa ikut. "Caca aja dibawa," katanya. Mamanya sendiri yang tadinya kami harapkan ikut bersama Asyura, juga tidak bisa ikut. Alasannya juga sedang tidak seberapa sehat. Jadilah kami berempat saja yang berangkat, Atok, Nenek, Abang Akiif dan Dik Caca.

Tersebab salah satu cucu tidak ikut itulah sebenarnya saya jadi setengah sedih pergi ini. Sejujurnya, Asyura yang berkebutuhan khusus karena belum lancar berbicara dalam usianya yang sudah seumur SD serta pisiknya yang lebih lemah dari pada adiknya, sangat kami harapkan dia ikut. Sebagai hiburan juga untuk dia. Tentu saja bersama Mamanya, karena Nenek hanya bisa mengurus adiknya. Tapi Mamanya malah tidak bisa ikut. Sekaligus Asyura pun tidak bisa ikut.

Ya, apa boleh buat. Hari ini cucu kami itu tidak bisa ikut dengan alasan seperti itu. Kami berangkat saja meskipun sedikit hati kami haru. Bagaimanapun sesungguhnya justeru si Asyura yang lebih memerlukan hiburan ini. Jsuteru dia pula yang tidak bisa ikut. Ya sedih dan harulah jadinya.***

3 Jul 2024

Duduk 'Ngopi' Menjaga Silaturrahmi

Duduk 'Ngopi' Menjaga Silaturrahmi


SORE Rabu (03/07/2024) ini kami --saya, Pak Ijal dan Pak Nas-- duduk ngopi. Bertiga di satu meja dengan empat kursi. Di kedai kopi itu ada banyak tamu lainnya selain kami. Di meja dan kursi lainnya, tentunya. Tapi kami yang duduk di bagian depan kedai hanya bertiga saja.

Pak Ijal yang nama lengkapnya Afrizal adalah pemrakarsa pertemuan di kedai kopi kali ini. Sejatinya di sebelah pagi, sebagaimana rencana via telpon di malam sebelumnya. Tapi Pak Nas yang bernama lengkap Nasrial tidak bisa hadir waktu pagi. Katanya, ada rapat di Kantor Baznas Kabupaten Karimun, lembaga yang dia pimpin. 

Sekitar pukul empat (16.00) sore kami sudah ada di kedai kopi. Pertama hadir adalah Pak Ijal. Menyusul Pak Nas dan saya datang terakhir. Sebagai pemrakarsa, Pak Ijal memang harus datang awal. Pak Nas sendiri rumahnya lebih dekat ke kedai kopi. Lebih agak jauh lokasi rumah saya. 

Kami duduk ngopi sesungguhnya tidak semata duduk ngopi saja. Ada obrolan penting yang kami bualkan. Tapi jauh lebih penting dari pada agenda obrolan, itu adalah ingin tetap menjaga hubungan silaturrahmi. "Sudah lama juga kita tidak duduk ngopi," kata Pak Ijal malam sebelumnya saat dia mengajak saya duduk ngopi, besok harinya. Katanya dia akan menelpon Pak Nas juga. Niat ngopi pagi, akhirnya sepakatnya di siang hari.

Kurang-lebih satu jam kami duduk bertiga bersama puluhan tamu Kedai Kopi John 88, Batulipai itu. Selain masing-masing segelas minuman kami memesan seporsi goreng pisang untuk bersama. Hanya dengan cemilan ringan goreng pisang itu saja kami ngobrol kesana-kemari, khusus membahas agenda yang sudah kami sepakati.

Tentang agenda apa? Dengan berat hati, saya tidak menjelaskan di sini kecuali pada harapan menjaga silaturrahminya saja.***

19 Jun 2024

Catatan Idul Adha di Masjid Al-Ubudiyah

Catatan Idul Adha di Masjid Al-Ubudiyah


IDUL Adha tahun 1445 (2024) ini di kampung saja. Biasanya selalu keluar. Keluar kampung karena selalu mendapat amanah, bertugas di luar kampung, Wonosari. Tahun ini justeru diberi amanah menyampaikan khutbah di Masjid Al-Ubudiyah, masjid yang berhampiran dengan rumah kami.

Meskipun di kampung sendiri, berjamaah bersama orang kampung yang sehari-hari juga berjamaah di tempat yang sama untuk lima waktu salat wajibnya, tentu saja bersama di Idul Adha akan berbeda rasanya. Setidak-tidaknya jumlah jamaah Idul Adha ini jauh lebih banyak. Memenuhkan masjid, ruang depan dan ruang belakang. Berbeda dengan jamaah harian yang umumnya maksimal hanya dua shaf saja. Terkadang tiga shaf jika ramai anak-anak dan para remaja. Itupun salat magrib. Kalau subuh, maksimal hanya dua shaf.

Peserta Kurban

Catatan penting lainnya adalah bahwa salat pagi ini juga karena imamnya yang menyamankan kita sebagai makmum. Suaranya merdu, lagunya enak dan bacaannya fasih. Dia seorang hafizh. Imam ini sengaja didatangkan khusus seorang hafizh meski hanya untuk salah Id ini saja. Kabarnya, pengurus masjid ingin memberikan suasana lain kepada jamaah masjid dengan imam baru ini. Selama ini memang ada imam yang rutin setiap hari raya, Idul Adha maupun Idul Fitri. Selalu dia menjadi imam. Kini, pengurus ingin suasana baru.

Hal lainnya, saya dan isteri serta cucu cukup berjalan kaki saja ke masjid. Jika hari-hari sebelumnya saya naik scutter untuk berjamaah kali ke Masjid Al-Ubudiyah, ini tapi pagi ini kami berjalan kaki saja. Jarak rumah kami memang sangat dekat, tidak membuat kami penat berjalan kaki ke masjid. Kurang dari 6 menit kami sudah sampai. Alhamdulillah, salat kali ini menyenangkan. Amanah yang dipikul sebagai khatib juga berjalan dengan aman dan lancar.

Daging Siap Dibagikan

Catatan terakhir kami beridul-adha di Al-Ubudiyah adalah dapat juga menyaksikan pemotongan hewan kurban. Tahun ini ada empat ekor sapi dan empat ekor kambing yang dipotong oleh panitia pemotongan hewan kurban masjid. Dengan bergotong royong sesama masyarakat kampung, pelaksanaan pemotingan dan pembagian dagingnya berjalan lancar dalam waktu relatif singkat. Begitulah catatan pentingnya di Idul Adha tahun ini.*** (Catatan M. Rasyid Nur)

2 Jun 2024

Tiga Kegiatan dalam Satu Kunjungan

Tiga Kegiatan dalam Satu Kunjungan


HARI Ahad (02/06/2024) ini Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos, M Si melaksanakan kunjungan ke Pulau Kundur setelah sebelumnya singgah di Pulau Parit. Ada tiga kegiatan yang dilakukan Bupati di hari yang sama di dua pulau itu. Itu pun kurang dari satu hari karena bakda zuhur bupati harus segera kembali ke Tanjungbalai Karimun untuk bersiap berangkat keluar Daerah. Info dari orang dekatnya, sore ini dia akan berangkat ke Jakarta lagi.

Ikut mendampingi Bupati dalam kunjungan ini beberapa orang pejabat daerah antara lain, Kepala Dinas PUPR dan beberapa Kepala OPD lainnya. Ada juga beberapa orang tokoh agama dan tokoh masyarakat. Bupati lazimnya memang selalu membawa beberapa orang dalam rombongannya dalam setiap kunjungannya di daerah-daerah.

Berangkat pukul 06.10 WIB melalui pelabuhan Pinang Sebatang, Tanjungbalai Karimun rombongan bupati singgah di Pulau Parit untuk menghadiri undangan walimatussafar keberangkatan haji salah seorang tokoh masyarakat Pulau Parit. Pak Rizal, demikian nama warga itu akan berangkat menunaikan ibadah haji menggunakan paket plus visa furoda. Konon dia harus merogoh koceknya sebesar Rp 400 jt untuk satu orang dirinya. Tentu saja dia tidak perlu antri sebagaimana haji reguler yang perlu 20-an tahun menunggu.

Tepat pukul 06.30 rombongan bupati tiba di rumah sohibul hajat, Pak Rizal. Acara pagi ini sederhana saja karena acara sesungguhnya akan dilaksanakan pada pukul 09.00 nantinya. Namun karena bupati harus melaksanakan dua kegiatan lainnya di Pulau Kundur maka acara di rumah Pak Rizal dilaksanakan pagi-pagi begitu. 

Setelah bupati menyampaikan sambutan dan dibalas sambutan oleh Kepala KUA, H. Mukhlis sebagai mewakili Pak Rizal dilanjutkan doa yang dipandu oleh Kakankemenag Kabupaten Karimun, Drs. H. Jamzuri. Selanjutnya makan kue-kue yang disediakan tuan rumah. Lalu rombongan kembali ke pelabuhan untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Kundur. 

"Ada dua kegiatan menunggu di sana, masing-masing wisuda santri TPQ (di Kundur Utara) dan pelantikan pengurus LAM (di Tanjungbatu)," jelas Bupati kepada tuan rumah tentang keberangkatannya ke Pulau Kundur. Dia menjelaskan harus buru-buru ke sana. 

Sekitar pukul 07.05 kapal yang membawa rombongan bupati sampai di Pelabuhan Tanjungberlian. Perjalanan diteruskan menggunakan mobil. Beberapa pejabat Kundur Utara sudah standbay di pelabuhan menunggu rombongan. Pukul 07.25 rombongan bupati sudah sampai di lokasi acara, di depan Kantor Camat Kundur Utara. Inilah acara Wisuda Santri TPQ se-Kecamatan Kundur Utara. Cukup lama bupati di acara ini. 

Prosesi acaranya sendiri cukup banyak, antara lain diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Karimun dan Solawat Busyro setelah sebelumnya ada penampilan Tari Persembahan. Berturut-turut acara berikutnya adalah laporan Ketua Panitia oleh Candra Wahidin dan Sambutan oleh Bupati Karimun. 


Ketua panitia menyampaikan ucapakan terima kasih keapda bupati dan rombongan yang dapat hadir pada acara tersebut. Dilaporkannya bahwa peserta wisuda santri ini ada sejumlah 211 orang. "Tadinya ada 212 orang, tapi ada yang beralangan hadir," katanya dalam laporannya. Sedangkan TPQ yang ikut dalam wisuda ini sejumlah 18 TPQ. Demikian dikatakan Candra Wahidin.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan beberapa pesan antara lain, pentingnya wisuda ini sebagai bukti bahwa anak-anak kita sudah menamatkan satu fase pembelajarannya di TPQ. Untuk itu para guru, ustaz/ ustazah hendaklah bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam membimbing dan mengajar anak-anak. Katanya, semoga anak-anak kita ini kelak menjadi Insan Qurani. 

"Atas nama Pemerintah Daerah saya mengucapkan terima kasih dan selamat atas wisuda ini. Terima kasih kepada Ustaz zah yang mengajarkan Al-Qur'an kepada para santri," katanya. Lebih jauh bupati mengatakan, meski mendapat insentif dari Pemerintah Daerah tapi yang utama adalah pahala dari amal jariah dari para guru itu sendiri. Demikian dia mengakhiri sambutannya.

Dari Kundur Utara rombongan akan menersukan perjalanan ke Tanjungbatu untuk mengikuti acara pelantikan pengurus LAM (Lembaga Adat Melayu) lima kecamatan sekaligus. Masing-masing pengurus LAM Kecamatan Kundur, Kundur Utara, Kundur Barat, Belat dan Kecamatan Ungar. Ketua Umum LAM Provinsi Kepri Kabupaten Karimun, Dr. H. Muhammad Firmansyah, M Si melantik dan mengukuhkan sekaligus para pengurus LAM lima kecamatan di Pulau Kundur dan sekitarnya.***

21 Apr 2024

Melayat di Tiga Tempat

Melayat di Tiga Tempat


SESUNGGUHNYA kematian itu di tangan Tuhan. Tidak ada yang bisa menahan jika ajal sudah di sempadan. Itulah kira-kira yang terasa hari Ahad (21/04/2024) ini. Di tiga tempat dalam jarak yang terasa rapat ada tiga mayat yang kami layat. Seolah tak percaya, satu hari ada tiga nyawa meninggalkan kita.

Mula-mula ke kampung di sekitar Masjid Al-Amin. Di sekitar belakang Kantor Among Mitro Kabupaten Karimun itu. Saya tidak tahu persis nama kampung di situ. Saya diajak Pak Rafiq, Bupati Karimun yang selalu mengajak beberapa orang jika dia ada kegiatan. Termasuk melayat orang meninggal hari ini. 

Sekitar pukul 11.20 siang, itu kami pergi ke lokasi orang meninggal itu. Ini melayat tempat pertama. Saat kami sampai di rumah duka, mayatnya sudah dibawa ke pekuburan yang tidak jauh dari rumah. Bupati datang agak terlambat karena kebetulan ada pekerjaan lainnya sebelumnya. Kami tidak pergi ke kubur. Kami duduk-duduk sambil menunggu orang tua di rumah itu. Orang tua rumah atau Kepala Keluarga di rumah itu. Ternyata dia dikenal bupati dan karena itu dia datang melayat.

Setelah di sini, ternyata ada pula kunjungan yang sama, di tempat lainnya. Kabarnya, ada anak sekitar 12-an tahun meninggal dunia. Masih di Karimun. Tepatnya di Kampung Baru Tebing. Di sekitar Masjid Al-Furqon. Kami berangkat ke sana. Kami ikut salat jenazah setelah sebelumnya salat zuhur di masjid ini. Ternyata di sini juga sudah ada Pak Sekda, M. Firmansyah.

Setelah prosesi penguburan selesai, kami kembali ke rumah sebentar. Kata Pak Rafiq, nanti kita telponan saja untuk melayat di satu tempat lagi. Ternyata isteri Pak Kasta telah pula berpulang kerahmatullah siang ini. Dan akan dikebumikan menjelang sorenya.

Lokasi mayat ketiga yang kami kunjungi ada di Kampung Pamak, Tebing. Saya datang ke sini menjelang asar. Sangat ramai pelayat yang datang. Isteri Pak Kasta tergolong masih muda. Dia Kepala Sekolah. Dan pergi untuk selamanya dalam usia relatif muda. Kita berduka.

Sungguh jika ajal sudah datang, Allah akan jemput umat-Nya untuk kembali kepada-Nya. Karena itu pula kunjungan tiga kali ini terasa begitu menyesakkan. Bukan karena kematian, tapi hingga tiga orang sekali jalan dalam satu hari yang sama.***