Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

21 Jul 2024

Bupati: Jika Harus Direvisi, Revisilah PBM Itu

Bupati: Jika Harus Direvisi, Revisilah PBM Itu


KEGIATAN advokasi pelaksanaan PBM No 8 dan 9 FKUB Provinsi Kepri di Gedung Nasional Karimun, Kamis (18/07/2024) yang dihelat oleh FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Provinsi Kepri telah berjalan dengan baik dan lancar. Diikuti oleh 50 (lima puluh) orang peserta, terdiri daari para pengurus FKUB Kabupaten Karimun, Ketua atau Sekretaris FKUB Kecamatan se-Pulau Karimun, perwakilan dari Kantor Camat se-Pulau Karimun, utusan dari Dinas PUPR Kabupaten Karimun serta beberapa elemen masyarakat yang terkait dengan pendirian rumah ibadah.

Tujuan kegiatan, sebagaimana dijelaskan Ketua FKUB Provinsi Kepri, Handarlin Umar, selain untuk silaturrahim juga untuk bisa memahami peran Pemerintah dalam pendirian rumah ibadah. Selain itu juga untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam kelancaran pedirian rumah ibadah sesuai PBM No 9 dan 8 yang sudah ditetapkan. 

Dengan kegiatan ini diharapkan semakin memahami nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Tolerasnsi sendiri mengandung pemahaman, setuju dalam ketidaksetujuan oleh satu orang atau kelompok terhadap orang atau kelompok lainnya. Dan memang benar bahwa rukun dan damai itu penting dalam keberagaman suku dan agama. 

FKUB Provinsi Kepri sudah membuat slogan, RUKUN BUDAYA KITA dalam arti bahwa masyarakat Kepri wajib meyakini kalau rukun itu sesungguhnya adalah budaya daerah ini sendiri. Tidak ada alasan untuk tidak rukun. Kata Pak Handarlin, di negeri Melayu ciri masyarakatnya adalah ramah tapi tidak berarti tidak ada amarah. 

Kehidupan orang Melayu, itu seperti laut, bergelombang tapi bisa tenang, menerima apa saja. Menerima benda-benda kotor atau bersih. Lautnya tidak mempermasalahkan. Tapi orang Melayu juga bisa merajuk dan bahkan mengamuk. Ini diulangsampaikan oleh Ketua FKUB Provinsi dan Bupati Karimunpada saat acara pembukaan advokasi PBM tersebut.

Seperti disampaikan Bupati Karimun, Aunur Rafiq dalam sambutan dan pengarahannya saat itu, dia berharap semoga kegiatan advokasi ini semakin memperkuat kebersamaan diantara kita. Oleh karena itu bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua FKUB Provinsi Kepri dan seluruh pengurusnya atas pelaksanaan kegiatan ini di Kabupaten Karimun. 

Tentang pelaksanaan PBM 8 dan 9 di Karimun, kata Bupati telah berjalan dengan baik. Bupati juga menyinggung isi PBM tersebut. Dia menyebut tentang sudah lamanya PBM itu di masyarakat. Apakah isinya masih sesuai atau tidak, bupati sempat menyinggungnya. 

"Jika perlu revisi karena sudah lama, silakan direvisi oleh pihak yang berwewenang merivisinya. Kita tahu, syarat untuk kelancaran pelaksanaan PBM adalah keterbukaan, kejujuran dan rasa kebersamaan." Isi PBM itu memerlukan sikap seperti itu. Boleh sudah waktunya direvisi, silakan. Tentu saja pihak yang berkompeten dan berwenang untuk itu, katanya. Makanya dia mengajak semua pihak untuk secara baik, terbuka, jujur dan mengutamakan kebersamaan dari pada kepentingan sendiri atau kelompok dalam melaksanakan PBM dimaksud.***

17 Jul 2024

Kodim 0317 Tbk Laksanakan Upacara 17-an Bulan Juli 2024 Dipimpin Letkol Inf. Ida Bagus Putu Mudita

Kodim 0317 Tbk Laksanakan Upacara 17-an Bulan Juli 2024 Dipimpin Letkol Inf. Ida Bagus Putu Mudita

Karimun, 17 Juli 2024 , UPACARA peringatan 17-an bulan Juli 2024 berlangsung dengan khidmat di lapangan Kodim 0317/TBK. Letkol Inf Ida Bagus Putu Mudita memimpin upacara tersebut yang dihadiri oleh berbagai personel militer dan pelajar.

Peserta upacara terdiri dari personel Kodim 0317/TBK, Kipan B Yonif 136/TS, Subdenpom 1/6-2 TBK, serta para pelajar SMA Binaan Tebing. Kehadiran mereka menunjukkan semangat dan rasa nasionalisme yang tinggi dalam memperingati momen penting bagi bangsa Indonesia.

Dalam upacara tersebut, Dandim 0317/TBK, Letkol Inf Ida Bagus Putu Mudita, membacakan amanat dari Panglima TNI. Berikut adalah kutipan dari amanat yang disampaikan



"Pada awal semester kedua tahun 2024, kondisi geopolitik global dan regional masih stabil dengan beberapa isu menonjol seperti konflik Israel-Palestina, perang Rusia-Ukraina, klaim China di Laut Cina Selatan dan Timur, serta ketegangan di Semenanjung Korea. Situasi ini menimbulkan potensi ancaman keamanan bagi Indonesia. TNI diminta untuk selalu waspada dan adaptif terhadap perkembangan ini demi keutuhan NKRI.

Di tingkat nasional, ancaman siber semakin meningkat, termasuk serangan terhadap Pusat Data Nasional yang mengancam infrastruktur digital TNI. TNI diminta untuk memperkuat sistem pertahanan siber dan meningkatkan kemampuan SDM dalam bidang ini. Satuan siber khusus akan dibentuk dengan anggota yang dilatih secara khusus.

Selain itu, maraknya judi online yang melibatkan anggota TNI dinilai sebagai ancaman serius. TNI diminta untuk tidak terlibat dalam kegiatan ini dan akan diberi sanksi tegas jika melanggar."

Amanat ditutup dengan ucapan terima kasih atas pengabdian prajurit dan PNS TNI, serta pesan semangat untuk mereka yang bertugas di wilayah konflik dan misi PBB.

Upacara berlangsung dengan lancar dan penuh makna, menunjukkan dedikasi tinggi para peserta dalam menjaga semangat kebangsaan dan kesatuan negara.




9 Jul 2024

Kata Dokter, Olahraga Membuat Awet Muda

Kata Dokter, Olahraga Membuat Awet Muda


BAHWA olahraga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan kita, itu tidak diragukan adanya. Bahkan, ternyata olahraga terbukti membantu seseorang lebih awet muda. Nah, lho. Benarkah begitu? 

Sekurang-kurangnya itu dijelaskan oleh Dr. Furqon Satria, seorang dokter jantung sebagaimana terbaca (termuat) pada tulisan berjudul "Dokter Menjelaskan Alasan Medis Mengapa Olahraga Membuat Anda Terlihat Awet Muda" di halaman hajinews.co id pada hari Senin (08/07/2024) kemarin itu.  

Tulisan yang diposting oleh Mas Ruhi, itu menyampaikan penjelasan Dokter Furqon perihal masyarakat yang sering meremehkan manfaat olahraga dalam jangka panjang. Faktanya, jelas dokter jantung, ini berbagai jenis olahraga, meski dengan intensitas rendah, dapat bermanfaat mencegah ejakulasi dini, misalnya, asalkan dilakukan secara konsisten.

Mengutip tulisan itu, Dokter Furqon lebih jauh mengatakan, “Olahraga bikin awet muda. Kita cenderung underestimate benefit jangka panjang latihan low to moderate intensity,” jelasnya mengutip cuitannya di akun X miliknya, @fsapradana. 

Untuk itu dia memberikan saran bahwa jenis olahraga dengan intensitas ringan maupun sedang yang dilakukan secara konsisten, itu terbukti bisa meningkatkan efisiensi dan volume mitokondria. Untuk itu, lakukanlah. Amalkan, itu. Hasilnya, tubuh menjadi lebih banyak energi dan cenderung tidak mudah lelah, dibanding mereka yang tidak melakukan olahraga sama sekali. Ini penting buat kita.

Lebih detail dia menjelaskan, mitokondria merupakan sebuah mesin penghasil energi tubuh dalam sel. Fungsi mitokondria yang paling utama adalah menghasilkan sebagian besar energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh, beraktivitas, dan menjaga kelangsungan hidup. Berkat fungsi ini, mitokondria dikenal sebagai ‘pembangkit tenaga sel’.

"Bonus utama yang didapatkan dari mitokondria yang sehat karena kebiasaan olahraga tersebut adalah seseorang akan jadi tampak lebih muda." Begitu dokter mengingatkan. Bagi kita yang sudah berusia setengah ke atas, tentulah penting keterangan Dokter Furqon ini.

Lebih dari itu, makin banyak mitokondria, makin banyak juga kolagen yang dihasilkan. Kolagen adalah protein yang penting untuk kekuatan, kekenyalan, dan elastisitas kulit. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dalam tubuh kita cenderung menurun, yang dapat menyebabkan kulit kendur dan keriput.

Layak untuk kita hayati keterangan dokter ini. Sehat saja adalah berkah yang akan kita terima atas konsistensi olahraga yang kita amalkan. Apalagi jika --ternyata-- ada bonus awet muda yang akan menyertainya. Sekali lagi, terima kasih, Pak Dokter. Untuk semua dokter, gtentunya.*** (M. Rasyid Nur)

17 Jun 2024

Dua Ibadah Istimewa di Idul Adha (Konsep)

Dua Ibadah Istimewa di Idul Adha (Konsep)


ASALAMUALAIKUM warahmatullahi wabarakatuh,
(...muqoddimah...)

Jamaah Salat Idul Adha yang dirahmati Allah Swt,
Marilah kita memanjatkan puji dan rasa syukur kita kehadirat Allah Swt atas limpahan rahmat dan nikmat-Nya kepada kita. Pagi ini kita diberi kelapangan untuk hadir di masjid, rumah Allah ini. Kemudian mari pula berdoa salawat dan salam kepada junjungan alam, Rasulullah, Muhammad Saw yang kita harapkan syafaatnya kelak di yaumil akhir.

Mengawali khutbah, khatib mengingatkan kita semua termasuk khatib sendiri, marilah selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Hanya dengan keimanan dan bertakwa kepada-Nya, jalan menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat akan terbuka, amin.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Di bulan Zulhijjah, ini umat Islam di seluruh dunia termasuk kita di sini, di Wonosari, dianjurkan untuk menjalankan dua amalan ibadah, selain ibadah wajib yang kita lakukan setiap harinya. Itulah Ibadah Haji dan Ibadah Kurban selain berpuasa.

Tentang ibadah haji; pagi, 10 Zulhijjah ini, umat Islam yang berkemampu sedang berduyun-duyun dari Muzdalifah menuju Mina untuk melempar Jumrah Aqobah dan tahallul awal, setelah mulai kemarin siang tanggal 9 Zulhijjah melaksanakan ibadah wukuf di Arofah. Kumandang talbiyah, labbaika allahumma labbaik, labaika.... memenuhi kawasan mas'aril haram.

Secara hukum, ibadah haji merupakan hal yang wajib bagi yang mampu sesuai sesuai dengan firman Allah Swt dalam Al-Qur'an Surah Ali Imron ayat 97 yang berbunyi, 


Artinya, Dan (diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu.

Jamaah Salat Id Rahimakumullah,
Anjuran ibadah yang kedua yakni ibadah kurban. Ibadah ini hukumnya adalah sunnah 'ain bagi individu dan sunnah kifayah bagi anggota keluarga. Hal ini memiliki kaitan dengan ibadah haji yang bersumber dari ajaran Nabi Ibrahim AS.

Pada hari ini, lebih 3000 tahun yang lalu, Nabi Ibrahim As menjalankan manasik keagamaan yang mengandung nilai-nilai ke-Ilahi-an, ketauhidan, kesabaran dan pengorbanan manusia kepada Tuhannya. Pada saat itu Nabi Ibrahim As diuji Allah dengan ujian yang sangat luar biasa beratnya. Sebagaimana sudah kita ketahui, Nabi Ibrahim  melalui mimpinya diperintah Allah Swt untuk menyembelih (mengurbankan) putra tercintanya, Ismail As. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam al Quran surat As Shofat : 100-111

Yang artinya: "Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, Sungguh dia termasuk hamba Kami yang beriman."

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Selain itu, yang lebih penting adalah bagaimana memetik pelajaran dari perintah Allah tersebut dalam kehidupan saat ini. Ibadah Haji merupakan ibadah mahdlah dan bersifat fisik. Apa pelajarannya?Pelajaran yang bisa diambil dari ibadah ini adalah bahwa saat kita berkumpul dengan jutaan orang di tanah yang luas, kita merasa betapa kecilnya kita. Dalam kondisi seperti itu, tidak pantas bagi kita untuk sombong. Kita membutuhkan orang lain agar bisa membantu kita, dan agar orang lain tidak menyakiti kita.

Tolong menolong dan saling pengertian dibutuhkan dalam upaya kita beribadah kepada Allah. Karena kita tidk bisa beribadah dengan baik,tanpa ada sikap tolong menolong.

Sedangkan secara spiritual apa yang bisa kita rasakan, alami dan refleksikan di tanah suci, saat kita betul-betul merasa dekat kepada Allah, hendaknyalah bisa berpengaruh kepada sikap dan perilaku kita terutama dalam kehidupan bermasyarakat saat kita kembali ke kampung halaman, daerah kita. Dengan begitu, ibadah haji akan memompa kita untuk lebih giat lagi dalam berjuang demi tegaknya kesejahteraan dan keadilan di tengah-tengah masyarakat dan bangsa, termasuk di kampung kita, Wonosari atau Karimun ini .

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar wa LillahiIlhamdu

Tentang pelajaran yang mesti kita ambil dari ibadah kurban adalah bahwa dalam kehidupan ini kita tidak semata-mata berpatok ke material, tapi lebih dari itu, itulah spiritual. Dalam kitab-kitab Fiqih disebutkan bahwa daging hewan kurban harus disedakahkan dan tidak boleh dijualbelikan. Karena itu, dalam berkurban kita diajarkan bahwa, dalam hidup ini semuanya tidak bisa sekadar material atau harta, tidak sekadar dihitung dengan uang saja. Ada nilai spiritual yang menjadi pertimbangan dan ukuran.

Spiritual, yang berasal dari kata spirit yang berarti semangat, artinya ada semangat untuk beribadah, semangat untuk berkurban, berjuang untuk kebenaran, melakukan sesuatu kebaikan, dan lain-lain. Kita melakukan pekerjaan tidak sekadar mencari harta benda. Saat bekerja seseorang tidak semata-mata mengejar uang, tapi juga berkah, pahala dan kebersamaan untuk saling menolong. Itulah nilai-nilai spiritual dalam beragama, khususnya berkaitan dengan Idul Adha yang kita rayakan, lebih khusus dalam ibadah kurban itu sendiri..

Jamaah salat Id rahimakumullah,
Demikian khutbah yang sempat disampaikan, semoga ibadah yang sedang dijalankan oleh para jamaah haji di Tanah Suci bisa menjadi haji yang mabrur dan ibadah kurban yang akan kita lakukan sebentar lagi dihitung Allah sebagai amal yang bisa membawa kita menjadi manusia yang tidak hanya sekadar bersikap materialis, tetapi juga memiliki jiwa spiritualis yang tinggi. 
*Dari berbagai sumber
*Dibawakan di Al-Ubudiyah, 1445/ 2024

1 Jun 2024

Mengenang Lahir Pancasila dengan Rasa

Mengenang Lahir Pancasila dengan Rasa


RASA tidak selalu sama. Rasa setiap orang terkadang berbeda. Untuk itu selalu dipesankan agar menentukan dan mengukur sesuatu tidak menggunakan rasa. Gunakanlah pikiran, jangan perasaan, jika akan menentukan satu keputusan. Begitulah selalu para guru dan orang-orang bijaksana memberi pesan. Alasannya perasaan tidak bisa diukur.

Tapi untuk mengenang hari Pancasila yang jatuh pada hari Sabtu (01/06/2024) ini sebaiknya diperingati dengan menggunakan rasa. Itu menurut saya. Rasa yang akan mengingatkan kita kepada saktinya Pancasila. Pancasila yang sudah disepakati sebagai dasar dan ideologi Negara harus dilihat dengan pandangan dan perasaaan yang sama. Harus jauh ke relung hati untuk dapat merasakan betapa lahir dan menjaga keberadaannya tidak muda.

Setelah melewati beberapa kali ujian Pancasila dapat bertahan hingga saat ini dalam fungsinya menyatukan anak bangsa. Tentu saja yang disatukan itu adalah rasa. Perasaan anak bangasa dalam menilai dan memastikan pentingnya keberadaan Pancasila. 

Oleh karena itu hanya dengan perasaan yang mendasar saja akan timbul cinta dan tanggung jawab untuk menjaganya. Menjaga Negara dan menjaga Pancasila itu sendiri. Maka marilah tetap menjaga Pancasila dengam rasa cinta yang mendalam. Hari ini kembali kita peringati hari lahir Pancasila yang ditetapkan Pemerintah. Semoga Pancasila tetap bertahan sebagai pemersatu rakyat di Negara Kesatu Republik Indonesia.***

23 Apr 2024

MTQ Kabupaten Ditutup Resmi, Tebing Raih Juara Umum

MTQ Kabupaten Ditutup Resmi, Tebing Raih Juara Umum


BUPATI Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si Ahad (22/04/2024) malam menutup secara resmi MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran) ke-16 Tingkat Kabupaten Karimun tahun 2024. MTQ yang dibuka resmi Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, SE MM Selasa (16/04/2024) malam di arena utama, Coastal Area telah berjalan dengan baik dan lancar selama empat hari. Beberapa cabang lomba dilaksanakan di beberapa masjid selain di astaka utama sendiri.

Tampak hadir pada kegiatan penutupan, ini antara lain, Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim, Sekda Karimun, Dr. H. Muhammad Firmansyah, MSi, Kapolres Karimun,  Fadli Agus, Danlanal, Dandim, Kejari, Ketua Pengadilan dan beberapa pejabat teras Kabupaten lainnya. Masing-masing dengan isterinya. Hadir juga para Pimpinan OPD, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama bersama masyarakat yang memenuhi lapangan Coastal Area.

Prosesi acara penutupan diisi dengan berbagai atraksi sebelum bupati menyampaikan pidato sambutan. Bupati dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Karimun mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan MTQ ini. Dan telah berjalan dengan baik dan lancar sejak awal hingga akhir. Katanya, khusus kepada para camat, kepada dewan hakim yang telah memberi penilaian yang objektif dan semua pihak yang telah saling bahu-membahu dan bekerjasama untuk kegiatan ini Pemerintah sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh para Dewan Hakim Kabupaten Karimun juga dilakukan oleh Dewan Hakim Provinsi untuk lahirnya para qori-qoriah, hafizh-hafizhoh yang terbaik untuk dapat tampil baik pula di MTQ Tingkat Nasional," katanya. Lebih dari itu, bupati juga berharap, semoga kerja-kerja melaksanakan MTQ ini dihitung sebagai ibadah dan mendapat ridho dari Allah Swt. 

Da akhir sambutannya bupati menyatakan bahwa MTQ ke-16 ini ditutup secara resmi. "Dengan mengucapkan alhamdulillah, pelaksanaan MTQ ke-16 tahun 2024 dengan ini kami nyatakan ditutup secara resmi." Kalimat itu diikuti pukulan kompang pertanda resminya penutupan MTQ oleh bupati.

Seusai acara penutupan, bupati memberikan keterangan kepada wartawan. Dia meminta, kepada para pelatih, pembina dan official nantinya untuk tim kafilah Kabupaten Karimun agar di MTQ Tingkat Provinsi lebih siap-siap lagi. Untuk itu dia berharap agar memberikan pembinaan kepada peserta kita sehingga dapat mengikuti MTQ Tingkat Provinsi yang insyaallah akan dilaksanakan di Bulan Mei nanti dengan baik. Kita sudah sering menjadi terbaik di provinsi, semoga tahun kembali menjadi kafilah terbaik. Demikian dia berharap.

“Untuk targetnya, kita jalani dan ikuti saja. Yang penting nawaitu, karena membaca AL Qur’an memiliki nilai-nilai ibadah, bukan semata-mata mencari juara saja. Yang utama adalah makna dan kandungan Al-Quran itu mesti kita pahami serta kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.” Pada helatan MTQ ke-16 tahun 2024, ini Kecamatan Tebing keluar sebagai juara umum dengan nilai 34 poin dari 14 kecamatan yang mengikuti MTQ. 

Peringkat ke-2 diraih Kecamatan Kundur Barat dengan raihan nilai 26 poin sementara posisi ke-3 diraih Kecamatan Meral dengan nilai 22 poin. Kecamatan Karimun sebagai tuan rumah memperoleh 11 poin dan menempati posisi ke-7. Kita bangga dan puas MTQ terlaksana dengan lancar dan aman. *** (M. Rasyid Nur)

13 Apr 2024

Materi Khutbah Idul Fitri 1445

Materi Khutbah Idul Fitri 1445


SEMBARI mengagungkan asma Allah, marilah kita bersyukur atas rahmat dan nikmat yang dilimpahkan-Nya kepada kita. Alhamdulillah, pagi ini kita diizinkan hadir bersama untuk menyemarakkan syiar Dinullah, melaksanakan salat Idul Fitri, 1445 H bersamaan 2024 M di Masjid Baitussalam ini. Kiranya segala ikhtiar, tenaga, harta dan masa yang kita dedikasikan ini akan mendapat ridho Allah Swt, amin ya robbalalamin.

Sholawat dan salam kita persembahkan untuk junjungan alam, Rasulullah Saw atas kegigihan dan keuletan serta kesabarannya menyampaikan risalah Allah kepada umatnya, telah mengantarkan kita ke gerbang panduan akidah yang benar. Jika kita berpegang teguh dengannya, insyaallah akan menyelamatkan kita dari kesasatan. Kata Nabi, "Telah kami tinggalkan dua perkara, jika kalian berpegang teguh dengannya, kalian tidak akan sesat selamanya."

Kaum muslimin, hamba Allah yang mulia.
Judul khutbah kita pada pagi ini, ‘Memantapkan Hubungan dengan Allah dan Sesama Manusia Itulah Buah Takwa’. 

Saat ini kita tengah merayakan Idul Fitri. Merayakan kemenangan setelah satu bulan penuh menjalani ujian pengendalian nafsu. Selama satu bulan, kita berpuasa, tidak sekadar puasa dari makan, minum, merokok, dan lain-lainnya tetapi kita juga berpuasa dari berbicara, mendengar, melihat bahkan berpikir kepada segala sesuatu yang dilarang Allah. Hari-hari satu bulan yang lalu, itu alhamdulillah telah kita lewati dengan memperbanyak amal-ibadah kepada-Nya.

Selama satu bulan kita berjuang lahir dan batin. Teriknya mata hari yang membuat lapar dan dahaga di siang hari, beratnya kerja yang menjadikan badan kehabisan tenaga, tidak menyebabkan kita silau dan khilaf untuk membatalkan puasa. Begitu pula di waktu malam, badan letih tidak menggoyahkan iman dan kesungguhan kita untuk memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Allah. Tarwih, witir, tadarus alquran serta ibadah lainnya kita tunaikan demi mendapatkan  keridhoan Allah Swt. Itulah bukti kita mematuhi perintah-Nya; athii’ullaha wa athii’urrasul, patuh kepada Allah dan patuh juga kepada Rasul-Nya.

Memang berat. Namun dengan kesungguhan dan kesadaran bahwa hidup di dunia yang bagaimanapun menyenangkan, toh akan berakhir dengan kematian: pertanda akan bermulanya hidup abadi dengan pertanggungjawaban penuh atas apa yang kita lakukan di dunia ini. Kita sadar betul bahwa apapun yang kita perbuat di dunia, kelak akan kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Sekecil apapun perbuatan, baik atau buruk, itu akan kita pertanggungjawabkan. Kepada kita akan diperlihatkan apa yang telah kita lakukan. Faman ya’mal mitsqoolazarrotin khairon yaroh, waman ya’mal mitsqoolazarrotin syarraan yaroh. 

Allahu akbar ..3 x
Sidang Idul Fitri yang dirahmati Allah.
Kehadiran Idul Fitri dan hari-hari selanjutnya, adalah kesempatan kita membuktikan kokohnya hubungan kita dengan Allah (hablumminalloh) dan kian kuat pula hubungan sesama kita, manusia (hablumminannas). Dua hubungan, vertikal dan horizontal haruslah menjadi dasar langkah kita meninggalkan Ramadhan, menyambut Syawal dan bulan-bulan seterusnya.

Harmonisasi hubungan dengan Allah di satu sisi, serta harmonisnya hubungan sesama manusia di sisi lain adalah jaminan akan terwujudnya harmonisasi kehidupan manusia baik dalam bahtera kehidupan duniawi terlebih lagi dalam usaha mempersiapkan kehidupan ukhrawi yang abadi. Itulah buah takwa yang menjadi harapan kita. Tanpa hubungan baik itu betapa akan sulitnya kita menjalani hidup kita. Malah jika hubungan ini tidak mampu kita jaga malapetaka akan senantiasa menghadang kita. Firman Allah, "Dhuribat alaihimuzzillatu aina ma tsuqifu illa bihablin mina llahi wahablin minannas."
Artinya: Akan ditimpakan ke atas mereka kehinaan (seperti kesusahan, kesukaran, gangguan dll) kecuali jika mereka tetap berpegang teguh dengan tali (agama) Allah dan begitu pula memperkokoh hubungan sesama manusia.

Hadirin, sidang jamaah Idul Fitri rahimakumullah,
Hubungan dengan Allah berarti secara keseluruhan setiap gerak-langkah serta tindak-tanduk kita tak boleh terlepas dari kendali aturan Allah. Tidak hanya tatkala sholat, berpuasa, haji, tadarus atau tahajjuj, bahkan saat minum, tidur, bekerja, berolahraga, dll, kita harus tetap menjaga hubungan dengan Allah. Itu semua harus selalu berada dalam koridor hablumminallah, karena itulah bukti takwa sesungguhnya.

Sebagai petani, misalnya jadilah petani yang yang diredhoi Allah, yaitu petani yang berharap hasil dari apa yang ditanam. Bukan petani yang diam-diam memindahkan sempadan tanah atau diam-diam memetik buah tanaman orang lain. Sebagai nelayan, jadilah nelayan yang diredhoi Allah, yang hanya mengambil dan memanfaatkan hasil dari tangkapannya. Sebagai pedagang, hendaklah berdagang dengan baik dan jujur. Pedagang yang memperoleh keuntungan untuk dirinya tanpa menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Begitu pulalah profesi lainnya, sebagai aparatur pemerintah, pegawai negeri, pengusaha, misalnya. Apapun aktifitas-muamalah kita ingatlah senantiasa kepada Allah. Bayangkanlah selalu bahwa Allah senantiasa ada bersama kita. Itulah bukti terpeliharanya hubungan dengan Allah supaya kita tidak melakukan kecurangan dan kezoliman dalam bekerja. Kata Nabi, "Bahwa engkau menyembah Allah (beraktifitas) hendaklah seakan-akan engkau melihat-Nya; dan apabila engkau tidak bisa melihat-Nya, (yakinlah) sesungguhnya Allah melihatmu."

Dengan mengingat dan mengikuti aturan Allah berarti kita telah menjadi orang beriman dan senantiasa menjalin hubungan serta berpegang teguh dengan ketentuan Allah. Itulah orang beriman yang hatinya akan tenang bilamana mengingat Allah karena sesungguhnya itulah buah takwa yang kita perjuangkan selama Ramadhan. Firman Allah dalam surat Ar-Ra’du yang artinya, "Orang-orang beriman, akan senantiasa tentram hatinya bila mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hatimu akan tenang dan tentram."

Allahu akbar 3x, walillahilhamd.
Hadirin, kaum muslimin rahimakumullah,
Hubungan kedua yang wajib kita bangun dan mantapkan adalah hubungan sesama manusia, hablumminannas. Yang pertama adalah hubungan antara seorang anak dengan kedua orang tuanya dan sebaliknya, atau dalam keluarganya. Selanjutnya hubungan sesama manusia lainnya.

Dalam surah Al-Isra’ ayat 23 Allah berfirman yang artinya, "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah mengatakan kepada keduanya perkataan ‘Ah’, dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."

Sebagai makhluk sosial kita tidak akan mampu berdiri sendiri. Setinggi apapun pangkat dan jabatan, tidak ada gunanya tanpa kurir. Jenderal tidak bermanfaat tanpa prajurit. Kepla Kantor, Kepala Sekolah atau kepala pejabat apapun, tidak akan ada jika tidak ada murid atau bawahannya. Yang kaya ada karena ada yang miskin. Begitulah keterkaitan manusia satu dengan lainnya. Maha adil Allah dengan ciptaann-Nya. Tapi Allah menegaskan bahwa hubungan dengan kedua orang tua adalah kunci dari segalanya. Bahkan ditegaskan oleh Nabi, bahwa ridho Allah akan diukur dan ditentukan oleh ridho orang tuanya. Jadi, hubungan dengan orang tualah yang didahulukan bersamaan hubungan sesama manusia lainnya.

Ingatlah, tidak mungkin kita mampu mambalas jasa dan pengorbanan kedua orang kita. Sedari kecil hingga dewasa, betapa kehidupan kita sangat ditentukan oleh orang tua kita. Bahkan seorang ibu, sedari dalam kandungan sudah merasakan betapa derita merawat, memelihara dan membesarkan anak-anaknya. Itu tidak akan pernah mampu terbalas oleh kita dengan apapun. Hanya hormat dan berbuat baiklah yang yang akan menentukan hubungan kita akan terus harmonis dengan orang tua kita.

Hadirin,
Lalu hubungan sesama manusia lainnya menjadi dasar pula untuk harmonisasi hubungan dengan Allah. Itulah sebabnya dengan tegas Allah mengingatkan bahwa kita akan senantiasa dalam liputan kesulitan bilamana tidak menjaga dan memperkokoh hubungan dengan Allah dan hubungan sesama manusia, sebagaimana firman-Nya dalam surah Ali-Imran ayat 112 itu tadi. Apa saja yang akan kita lakukan tidak dapat dan tidak mungkin kita menapikan orang lain. Karenanya, hubungan sesama manusia wajib tetap dijaga dan dipelihara sepanjang hayat kita. Baik di rumah tangga dan keluarga, bermasyarakat dan berbangsa, kita tidak ingin Allah mencela kita dengan bermacam musibah menimpa, hanya karena tidak terjaga dan terpeliharanya hubungan harmonis sesama manusia.

Allahu akbar 3x, walillahilhamd.
Kaum muslimin, jamaah Idul Fitri rahimakumullah,
Lalu bagaimana kita menjaga hubungan baik kita sesama manusia? Ada beberapa langkah strategi yang mesti kita lakukan, 

1. Pemaaf; memberi maaf kepada seseorang, baik sengaja maupun tidak sengaja telah melakukan kesalahan kepada kita merupakan langkah awal terciptanya rasa damai dan tenteram di antara kita. Segala bentuk perselisihan permusuhan dan kekhilapan akan berakhir dengan kedamaian jika kita mampu saling memaafkan. Melupakan segala bentuk dendam dengan memulai lembaran baru yang harmonis adalah peringkat paling tinggi dan mulia di antara orang-orang pemaaf. Firman Allah dalam surah Al-A’raf ayat 199, khudzil ‘afwa wakmur bilma’ruf waa’ridh ‘aniljaahilin. Artinya, 'Jadilah engkau orang-orang yang suka memberi maaf; dan ingatkanlah orang untuk berbuat baik serta menghindar dirilah dari orang-orang bodoh.' Sementara pada ayat lain surah Asy-Syuura Allah mengatakan, faman ‘aafa waashlaha faajruhu Alallah. Barangsiapa yang suka memberi maaf maka Allah menjanjikan pahala untuknya.

2. Rendah Hati; dengan sifat rendah hati orang akan terhindar dari sifat sombong dan angkuh. Firman Allah dalam surah Al-Furqan ayat 63, Wa'ibaadurrahmanillaziinyamsyuuna alal ardhi haunan waiza khathobahumul jaahiluuna qaaluu salaaman. Maksudnya, 'Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Pengasih adalah mereka yang berjalan di muka bumi ini dengan rendah hati, tidak angkuh; dan apabila orang jahil menyapa atau bersikap tidak sopan terhadap mereka maka mereka menjawab dengan jawaban yang dapat menimbulkan kedamaian.'

Jadi, sifat rendah hati akan membuat orang senang dan damai dengan kita. Sebaliknya sifat tinggi hati dan sombong akan membuat orang menjauh dari kita.

3. Bersyukur; bersyukur berarti senantiasa mengingat dan memperhatikan apa saja yang diperoleh dan menerimanya dengan ikhlas. Bersyukur atas segala sesuatu yang kita peroleh bermakna pula kita harus menyadari dari mana sesuatu itu diperoleh. Di situlah kita akan dituntut untuk tetap menjaga hubungan dengan si pemberi yaitu Allah Khaliqul Rahman. Dalam salah satu hadis, nabi mengingatkan kita, 'Barangsiapa yang tidak menyadari bahwa Allah memiliki anugerah kepadanya selain makan dan minum maka ia telah membatasi usahanya dan akan mempercepat jatuhnya malapetaka kepadanya.'

Kita harus membuktikan bahwa rasa syukur kita tidak sekadar ikhlas menerima anugerah Allah, tapi juga ikhlas dan sabar bilamana rizki yang diberikan Allah akan kita sampaikan di jalan Allah. Jika kita melihat orang-orang miskin dan anak yatim membutuhkan kita, segeralah kita ulurkan tangan kita untuk mereka. Itulah wujud syukur yang dikehendaki Allah. 

Hadirin, sidang idul fitri yang dirahmati Allah,
Demikianlah sedikit tausiah kita pada pagi Idul Fitri ini. Sekali lagi, mari kita sadarilah bahwa hubungan yang kokoh dengan Allah dan dengan manusia itulah buah takwa yang selama satu bulan kita perjuangkan. Untuk itu hendaklah kita pahami betapa mutlaknya hubungan ini kita jaga dan kita perkokoh dari waktu ke waktu. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menjaga hubungan ini, amin. Billahi taufiq walhidayah, Wasalamu’alaikum ww.

Wonosari, 10 April 2024

* Dibawakan untuk khutbah Idul Fitri 1445/ 2024
di Masjid Baitussalam, Pamak, Tebing

11 Apr 2024

Alhamdulillah, Nihil

Alhamdulillah, Nihil


Catatan M. Rasyid Nur
ALHAMDULILLAH, nihil kecelakaan lalu lintas malam takbiran Idul Fitri 1445 (2024) di Kabupaten Karimun. Setidak-tidaknya, itulah yang terbaca oleh kita di media-media yang ada di sini, khususnya media online di hari pertama Idul Fitri. Tentu saja itu berita sangat-sangat menyenangkan, jika mengingat catatan takbiran malam Idul Fitri setiap tahunnya. Tahun-tahun lalu itu selalu ada berita kecelakaan membuka berita Idul Fitri hari pertama.

Bagi kita yang ikut terlibat --entah peserta pawai, panitia atau petugas-- atau setidak-tidaknya menyaksikan langsung pawai takbir kendaraan hias di Ibukota Kabupaten Karimun, Selasa (09/04/2024) malam kita tidak terlalu yakin tidak akan ada kecelakaan mengiringi pawai takbir itu. Banyaknya kendaraan yang terlibat, terutama kendaraan roda dua yang tidak mudah mengaturnya, rasa-raanya kecelakaan jalan raya itu tidak mustahil akan terjadi. Dan memang begitu setiap tahunnya. Terkadang membawa korban jiwa.

Kemeriahan pawai takbir dengan lomba kendaraan hias seperti tahun ini kembali dihelat tentu saja membuat pemandu kendaraan dapat lupa diri. Berkenderaan dengan ugal-ugalan adalah penyebab utamanya kecelakaan akan terjadi. Tapi, sekali lagi, alhamdulillah berkat pengaturan oleh pihak kepolisan yang jitu kecelakaan dapat ditiadakan pada momen Pawai Takbir Idul Fitri 1445 (2024) ini. Senang dan bangganya hati kita.

Beberapa kebijakan pihak keamanan untuk mengantisipasi kecelakaan, kabarnya para pengendara roda dua dilaang menggunakan knalpot resing saat ikut berpawai. Informasi dari panitia pawai takbir menjelaskan bahwa pihak kepolisian pada tahun ini melarang para pengguna kendaraan roda dua yang akan ikut kompoi pawai takbir menggunakan knalpot resing. Maksudnya knalpot yang bersuara besar itu dilarang digunakan. 

Menurut pengalaman tahun-tahun sebelumnya penggunaan knalpot seperti itu dapat membuat emosi pengemudi motor tersulut untuk memacu laju kendaraanya sampai tidak terkendali. Ssekaligus terkesan ugal-ugalan. Di situlah munculnya kecelakaan. Itu pulalah sebabnya polisi melarang menggunakan kenalpot seperti itu. Itukah sebabnya kecelakaan kendaraan tahun ini dapat menjadi nihil? Boleh jadi.

Bagi kita masyarakat, apapun kebijakan Pemerintah (Polisi dan Dishub) dalam mengamankan jalannya pawai takbir kita pasti mendukungnya. Pengalaman buruk setiap tahun, adanya korban kecelakaan jalan raya di malan takbir, alhamdulillah tahun ini tidak terjadi. Terima kasih, Pemerintah, Polisi dan aparat lainnya serta masyarakat secara keseluruhan yang ikut berpartisi dalam mengamankan jalannya pawai takbir.***

30 Mar 2024

Gus Najamuddin, 'Jangan Amin Nabi Mengenai Kita'

Gus Najamuddin, 'Jangan Amin Nabi Mengenai Kita'


BERSAMA rombongan Safari Ramadan Sekda (Sekretaris Daerah) Kabupaten Karimun, Dr. H. Muhammad Firmansyah, MSi di Jabal Rahmah, Sabtu (23/03/3034) malam menjadi penceramah Gus Muhammad Najamuddin. Ikut bersama Sekda para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama serta beberapa orang Ketua Ormas Islam seperti Ketua Bakomubin yang juga Ketua PMKK Kabupaten Karimun, Ketua FKUB dan beberapa orang lainnya.

Gus Najamuddin memberikan tausiah dalam waktu yang sangat singkat namun dengan materi yang terasa padat. Gus mengingatkan jamaah bahwa malam ke-13 Ramadan, ini ternyata datang begitu cepat. Tak terasa begitu cepat berjalan waktu sehingga Ramadan sudah hampir dua minggu. Untuk itu bersyukur kita dapat bersama Ramadan ini, katanya. 

"Merugi kita jika tidak memanfaatkan kesempatan yang Allah berikan kepada kita. Membuat bangga alhamdulillah jamaah tetap istiqomah, ramai dan masih tetap bersemangat di masjid kita ini." Seperti sudah disinggung Sekda dalam sambutannya sebelum tausiah bahwa semangat beribadah ini harus terus dijaga dan pertahankan sementara kita masih berada di bulan mulia. 

Gus Muhammad Najamuddin menyampaikan salah satu kisah saat Nabi Muhammad akan berdakwah. Alkisah satu peristiwa, kata Gus Najamuddin, saat Nabi terdengar mengucapkan 'amin' sebelum menyampaikan ilmu. Bahkan terdengar sampai tiga kali Nabi mengucapkan amin. Para sahabat heran, mengapa Nabi mengucapkan amin waktu itu. Bahkan mengaminkan sampai tiga kali begitu. Sahabat heran, apa gerangan yang diaminkan Nabi saat itu?

Lalu sahabat bertanya, ya Rasul, apa yang Engkau aminkan saat sebelum menyampaikan ilmu dalam pengajian ini? Nabi menjelaskan bahwa dia baru saja mengaminkan informasi yang disampaikan malaikat. Kata Nabi, celakalah kita ketika orang tua masih ada tapi tak menjadi sebab kita masuk surga karena tidak berbakti kepada mereka. Yang kedua,  celakalah kita yang tidak mendapat syafaat dari Nabi ketika terdengar orang menyebut nama Nabi tidak mengucapkan salawat. Dan yang ketiga, kata malaikat, celakalah kita yang ketika kehadiran puasa tapi tidak membuat kita mendapat berkah dan ampunan karena tidak mendirikan Ramadan sebagaimana semestinya.

Para sahabat mengerti betapa ruginya umat yang disebabkan oleh tiga hal itu, karena Nabi mengaminkan penjelasan malaikat itu. Jika nabi yang mengaminkan tentu saja itu akan dikabulkan oleh Allah. Oleh karena itu Gus Najamuddin mengingatkan jamaah untuk tidak menjadi merugi karena kelalaiian kita. Jangan sampai amin Nabi itu mengenai ke kita. Begitu kurang-lebih Gus Najamuddin menjelaskan.***

22 Feb 2024

Menjelang Ramadhan Jamaah Masjid Mulai Ramai

Menjelang Ramadhan Jamaah Masjid Mulai Ramai


Catatan M. Rasyid Nur
KURANG dari satu bulan menjelang masuknya Ramadhan (1445), ini sudah mulai terasa dan terlihat tanda-tanda akan datangnya bulan mulia itu. Sudah terasa bahangnya. Bagi seorang mukmin sudah pasti kehadiran Ramadhan adalah dambaan. Harapan ampunan dosa-dosa yang terlanjur dilakukan sangatlah besar dalam harapan. Janji Allah untuk hamba-Nya yang mendirikan Ramadhan dengan penuh kesadaran-keimanan dan keikhlasan, akan mendapatkan ampunan dosa sekarang dan dosa-dosa masa lalu. Itu salah satu pemahaman hadits yang dapat ditemukan di buku-buku hadits.

Sejatinya satu-dua bulan (Rajab-Syakban) menjelang masuknya Ramadhan orang-orang beriman memang akan berlomba-lomba meningkatkan volume ibadah. Latihan-latihan berpuasa juga dilakukan dengan rutin. Sebutlah puasa Senin-Kamis plus puasa di hari-hari lainnya dalam bulan Sykban. Ini tentu sudah ditingkatkan saat ini. Begitu juga zikir dan membaca alquran cenderung ditingkatkan sebagai bentuk usaha menyambut bulan mulia itu. Begitulah agama mengajarkan.

Satu pemandangan yang menarik satu-dua pekan belakangan adalah semakin ramainya masyarakat berjamaah lima waktu di masjid. Tentu di banyak masjid. Kalau sebelum-sebelumnya untuk salat magrib, misalnya hanya satu shaf atau bahkan kurang, belakangan ini sudah terasa bertambah. Bisa dua atau tiga shaf salat magribnya.

Meskipun tidak semua salat wajib yang lima itu ramai jamaahnya, tapi pasti sekali bahwa setiap salat itu jumlah jamaahnya bertambah berbanding dua-tiga pekan sebelum ini. Banyak masjid yang jamaahnya menyedihkan jumlahnya. Terkadang kelihatan masjidnya megah tapi jamaahnya tidak seberapa. Sekarang, alhamdulillah sudah kelihatan ada peningkatan jumlah jamaahnya.

Sebagai jamaah Masjid Al-Ubudiyah (Wonosari) saya melihat dan merasakan langsung kalau jamaah rutin di masjid ini memang bertambah beberapa hari belakangan ini. Intinya lebih ramai jumlahnya berbanding hari-hari sebelumnya. Saya menduga itu adalah tanda-tanda jamaah yang mulai bersiap untuk menyambut datangnya Ramadhan. Semoga saja ini terus bertambah sehingga menjelang masuknya bulan mulia, umat Islam sudah memenuhkan masjidnya. Termasuk di masjid lainnya.***

16 Feb 2024

Transaksi Suara Perlu Rupiah

Transaksi Suara Perlu Rupiah


SEORANG Caleg (Calon Legislatif), teman saya,  sebutlah namanya Mr X begitu yakin suaranya akan mencukupi untuk satu kursi di Dapil (Daerah Pilihan) yang dia ikuti. Kalaupun kurang-kurang sedikit, dia juga yakin kalau suaranya akan lebih tinggi dari pada teman-temannya satu partai dalam satu Dapil. Artinya jatah kursinya pasti untuk dia. Setidak-tidaknya begitulah obrolannya bersemangat dengan saya. Sebagai orang yang pernah ikut sebagai Caleg pada Pemilu 2019 lalu, saya jadi tahu seluk-beluk dan suka-duka 'berharap' menjadi anggota dewan itu.

Untuk pernyataan teman saya, ini alasannya sederhana. Sebagai seorang tokoh di daerahnya, dia merasa cukup terkenal di kecamatan tempat tinggalnya. Apalagi di kelurahan. Dia sangat yakin. Pernah dan selalu dekat dengan RT juga RW di kelurahannya. Tokoh agama aktif di masjid. Ditambah beberapa orang yang tinggal di kelurahan atau kecamatan sebelah yang juga mengenalnya, dia sangat yakin suara orang itu akan diberikan kepadanya. Bahkan dia yakin dalam satu kabupaten dia sudah dikenal.

Selama kampanye, dia rajin berkumpul-kumpul dengan banyak orang di Dapilnya. Dari awal mendaftar, dia sudah menyatakan tidak akan menggunakan uang untuk membeli suara. Sebagai seorang yang memahami agama, dia selalu menjelaskan kepada masyarakatnya bahwa memberi uang untuk mendapat suara itu artinya raswah. Sogokan. Pasti berdosa. Untuk sikap ini saya setuju meskipun justeru di situ masalahnya masyarakat kita.

Tidak jarang teman saya ini membawa-bawa makna satu hadits, orang yang menyogok dan yang menerima sogok, itu tempatnya di neraka. Maka dia sepakat dengan timnya untuk tidak memberi uang sepersen pun kepada calon pemilihnya. Menurut para pemilihnya, kabarnya ok ok saja. Mereka akan memilih Mr X karena tokoh di daerahnya. Yang penting dan berjanji, kalau sudah jadi anggota dewan nantinya, maka uang gaji dan lainnya akan diberikan sebagian sebagai kompensasi selama menjadi tim pemenangan. Intinya, jangan lupa pemberi suara setelah duduk di Gedung Dewan nantinya.

Pencoblosan pun tiba, 14 Februari 2024 lalu. Sesungguhnya, beberapa pekan selama masa kampanye, teman ini sangat yakin suaranya akan meledak di beberapa TPS di kecamatannya dan kecamatan sebelah yang masih satu Dapil. Ternyata oh ternyata, setelah Pemilu usai, penghitungan suara pun selesai, suaranya tidak mencerminkan apa yang selama ini dia bayangkan. Justeru suara di TPS dekat rumahnya serta beberapa TPS yang dia bayangkan akan memilihnya, ternyata justeru suara orang lain. Suara partai lain yang dia kenal juga orangnya.

Kini, teman ini tahu kalau orang yang menang di TPS-nya itu adalah orang yang sama lima tahun lalu yang terkenal royal membeli suara. Setiap satu suara konon dia sanggup memberi 'ampelop' sebesar 300-500 ribu. Itu lima tahun lalu. Tahun ini menurut informasi yang simpang-siur besarannya malah lebih lagi karena kabarnya disatupaketkan dengan anggota dewan kabupaten, provinsi dan pusa dalam satu partai. 

Teman saya ini pasti bertanya di hatinya, apakah suara masyarakat saya juga dibeli pada Pemilu ini? Saya hanya menduga karena saya pernah tahu itu lima tahun lalu. Sahabat saya ini tentu tidak mampu menjawab pertanyaan itu. Kenyataannya beberapa orang masyarakat memang mengakui kalau suaranya diberikan ke orang tertentu yang memberinya uang. Maka yakinlah kita bahwa transaksi dengan calon pemberi suara tidak bisa dengan janji-janji saja. Harus dengan rupiah. Masyarakat yang menerima uang 'ampelop' itu pasti tidak merasa bersalah memilih siapa saja asal ada balas jasanya. Sungguh memilukan demokrasi kita.***

13 Feb 2024

Pesan (lawak) Untuk ke TPS Besok

Pesan (lawak) Untuk ke TPS Besok


SAYA tidak tahu siapa yang mengarang (menulis) pesan-pesan ini. Menjelang satu-dua hari pencoblosan, 14 Februari 2024 besok, pesan-pesan lucu (lawak) ini sudah bersiliweran di medsos. Saya membaca beberapa kali dalam beberapa grup yang kebetulan saya ada di dalamnya. Lalu apa bunyi pesan-pesannya itu? Inilah (izin dan maaf saya posting di halaman ini).

ATENTION......
Tata cara mencoblos asyik 14 februari 2024,
1. Mandi dulu, dandan yang rapih, wangi... siapa tau ketemu jodoh;
2. Harus datang ke TPS... karena ini Pilpres, bukan indonesian idol yang bisa vote lewat sms;
3. Ingat, TPS buka jam 07.00-13.00, yang buka 24 jam itu mini market, RS, ATM;
4. Jangan memilih TPS yang jauh, karena yang dekat aja belum tentu jadian;
5. Di TPS antri yang tertib, jangan mengharap dikasih snack atau makanan, karena ini bukan hajatan;
6. Di dalam bilik suara seperlunya saja, tidak usah selfie atau malah tidur, kasian yang ngantri;
7. Buka surat suara... tidak perlu di video, ini bukan unboxing seperti di YouTube;
8. Surat suara bukan surat cinta, tidak usah dibaca bolak balik, apalagi baca sambil senyum sendiri, ntar dikira gak waras;
9. Jangan pilih yang kebanyakan janji manis, pilih saja yang apa adanya, contohnya aku dan kamu;
10. Coblos sepenuh hati, jangan sepenuh jiwa, karena jika pilihanmu kalah, paling kamu sakit hati, tidak sakit jiwa;
11. Setelah dicoblos, lipat kartu suara secara rapih, meskipun hatimu sedang berantakan;
12. Cari kotak suara, masukkan surat suara... jangan masukkan amplop isi duit, karena bukan di tempat kondangan... lagian KPU juga udah kaya;
13. Sebelum jarimu dicelup tinta, gak perlu diputer-puter apalagi dijilat, emangnya oreo;
14. Pulang gak perlu dadah-dadah apalagi cium tangan petugas TPS, ntar ketahuan jomblonya.
15. Pulang lewat jalan yang benar, masa lalumu yang tidak benar, tidak usah diulang lagi
16. Jangan ngupil habis dicelup.

Pesan-pesan itu lebih kepada mengingatkan agar jangan lupa ke TPS besok. Makanya ditambah-tambah macam-macam yang rada lucu alias lawak. Malam ini saya, memuatnya kembali untuk kita baca ulang.***

8 Jan 2024

Saling Menghimbau Biar Sesal Terlampau (Mari Memberi Suara)

Saling Menghimbau Biar Sesal Terlampau (Mari Memberi Suara)


Catatan M. Rasyid Nur

PEMILIHAN Umum (Pemilu) Presiden-Wakil Presiden (Capres-Cawapres) serta Pemilu Legislatif (DPR, DPRD dan DPD) tahun 2024 semakin dekat. Kurang dari dua bulan lagi menjelang 14 Februari nanti. Saat Pemilu akan dihelat di seluruh penjuru Tanah Air dan di Luar Negeri, di tempat-tempat ada masyarakat Indonesia. 

Tidaklah berlebihan-lebih andai kita, anak-anak Negeri saling memberi ingat-diri. Masing-masing diri saling mengingatkan bahwa kita akan memilih pemimpin tertinggi negara ini bersama para wakil rakyat yang kita percayai nanti. Kita akan memilih presiden pengganti. Kita akan memilih anggota dewan pengganti. Perhelatan lima tahunan ini sangatlah penting bagi keberlangsungan pengelolaan Negara kita, Indonesia tercinta.

Melalui catatan singkat ini, ingin diingatkan. Mari kita saling memberi ingat kepada siapa aja yang dapat diberi ingat. Kepada calon pemimpin yang akan kita pilih, kita katakan, wahai para calon pemimpin, kami akan memilih satu dari sekian banyak yang ada dan diberi pilihan oleh KPU negeri ini. Meskipun sebagian kami ada yang tertipu memilih tersebab iming-iming uang sogok dari Tuan-tuan calon pemimpin, misalnya sesungguhnya kami ingin sekali memilih yang terbaik saja. Semoga saja kami istiqomah memilih yang terbaik sebagai pemimpin atau wakil kami, nanti.

Kepada diri kita dan masyarakat lainnya, kita akan katakan, wahai rakyat, bapk-ibu, teman sahabat handai tolan semuanya saja, mari kita memberikan hak suara kita dengan baik. Memilih dengan cerdas. Memilih wakil kita yang terbaik, jujur, amanah dan fathonah. Kita memilih bukan karena diberikan uang sogok, bukan juga karena diberikan barang entah apa oleh penyogok. 

Kita tahu dan harus tahu bahwa uang atau pemberian itu akan menjerumuskan kita nantinya ke dalam neraka di akhirat sementara di dunia Negara kita juga akan dikelola oleh orang-orang bejat yang semata menggunakan uang atau pemberian dalam mendapatkan jabatan. Nauzubillah, mari kita jauhi pengaruh iming-iming uang itu. Bismillah, mari kita pilih yang benar-benar yang terbaik saja. Kita bukan bodoh. Kita bisa melihat rekam jejak mereka atau kehidupan sehari-hari mereka.

Wahai semuanya, mari kita saling mengingatkan, saling menghimbau untuk memilih dengan baik. Dengan itu sesal-menyesal bisa kita lampaui dan tidak akan sesal nanti. Kita menghimau agar sesal terlampau. Semoga!***

4 Jan 2024

Mundur dari Grup Bolehkah?

Mundur dari Grup Bolehkah?


Catatan M. Rasyid Nur
SETELAH selamat sampai kembali ke daerah masing-masing para peserta Tour Tiga Negara yang tergabung dalam grup WA "Wisata Tiga Negara" tentu saja akan mengakhiri kebersamaannya dalam Grup WA tersebut. Alasan klasiknya biasanya karena HP sudah terlalu berat. Tapi alasan sebenarnya adalah karena keperluan grup itu sudah tidak ada lagi. Tadinya dibuat oleh penanggung jawab rombongan adalah untuk memudahkan kooedinasi sesama anggota tour.

Pertanyaannya, perlukah atau bolehkah anggota mundur atau keluar dari grup setelah kegiatan tour berakhir? Penanggung jawab rombongan sebenarnya berharap dan mengingatkan untuk tidak bubar dulu anggota grup dari grup ini. Alasannya, sekurang-kurangnya dalam masa-masa awal kepulangan tetaplah bersama dalam grup karena mungkin saja masih diperlukan koordinasi dan informasi yang mungkin diperlukan anggota. Sebutlah, jika ada yang merasa kehilangan atau menemukan sesuatu. Di gruplah tempat menyampaikannya.

Meskipun demikian ada satu atau beberapa orang yang sudah keluar dari grup. Saya sendiri, juga ingin keluar karena saya anggap keberadaan grup tidak terlalu penting lagi. Alasan saya, kami masih bisa berkomuniaksi secara pribadi. Bisa juga saling sapa di grup lain karena pada hakikatnya beberapa orang diantara kami juga bergabung di grup lain.

Untuk rencana keluar itu saya menulis begini,
Bapak/ Ibu Yth, Asalamualaikum ww, selamat pagi,
Doa kami, semoga kita dalam keadaan sehat-walafiyat selalu, aman dan nyaman bersama keluarga dan tetangga.
Dengan ini saya dan isteri serta cucu mohon maaf jika selama perjalanan kita kami mungkin melakukan kesalahan. Kita berharap komunikasi dan hubungan baik ini terus terjalin, mungkin di tempat lain dan dengan cara lain. Izinkan, dengan ini saya keluar dari grup ini dan kita masih akan terus ada dalam  grup lainnya. Wasalamualaikum ww.

Hampir satu hari setelah pemberitahuan itu saya baru keluar. Tidak juga langsung keluar tanpa pemberitahuan. Saya setuju bahwa beberapa hari pasca kembali boleh jadi masih ada yang saling perlu informasi. Tidak tertutp kemungkinan kalau-kalau ada yang diperlukan sebelum keluar itu. Makanya saya terlebih memberi tahu kalau saya dan isteri akan keluar dari grup.

Jika demikian, artinya bisa saja sebagai anggota ingin keluar atau tetap bertahan. Bahkan, jika admin ingin mempertahankan grup sebagai grup alumni Tour Tiga Negara 2023 agar jalinan silaturrahmi tetap ada sekembali dari seberang, itu bisa saja.***

2 Jan 2024

Melatih Anak-anak Kita Salat Sedari Kecil

Melatih Anak-anak Kita Salat Sedari Kecil


Catatan M. Rasyid Nur

SUDAH diketahui umum, kalau melaksanakan salat bagi kita (muslim) adalah wajib hukumnya. Salat adalah salah satu dari lima rukun (tonggak) agama. Jika tidak menunaikan salat sebagai sebuah kewajiban, artinya kita tidak atau belum berstatus muslim yang sebenarnya. Selain syahadat, zakat, puasa dan haji, salat adalah rukun Islam yang utama dalam lima rukun yang ada. Salatlah yang akan menjadi patokan penilaian ibadah kelak di hadapan Tuhan.

Memulai, baik belajar maupun praktik salatnya hendaklah sedari kecil. Ini juga perinsip dan ketentuan yang pasti diajarkan kepada anak-anak dalam keluarga. Pemahaman salah satu hadits, Suruhlah anak-anak Anda melaksanakan salat sejak kecil. Sejak di umur tujuh tahun. Itu pula pesan orang tua kepada anak-anaknya. Itu juga pesan guru kepada siswanya.

Melaksanakan salat sedari kecil lebih kepada pembiasaan. Mengingat pesan orang tua-tua, 'kecil teranja-anja; sudah besar terbawa-bawa; ketika tua terubah tidak' adalah kata-kata indah dari orang tua-tua. Ajaran agama sendiri pun menyuruh begitu. Hendaklah kalian suruh anak-anak kalian salat sejak usia 4-5 tahun dan paksakanlah, kalau perlu dipukul jika dalam usia tujuh tahun tidak juga mau melaksanakan salat. Ini ajaran agama. Pemahaman dari salah satu hadits.

Sesungguhnya keluarga muslim pasti akan menyuruh dan mengajarkan anak-anaknya melaksanakan salat. Salat sebagai salah satu kewajiban bagi seorang muslim hanya akan terlaksana saat seseorang telah dewasa, jika ketika usia anak-anak sudah terbiasa melaksanakannya. Sebagaimana pemahaman peribahasa di atas, bahwa kebiasaan-kebiasaan saat kecil akan terbawa-bawa saat besar dan tidak lagi akan berubah ketika sudah tua. Maka ajarkanlah anak-anak melaksanakan salat karena saat anak-anak itulah proses pembiasaan bisa dilaksanakan.

Di sekolah tertentu dewasa ini bahkan menjadikan salat sebagai pendidikan dan pembiasaan. Pembiasaan salat pun menjadi cara terbaik untuk membentuk akhlak (karakter) peerta didik. Atas fakta bahwa kebiasaan di masa kecil akan menjadi bagian hidup setelah dewasa, maka orang tua yang berharap anak-anaknya kelak melaksanakan salat setelah dewasa, pasti akan menyuruh anak-anaknya belajar dan melaksanakan salat sejak kecil. Begitupun di sekolah. Semoga saja  anak-anak kita adalah generasi beragama dan taat dalam melaksanakan ajaran agamanya.***

25 Des 2023

Mari Kita Ucapkan Selamat Nataru Kepada Sahabat-sahabat Kita Itu

Mari Kita Ucapkan Selamat Nataru Kepada Sahabat-sahabat Kita Itu

Foto Google

SELAMAT Tahun Baru, selamat Nataru. Nataru adalah singkatan Natal dan Tahun Baru. Selamat Nataru, maksudnya Selamat Natal dan Selamat Tahun Baru. Setiap tahun, di akhir tahun khususnya, lebih khusus lagi setiap 25 Desember seperti hari ini sahabat-sahabat kita penganut agama Kristen dan Katolik memperingati dan merayakan hari Natal sekaligus menyambut tahun baru. Dari situlah lahir akronim 'nataru'. 

Berbagai doa kebaikan dan keselamatan disampaikan. Tidak pula terlupakan doa-doa dan harapan untuk keampunan dari Tuhan. Pengakuan kesalahan dan dosa lazimnya saling menyampaikan, khususnya kepada diri masing-masing. 

Sebagai bangsa dengan masyarakat yang agamais kita saling mengucapkan selamat dan doa di setiap tanggal dan tahun turunya hari besar agama. Bagi umat Kristiani dan Katolik tentu tidak semata memperingati, tapi juga melaksanakan ibadah sesuai ajaran Natal itu sendiri. Berkumpul dan melaksanakan kebaktian di rumah-rumah ibadah mereka ingin hubungan terbaik dengan Sang pencipta terjaga dengan baik.

Kita yang bukan penganut agama ini tentu saja memberikan rasa selama dan doa kepada sahabat-sahabat kita ini. Kita herapkan mereka dalam kebahagiaan mereka, mendapatkan berkah dan petunjuk dari Tuhan untuk terus bersama hidup aman dan damai dalam kesatuan Negara Republik Indonesia. Selamat NATARU, sahabat-sahabat kami. Mari terus kita bersatu, menjaga bangsa dan negara kita.***

22 Des 2023

Peringatan Hari Ibu Teruslah Mengenang Jasa Ibu

Peringatan Hari Ibu Teruslah Mengenang Jasa Ibu

Gambar dari website Kominfo

Catatan M. Rasyid Nur
HIRUK-pikuk menyambut Debat Cawapres malam nanti, kita pasti juga tidak lupa bahwa hari ini, 22 Desember 2023, bangsa Indonesia memperingati Hari Ibu. Tahun ini adalah Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-95. Kongres Perempuan Pertama pada 22 Desember 1928 adalah tonggak sejarah memperingati Hari Ibu. PHI bagi bangsa kita, terkhusus bagi perempuan Indonesia akan selalu menjadi catatan tersendiri.

PHI bukan saja peringatan untuk mengucapkan terima kasih atas jasa ibu yang begitu istimewa bagi seluruh masyarakat Bangsa Indonesia, PHI juga dimaksudkan untuk mendorong semua pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk memberikan perhatian dan pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Menyitir tulisan berjudul "Peringatan Hari Ibu, Momentum Pengakuan Eksistensi Perempuan dalam Pembangunan" yang diposting di https://www.kominfo.go.id/ dikatakan bahwa PHI ke-95 Tahun 2023, ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi perjalanan perempuan Indonesia dalam berkontribusi memajukan kehidupan bangsa. Kehadiran perempuan dalam memajukan kehidupan bangsa adalah bagian dari cita-cita para pejuang bangsa sejak masa perjuangan merebut kemerdekaan. 

Benar sekali, selama kurang lebih hampir tiga tahun pandemi memberikan situasi baru bagi perempuan Indonesia. Selain itu, situasi pascapandemi dengan segala tantangan menjadi babak baru bagi perjuangan perempuan Indonesia. Rekam jejak kontribusi perempuan Indonesia membangkitkan ekonomi keluarga selama pandemi merupakan salah satu bukti bahwa perempuan Indonesia selalu hadir dalam setiap momen perjuangan bangsa. Kalimat itu disampaikan Menteri PPPA, Bintang Puspayoga sebagaimana dimuat website itu.

Hal lain ditegaskan pula PHI tahun ini merupakan kesempatan yang ideal untuk menghargai peran dan pencapaian perempuan Indonesia dalam berbagai bidang, sebutlah misalnya dalam usaha mempromosikan kesetaraan gender dan peningkatan pelindungan terhadap perempuan. Ini sangatlah penting karena akan mendorong partisipasi perempuan dalam pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan oleh berbagai lembaga.

Tema PHI ke-95 Tahun 2023, ini adalah “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” yang pesan utamanya adalah bagaimana para para Ibu, para perempuan Indonesia mempunyai kekuatan dan daya saing yang sama dengan kaum lelaki. Tanpa mengorbankan kudrat kewanitaannya, tentu saja harapan besar itu patut kita semua mendorong ketercapaiannya. 

Catatan singkat ini adalah untuk sekadar saling ingatkan bahwa di setiap tanggal hari ini kita tidak sampai lupa mengingat Hari Ibu. Mengingat Hari Ibu dalam arti kita memang akan selalu mengenang ibu. Ibu adalah tonggak dari segala tonggak hidup dan maju kita. Tentang heboh persiapan menjelang Debat Cawapres yang akan digealr nanti malam, itu hal lain yang juga kita ikut menyimaknya. Memperungatai Hari Ibu adalah satu cara kita mengenang ibu.***

8 Des 2023

Pesan-pesan Indah Buat Kita, Lansia (Mengulangingatkan)

Pesan-pesan Indah Buat Kita, Lansia (Mengulangingatkan)


Lansia Penuh Semangat

SAYA setuju kalau orang yang Allah beri umur di atas 50 tahun itu adalah sebuah keberkahan yang tidak terhingga. Sekaligus terkandung kewajiban dan tanggung jawab di dalamnya. Kehidupan adalah kekuasaan Allah sebagaimana kematian adalah ketentuan-Nya. Seperti diulangjelaskan dalam satu tulisan berjudul "Hikmah Malam: Nasihat Untuk yang Sudah Berumur 50 Tahun" yang diposting Nenden di laman  hajinews.id  hari Kamis (29/09/2022) bahwa orang yang berumur lanjut usia di angka 50 ke atas tidaklah boleh menjadikan alasan tua sebagai dasar uzur untuk tidak aktif beribadah.

Dijelaskan, bahwa Al-Khattabi mengatakan, orang yang Allah panjangkan umurnya hingga 50 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan, karena usia 50 tahun merupakan usia yang dekat dengan kematian. dan siap bersiap bertemu Allah setelah kematian.

Peringatan dan pesan Allah, lakukanlah yang terbaik di sisa usia senja kita, bertaubat dan berdoa kepada Allah agar Allah mengampuni dosa-dosa masa lalu kita. Jangan lagi berbuat dosa karena azab-Nya menanti kita atas dosa-dosa masa lalu itu sekaligus dosa-dosa sekarang yang jika masih dilakukan.

Mari kita renungkan beberapa pesan dari para alim-ulama yang dikutip dari tulisan di atas. Pesan-pesan ini lebih ditujukan kepada kita para lansia dalam menjalani sisa usia hingga kita menghadapnya.

1. Jangan berlebihan-lebihan dalam berhias, bersolek, dan berpakaian;

2. Jangan berlebihan makan, minum, dan berbelanja barang yang kurang diperlukan untuk mendukung amal shaleh;

3. Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal;

4. Jangan gelisah, berkeluh kesah dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalulah dipenuhi hidup ini dengan rasa sabar dan bersyukur;

5. Perbanyak doa mengharap keridhaan Allah agar beroleh Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah;

6. Tambahkan ilmu agama, banyak mengingat kematian, dan mempersiapkan diri menghadapinya;

7. Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta dengan benar dan adil;

8. Kerapkan menjalin silaturrahim dan eratkan hubungan yang renggang sebelumnya;

9. Mohon maaf dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi;

10. Tingkatkan amal shalih terutama amal jariah yang dapat terus memberi pahala dan syafa'at setelah kita mati;

11. Maafkan kesalahan orang kepada kita meski seberat apapun kesalahan itu;

12. Selesaikan utang segala sesuatu yang ada dan jangan membuat utang baru meskipun untuk membantu orang lain; 

13. Berhentilah dari semua maksiat, baik maksiat mata, kaki, tangan, mulut dan lainnya;

14. Berbaik sangkalah kepada Allah atas segala sesuatu yang terjadi dan menimpa kita;

15. Penuhi terus hati dan lisan kita dengan istighfar dan taubat untuk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman, di setiap saat, waktu dan keadaan;

Dan beberapa pesan lain yang mungkin belum terangkum dalam pesan-pesan ini. Intinya, setiap kita akan sampai ke titik kematian. Orang-orang yang usianya lanjut usia secara kelaziman sudah dekat dengan kematian. Maka bersiap diri adalah cara terbaik menghadapinya.***

9 Nov 2023

Pencanangan Pemilu Berintegritas untuk Hasil Pemilu Berkualitas

Pencanangan Pemilu Berintegritas untuk Hasil Pemilu Berkualitas


ADALAH hasil yang hebat yang diharapkan dari Pemilu 2024 nanti. Hebat dalam arti hasil Pemilu itu nanti selain prosesnya berjalan jurdil (Jujur dan Adil) juga yang terpilih adalah orang yang jurdil juga. Kalau jurdil pada pelaksanaan artinya tidak ada kecurangan sedangkan jurdil dalam hasil maksudnya orangnya bisa dipercaya karena tidak pembohong (korupsi, dll) dan adil artinya tidak pilih kasih. 

Itulah harapan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggara Pemilu 2023 yang dibuka Presiden RI, Jokowi pada hari Rabu (08/11/2023) kemarin di Puri Agung Ballroom, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Kita (saya) sendiri hanya menyimaknya di layar televisi yang kebetulan menyiarkan acara itu secara langsung. Pernyataan itu pula yang dapat dan ingin saya sampaikan pada catatan ini.

Sebagaimana kita simak langsung atau memahami dari media yang menyiarkannya, Presiden Jokowi secara resmi membuka Rakornas Penyelenggara Pemilu Tahun 2023, itu di Puri Agung Ballroom, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Kita dengar bahwa dalam sambutannya, dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) atas kerja kerasnya dalam melaksanakan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2024.

Mengutip pernyataannya, “Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh penyelenggara Pemilu yang terus bekerja keras untuk melaksanakan tahapan-tahapan Pemilu 2024, baik dari DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu), dari Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum), dan dari KPU (Komisi Pemilihan Umum).” Jelas pernyataannya itu, bahwa dia sangat perhatian terhadap kinerja lembaga yang bertanggung jawab untuk kegi itu.

Katanya lagi, Pemilu Serentak 2024 merupakan pesta demokrasi terbesar yang pernah diselenggarakan di Tanah Air, karena melibatkan 840 ribuan TPS (Tempat Pemungutan Suara). Karena itu kata Presiden, tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemilu kali ini juga besar, mulai dari akuntabilitas, integritas, hingga mekanisme distribusi dan pengamanan.

Bagaimanapun inti yang penting dari semua lembaga yang disebut presiden adalah terlaksananya kegiatan Pemilu itu dengan baik agar menghasilkan juga hasil yang baik. Tidak sekadar baik, tapi juga mesti hebat. Kita yakin, itulah yang diinginkan Kepala Negara itu. Semoga saja.***

7 Nov 2023

Pengembangan Diri Guru dan Tradisi Membaca

Pengembangan Diri Guru dan Tradisi Membaca


BEBERAPA kali sudah mengikuti pelatihan. Berbagai penataran dan sejenisnya selalu juga diikuti. Kegiatan MGMP pun tidak diabaikan. Tapi mengapa merasa tidak berkembang dan tidak bertambah meningkat juga profesionalitas dalam mengajar? Mengapa tetap susah mengaktifkan anak dalam pembelajaran? Itu curhat beberapa guru ketika ngobrol-ngobrol ringan di satu pertemuan sesama guru beberapa waktu lalu. Sudah lama, saat masih aktif di sekolah.

Sebagai sesama guru, saya memahmi kegalauan rekan-rekan ini. Masa kerja sebagai guru (PNS) juga sudah lumayan lama. Dalam golongan III/ C senior, berarti tiak kurang masa kerja antara 7-8 tahun. Itu bukan waktu yang sebentar. Sayang memang jika rekan-rekan guru ini belum juga merasa enjoy dalam tugas. Masih merasa belum mampu menciptakan kelas yang efektif dan atraktif sebagaimana tuntutan pembelajaran yang menyenangkan.

Sesungguhnya merasa kekurangan dan merasa belum berkembang dalam mengemban tugas sebagai guru, itu adalah sesuatu yang positif. Menurut saya sikap merasa belum juga mampu menjadi guru yang baik, itu adalah sikap sportif yang positif walaupun bernilai negatif karena kemampuan pengembangan dirinya tidak berjalan dengan baik. Ada pengakuan sendiri atas kekurangan dan kelemahan dalam menjalankan tugas tentu saja sesuatu yang baik.

Tentu saja perasaan itu tidak boleh diendap begitu saja. Tidak boleh guru membiarkan dirinya dalam ketidakmampuan terus-menerus dalam melaksanakan fungsi dan tanggung jawab sebagai guru. Tercapainya predikat guru profesional dalam arti berkemampuan dalam melaksanbakan fungsi dan tanggung jawab sebagai pendidik dengan baik, harus terus diusahakan.

Mungkin banyak cara dan strategi yang dapat dilakukan. Berdiskusi dan saling berkomunuikasi antara satu guru dengan lainnya, adalah salah satunya. Tapi mengembangkan tradisi membaca adalah dasar dari segala usaha itu. Berkomunikasi dengan berbagai fasilitas yang tersedia saat ini memungkinkan dan memudahkan para guru untuk saling memberi dan menerima dalam komuniukasinya. Tapi budaya membaca tetap akan menjadi kunci dari usaha pengembangan diri itu. Maka jangan pernah berhenti membaca. Hanya membacalah yang akan membuat guru banyak tahu dan kian mengerti kalau dia masih banyak yang perlu diketahui. Ayo, mari terus mengembangkan budaya membaca terutama pada anak-anak kita.***
Sudah Diposting pada www.koncopelangkin.blogspot.com