Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

17 Jun 2024

Dua Ibadah Istimewa di Idul Adha (Konsep)

Dua Ibadah Istimewa di Idul Adha (Konsep)


ASALAMUALAIKUM warahmatullahi wabarakatuh,
(...muqoddimah...)

Jamaah Salat Idul Adha yang dirahmati Allah Swt,
Marilah kita memanjatkan puji dan rasa syukur kita kehadirat Allah Swt atas limpahan rahmat dan nikmat-Nya kepada kita. Pagi ini kita diberi kelapangan untuk hadir di masjid, rumah Allah ini. Kemudian mari pula berdoa salawat dan salam kepada junjungan alam, Rasulullah, Muhammad Saw yang kita harapkan syafaatnya kelak di yaumil akhir.

Mengawali khutbah, khatib mengingatkan kita semua termasuk khatib sendiri, marilah selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Hanya dengan keimanan dan bertakwa kepada-Nya, jalan menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat akan terbuka, amin.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Di bulan Zulhijjah, ini umat Islam di seluruh dunia termasuk kita di sini, di Wonosari, dianjurkan untuk menjalankan dua amalan ibadah, selain ibadah wajib yang kita lakukan setiap harinya. Itulah Ibadah Haji dan Ibadah Kurban selain berpuasa.

Tentang ibadah haji; pagi, 10 Zulhijjah ini, umat Islam yang berkemampu sedang berduyun-duyun dari Muzdalifah menuju Mina untuk melempar Jumrah Aqobah dan tahallul awal, setelah mulai kemarin siang tanggal 9 Zulhijjah melaksanakan ibadah wukuf di Arofah. Kumandang talbiyah, labbaika allahumma labbaik, labaika.... memenuhi kawasan mas'aril haram.

Secara hukum, ibadah haji merupakan hal yang wajib bagi yang mampu sesuai sesuai dengan firman Allah Swt dalam Al-Qur'an Surah Ali Imron ayat 97 yang berbunyi, 


Artinya, Dan (diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu.

Jamaah Salat Id Rahimakumullah,
Anjuran ibadah yang kedua yakni ibadah kurban. Ibadah ini hukumnya adalah sunnah 'ain bagi individu dan sunnah kifayah bagi anggota keluarga. Hal ini memiliki kaitan dengan ibadah haji yang bersumber dari ajaran Nabi Ibrahim AS.

Pada hari ini, lebih 3000 tahun yang lalu, Nabi Ibrahim As menjalankan manasik keagamaan yang mengandung nilai-nilai ke-Ilahi-an, ketauhidan, kesabaran dan pengorbanan manusia kepada Tuhannya. Pada saat itu Nabi Ibrahim As diuji Allah dengan ujian yang sangat luar biasa beratnya. Sebagaimana sudah kita ketahui, Nabi Ibrahim  melalui mimpinya diperintah Allah Swt untuk menyembelih (mengurbankan) putra tercintanya, Ismail As. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam al Quran surat As Shofat : 100-111

Yang artinya: "Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, Sungguh dia termasuk hamba Kami yang beriman."

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Selain itu, yang lebih penting adalah bagaimana memetik pelajaran dari perintah Allah tersebut dalam kehidupan saat ini. Ibadah Haji merupakan ibadah mahdlah dan bersifat fisik. Apa pelajarannya?Pelajaran yang bisa diambil dari ibadah ini adalah bahwa saat kita berkumpul dengan jutaan orang di tanah yang luas, kita merasa betapa kecilnya kita. Dalam kondisi seperti itu, tidak pantas bagi kita untuk sombong. Kita membutuhkan orang lain agar bisa membantu kita, dan agar orang lain tidak menyakiti kita.

Tolong menolong dan saling pengertian dibutuhkan dalam upaya kita beribadah kepada Allah. Karena kita tidk bisa beribadah dengan baik,tanpa ada sikap tolong menolong.

Sedangkan secara spiritual apa yang bisa kita rasakan, alami dan refleksikan di tanah suci, saat kita betul-betul merasa dekat kepada Allah, hendaknyalah bisa berpengaruh kepada sikap dan perilaku kita terutama dalam kehidupan bermasyarakat saat kita kembali ke kampung halaman, daerah kita. Dengan begitu, ibadah haji akan memompa kita untuk lebih giat lagi dalam berjuang demi tegaknya kesejahteraan dan keadilan di tengah-tengah masyarakat dan bangsa, termasuk di kampung kita, Wonosari atau Karimun ini .

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar wa LillahiIlhamdu

Tentang pelajaran yang mesti kita ambil dari ibadah kurban adalah bahwa dalam kehidupan ini kita tidak semata-mata berpatok ke material, tapi lebih dari itu, itulah spiritual. Dalam kitab-kitab Fiqih disebutkan bahwa daging hewan kurban harus disedakahkan dan tidak boleh dijualbelikan. Karena itu, dalam berkurban kita diajarkan bahwa, dalam hidup ini semuanya tidak bisa sekadar material atau harta, tidak sekadar dihitung dengan uang saja. Ada nilai spiritual yang menjadi pertimbangan dan ukuran.

Spiritual, yang berasal dari kata spirit yang berarti semangat, artinya ada semangat untuk beribadah, semangat untuk berkurban, berjuang untuk kebenaran, melakukan sesuatu kebaikan, dan lain-lain. Kita melakukan pekerjaan tidak sekadar mencari harta benda. Saat bekerja seseorang tidak semata-mata mengejar uang, tapi juga berkah, pahala dan kebersamaan untuk saling menolong. Itulah nilai-nilai spiritual dalam beragama, khususnya berkaitan dengan Idul Adha yang kita rayakan, lebih khusus dalam ibadah kurban itu sendiri..

Jamaah salat Id rahimakumullah,
Demikian khutbah yang sempat disampaikan, semoga ibadah yang sedang dijalankan oleh para jamaah haji di Tanah Suci bisa menjadi haji yang mabrur dan ibadah kurban yang akan kita lakukan sebentar lagi dihitung Allah sebagai amal yang bisa membawa kita menjadi manusia yang tidak hanya sekadar bersikap materialis, tetapi juga memiliki jiwa spiritualis yang tinggi. 
*Dari berbagai sumber
*Dibawakan di Al-Ubudiyah, 1445/ 2024

22 Mei 2024

Dimulainya Lomba MTQH Provinsi Kepri

Dimulainya Lomba MTQH Provinsi Kepri


SETELAH dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, SE MM,  Selasa (21/05/2024) malam maka pagi ini MTQH ke-10 Provinsi Kepri 2024 memulai berbagai cabang lomba sesuai cabang dan golongan serta lokasi lombanya. Ada cabang tilawah (anak-anak, remaja, dewasa dan canet), ada cabang tartil, tahfizh, fahmil quran dan beberapa cabang lainnya.

Setiap cabang berlangsung di venew (lokasi lomba) masing-masing. Di astaka utama, misalnya berlangsung cabang tilawah dan murottal mujawwad, cabang tahfizh golongan 1-5 juz di Masjid Sulthon sementara untuk golongan 10, 20 dan 30 juz di lokasi lainnya pula. Setiap cabang atau golongan juga dengan Majelis Hakim berbeda-beda. Saya sendiri bersama 11 orang lainnya kebetulan berada di cabang tahfizh golongan 1-5 juz tilawah. 

"Sungguh menyenangkan bertugas di masjid yang bernuansa Masjid Nabawi ini." Begitu komentar teman saya sesama Dewan Hakim di masjid kebanggaan masyarakat Batam ini. Saya mengaminkan pernyataan sahabat saya itu. Masjidnya sangat besar.

Sebanyak tujuh orang hafizh-hafizhoh sudah tampil di hari pertama ini. Lombanya berlangsung dari pagi hingga siang hari. Menjelang zuhur. Sementara bakda zuhur dilaksanakan cabang tahfizh 20-30 juz dengan Majelis Hakim yang berbeda. Majelis Hakim 1-5 yang diketuai oleh Ustaz Mansur, SQ dapat kembali ke hotel jika tidak ingin mendengar dan menyaksikan tampilan golongan 20-30 juz.

Begitulah info lomba pada MTQH ke-10 Provinsi Kepri di Batam pada hari pertama ini. Dan hari inilah hari pertama bermulanya aneka lomba di ajang MTQH ke-10 Provinsi Kepri tahun 2024. Besok akan dilanjutkan yang belum tampil hari ***

5 Mei 2024

Prof Abdul Somad: Jangan Mati Sebelum Membangun Masjid

Prof Abdul Somad: Jangan Mati Sebelum Membangun Masjid


MASJID Hijir Ismail di Kompleks Islamic Centre Tanjungbatu, Kundur Jumat (03/05/2024) subuh, itu terasa sempit. Masjid terbesar di Pulau Kundur dan masjid ketiga dibangun oleh Pemda Kabupaten Karimun sekaligus dikelola oleh Pemda Karimun pagi itu betul-betul penuh oleh jamaah subuh. Dari berbagai penjuru Tanjungbatu dan sekitarnya hadir di pagi hari mulia itu. 

Masjid Hijir Ismail adalah salah satu dari tiga masjid Pemda. Dibangun oleh Pemda dengan dana APBD dan dikelola juga oleh Pemda dengan menunjuk imam dan pengurusnya. Imamnya adalah hafiz yang secara bulan dibantu honornya. Dua Masjid Pemda lainnya adalah Masjid Agung Kabupaten Karimun (di Poros Kecamatan Meral) dan Masjid Baiturrahman di Kecamatan Karimun (keduanya ada di Pulau Karimun).

Sekadar ingatan, kalau Masjid Agung dibangun di era Muhammad Sani menjadi Bupati, Masjid Baiturrahman dibangun di era Nurdin Bsirun menjadi bupati sementara Masjid Hijir Ismail, Kundur dibangun di saat Uunur Rafiq menjadi bupati. Masyarakat Kabupaten Karimun beruntung memiliki Pemerintahan yang menjadikan masjid sebagai salah satu perioritas pembangunan selain pembangunan  infrastruktur lainnya.

Kehadiran UAS (Ustaz Abdul Somad) selama dua hari di Kabupaten Karimun membuat masyarakat berkesempatan mendengar langsung ceramah UAS. Selama ini masyarakat banyak menyimak tausiahnya melalui You Tobe atau apliaksi TikTok saja. Kini dia mengisi di beberapa tempat seperti di Kecamatan Kundur Barat, Kamis malam. UAS mengisi tausiah pada acara halal bihalal yang dilaksanakan Pemda Kabupaten Karimun di Kuba.

Subuh besoknya (Sabtu) itulah UAS mengisi tausiah subuh di Masjid Hijir Ismail. Karena itulah maka jamaah subuh itu sungguh membludak. Terasa kecil masjid ini pada pagi ini, kata salah seorang jamaah subuh kepada saya. Sesungguhnya bukan sempit tapi jumlah jamaah yang begitu ramai.

Isi tausiah UAS pagi ini cukuplah banyak bervariasi. Dia menjelaskan beberapa tokoh yang membangun masjid. Untuk orang membangun masjid? Adalah untuk mendapatkan perlindungan kelak di hari akhirat. Untuk itu UAS memberi motivasi kepada jamaah untuk bergairah membangun masjid. "Jangan mati sebelum membangun masjid," katanya mengiktibarkan pentingnya umat Islam membangun masjid. 

"Sekurang-kurangnya ikut membangun atau melanjutkan pembangunan masjid yang sudah ada," pintanya kepada hadirin. Adalah penting bagi umat agar bersemangat membangun masjid sekaligus bersemangat beribadah di masjid. Demikian UAS menutup tausiahnya.***

13 Apr 2024

Materi Khutbah Idul Fitri 1445

Materi Khutbah Idul Fitri 1445


SEMBARI mengagungkan asma Allah, marilah kita bersyukur atas rahmat dan nikmat yang dilimpahkan-Nya kepada kita. Alhamdulillah, pagi ini kita diizinkan hadir bersama untuk menyemarakkan syiar Dinullah, melaksanakan salat Idul Fitri, 1445 H bersamaan 2024 M di Masjid Baitussalam ini. Kiranya segala ikhtiar, tenaga, harta dan masa yang kita dedikasikan ini akan mendapat ridho Allah Swt, amin ya robbalalamin.

Sholawat dan salam kita persembahkan untuk junjungan alam, Rasulullah Saw atas kegigihan dan keuletan serta kesabarannya menyampaikan risalah Allah kepada umatnya, telah mengantarkan kita ke gerbang panduan akidah yang benar. Jika kita berpegang teguh dengannya, insyaallah akan menyelamatkan kita dari kesasatan. Kata Nabi, "Telah kami tinggalkan dua perkara, jika kalian berpegang teguh dengannya, kalian tidak akan sesat selamanya."

Kaum muslimin, hamba Allah yang mulia.
Judul khutbah kita pada pagi ini, ‘Memantapkan Hubungan dengan Allah dan Sesama Manusia Itulah Buah Takwa’. 

Saat ini kita tengah merayakan Idul Fitri. Merayakan kemenangan setelah satu bulan penuh menjalani ujian pengendalian nafsu. Selama satu bulan, kita berpuasa, tidak sekadar puasa dari makan, minum, merokok, dan lain-lainnya tetapi kita juga berpuasa dari berbicara, mendengar, melihat bahkan berpikir kepada segala sesuatu yang dilarang Allah. Hari-hari satu bulan yang lalu, itu alhamdulillah telah kita lewati dengan memperbanyak amal-ibadah kepada-Nya.

Selama satu bulan kita berjuang lahir dan batin. Teriknya mata hari yang membuat lapar dan dahaga di siang hari, beratnya kerja yang menjadikan badan kehabisan tenaga, tidak menyebabkan kita silau dan khilaf untuk membatalkan puasa. Begitu pula di waktu malam, badan letih tidak menggoyahkan iman dan kesungguhan kita untuk memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Allah. Tarwih, witir, tadarus alquran serta ibadah lainnya kita tunaikan demi mendapatkan  keridhoan Allah Swt. Itulah bukti kita mematuhi perintah-Nya; athii’ullaha wa athii’urrasul, patuh kepada Allah dan patuh juga kepada Rasul-Nya.

Memang berat. Namun dengan kesungguhan dan kesadaran bahwa hidup di dunia yang bagaimanapun menyenangkan, toh akan berakhir dengan kematian: pertanda akan bermulanya hidup abadi dengan pertanggungjawaban penuh atas apa yang kita lakukan di dunia ini. Kita sadar betul bahwa apapun yang kita perbuat di dunia, kelak akan kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Sekecil apapun perbuatan, baik atau buruk, itu akan kita pertanggungjawabkan. Kepada kita akan diperlihatkan apa yang telah kita lakukan. Faman ya’mal mitsqoolazarrotin khairon yaroh, waman ya’mal mitsqoolazarrotin syarraan yaroh. 

Allahu akbar ..3 x
Sidang Idul Fitri yang dirahmati Allah.
Kehadiran Idul Fitri dan hari-hari selanjutnya, adalah kesempatan kita membuktikan kokohnya hubungan kita dengan Allah (hablumminalloh) dan kian kuat pula hubungan sesama kita, manusia (hablumminannas). Dua hubungan, vertikal dan horizontal haruslah menjadi dasar langkah kita meninggalkan Ramadhan, menyambut Syawal dan bulan-bulan seterusnya.

Harmonisasi hubungan dengan Allah di satu sisi, serta harmonisnya hubungan sesama manusia di sisi lain adalah jaminan akan terwujudnya harmonisasi kehidupan manusia baik dalam bahtera kehidupan duniawi terlebih lagi dalam usaha mempersiapkan kehidupan ukhrawi yang abadi. Itulah buah takwa yang menjadi harapan kita. Tanpa hubungan baik itu betapa akan sulitnya kita menjalani hidup kita. Malah jika hubungan ini tidak mampu kita jaga malapetaka akan senantiasa menghadang kita. Firman Allah, "Dhuribat alaihimuzzillatu aina ma tsuqifu illa bihablin mina llahi wahablin minannas."
Artinya: Akan ditimpakan ke atas mereka kehinaan (seperti kesusahan, kesukaran, gangguan dll) kecuali jika mereka tetap berpegang teguh dengan tali (agama) Allah dan begitu pula memperkokoh hubungan sesama manusia.

Hadirin, sidang jamaah Idul Fitri rahimakumullah,
Hubungan dengan Allah berarti secara keseluruhan setiap gerak-langkah serta tindak-tanduk kita tak boleh terlepas dari kendali aturan Allah. Tidak hanya tatkala sholat, berpuasa, haji, tadarus atau tahajjuj, bahkan saat minum, tidur, bekerja, berolahraga, dll, kita harus tetap menjaga hubungan dengan Allah. Itu semua harus selalu berada dalam koridor hablumminallah, karena itulah bukti takwa sesungguhnya.

Sebagai petani, misalnya jadilah petani yang yang diredhoi Allah, yaitu petani yang berharap hasil dari apa yang ditanam. Bukan petani yang diam-diam memindahkan sempadan tanah atau diam-diam memetik buah tanaman orang lain. Sebagai nelayan, jadilah nelayan yang diredhoi Allah, yang hanya mengambil dan memanfaatkan hasil dari tangkapannya. Sebagai pedagang, hendaklah berdagang dengan baik dan jujur. Pedagang yang memperoleh keuntungan untuk dirinya tanpa menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Begitu pulalah profesi lainnya, sebagai aparatur pemerintah, pegawai negeri, pengusaha, misalnya. Apapun aktifitas-muamalah kita ingatlah senantiasa kepada Allah. Bayangkanlah selalu bahwa Allah senantiasa ada bersama kita. Itulah bukti terpeliharanya hubungan dengan Allah supaya kita tidak melakukan kecurangan dan kezoliman dalam bekerja. Kata Nabi, "Bahwa engkau menyembah Allah (beraktifitas) hendaklah seakan-akan engkau melihat-Nya; dan apabila engkau tidak bisa melihat-Nya, (yakinlah) sesungguhnya Allah melihatmu."

Dengan mengingat dan mengikuti aturan Allah berarti kita telah menjadi orang beriman dan senantiasa menjalin hubungan serta berpegang teguh dengan ketentuan Allah. Itulah orang beriman yang hatinya akan tenang bilamana mengingat Allah karena sesungguhnya itulah buah takwa yang kita perjuangkan selama Ramadhan. Firman Allah dalam surat Ar-Ra’du yang artinya, "Orang-orang beriman, akan senantiasa tentram hatinya bila mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hatimu akan tenang dan tentram."

Allahu akbar 3x, walillahilhamd.
Hadirin, kaum muslimin rahimakumullah,
Hubungan kedua yang wajib kita bangun dan mantapkan adalah hubungan sesama manusia, hablumminannas. Yang pertama adalah hubungan antara seorang anak dengan kedua orang tuanya dan sebaliknya, atau dalam keluarganya. Selanjutnya hubungan sesama manusia lainnya.

Dalam surah Al-Isra’ ayat 23 Allah berfirman yang artinya, "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah mengatakan kepada keduanya perkataan ‘Ah’, dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."

Sebagai makhluk sosial kita tidak akan mampu berdiri sendiri. Setinggi apapun pangkat dan jabatan, tidak ada gunanya tanpa kurir. Jenderal tidak bermanfaat tanpa prajurit. Kepla Kantor, Kepala Sekolah atau kepala pejabat apapun, tidak akan ada jika tidak ada murid atau bawahannya. Yang kaya ada karena ada yang miskin. Begitulah keterkaitan manusia satu dengan lainnya. Maha adil Allah dengan ciptaann-Nya. Tapi Allah menegaskan bahwa hubungan dengan kedua orang tua adalah kunci dari segalanya. Bahkan ditegaskan oleh Nabi, bahwa ridho Allah akan diukur dan ditentukan oleh ridho orang tuanya. Jadi, hubungan dengan orang tualah yang didahulukan bersamaan hubungan sesama manusia lainnya.

Ingatlah, tidak mungkin kita mampu mambalas jasa dan pengorbanan kedua orang kita. Sedari kecil hingga dewasa, betapa kehidupan kita sangat ditentukan oleh orang tua kita. Bahkan seorang ibu, sedari dalam kandungan sudah merasakan betapa derita merawat, memelihara dan membesarkan anak-anaknya. Itu tidak akan pernah mampu terbalas oleh kita dengan apapun. Hanya hormat dan berbuat baiklah yang yang akan menentukan hubungan kita akan terus harmonis dengan orang tua kita.

Hadirin,
Lalu hubungan sesama manusia lainnya menjadi dasar pula untuk harmonisasi hubungan dengan Allah. Itulah sebabnya dengan tegas Allah mengingatkan bahwa kita akan senantiasa dalam liputan kesulitan bilamana tidak menjaga dan memperkokoh hubungan dengan Allah dan hubungan sesama manusia, sebagaimana firman-Nya dalam surah Ali-Imran ayat 112 itu tadi. Apa saja yang akan kita lakukan tidak dapat dan tidak mungkin kita menapikan orang lain. Karenanya, hubungan sesama manusia wajib tetap dijaga dan dipelihara sepanjang hayat kita. Baik di rumah tangga dan keluarga, bermasyarakat dan berbangsa, kita tidak ingin Allah mencela kita dengan bermacam musibah menimpa, hanya karena tidak terjaga dan terpeliharanya hubungan harmonis sesama manusia.

Allahu akbar 3x, walillahilhamd.
Kaum muslimin, jamaah Idul Fitri rahimakumullah,
Lalu bagaimana kita menjaga hubungan baik kita sesama manusia? Ada beberapa langkah strategi yang mesti kita lakukan, 

1. Pemaaf; memberi maaf kepada seseorang, baik sengaja maupun tidak sengaja telah melakukan kesalahan kepada kita merupakan langkah awal terciptanya rasa damai dan tenteram di antara kita. Segala bentuk perselisihan permusuhan dan kekhilapan akan berakhir dengan kedamaian jika kita mampu saling memaafkan. Melupakan segala bentuk dendam dengan memulai lembaran baru yang harmonis adalah peringkat paling tinggi dan mulia di antara orang-orang pemaaf. Firman Allah dalam surah Al-A’raf ayat 199, khudzil ‘afwa wakmur bilma’ruf waa’ridh ‘aniljaahilin. Artinya, 'Jadilah engkau orang-orang yang suka memberi maaf; dan ingatkanlah orang untuk berbuat baik serta menghindar dirilah dari orang-orang bodoh.' Sementara pada ayat lain surah Asy-Syuura Allah mengatakan, faman ‘aafa waashlaha faajruhu Alallah. Barangsiapa yang suka memberi maaf maka Allah menjanjikan pahala untuknya.

2. Rendah Hati; dengan sifat rendah hati orang akan terhindar dari sifat sombong dan angkuh. Firman Allah dalam surah Al-Furqan ayat 63, Wa'ibaadurrahmanillaziinyamsyuuna alal ardhi haunan waiza khathobahumul jaahiluuna qaaluu salaaman. Maksudnya, 'Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Pengasih adalah mereka yang berjalan di muka bumi ini dengan rendah hati, tidak angkuh; dan apabila orang jahil menyapa atau bersikap tidak sopan terhadap mereka maka mereka menjawab dengan jawaban yang dapat menimbulkan kedamaian.'

Jadi, sifat rendah hati akan membuat orang senang dan damai dengan kita. Sebaliknya sifat tinggi hati dan sombong akan membuat orang menjauh dari kita.

3. Bersyukur; bersyukur berarti senantiasa mengingat dan memperhatikan apa saja yang diperoleh dan menerimanya dengan ikhlas. Bersyukur atas segala sesuatu yang kita peroleh bermakna pula kita harus menyadari dari mana sesuatu itu diperoleh. Di situlah kita akan dituntut untuk tetap menjaga hubungan dengan si pemberi yaitu Allah Khaliqul Rahman. Dalam salah satu hadis, nabi mengingatkan kita, 'Barangsiapa yang tidak menyadari bahwa Allah memiliki anugerah kepadanya selain makan dan minum maka ia telah membatasi usahanya dan akan mempercepat jatuhnya malapetaka kepadanya.'

Kita harus membuktikan bahwa rasa syukur kita tidak sekadar ikhlas menerima anugerah Allah, tapi juga ikhlas dan sabar bilamana rizki yang diberikan Allah akan kita sampaikan di jalan Allah. Jika kita melihat orang-orang miskin dan anak yatim membutuhkan kita, segeralah kita ulurkan tangan kita untuk mereka. Itulah wujud syukur yang dikehendaki Allah. 

Hadirin, sidang idul fitri yang dirahmati Allah,
Demikianlah sedikit tausiah kita pada pagi Idul Fitri ini. Sekali lagi, mari kita sadarilah bahwa hubungan yang kokoh dengan Allah dan dengan manusia itulah buah takwa yang selama satu bulan kita perjuangkan. Untuk itu hendaklah kita pahami betapa mutlaknya hubungan ini kita jaga dan kita perkokoh dari waktu ke waktu. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menjaga hubungan ini, amin. Billahi taufiq walhidayah, Wasalamu’alaikum ww.

Wonosari, 10 April 2024

* Dibawakan untuk khutbah Idul Fitri 1445/ 2024
di Masjid Baitussalam, Pamak, Tebing

12 Mar 2024

Biasa, Hari Pertama Jamaah Saling Berlomba

Biasa, Hari Pertama Jamaah Saling Berlomba


TIDAK salah jika di awal-awal Ramadan para jamaah berbondng-bondong meramaikan masjid atau musalla. Di Masjid Al-Ubudiyah, misalnya, masjid di tempat saya ini tampak lebih semarak malam ini. Saya percaya, hakkul yakin di masjid-masjid lain pun begini ramainya. Inilah malam pertama tarwih dilaksanakan untuk Ramadan 1445 (2024). 

Bagi kelompok atau organisasi keagamaan Muhammadiyah, Ahad (10/03/2024) malam adalah hari pertama tarwihnya. Ini sesuai keputusan PP Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadan 2024 jatuh pada hari Senin (11/03/2024).Bagi umat lainnya, yang mengikuti Pemerintah yang menetapkan awal Ramadan satu hari sesudahnya maka Senin malamlah berbondong-bondong ke masjid. Seperti di masjid kampung saya ini.

Bahwa jamaah meramaikan masjid, ya, karena ingin mendapatkan berkah dan pahala di bulan mulia. Mungkin juga dengan motivasi lainnya. Masyarakat datang dengan pakaian rapi dan menggunakan pakaian baru, ya karena masyarakat ingin menunjukkan bahwa rasa gembira menyambut Ramadan bisa dalam bentuk berbagai macam. Termasuk memakai pakaian serba baru dan wewangian, mungkin. Bahkan jika dalam hatinya ada rasa ingin berkompetisi (berlomba) dalam kebaikan beragama, ya itu juga tidak masalah. Niat juga yang menentukan motivasi kita.

Bahwa di awal-awal Ramadan masyarakat seolah-olah berlomba-lomba datang ke masjid atau musolla, berlomba-lomba juga dalam bersedekah atau memberi makan orang-orang yang membutuhkannya, itu semua tidak ada masalahnya. Allah justeru menyuruh hamba-Nya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Tapi ingat, jangan berlomba-lomba untuk keburukan dan permusuhan. Itu sejalan disampaikan Allah.

Oleh karena itu, jika masyarakat betul-betul ingin berlomba dalam niat berbuat baik selama Ramadan mulia ini, alhamdulillah saja. Tidak harus khawatir akan dipandang riya atau berlebih-lebihan. Sekali lagi, akhirnya memang niat ikhlas dan niat baik jamaah jualah yang menentukan nilainya di sisi Allah.***

19 Feb 2024

Pengurus Banyak Beralangan, Rapat Tetap Dilanjutkan

Pengurus Banyak Beralangan, Rapat Tetap Dilanjutkan


SATU kelaziman dalam kepengurusan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Karimun adalah jumlah peserta rapat yang selalu tidak seberapa berbanding jumlah keseluruhan pengurus. Selalu ada sejumlah pengurus --dalam jumlah lebih besar, bahkan-- yang tidak bisa hadir dalam rapat. Selalu ada alangan.

Dari satu masa bakti ke masa bakti berikutnya, selalu peserta rapat pengurus MUI Karimun dalam jumlah yang sangat sedikit. Bukan saja kurang dari setengah jumlah pengurus, tapi bisa lebih dari 75 persen pengurus tidak hadir. Ada banyak alasannya.

Jumlah anggota pengurus yang jarang sekali memenuhi kuorum dalam setiap rapat tidak menjadi alasan pengurus yang hadir untuk tidak melanjutkan rapat. Rapat tetap dilanjutkan dan keputusan tetap ditetapkan. Pimpinan rapat akan meminta kepada pengurus yang hadir agar seberapa orang pun peserta hadir maka disepakati rapat tetap dilanjutkan. Hasil rapat juga dinyatakan sah.

Rapat pengurus MUI hari Senin (19/02/2024) ini, misalnya kembali jumlah pengurus yang hadir sangat sedikit. Dari 70-an orang anggota pengurus MUI Kabupaten Karimun yang dapat hadir dalam rapat hanya sebanyak 7 orang saja. Kurang-lebih 10 persen saja yang bisa hadir. Beberapa orang mengirimkan pesan minta izin. Tapi khusus hari ini hanya pengurus harian dan ketua komisi saja yang diundang.

Sesungguhnya rapat hari ini sangatlah penting. Ketua Umum MUI, Drs. H. Afrizal yang langsung memimpin rapat menjelaskan bahwa agenda rapat hari ini sangatlah penting. Katanya, ada dua agenda penting yang harus dibahas dalam rapat ini.

"Rapat kita sebenarnya sangat penting. Sayang kawan-kawan ramai betul yang tidak bisa hadir. Kita mau membahas evaluasi pelaksanaan program kegiatan tahun 2023 sekaligus membahas kegiatan menjelang dan selama Ramadhan," katanya. Tapi ketua menegaskan bahwa rapat kita tetap akan dilanjutkan.

Dua agenda yang sudah disampaikannya dan beberapa hal penting yang juga muncul dalam rapat, tetap dibahas bersama. Rapat berjalan lancar dan beberapa keputusan dihasilkan, misalnya kegiatan yang akan dilaksanakan dalam bulan suci itu nanti. Termasuk membahas tim Sapari Ramadhan bersama Pemda Karimun.***

5 Jan 2024

Jumatan di Masjid Al-Hidayah Patam Lestari Batam

Jumatan di Masjid Al-Hidayah Patam Lestari Batam


Catatan M. Rasyid Nur
BERSAMA Wakil Bupati Karimun dan rombongan kami jumatan di Masjid Al-Hidayah, Patam Lestari, Batam. Merasa istimewa melaksanakan salat jumat di masjid tua ini karena saya tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Sejatinya saya melaksanakan salat jumat di Wonosari, tempat saya bermastautin di Pulau Karimun. Alhmadulillah merasakan salat di tempat lain. 

Jumat (05/01/2024) ini Wakil Bupati Karimun selaku Ketua Umum LPTQ Kabupaten Karimun mengadakan kunjungan kerja ke Quran Center, Batam. Tujuannya untuk berjumpa dengan direkturnya, Mahadi Rahman. Sebagai orang nomor satu di LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) Kabupaten Karimun, Pak Wabup saat ini tengah mempersiapkan kafilah Kabupaten Karimun untuk MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) Tingkat Provinsi tahun 2024. Jadi, tujuan kunjungan ke Mahadi yang adalah salah seorang Pembina peserta MTQ Kabupaten Karimun adalah untuk konsultasi dalam rangka persiapan MTQ Tingkat Kabupaten Karimun 2024 sekaligus persiapan MTQ Tingkat Provinsi Kepri. 

Bersama Wabup ikut Staf Ahli Bupati, H. Ramli, Ketua Harian LPTQ Kabupaten Karimun, H. Syamsul Arif dan Wakil, HM. Rasyid Nur serta salah seorang pengurus lainnya, Suhardi. Rencana koordinasi akan dilaksanakan bakda jumatan. Untuk itu salat jumat di Masjid Al-Hidayah, Patam Lestari yang tidak jauh dari lokasi rencana pertemuan. Masjid tua ini ternyata dikelola dengan baik. Itu terbukti dengan begitu besarnya saldo kas masjid dan salat di sini terasa adem karena sudah pakai penyejuk ruangan.

Imam hari ini adalah Ustaz Syamsuddin sementara khatibnya adalah Ustaz M. Abizar Hudairi. Dalam khutbahnya khatib berpesan untuk banyak berzikir kepada Allah yakni dengan perbanyak doa selain melaksanakan ibadah-ibadah sebagai mematuhi perintah Allah. Dengan zikir seseorang akan merasa nyaman dan tenang.

"Dengan zikir insyaallah kita akan dipelihara oleh malaikat Allah," kata Pak Khatib. Dia menambahkan, ada amalan zikir yang ringan tapi Allah sayang kepada orang yang mengamalkannya. Dia menyebutkan kalimat, subhanallah wabihamdihi, subhanallahil azhim. "Ucapkanlah zikir itu berulang-ulang sambil menyerahkan diri kepada Allah," katanya. Saya setuju dari semua pesan khutbah yang disampaikannya.***

2 Jan 2024

Melatih Anak-anak Kita Salat Sedari Kecil

Melatih Anak-anak Kita Salat Sedari Kecil


Catatan M. Rasyid Nur

SUDAH diketahui umum, kalau melaksanakan salat bagi kita (muslim) adalah wajib hukumnya. Salat adalah salah satu dari lima rukun (tonggak) agama. Jika tidak menunaikan salat sebagai sebuah kewajiban, artinya kita tidak atau belum berstatus muslim yang sebenarnya. Selain syahadat, zakat, puasa dan haji, salat adalah rukun Islam yang utama dalam lima rukun yang ada. Salatlah yang akan menjadi patokan penilaian ibadah kelak di hadapan Tuhan.

Memulai, baik belajar maupun praktik salatnya hendaklah sedari kecil. Ini juga perinsip dan ketentuan yang pasti diajarkan kepada anak-anak dalam keluarga. Pemahaman salah satu hadits, Suruhlah anak-anak Anda melaksanakan salat sejak kecil. Sejak di umur tujuh tahun. Itu pula pesan orang tua kepada anak-anaknya. Itu juga pesan guru kepada siswanya.

Melaksanakan salat sedari kecil lebih kepada pembiasaan. Mengingat pesan orang tua-tua, 'kecil teranja-anja; sudah besar terbawa-bawa; ketika tua terubah tidak' adalah kata-kata indah dari orang tua-tua. Ajaran agama sendiri pun menyuruh begitu. Hendaklah kalian suruh anak-anak kalian salat sejak usia 4-5 tahun dan paksakanlah, kalau perlu dipukul jika dalam usia tujuh tahun tidak juga mau melaksanakan salat. Ini ajaran agama. Pemahaman dari salah satu hadits.

Sesungguhnya keluarga muslim pasti akan menyuruh dan mengajarkan anak-anaknya melaksanakan salat. Salat sebagai salah satu kewajiban bagi seorang muslim hanya akan terlaksana saat seseorang telah dewasa, jika ketika usia anak-anak sudah terbiasa melaksanakannya. Sebagaimana pemahaman peribahasa di atas, bahwa kebiasaan-kebiasaan saat kecil akan terbawa-bawa saat besar dan tidak lagi akan berubah ketika sudah tua. Maka ajarkanlah anak-anak melaksanakan salat karena saat anak-anak itulah proses pembiasaan bisa dilaksanakan.

Di sekolah tertentu dewasa ini bahkan menjadikan salat sebagai pendidikan dan pembiasaan. Pembiasaan salat pun menjadi cara terbaik untuk membentuk akhlak (karakter) peerta didik. Atas fakta bahwa kebiasaan di masa kecil akan menjadi bagian hidup setelah dewasa, maka orang tua yang berharap anak-anaknya kelak melaksanakan salat setelah dewasa, pasti akan menyuruh anak-anaknya belajar dan melaksanakan salat sejak kecil. Begitupun di sekolah. Semoga saja  anak-anak kita adalah generasi beragama dan taat dalam melaksanakan ajaran agamanya.***

25 Des 2023

Mari Kita Ucapkan Selamat Nataru Kepada Sahabat-sahabat Kita Itu

Mari Kita Ucapkan Selamat Nataru Kepada Sahabat-sahabat Kita Itu

Foto Google

SELAMAT Tahun Baru, selamat Nataru. Nataru adalah singkatan Natal dan Tahun Baru. Selamat Nataru, maksudnya Selamat Natal dan Selamat Tahun Baru. Setiap tahun, di akhir tahun khususnya, lebih khusus lagi setiap 25 Desember seperti hari ini sahabat-sahabat kita penganut agama Kristen dan Katolik memperingati dan merayakan hari Natal sekaligus menyambut tahun baru. Dari situlah lahir akronim 'nataru'. 

Berbagai doa kebaikan dan keselamatan disampaikan. Tidak pula terlupakan doa-doa dan harapan untuk keampunan dari Tuhan. Pengakuan kesalahan dan dosa lazimnya saling menyampaikan, khususnya kepada diri masing-masing. 

Sebagai bangsa dengan masyarakat yang agamais kita saling mengucapkan selamat dan doa di setiap tanggal dan tahun turunya hari besar agama. Bagi umat Kristiani dan Katolik tentu tidak semata memperingati, tapi juga melaksanakan ibadah sesuai ajaran Natal itu sendiri. Berkumpul dan melaksanakan kebaktian di rumah-rumah ibadah mereka ingin hubungan terbaik dengan Sang pencipta terjaga dengan baik.

Kita yang bukan penganut agama ini tentu saja memberikan rasa selama dan doa kepada sahabat-sahabat kita ini. Kita herapkan mereka dalam kebahagiaan mereka, mendapatkan berkah dan petunjuk dari Tuhan untuk terus bersama hidup aman dan damai dalam kesatuan Negara Republik Indonesia. Selamat NATARU, sahabat-sahabat kami. Mari terus kita bersatu, menjaga bangsa dan negara kita.***

26 Nov 2023

MUI Kabupaten Kembali Laksanakan Program Kegiatan

MUI Kabupaten Kembali Laksanakan Program Kegiatan


MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Karimun kembali melaksanakan kegiatan sesuai program kerja tahun 2023. Sabtu (25/11/2023) ini melalui Komisi Dakwah MUI melaksanakan pengajian agama bagi Ibu-ibu yang tergabung dalam BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) Kecamatan Tebing, Meral dan Meral Barat.

Pengajian dengan penceramah Ustaz Fitriansyah, itu dihadiri oleh Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos, M Si, pejabat kecamatan dari tiga kecamatan di Pulau Karimun dan tentu saja para pengurus MUI Kabupaten Karimun. Tampak Ketua MUI Kabupaten Karimun, Drs. H. Afrizal dan didampingi para Wakil Ketua serta beberapa orang pengurus lainnya bersama pejabat lainnya itu.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.30 itu dilaksanakan di Masjid Darussalam Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing. Diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci alquran oleh seorang qoriah Kabupaten Karimun acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua MUI Kabupaten Karimun, H. Afrizal.

Dalam sambutannya Afrizal mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh MUI Kabupaten Karimun sesuai Program Kerja MUI Karimun untuk tahun 2023. Setiap komisi melaksanakan kegiatan sesuai dengan program yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Pengajian sore ini merupakan kegiatan dari Komisi Dakwah. Ini sudah untuk kedua kali dari kegiatan Komisi Dakwah," jelas Ketua MUI itu. Afrizal berharap tausiah yang akan disampaikan oleh penceramah dapat disimak dan serap untuk pedoman kita dalam kehidupan sehari-hari. Begitu dia berharap kepada jamaah yang memenihi masjid itu.

Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq yang memberikan sambutan dan pengarahan juga mengharapkan kepada jamaah untuk menyimak dan memperhatikan tausiah yang disampaikan Ustaz Fitriansyah. Selain itu Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus MUI yang telah melaksanakan beberapa kegiatan sesuai dengan komisi yang ada di kepengurusan MUI Kabupaten Karimun masa bakti 2022-2027.***

23 Nov 2023

Menuliskan Doa di Malam Jumat untuk Dibaca dengan Khdimat

Menuliskan Doa di Malam Jumat untuk Dibaca dengan Khdimat


SESUNGGUHNYA tiap hari dan tiap malam dapat saja kita berdoa. Kapan saja tanpa harus membeda-bedakan hari. Tidak juga mesti membeda-bedakan tempat kecuali di tempat-tempat yang ditentukan Allah, itu adalah tempat mustajab. Itu boleh saja ada perbedaan. 

Para ulama dengan mengutip panduan Rasulullah menganjurkan untuk berdoa di malam tertentu, yaitu malam Jumat, misalnya. Dikatakan, sebagaiman dinukil dari hadits Nabi, jika doa dibaca di malam Jumat, lalu berpulang ke rahmatullah di malam itu, maka Allah akan memasukkannya ke dalam syurga.

Adapun doa yang dibacakan itu adalah sebagaiberikut (dalam bahasa Indonesia). Sebisanya dibacakan dalam bahasa aslinya (bahasa Arab) itu lebih baik:

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau.

Engkaulah yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu, putra hamba-Mu dan berada dalam genggaman-Mu dan nasib ku berada di tangan-Mu.

Aku memasuki petang ini atas perjanjian kepada-Mu sesuai dengan kemampuanku.

Aku berlindung dengan rida-Mu dari keburukan perbuatanku.

Aku kembali kepada-Mu dengan nikmat-Mu dan aku kembali kepada-Mu dengan membawa dosa-dosaku.

Maka ampuni dosa-dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

Dianjurkan untuk membaca doa itu sebanyak tujuh kali sebelum kita tidur. Semoga Allah mengakhiri hidup kita dengan husnul khotimah, amin. Mari kit abaca di malam Jumat untuk kiranya mendapat khdimat.***

14 Okt 2023

Malam Tabligh Akbar Bersama Buya Arrazy

Malam Tabligh Akbar Bersama Buya Arrazy


BERTAMPAT di Lapangan Kemuning Coastal Area, Karimun, Kamis (12/10/2023) malam dihelat acara Tabligh Akbar bersempena memperingati Hari Jadi Kabupaten Karimun ke-24 tahun 2023. Dari berbagai penjuru, khususnya yang bertempat tinggal di Pulau Karimun, masyarakat datang memenuhi lapangan. Hadir malam ini Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, SE MM dan rombongan. Pejabat Karimun hadir mulai dari Bupati, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos MSi, Wakil Bupati, H. Anwar Hasyim, MSi, Sekda, Dr. H. Muhammad Firmansyah, MSi, Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten dan para anggota, sampai ke pejabat di Pemda Kabupaten Karimun sendiri.

Pemda Kabupaten Karimun kali ini mengundang Buya Dr. Arrazy Hasyim, Lc, MFil,  untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat Kabupaten Karimun bersempena memperingati dan merayakan Hari Jadi Kabupaten. Dari beberapa rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Kabupaten salah satunya adalah Tabligh Akbar ini. 

Prosesi acara Tabligh Akbar diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alqur'an oleh salah seorang qori Provinsi Kepri yang juga putra Kabupaten Karimun, Amirullah, SPd. Amir, begitu dia disapa, adalah pemenang STQH Tingkat Provinsi Keperi tahun 2023. Dia akan mewakili Provinsi Segantang Lada, ini ke STQH Tingkat Nasional di Jambi.

Acara selanjutnya adalah pidato sambutan dan pengarahan, masing-masing oleh Bupati Karimun dan Gubernur Kepri sebelum tausiah agama oleh Buya Arrazy. Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran semua masyarkat, terkhusus kepda gubernur dan penceramah kita. 

"Saya, atas nama Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dan Buya Dr. Arrazy Hasyim yang baru saja sampai dari Natuna. Kini sudah di Karimun," katanya. Bupati mengharapkan dengan tausiah ini akan menambah rasa syukur kita atas nikmat dari Allah. Harapan kita bersama, semoga Karimun menjadi daerah yang diredhoi Allah, baldatun thoyyibatun waribbun ghofur. Demikian bupati antara lain menyampaikan pidato sambutannya.

Sementara sambutan dan pengarahan Gubernur Keperi, H. Ansar Ahmad mengawali pidatonya dengan menyapa semua hadirin, selanjutnya mengajak untuk syukur kepada Allah dan bersalawat kepada Rasulullah, Muhammad Saw. Beberapa pesannya anrara lain, kiranya kehadiran masyarakat dan kita semua semoga menjadi penyemangat membangun daerah kita Provinsi Kepri, khususnya Kabupaten Karimun. Katanya, Karimun adalah kabupaten yang cepat dalam pembangunannya. Itu adalah karena kebersamaan antara Pemerintah dengan masyarakatnya. "Pemda Provinsi ingin mencontoh Kabupaten Karimun untuk beberapa hal, khususnya dari sisi keagamaan. Kita ingin menjadikan provinsi agamis, agar kita tidak lupa kepada Allah, sang pemberi rahmat dan nikmat."

Terakhir, acara pokok, ceramah oleh Buya Dr. Arrazy Hasyim, Lc. Buya mengawali dengan menyampaikan nasehat Baginda Rasulullah, jika Allah berkehendak memberikan pemimpin saleh maka Allah memberikan wakilnya yang saleh juga. Saleh artinya bukan hanya taat salat, puasa atau bersedekah saja. Saleh artinya melakukan semua perbuatan yang baik. Dia mengingatkan, karena salat dhuha tapi pekerjaan pokok atau wajib ditinggalkan. Misalnya salat dhuha dikerjakan pada saat jam rapat di kantor atau jam mengajar di sekolah," katanya. Itu namanya konyol, kata buya. 

Panjang lebar buya menguraikan beberapa istilah yang sidah umum di telinga kita tapi belum terlalu paham maknanya. Kata Robb artinya wahai Tuhan, Tuhan yang menciptakan, Tuhan yang memberi rezeki, jadi makna Robb itu tidak hanya Tuhan. Iblis saja, katanya menggunakan kata Robb dalam berdoa. Maka ingatlah Tuhan atau Robb ketika berdoa.

Buya juga menyinggung keamanan di Negara Indonesia. Dia mengatakan bahwa yang paling berharga di Indonesia itu adalah keamanan dan kebebasan, termasuk kebebasan beragama. Silakan dichek di semua negara, di Indonesialah yang paling kondusip untuk beragama, katanya. Untuk itu dia meminta semua kita untuk terus menjaga keamanan ini.***

8 Okt 2023

Kali Ini Tausiah Subuh Diisi Ahbab Jamaah dari Bangladesh dan Diikuti Jamaah dari Kalimantan

Kali Ini Tausiah Subuh Diisi Ahbab Jamaah dari Bangladesh dan Diikuti Jamaah dari Kalimantan


SALAT subuh di Musalla Al-Busyro, Rumah Dinas Bupati Karimun, Sabtu (07/10/2023) ini ada yang lain dari biasa. Beberapa kali saya berkesempatan salat subuh di sini dan selalu ada tausiah subuhnya, tapi diisi oleh jamaah tempatan saja. Biasanya jamaah yang sudah terbiasa juga salat subuh di Al-Busyro, musolla di Rumah Dinas Bupati itu.

Subuh ini lain. Subuh akhir pekan ini ternyata pemberi kuliah subuhnya datang dari jauh, dari Bangladesh. Ternyata beberapa hari ini ada jamaah tabligh yang berkunjung ke Kabupaten Berazam, ini yakni jamaah tabligh yang tengah melaksanakan program 'khuruj' keluar negaranya. Dan jamaah itu datang dari luar sana, dari Banglades yang berkunjung ke Indonesia. 

Nama jamaah tersebut yang memberikan kuliah subuh, itu adalah Ustaz Al-Amin. Menurut keterangan dari salah seorang jamaah tabligh Karimun, ada lima orang jamaah tabligh dari Bangladesh dan lima orang lagi dari Kalimantan. Saat ini mereka tengah berada di Kabupaten Karimun, tepatnya di Kota Tanjungbalai Karimun.

Karena Ustaz Amin tidak bisa berhasa Indonesia maka dia menyampaikan tausiahnya dalam Bahasa Bangladesh dengan diterjemahkan oleh salah seorang jamaah tabligh dari Kalimantan, yakni Abdul Karim. Ustaz Abdul Karimlah yang mengubah bahasa penceramah pagi ini dari Bahasa Bangladesh ke Bahasa Indonesia.

Hadir pada jamaah subuh ini Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si serta beberapa orang pejabat Pemda. Beberapa orang Ketua Ormas seperti Ketua MUI, Ketua Baznas dan Ketua FKUB Kabupaten Karimun juga ikut hadir bersama bupati dan jamaah tabligh dari Bangladesh dan Kalimantan itu. 
Beberapa pesan yang disampaikan Ustaz Amin, misalnya tentang iman dan keimanan. Dengan antsias disimak oleh para jamaah subuh Al-Busyro. "Tentang bersyukur kepada Allah karena ditakdirkan mempunyai iman kepada Allah. Dengan iman pula seorang hamba akan dimasukkan ke dalam syurga," kata Ustaz.

Selain itu, dia juga mengingatkan pentingnya bersyukur itu sendiri. "Ada banyak manusia yang mendapatkan karunia nikmat berlimpah dari Allah, tapi tidak mau bersyukur. Justeru mengingkari nikmat yang diberikan Allah," kata Ustaz Amin mengingatkan jamaah. Untuk itu dia minta agar kita semua cerdas bersyukur. Lagi pula, jika kita mau bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, maka Allah akan menambah nikmat untuk kita.

Sesungguhnya setiap kita, setiap manusia tidak terlepas dari nikmat dan rahmat Allah, kata ustaz. "Meski seseorang itu nampak susah tapi dia punya nikmat lain misalnya buang air mudah, bekerja bisa, makan-minum bisa, itu semua adalah nikmat. Maka itu wajiblah bersyukur kepada yang memberi naikmat dan rahmat itu. Demikian sebgian isi ceramah Usta Al-Amin, pagi ini.***

4 Okt 2023

Bupati Memberi Kuliah Subuh

Bupati Memberi Kuliah Subuh


ADA yang istimewa pagi subuh Ahad (01/10/2023) itu. Di Tanjungbatu, persisnya di Masjid Hijir Ismail, Islamic Center. Pak Rafiq (biasa kita sapa begitu) memberi kuliah subuh. Di hari istimewa bangsa Indonesia, Hari Kesaktian Pancasila, jamaah subuh Hijir Ismail mendapatkan pencerahan dari Orang Nomor Satu Kabupaten Berazam, Karimun. Itulah Pak Bupati, memberi tausiah pagi.

Kuliah Subuh alias tausiah pagi, ini mungkin biasa-biasa saja. Sudah lazim bakda subuh ada kuliah singkat. Hampir di semua masjid atau surau yang ada jamaah subuhnya, ada kuliah subuhnya. Tapi yang istimewanya, itu adalah karena yang memberi tausiah atau ceramah adalah seorang bupati. Selama ini, Pak Bupati, ini tidak terkenal sebagai penceramah. Mungkin karena latar belakang pendidikannya hanyalah umum saja. Tepatnya dari STPDN, sekolah khusus untuk calon pejabat.

Ternyata dalam kuliah subuh ini kita simak begitu dalam ilmu agamanya. Dalam ceramahnya, bupati memulai dengan pentingnya salat berjamaah, terutama salat subuh seperti saat itu. Sayangnya, tidak banyak muslim yang rutin salat berjamaah, katanya. Dengan menyebut persentase umat Islam yang berada diantara 80-90 persen, dan katakanlah setengahnya sudah wajib salat, nyatanya ada berapa orang muslim yang mengisi masjid atau musallah untuk salat berjamaah, tanyanya. 

Pak Rafiq bersyukur, meskipun jumlah jamaah subuh itu sangatlah sedikit berbanding kapasitas masjid Hijir Ismail yang begitu besar, dia tetap merasa bersyukur karena yang hadir ini adalah umat yang diringankan Allah untuk hadir ke masjid untuk berjamaah. "Bersyukurlah kita, Allah izinkan kita untuk melakanakan salat berjamaah di masjid," katanya. 

Bupati juga menjelaskan perihal pentingnya umat untuk ikut berdakwah, menyiarkan agama kepada siapa saja. "Sesungguhnya kita wajib menyampaikan kewajiban dakwah sebagaimana Nabi Muhammad lakukan. Jika kita lakukan, itulah cara kita melepaskan sebagian kewajiban kita untuk berdakwah." Dia mengingatkan, jika punya ilmu, gunakanlah ilmu itu sebagaimana mestinya. Jika punya harta juga wajib menggunakan harta itu untuk yang sesuai di jalan Allah. Begitu pula jika punya jabatan dan kekuasaan, gunakanlah untuk jalan Allah.

Ada banyak pesannya kepada jamaah pagi itu. Semoga yang memberi ilmu dan yang menerima ilmu dari Bupati mendapat pahala dari Allah.*** (M. Rasyid Nur)

18 Sep 2023

Menyimak Pesan Maulid Nabi di Kecamatan Buru

Menyimak Pesan Maulid Nabi di Kecamatan Buru


Catatan M. Rasyid Nur
PEMERINTAH Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Ahad (16/09/2023) malam melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw Tahun 1445 (2023) dengan mendatangkan penceramah dari luar kabupaten. Kegiatan yang diberi titel Malam Maulid Akbar Gema Bersolawat menghadirkan H. Habib Muhammad Al-Athas, SH MPd bersama timnya. Habib Muhammad Al-Athas berasal dari Samarinda, Kalimantan. 

Bertempat di Lapangan Sepakbola Pemuda Kandis peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dilaksanakan oleh Ikatan Pemuda Kandis, Remaja Masjid Kecamatan Baru dan beberapa komponen masyarakat lainnya yang langsung dikoordinir oleh Camat Buru, Hendra. Penceramahnya hadir atas undangan dan usaha Sekda Kabupaten Karimun, Dr. H. Muhammad Firmansyah, S Sos MSi. Camat melibatkan masyarakat Buru untuk suksesnya peringatan Maulid Nabi ini. 

Tampak hadir pada malam acara yang dipenuhi masyrakat Desa Kandis, Kelurahan dan masyarakat dari beberapa tempat lainnya antara lain Ketua MUI Kabupaten Karimun, Ketua Baznas, Ketua Bakomubin dan Ketua FKUB Kabupaten Karimun. Pak Sekda yang sukses menghadirkan Habib Muhammad dari Kalimantan beralangan hadir karena terlambat sampai di Karimun setelah melaksanakan tugas di Kota Batam. "Pak Sekda minta maaf dan izin karena tidak jadi bisa hadir bersama kita," kata Ketua MUI yang memberikan sambutan atas nama rombongan dari Kabupaten Karimun.

Ada beberapa pesan Habib Muhammad saat memberikan tausiah di lapangan sepakbola Ikatan Pemuda Kandis, itu antara lain, tentang perlunya terus menjalin hubungan antara satu dengan lainnya. Dengan mengutip beberapahadits, Habib mengatakan, kalau ingin baik hendaklah berbuat baik, kalau ingin berada di syurga buatlah jalannya untuk dapat masuk syurga. "Ada empat kelompok atau jenis orang yang akan dimasukkan Allah kedalam syurga kelak di yaumil akhir," katanya. keempat yang dimaksudkan oleh Habib, itu adalah 1) Orang yang suka memberi makan orang;  2) Orang yang terus menjaga silaturrahim antara satu dengan lainnya; 3) Orang yang senantiasa menyebarkan salam; dan  4) Orang yang bangun tengah malam dan melaksanakan salat.

Habib menyampaikan banyak sekali pesan kepada masyarakat yang hadir di lapangan malam ini. Dia berharap agar masyarakat Kandis khususnya, Kecamatan Buru pada umumnya untuk juga menjaga persatuan dalam usaha menjaga silaturrahim. Habib memberikan ceramah cukup banyak dan panjang lebar. Masyarakat tampak antusias menyimak pesan-pesan Habib dalam peringatan Maulid Nabi malam ini.***

15 Agu 2023

Doa Sholawat Busyro untuk HUT RI ke-78 Kabupaten Karimun

Doa Sholawat Busyro untuk HUT RI ke-78 Kabupaten Karimun


Catatan M. Rasyid Nur
SENIN (14/08/2023) malam, ini adalah hari yang cukup istimewa. Setidak-tidaknya bagi Pemda dan masyarakat Kabupaten Karimun. Bertempat di Rumah Dinas Bupati Karimun, dilaksanakan acara dengan nama 'Sholawat Busyro dan Doa Bersama' yang dihadiri oleh para pejabat kabupaten dari atas hingga ke bawah plus tokoh masyarakat dan tokoh agama. 

Ada tiga kegiatan dalam satu kali kesemapatan. Ketiganya adalah, 1) Doa HUT RI ke-78 Tahun 2023; 2) Doa Kelancaran Kegiatan GTRA Summit yang akan Dihadiri Presiden RI; 3) Doa Syukur Kesalamatan Masyarakat Kabupaten Karimun. Acaranya berbentuk membacakan bersama Solawat Busyro sebanyak 41 (empat puluh satu) kali berturut-turut. Lalu diturup dengan doa yang dipandu oleh Ustaz Buya H. Wahab Sinambela. Kumandang Solawat Busyro sendiri diiringi oleh tabuhan hadrah oleh beberapa orang anak-anak muda dari salah satu pesantren di Pulau Karimun.


Sejak usai salat magrib kumandang Solawat Busyro langsung dibawakan bersama oleh seluruh hadirin, setelah pembawa acara, Fahrul Rozi yang bertindak sebagai MC memandu acara solawatan dan doa ini. Dua ruangan (depan dan tengah) rumah dinas dipenuhi oleh jamaah dan semuanya ikut mengumandangkan Solawat Busyro, solawat kabupaten itu. Bupati sendiri tampak begitu khusyuk membawakan solat. 

Menjelang masuk waktu Isya kumandang solawat sebanyak 41 kali, itu baru usai dengan diakhiri doa. Selanjutnya dilaksanakan salat Isya bersama sebelum mendengarkan pidato Tuan Rumah, Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si. Bupati berpidato dengan menyatakan rasa terima kasih atas kehadiran semua jamaah. Pak Bupati juga menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan malam ini. 


Setelah pidato berupa pengarahan dan ucapan terima kasih, itu dilanjutkan dengan makan malam bersama. Makan malam ini juga tergolong istimewa karena tidak dengan hidangan prasmanan sebagaimana selama ini. Tidak juga dengan menggunakan piring (pinggan) masing-masing. Tapi dengan satu talam (dulang) berisi nasi dan lauknya sekaligus, lalu dimakan bersama-sama. Satiap satu hidangan (talam) dimakan oleh empat orang. Harus habis, tentunya. "Ini makan ala jamaah Rasulullah," kata salah seorang teman di sebelah saya.***

28 Jul 2023

Sudahkah Sejajar Salat dan Belajar Kita?

Sudahkah Sejajar Salat dan Belajar Kita?


PERTANYAAN sebagaimana judul itu adalah judul khutbah yang disampaikan pada hari ini, Jumat (28/07/2023) di salah satu masjid, Tanjungbalai Karimun. Tidak usah saya sebut nama masjidnya. Tapi kalau ada salah satu pembaca blog ini adalah jamaah masjid yang ikut jumaatan di masjid itu, Jumat ini, tahulah dia nama masjidnya. Tapi saya tetap tidak usah menyebut nama masjid yang saya maksud.

Pastinya saya suka salat tadi siang di mesjid itu. Bahkan setiap saya berkesempatan salat Jumat atau salat pada malam hari di sini saya pasti senang. Imamnya bersuara merdu dengan lagu dan irama bacaannya yang syahdu. Itulah salah satu yang membuat saya suka salat di situ. Lainnya, sebagaimana kebanyakan masjid saat sudah rapi dengan sajadah yang bersih. Wangi pula terkadang.

Saya hanya ingin sedikit berbagi perihal inti sari khutbah itu. Garis besar dari isi khutbah itu adalah pesan kepada jamaah, termasuk tentunya kepada khatibnya, bahwa belajar dan salat adalah dua hal penting bagi seorang muslim. Statusnya wajib. Berpahala ketika melakukan dan sebaliknya berdosa jika tidak melakukan. 

Salat sudah jelas adalah Rukun Islam. Tentu saja wajib hukumnya menunaikan salat. Sementara menuntut ilmu atau belajar pun sebenarnya wajib. Ada sabda Nabi Muhammad yang menegaskan itu. Hadits dengan pengertian, 'diwajibkan kepada seorang muslim, laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu' berarti belajar itu hukumnya juga wajib sebagaimana salat.

Masalahnya, kalau salat sudah benar-benar tertanam di hati setiap muslim untuk menunaikannya, ternyata belajar, apalagi belajar terus-menerus, itu belum dipatuhi oleh sebagian muslim. Untuk kewajiban ini ada yang beranggapan hanya saat sekolah saja kewajiban belajar itu berlaku. Kalau sudah tamat, tidak perlu lagi belajar. Inilah kelirunya.

Jika untuk salat dengan segala persiapannya sudah dimulai sejak usia dini dan belajar pun demikian, maka sebenarnya kita sudah memulainya dengan benar. Kita sudah mennyejajarkan keduanya. Persoalannya hanyalah pada durasi waktu. Kalau salat terus-menerus kita lakukan hingga hidup itu berakhir, sayangnya belajar terkadang terhenti pada usia atau batas tertentu saja. Maka ini perlu dikoreksi. 
 
Oleh karena itu, khatib mengajak dan mengingatkan jamaah agar menjadikan belajar itu sebagaimana muslim mewajibkan salat pada kesehriannya. Tidak ada kata berhenti belajar bagi seorang muslim. tempat belajar juga tidak hanya di sekolah. Bahkan taklim-taklim yang digelar pengurus pada momen bakda salat adalah kesempatan terbaik untuk kita belajar. Belajar sendiri di rumah atau di mana saja juga bisa. Intinya, jangan berhenti belajar sebagaimana kita tidak berhenti salat.

Itu saja inti sari khutbah hari ini. Semoga jamaah memahami dan melaksanakan pesan itu. Maka selain sebagai memenuhi syarat pelaksanaan salat jumat, juga untuk berubah sikap muslim agar terus belajar seumur hidupnya.*** (M. Rasyid Nur)

19 Jul 2023

Mengingat Ulang Hikmah Tahun Baru Islam

Mengingat Ulang Hikmah Tahun Baru Islam

Sumber Foto Google
Catatan M. Rasyid Nur
HARI ini, Rabu (19/07/2023) bertepatan dengan jatuhnya hari pertama Tahun Baru Islam yang lebih familiar dengan sebutan Tahun Hijriyah. Tepatnya hari ini adalah 1 Muharram 1445. Artinya tanggal hijriyah hari ini 1445 tahun yang lalu, saat itulah disepakati awal pertama perhitungan Tahun Hijriyah ini.

Bagi kita umat Islam Hijriah adalah salah satu momen yang sering kita tunggu dan kita rayakan sebagai satu peringatan. Bagi muslim ini memiliki makna khusus dan penting. Sama pentingnya dengan catatan momen sejarah islam lainnya, seumpama Milad Nabi, Israk-Mikraj Nabi dan lainnya. Tahun Hijriyah kita peringati setiap datangnya 1 Muharram. Jika setiap tahun selalu berbeda dengan hari dan tanggal
Tahun Masehi itu karena jumlah hari dalam satu tahun hijriyah memang berbeda dengan Tahun Masei.
Bagi kita, dengan peringatah Tahun Hijriyah akan membuat kita mengingat ulang catatan-catatan penting hikmah dari Tahun Hijryah itu sendiri.

Satau catatan penting yang akan terus kita kenang adalah bahwa Tahun Hijriyah mengingatkan kita akan peristiwa penting dalam Sejarah Islam, hijrahnya Nabi Muhammad Saw. dari Madinah ke Makkah dalam usaha berjuang dan mempertahankan eksistensi agama itu sendiri. Sejarah mencatat, sejak Nabi berpindah itulah perkembangan Islam kian pesat. Gagasan penanggalan Tahun Hijriyah sendiri menurut catatan sejarah yang kita baca digagas oleh Sayyidina  Ali Ibnu Abi Thalib. Itulah yang berlaku hingga saat ini.

Dalam mengingat ulang dan menyambut serta memperingati Tahun Hijryah 1445 ini tidak berlebihan kita memotivasi diri kita dengan mengingat ulang beberapa hikmah peringatan Tahun Baru Hijryah. Dari banyak sumber, kita dapat membaca dan memahami beberapa hikmah berikut,

1. Membina Semangat Berjuang untuk Agama;

Perjuangan Nabi Muhammad Saw. sampai tercatatnya Tahun Hijriyah karena rela meninggalkan kampung halaman demi tegaknya Dinul Islam mengandung makna bagi kita bahwa betapa fullnya semangat Rasulullah dalan mempertahankan dan mengembangkan agama. Tidak ada kata putus asa dalam usahanya. Inilah dasar utama sesungguhnya bagi kita, jika ingin menjaga dan mempertahankan agama kita. Perjuangan agama adalah perjuangan untuk masa abadi di akhirat nanti. Dengan semngat yang tinggi itu bisa terjadi.

2. Menjaga Cinta kepada Nabi Muhammad Saw;

Inti Tahun Hijriyah adalah sebagai catatan berpindahnya Nabi Muhammad dari Mekkah, tanah tumpah darahnya ke Madinah, daerah baru yang ternyata lebih menerima ajaran yang dibawa Nabi. Di sini pula berkembangnya agama Islam. Terang saja tokoh Muhammad adalah kunci dalam situasi begini. Dia pula yang akan menajdi tumpuan cinta kita dalam keberagamaan kita. Janji setiap umat akan mendapat syafaat kelak di akhirat dari Nabi Muhammad juga menjadi salah satu dasar tumbuhnya cinta kepada Muhammad. Jadi, Tahun Hijriyah menjadi momen kita menjaga cinta kepadanya

2. Memahami Beda Tahun Hijriyah dengan Tahun Masehi;

Jika tahun Masehi permulaan harinya dihitung pada saat tengah malam (pukul 12.00 malam) sementara Tahun Hijriyah dihitung ketika tenggelamnya matahari. Karena itu pula Tahun Masehi disebut pula dengan istilah Tahun Syamsiah sementara Tahun Hijriyah disebut Tahun Qomariah (bulan) karena perhitungan penanggalannya terhitung sejak matahari tenggelam dan bulan baru dinayatakan muncul.

Boleh jadi diantara kita ada yang belum atau tidak terlalu hirau dengan perbedaan ini. Sesungguhnya itu penting bagi kita sebagai muslim. Dengan peringatan Tahun Baru Hijriyah ini semoag kita semakin memahami perbedaan itu.

Pasti lebih banyak hikmah yang dapat kita petik dari peringatan Tahun Baru Hijriyah ini. Sebagai umat beragama yang wajib menjaga dan mengamalkan ajaran agama, adalah kewajiban juga bagi kita untuk memetik berbagai hikmah yang terkandung dalam Tahun Baru Hijriyah.***

13 Jul 2023

Syukurnya Aib Kita Ditutup Allah

Syukurnya Aib Kita Ditutup Allah



Catatan M. Rasyid Nur
TIDAK kita ragukan bahwa setiap kita adalah manusia yang lemah. Manusia yang bersalah. Tidak luput dari kekeliruan. Bernama manusia karena kita memang punya kelemahan. Hanya Allah Yang Maha Perkasa.

Sayangnya banyak diantara kita yang tidak atau kurang menyadari hal ini. Masih saja ada diantara kita yang terkadang sombong. Angkuh dan merasa hebat atau bahkan lebih hebat dari pada orang lain. Merasa paling baik. Padahal kita juga tahu bahwa kita terkadang dilihat orang lain seperti baik padahal sesungguhnya ada banyak kesalahan dan kelemahan kita. Kita tahu itu.

Tidak berlebihan para guru atau ustaz mengingatkan kita bahwa sesungguhnya kita ini dilihat baik bukanlah karena benar-benar baik tapi hanya karena Allah tidak memperlihatkan aib atau kesalahan atau keburukan kita. Sudah pada tempatnya kita ingatkan diri kita untuk tidak menjadi sombong atau angkuh atas perasaan kelebihan yang Allah berikan kepada kita. Ternyata, andai saja Allah tidak menutup aib kita sungguh malunya kita di hadapan orang lain. 

Coba kita ingat-ingat kekeliruan atau kesalahan kita. Bukan hanya kesalahan yang tidak disengaja, bahkan kesalahan yang secara sadar dan sengaja kita buat juga begitu banyaknya pernah kita lakukan. Allah sudah pasti tahu itu semua. Tapi mengapa kita masih merasa nyaman, karena Allah memang tidak membukakan kesalahan kita itu. 

Mengutip sebuah sabda Nabi yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah Ta’ala mendekatkan seorang mukmin kepada-Nya, lalu Allah menutupkan untuk hamba tersebut penutup-Nya. Allah bertanya kepadanya, ‘Apakah kamu mengetahui dosa ini? Apakah kamu juga mengetahui dosa ini?’ Hamba itu pun mengatakan, ‘Ya, wahai Rabbku.’ Sampai kemudian ketika Allah Ta’ala meminta dia agar mengakui dosanya dan dia pun menyangka dirinya akan celaka, maka Allah Ta’ala mengatakan kepadanya, ‘Aku telah tutup dosa itu padamu di dunia, dan pada hari ini Aku ampuni dosamu.' ” (HR. Bukhari) yang dikutip dari sebuah tulisan Hikmah Siang: Allah yang Tutupi Aib Kita yang diposting di hajinews.id pada Kamis (13/07/2023) jelas bagi kita bahwa Allahlah yang menutup aib kita sebagai hamba-Nya di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu sudah seharusnya kita malu dan merasa takut jika terus berbuat dosa dan maksiat.

Di hari baik nan mulia ini semoga kita diberi kesadaran oleh Allah untuk memelihara diri kita untuk tidak berbuat dosa. Tidak lagi berbuat kesalahan di hadapan Allah. Kita pastikan bahwa kita sadar betul bahwa kita akan kembali dan akan menghadap-Nya. Saat itu nanti kita akan diminta pertanggungjawaban. Nah, kesalahan yang dulu di dunia masih tersembunyi, di akhirat tidak lagi akan tersembunyi. Kinilah kita harus menyadari. Semoga.***

7 Jul 2023

Beragama untuk Pribadi Juga untuk Bersama

Beragama untuk Pribadi Juga untuk Bersama


Catatan M. Rasyid Nur
SEBENARNYA urusan agama dan beragama adalah urusan pribadi seseorang dengan Tuhannya. Bukan urusan dengan seseorang selain Tuhan. Tuhan menurunkan agama sebagai pedoman kehidupan untuk hamba-Nya. Dengan agama hamba akan terselamatkan baik di dunia maupun di akhirat. Itulah keyakinan orang beragama.

Tuhan tidak memaksakan beragama bagi hamba-Nya. Kebutuhan agama sesungguhnya adalah kebutuhan hamba. Tuhan pun menegaskan tidak ada paksaan bagi seseroang untuk beragama. Dalam Islam sudah tegas dikatakan di dalam Alquran, 'tidak ada paksaan dalam beragama' yang maksudnya tidak dipaksa seseorang itu untuk memeluk agama.

Tapi berbeda jadinya ketika seseorang atau kita sudah memilih dan mayakini satu agama. Maka kita menjadi bagian dari agama dimaksud. Dengan itu pula otomatis kita sudah mengikatkan diri dengan agama tersebut. Dalam keadaan seperti ini kitalah yang memaksakan diri untuk menjadi bagian dari agama itu. Konsekuensinya kita akan terikat pula oleh norma-norma agama itu.

Sampai di situ, keberagamaan seseorang sepenuhnya adalah urusan pribadi. Urusan diri sendiri dengan Tuhan. Tidak terkait dengan orang lain di luar diri kita. Bahkan dengan keluarga juga tidak ada keterkaitan hubungan keberagamaan kita dengan Tuhan. Jika kita memaksa diri untuk menyesuaikan dengan agama itu, maka kitalah yang memaksa. Itupun adalah hubungan sangat personal kita dengan Tuhan kita.

Meskipun beragama adalah urusan pribadi dengan Tuhan, ternyata tidak bisa juga beragama hanya semata hubungan kita dengan Tuhan saja. Sesuai dengan ajaran dan perintah Tuhan pula bahwa dalam beragama tidak boleh melepaskan diri dari hubungan dengan selain Tuhan. Hubungan sesama manusia, misalnya. Termasuk hubungan dengan ciptaan Tuhan yang lain selain manusia.

Tentang hubungan kita sesama manusia dikaitkan dengan keberadaan keberagamaan kita di depan Tuhan adalah mutlak adanya. Kita tidak dibenarkan untuk memutus hubungan dengan sesama manusia dalam menjalankan ajaran agama di hadapan Tuhan. Artinya beragama tidak semata untuk pribadi (hubungan pribadi semata-mata dengan Tuhan saja) tapi beragama juga mensyaratkan memelihara hubungan sesama manusia.

Adalah Tuhan pula yang menegaskan bahwa kehidupan kita ini akan menjadi masalah atau akan mendatangkan banyak masalah kecuali kita tetap beragama dengan memelihara hubungan dengan Tuhan itu sendiri seperti memelihara hubungan sesama manusia juga. Dalam Islam bahasa 'hablumminallah, wahablumminannas' adalah ketetapan dari Allah sebagai Yang Maha Kuasa dan Maha Menentukan. Jika tidak memelihara kedua hubungan itu maka dipastikan kita akan ada banyak masalah dalam kehidupan. Itu artinya, beragama selain untuk pribadi tapi juga untuk bersama atau untuk dan oleh orang lain.***