Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

21 Jul 2024

Bupati: Jika Harus Direvisi, Revisilah PBM Itu

Bupati: Jika Harus Direvisi, Revisilah PBM Itu


KEGIATAN advokasi pelaksanaan PBM No 8 dan 9 FKUB Provinsi Kepri di Gedung Nasional Karimun, Kamis (18/07/2024) yang dihelat oleh FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Provinsi Kepri telah berjalan dengan baik dan lancar. Diikuti oleh 50 (lima puluh) orang peserta, terdiri daari para pengurus FKUB Kabupaten Karimun, Ketua atau Sekretaris FKUB Kecamatan se-Pulau Karimun, perwakilan dari Kantor Camat se-Pulau Karimun, utusan dari Dinas PUPR Kabupaten Karimun serta beberapa elemen masyarakat yang terkait dengan pendirian rumah ibadah.

Tujuan kegiatan, sebagaimana dijelaskan Ketua FKUB Provinsi Kepri, Handarlin Umar, selain untuk silaturrahim juga untuk bisa memahami peran Pemerintah dalam pendirian rumah ibadah. Selain itu juga untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam kelancaran pedirian rumah ibadah sesuai PBM No 9 dan 8 yang sudah ditetapkan. 

Dengan kegiatan ini diharapkan semakin memahami nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Tolerasnsi sendiri mengandung pemahaman, setuju dalam ketidaksetujuan oleh satu orang atau kelompok terhadap orang atau kelompok lainnya. Dan memang benar bahwa rukun dan damai itu penting dalam keberagaman suku dan agama. 

FKUB Provinsi Kepri sudah membuat slogan, RUKUN BUDAYA KITA dalam arti bahwa masyarakat Kepri wajib meyakini kalau rukun itu sesungguhnya adalah budaya daerah ini sendiri. Tidak ada alasan untuk tidak rukun. Kata Pak Handarlin, di negeri Melayu ciri masyarakatnya adalah ramah tapi tidak berarti tidak ada amarah. 

Kehidupan orang Melayu, itu seperti laut, bergelombang tapi bisa tenang, menerima apa saja. Menerima benda-benda kotor atau bersih. Lautnya tidak mempermasalahkan. Tapi orang Melayu juga bisa merajuk dan bahkan mengamuk. Ini diulangsampaikan oleh Ketua FKUB Provinsi dan Bupati Karimunpada saat acara pembukaan advokasi PBM tersebut.

Seperti disampaikan Bupati Karimun, Aunur Rafiq dalam sambutan dan pengarahannya saat itu, dia berharap semoga kegiatan advokasi ini semakin memperkuat kebersamaan diantara kita. Oleh karena itu bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua FKUB Provinsi Kepri dan seluruh pengurusnya atas pelaksanaan kegiatan ini di Kabupaten Karimun. 

Tentang pelaksanaan PBM 8 dan 9 di Karimun, kata Bupati telah berjalan dengan baik. Bupati juga menyinggung isi PBM tersebut. Dia menyebut tentang sudah lamanya PBM itu di masyarakat. Apakah isinya masih sesuai atau tidak, bupati sempat menyinggungnya. 

"Jika perlu revisi karena sudah lama, silakan direvisi oleh pihak yang berwewenang merivisinya. Kita tahu, syarat untuk kelancaran pelaksanaan PBM adalah keterbukaan, kejujuran dan rasa kebersamaan." Isi PBM itu memerlukan sikap seperti itu. Boleh sudah waktunya direvisi, silakan. Tentu saja pihak yang berkompeten dan berwenang untuk itu, katanya. Makanya dia mengajak semua pihak untuk secara baik, terbuka, jujur dan mengutamakan kebersamaan dari pada kepentingan sendiri atau kelompok dalam melaksanakan PBM dimaksud.***

15 Jul 2024

Tak Tampak Ngantuk Saat Nobar Meski Dini Hari

Tak Tampak Ngantuk Saat Nobar Meski Dini Hari


BAGI penggemar sepakbola tidak ada beda jam siang dan malam saat menyaksikan laga sepakbola. Ketika babak final sebuah event dunia, misalnya para pecandu si kulit bundar akan menyediakan waktunya untuk menyaksikannya. Entah waktu di siang hari atau di tengah malam, mata akan memlototi laga. Seolah mata tidak ada masalah.

Seperti dini hari Senin (15/07/2024) ini, saat di Jerman berlangsung laga final Piala Eropa antara Kesebelasan Spanyol melawan Inggris di Indonesia waktu itu adalah pukul 02.00. Jam itu lazimnya adalah waktunya tidur. Secara normal, tidur sekitar pukul 21.00 atau paling lambat pukul 23.00 lalu terbangun sekitar pukul 04.00. Bersiap untuk salat subuh bagi muslim. Atau bersiap untuk aktifitas lain bagi yang terbiasa mulai melakukan kegitan sepagi itu.

Tapi lihatlah di banyak tempat, di Tanah Air kita. Ada saja orang berkumpul menatap layar televisi atau layar lebar (layar tancap) menyaksikan siaran langsung satu pertandingan. Seperti di Kedai Kopi Jhon 88, Batu Lipai Kecamatan Meral, Karimun, pagi ini dipenuhi penggemar sepakbola itu. Di luar dan di dalam kedai dipenuhi orang-orang penyuka laga itu. Saya pun dini hari ini ikut pula nobar bersama ramainya penggemar sepakbola.

Apakah mereka tidak mengantuk? Jika melihat sepintas saja, kelihatannya tidak ada yang mengantuk. Faktanya kedai ini dipenuhi suara sorak-sorai menyaksikan pertandingan. Ketika penyerang mendekati lapangan pertahanan lawan maka suara penonton akan memekak telinga. Begitulah bukti tidak ada kantuk di dalam kedai kopi ini meski ini di saat waktu dini hari.
Apakah benar-benar tidak mengantuk? Apakah memang terbiasa begadang dan tidurnya besok siang?Saya sendiri, tadinya tidur lebih awal dari biasa. Pukul 21.00 saya sudah tidur, berbanding biasanya saya tidur pukul 23.00. Karena berniat ingin nobar, khusus di babak final, maka saya tidur dulu. Baru bangun dibantu alarm.

Catatan singkat ini untuk menyebut bahwa begitu ramainya penonton di kedai ini di waktu malam begini. Apakah mereka semua menyiapkan tidurnya lebih awal malam ini? Entahlah. Saya tidak ingin bertanya keapda mereka. Saya hanya melihat, mereka tidak mengantuk meskipun saat dini hari begini.***

4 Jul 2024

Status Tidak Llulus

Status Tidak Llulus


INI status saya di Facebook pagi Kamis (04/07/2024) ini, "Begitu rapuhkah iman, bunuh diri menjadi jalan. Adalah kewajiban kita untuk memberi perhatian: sehari dua kejadian." Kalimat itu sudah diposting. Sudah ada sahabat yang like. 

Hanya beberapa menit saja tayangnya, lalu dihapus kembali oleh Facebook dengan alasan melanggar Standar Komunitas ketentuan. Pada halaman yang sama, ada penjelasan itu. Saya terkejut. Maksud status saya hanyalah mengingatkan masyarakat. Jangan lagi masyarakat melakukan itu.

Status saya sendiri muncul setelah sehari sebelumnya beberapa media online menyiarkan peristiwa tragis, adanya orang mati bunuh diri. Bunuh diri dengan cara gantung diri. Sedih super sedihnya itu adalah karena pada yang sama itu ada dua kejadian bunuh diri. Dua-duanya dengan menggantung diri. Satu seorang laki-laki dan satunya seorang wanita.

Karena berita itu cukup banyak dibaca hari Rabu, itu maka saya tulislah status itu dengan maksud agar masyarakat menajdikan peristiwa itu sebagai satu perhatian khusus. Jangan lagi cara itu dilakukan masyarakay. Apalagi, beberapa bulan lalu juga ada kejadian orang gantung diri. Artinya, ini sudah sangat perlu menjadi perhatian.

Bagaimanapun, saya tidak bisa memprotes pengelola facebook. Jika ternyata kalimat seperti itu benar-benar dinilai melanggar ketentuan sesuai standar komunitas, maka saya menerimanya. Saya tidak melakukan protes untuk tetap dimuatnya status saya itu. Biarlah dia tidak lulus, karena pengelola facebook pasti lebih tahu ketentuan mereka.***

1 Jul 2024

Selamat Hari Bhayangkara ke-78: Tetaplah Profesional dan Jadi Pelindung Rakyat

Selamat Hari Bhayangkara ke-78: Tetaplah Profesional dan Jadi Pelindung Rakyat


DI TENGAH heboh berita-berita (oknum) polisi terlibat masalah-masalah hukum peringatan hari Bahayangkara sebagai pengingat hari lahirnya aparat keamanan dan ketertiban, Polisi Republik Indonesia (Polri), itu kita lalui. Hari ini, Senin (01/07/2024) adalah hari Bhayangkara. Hari ini kita mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-78 tahun 2024 untuk seluruh Polri. Ya, seluruh anggota Polri dan keluarga dimana saja berada. Tidak hanya sesama anggota Polri yang wajib mengucapkan itu.

Kita berdoa, kita berharap semoga Polri senantiasa semakin profesional dan menjadi pelindung rakyat. Sederhananya itulah harapan dan doa kita sebagai warga. Kita tetap berharap kepada aparat berseragam cokelat itu sebagai pelindung kita, pelindung rakyat. Tidak ada harapan lain, meskipun ada kenyataan lain yang timbul di tengah-tengah kehidupan Polri. Kita terus berharap sikap profesional dalam menjalankan tugasnya.

Harapan ini disebut tetap menjadi harapan karena begitu banyaknya catatan dan pemberitaan perihal kekeliruan dan salah langkah dari beberapa (oknum) Polri hari-hari belakangan ini. Berita polisi (Polwan) membunuh (membakar) polisi (kebetulan suaminya). Berita polisi dalam drama pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon sana. Berita polisi tersulut emosi saat (kabarnya) membubarkan tawuran anak-anak muda di Polda Sumbar, sana. Dan ada banyak lagi catatan gelap belakangan ini, menghiasi halaman media. Kita membaca dan mendengar beritanya.

Dalam hiruk-pikuk berita itu, hari ini kita memperingati hari Bhayangkara, Hari Polis RI. Sudah tahun ke-78 pada tahun ini. Itu bukan usia muda. Sudah sangat dewasa, jika diibaratkan manusia. Karena usia yang sebegitu itulah makanya rakyat seperti kita sangat berharap berjalannya tugas dan fungsi polisi dengan baik. Janganlah lagi ada info-info aparat hukum (polisi) justeru melanggar hukum. Sungguh membuat kita tidak nyaman.

Kita sebagai warga tidak ingin membicarakan persoalan hukum yang melibatkan polisi itu. Biarlah orang atau lembaga yang pantas untuk itu yang membahas dan membicarakannya. Kita hanya ingin polisi tetap pada jalurnya. Sebagai pengayom, pelindung dan pengaman rakyat kita berharap kiranya polisi tetap profesional dalam tugas dan tanggung jawabnya. Itu saja.***

6 Jun 2024

Gas Tak 'Kan Langka Lagi, Benarkah?

Gas Tak 'Kan Langka Lagi, Benarkah?


"MAASYARAKAT Karimun, Provinsi Kepri tidak perlu khawatir lagi dengan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) bersubsidi." Itu kalimat pertama berita dari salah satu media online yang terbit di Karimun hari Kamis (06/06/2024) ini. Kalimat yang menyenangkan hati masyarakat di Negeri Berazam ini, tentunya.

Berita berjudul SPBE Karimun Diresmikan, Warga Tak Perlu Khawatir Kelangkaan Gas LPG 3 Kg, itu adalah tentang resmi beroperasinya dermaga bongkar muat curah kering/cair Stasiun Penimbunan Elpiji Khusus (SPEK) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Karimun di hari yang sama. Peresmiannya dilakukan oleh Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos, M Si hari ini. Terlambatnya pengoperasian SPEK-SPBE selama ini, kabarnya karena belum adanya listrik. Sudah lama masyarakat menanti. Karena itu pula, berita itu menjadi angin segera bagi masyarakat.

Dari berita yang sama kita baca bahwa dermaga tersebut dikelola oleh PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) yang berada di Jalan Pelabuhan Kargo dan Roro Parit Rempak, Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral. Sementara SPBE dikelola oleh PT Palugada Karimun Sejahtara yang berada di Jalan Sememal RT 003 RW 001 Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Meral Barat. 

Bagi kita masyarakat pengguna gas, tentu saja tidaklah hal utama peresmiannya, siapa yang meresmikannya, siapa yang mengelola dan seterusnya, dan seterusnya, tapi yang utama adalah bagaimana judul berita itu benar-benar menjadi kenyataan nantinya, gas tidak akan langka lagi di negeri kita ini. Itulah hal utamanya. Dan kita bertanya, benarkah gas nantinya tidak akan langka lagi? Itulah yang penting. Selama ini kelanggaan gas di Karimun adalah hal yang biasa terjadi.

Kita berdoa semoga pengelolaannya berjalan dengan baik, lancar dan tidak ada kekeliruan yang akan terjadi, baik disengaja maupun tidak sengaja yang dapat mengganggu 'kehadiran' gas di daerah kita. Itulah harapan kita. Benarkah gas tidak akan langka lagi? Semoga saja.***

4 Jun 2024

Melihat Mereka Belajar Main Bola

Melihat Mereka Belajar Main Bola


SORE Selasa (04/06/2024) ini adalah jadwal latihan sepakbola cucu saya, Akiif Fatahillah. Karena sudah beberapa kali Akiif, cucu itu tiak latihan (pekan kemarin), sore ini saya sempatkan mengantarkannya ke lapangan sepakbola. Jauh, memang. Dari Wonosari (rumah) ke lapangan sepakbola Teluk Air sana. Setidak-tidaknya perlu waktu 10-15 menit berkendaraan dengan kecepatan 40-an km/ jam baru bisa sampai.

Ketika saya kebetulan berada di Batam dalam urusan MTQH ke-10 kemarin (20-27 Mei), cucu Atok, itu beberapa kali tidak ikut latihan karena biasanya memang saya, atoknya yang menjemput antar ke lapangan. Waktu saya di Batam, itu alasannya tidak bisa latihan adalah karena tidak ada yang mengantarkannya. Orang tuanya sibuk. Oomnya juga tidak bisa membantu. Dan cucu Atok ini memang tinggal bersama saya dan nenek (isteri saya) di rumah yang berbeda dengan rumah orang tuanya. 

Jadi, meskipun latihan hari ini sejatinya Akiif boleh istirahat karena masih dalam masa ujian di sekolahnya, saya tawarkan dia ikut latihan sebagai ganti latihan yang kemarin kosong itu. Alasannya sederhana, jika dia tidak latihan ke lapangan, dia hanya akan mengisi waktu untuk bermain HP, bermain dame saja di rumah. Tidak juga belajar membaca atau mengulang pelajaran yang akan diuji besoknya. Mendingan dia menggerakkan badannya di lapangan. Makanya saya mau mengantarkannya ke lapangan sepakbola.

Akhirnya saya ikut menyaksikan cucu latihan main bola. Tidak ramai saya sore ini saya lihat. Mungkin karena memang diizinkan sebagian tidak latihan dengan alasan dalam masa ujian itu tadi. Akiif dan beberapa temannya saja yang bermain bola. Dan saya ikut melihat dia dan teman-temannya belajar bermain bola. Iseng-iseng isi waktu juga melihat mereka.***


1 Jun 2024

Mengenang Lahir Pancasila dengan Rasa

Mengenang Lahir Pancasila dengan Rasa


RASA tidak selalu sama. Rasa setiap orang terkadang berbeda. Untuk itu selalu dipesankan agar menentukan dan mengukur sesuatu tidak menggunakan rasa. Gunakanlah pikiran, jangan perasaan, jika akan menentukan satu keputusan. Begitulah selalu para guru dan orang-orang bijaksana memberi pesan. Alasannya perasaan tidak bisa diukur.

Tapi untuk mengenang hari Pancasila yang jatuh pada hari Sabtu (01/06/2024) ini sebaiknya diperingati dengan menggunakan rasa. Itu menurut saya. Rasa yang akan mengingatkan kita kepada saktinya Pancasila. Pancasila yang sudah disepakati sebagai dasar dan ideologi Negara harus dilihat dengan pandangan dan perasaaan yang sama. Harus jauh ke relung hati untuk dapat merasakan betapa lahir dan menjaga keberadaannya tidak muda.

Setelah melewati beberapa kali ujian Pancasila dapat bertahan hingga saat ini dalam fungsinya menyatukan anak bangsa. Tentu saja yang disatukan itu adalah rasa. Perasaan anak bangasa dalam menilai dan memastikan pentingnya keberadaan Pancasila. 

Oleh karena itu hanya dengan perasaan yang mendasar saja akan timbul cinta dan tanggung jawab untuk menjaganya. Menjaga Negara dan menjaga Pancasila itu sendiri. Maka marilah tetap menjaga Pancasila dengam rasa cinta yang mendalam. Hari ini kembali kita peringati hari lahir Pancasila yang ditetapkan Pemerintah. Semoga Pancasila tetap bertahan sebagai pemersatu rakyat di Negara Kesatu Republik Indonesia.***

24 Apr 2024

Kala Hakim MK Beda Suara

Kala Hakim MK Beda Suara


JUDUL tulisan singkat ini adalah judul diskusi sebuah televisi Nasional yang disiarkan langsung pada Rabu (24/04/2024) malam ini. Tiga narasumber, Hamdan Zoelva, Otto Hasibuan, Todung Mulya Lubis (di studio ) dan Zainal Arifin Muchtar, Maruarar Siahaan (di luar studio) yang dipandu oleh penyiar televisi dalam acara Satu Meja saling berdebat dan memberikan argumen. Asyik juga menyimaknya.

Pemandu acara, Bung Penyiar, itu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membahas tentang adanya tiga hakim MK dari delapan hakim yang berbeda pendapat dalam sidang MK yang membahas hasil Pemilu Presiden. Seperti kita sudah tahu, MK menolak gugatan dua Paslon, satu dan tiga. Tapi tiga hakim MK memberikan pandangan berbeda atas kesimpulan akhir yang dijadikan keputusan akhir dalam sidang itu.

Saya bukan ahli hukum. Oleh karena itu tidak berpretensi membahasnya dari sisi hukum. Hanya sebagai rakyat saya dan --mungkin-- kita yang merasakan betapa harapan sebagian kita untuk pemilu yang baik itu belum terwujud dalam pemilu kemarin. Itulah yang kita simak dari sidang MK itu kemarin. Hakim saja berbeda pendapat, apalagi kita.

Namun demikian, kita kembali dihadapkan kepada harapan agar kita tetap bersatu dalam menjaga perbedaan pendapat terhadap keadaan dalam pemilu. Sudah kita lalui kenyataan saat Pemilu dan sudah kita ketahui pula hasil sidang sengketa itu. Akankah kita bisa bersatu pasca keputusan MK itu? Bukan bisa, tapi perlu. Masalahnya, bak duri dalam daging, kenyataan yang kita rasakan dalam Pemilu kemarin itu tetap saja terasa. Entah sampai kapan.***

18 Apr 2024

Pak Bup Akan Maju Jadi Wagub?

Pak Bup Akan Maju Jadi Wagub?


SALAH satu media online menyiarkan berita, Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si menyatakan dirinya siap mendampingi H. Ansar Ahmad, SE MM pada Pilkada serentak akhir tahun ini. Kata media online tersebut, Bupati Karimun, itu menyatakan akan maju sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) mendampingi Ansar Ahmad di Pilgub Kepri akhir tahun ini.

Konon, Pak Ansar sudah mengajak orang nomor satu Kabupaten Karimun, itu secara resmi untuk mendampinginya sebagai Wakil Gubernur pada Pilgub Kepri 2024 yang Ansar sendiri akan maju sebagai petahana Gubernur Kepri, nantinya. Benarkah berita itu? Masyarakat hanya membaca info saja. Jika iya, itu adalah hak mereka sesuai undang-undang. 

Pak Bupati yang adalah Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karimun kata media tersebut mengaku, sudah siap untuk mendaftarkan diri sebagai cawagub bersama Ansar Ahmad yang saat ini merupakan Gubernur Kepri. Jadi, Pak Bup (Bupati) Karimun akan berpasangan dengan Pak Gub (Gubernur) Kepri? Baguslah, kalau begitu. 

Kita tahu, yang satu adalah gubernur yang sudah membuktikan kinerjanya sebagai orang nomor satu di Kepri selama satu periode ini. Dia juga sudah memberi bukti berkarir di Kepri dari nol, saat masih menjadi Pegawai Negeri. Sudah begitu banyak kemajuan dan pembangunan dilakukannya bersama masyarakat Kepri dalam kapasitasnya sebagai gubernur. Kepripun semakin maju saat ini. 

Sementara yang satunya lagi, Bupati Karimun yang sudah 20-an tahun membuktikan karyanya di Karimun. Dua periode menjadi Wakil Bupati dan dua periode terakhir sebagai bupati. Jika dihitung pengabdiannya sebelum karir politik, dia juga sudah mengabdi sebagai Pegawai Negeri di sini. Ini adalah modal bagi masyarakat Kabupaten Karimun untuk memutuskan pilihannya, jika Pak Bup ini benar-benar maju mendampingi gubernur Kepri. Dengan segala kekurangannya sebagai manusia dia telah memberikan maksimal apa yang dia bisa berikan.

Dari kenyataan yang selalu terlihat oleh rakyat, khususnya di Kabupaten Berazam, ini adalah bahwa Gubernur,  Ansar Ahmad dan Bupati, Aunur Rafiq belakangan memang selalu terlihat beracara bersama. Dalam beberapa kali kegiatan gubernur di Karimun atau di tempat lain, kedua tokoh itu selalu kelihatan mesra berdua. Itukah tanda mereka akan bersatu nantinya, kita hanya menunggu waktu yang akan mencatatnya.***

17 Apr 2024

Mereka Menari Hebat Sekali

Mereka Menari Hebat Sekali


MEREKA hebat sekali menari. Menari di depan gubernur dan bupati. Ada juga pejabat lain yang jabatannya tinggi tinggi. Namanya pejabat provinsi selain pejabat yang ada di sini. Mereka diundang ke sini oleh Bupati.

Bagi kita, masyarakat yang hadir pada malam pembukaan MTQ Tingkat Kabupaten Karimun ke-16, Selasa (16/04/2024) malam, ini salah satu tontonan menariknya adalah saat melihat penari tengah menari. Mereka meliuk-liukkan badan rampingnya bagai bambu digoyang angin memiri.

Sebenarnya ada banyak acara malam ini. Sejak dibuka di awal acara dengan nyanyi-nyanyi, solawat Nabi dan mars Negeri ini, ada pula penayangan film pembangunan negeri. Ada Pembangunan di Kabupaten Karimun ini dan ada juga tayangan film pembangunan provinsi Kepri.

Tapi, itu tadi. Menyaksikan cewek-cewek cantik menari jauh lebih sur di hati. Baiklah, selamat menikmati mereka menari. Mereka menari memang hebat sekali.***

11 Apr 2024

Alhamdulillah, Nihil

Alhamdulillah, Nihil


Catatan M. Rasyid Nur
ALHAMDULILLAH, nihil kecelakaan lalu lintas malam takbiran Idul Fitri 1445 (2024) di Kabupaten Karimun. Setidak-tidaknya, itulah yang terbaca oleh kita di media-media yang ada di sini, khususnya media online di hari pertama Idul Fitri. Tentu saja itu berita sangat-sangat menyenangkan, jika mengingat catatan takbiran malam Idul Fitri setiap tahunnya. Tahun-tahun lalu itu selalu ada berita kecelakaan membuka berita Idul Fitri hari pertama.

Bagi kita yang ikut terlibat --entah peserta pawai, panitia atau petugas-- atau setidak-tidaknya menyaksikan langsung pawai takbir kendaraan hias di Ibukota Kabupaten Karimun, Selasa (09/04/2024) malam kita tidak terlalu yakin tidak akan ada kecelakaan mengiringi pawai takbir itu. Banyaknya kendaraan yang terlibat, terutama kendaraan roda dua yang tidak mudah mengaturnya, rasa-raanya kecelakaan jalan raya itu tidak mustahil akan terjadi. Dan memang begitu setiap tahunnya. Terkadang membawa korban jiwa.

Kemeriahan pawai takbir dengan lomba kendaraan hias seperti tahun ini kembali dihelat tentu saja membuat pemandu kendaraan dapat lupa diri. Berkenderaan dengan ugal-ugalan adalah penyebab utamanya kecelakaan akan terjadi. Tapi, sekali lagi, alhamdulillah berkat pengaturan oleh pihak kepolisan yang jitu kecelakaan dapat ditiadakan pada momen Pawai Takbir Idul Fitri 1445 (2024) ini. Senang dan bangganya hati kita.

Beberapa kebijakan pihak keamanan untuk mengantisipasi kecelakaan, kabarnya para pengendara roda dua dilaang menggunakan knalpot resing saat ikut berpawai. Informasi dari panitia pawai takbir menjelaskan bahwa pihak kepolisian pada tahun ini melarang para pengguna kendaraan roda dua yang akan ikut kompoi pawai takbir menggunakan knalpot resing. Maksudnya knalpot yang bersuara besar itu dilarang digunakan. 

Menurut pengalaman tahun-tahun sebelumnya penggunaan knalpot seperti itu dapat membuat emosi pengemudi motor tersulut untuk memacu laju kendaraanya sampai tidak terkendali. Ssekaligus terkesan ugal-ugalan. Di situlah munculnya kecelakaan. Itu pulalah sebabnya polisi melarang menggunakan kenalpot seperti itu. Itukah sebabnya kecelakaan kendaraan tahun ini dapat menjadi nihil? Boleh jadi.

Bagi kita masyarakat, apapun kebijakan Pemerintah (Polisi dan Dishub) dalam mengamankan jalannya pawai takbir kita pasti mendukungnya. Pengalaman buruk setiap tahun, adanya korban kecelakaan jalan raya di malan takbir, alhamdulillah tahun ini tidak terjadi. Terima kasih, Pemerintah, Polisi dan aparat lainnya serta masyarakat secara keseluruhan yang ikut berpartisi dalam mengamankan jalannya pawai takbir.***

6 Apr 2024

Safari Ramadan dalam Kesibukan

Safari Ramadan dalam Kesibukan


DALAM keterbatasan waktu dan sempitnya kesempatan, Jumat (05/04/2024) malam ini Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si memenuhi permintaan masyarakat dan jamaah Musalla Sirothol Mustaqim, Sememal, Meral Barat untuk hadir. "Sudah beberapa kali ketua pengurus surau ini mengajak berbuka bersama di sini. Tapi belum dapat meluangkan waktu. Alhamdulillah, malam ini saya sempatkan dan kita dapat bersilaturrahim," jelas Bupati Karimun, itu pada saat Safari Ramadan di Musalla Sirothol Mustaqim.

Katanya dalam sambutan dan tausiah menjelang tarwih, dia tidak dapat memenuhi jemputan berbuka bersama. Menjelang magrib tadi masih ada tamu di rumah. Dan malam ini harusnya jadwal bupati, itu ke Buru. Tapi dia meminta Sekda menggantikannya, sementara dia hadir ke Sirothol Mustaqim untuk memenuhi undangan pengurus. 

Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Sememal khususnya dan masyarakat Kabupaten Karimun pada umumnya karena telah bersama-sama dengan Pemerintah membangun Kabupaten Karimun. "Insyaallah masa tugas saya akan berakhir pada tahun ini, maka saya mohon maaf atas kekurangan yang belum bisa terlesaikan, sekaligus terima kasih atas kerjasama selama ini dengan Pemerintah." 

Harapannya di hadapan jamaah, semoga Allah kirimkan pemimpin penggantinya yang lebih baik, tawadhu, dan membangun Karimun lebih baik. Dia juga berpesan agar masyarakat jangan suka saling menyalahkan, saling memburukkan. "Jaga kekompakan dan kebersamaan," pintanya. Safari malam ini sesungguhnya adalah safari dalam kesibukan. Tapi Allah mempertemukan kita, katanya mengakhiri sambutan sekaligus tausiah.*** 

16 Mar 2024

Jika Bacaan Imam Menyamankan

Jika Bacaan Imam Menyamankan


JIKA imam membaca ayat-ayat saat salat dengan bacaan yang tepat, lagu atau irama yang sesuai dan terdengar sedap tentu saja akan membuat jamaah nyaman di belakangnya. Seperti yang saya alami malam ini, Jumat (15/03/2024) di Masjid Baitul Hikmah, Baran. Malam ke-5 Ramadan 1445 (2024) ini saya berkesempatan berjamaah isya dan tarwih di masjid yang beralamat di Gang Awang Nur itu. 

Saya percaya, selain saya para jamaah yang mengikuti salat tarwih malam ini merasa nyaman juga bersama imamnya. Maksudnya pasti tenang dan adem mendengar bacaan-bacaan imam saat memimpin isya dan tarwih ini. Saya tidak tahu nama imam yang relatif masih muda itu.

Sering ada keluhan jamaah jika imam tidak membuat nyaman makmum ketika bacaannya kurang tepat dan iramanya kurang sesuai selera makmum. Apalagi jika salat tarwih dengan 20 rakaat plus witir tiga rakaat akan membuat makmum gelisah dalam waktu lama jika imamnya tidak menyenangkan bacaannya.

Kriteria imam yang membuat nyaman itu biasanya karena suaranya jelas saat membacakan ayat-ayat alquran. Huruf-hurufnya juga tepat sesuai makhrajnya ketika mengucapkannya. Ditambah irama yang sesuai maka tenanglah jamaah di belakang imamnya.

Saya harus menyebut bahwa imam di depan saya malam ini cukup menenangkan dan menyenangkan. Walaupun tempo bacaannya sedikit lebih cepat yang mungkin karena jumlah rakaat salat tarwih yang 20 itu, sesungguhnya dia tidak membaca terlalu laju. Masih jelas tersimakkan setiap huruf yang diucapkannya.

Terima kasih, Pak Imam dan terima kasih para pengurus yang memberinya amanah pada malam kelima Ramadan 1445 (2024) ini. Saya tidak tahu siapa nama imam itu. Semoga jamaah tetap adem menjadi makmumnya sepanjang Ramadan yang masih panjang ke depan. Jika dia adalah imam tetap masjid, semoga juga akan membuat jamaah terus nyaman selamanya di masjid ini.***

14 Mar 2024

Malam Ketiga di Al-Jihad: Salat Nyaman

Malam Ketiga di Al-Jihad: Salat Nyaman


RABU (13/03/2024) malam, ini malam ketiga Ramadan 1445 (2024). Malam ini saya berkesempatan berjamaah tarwih di Masjid Al-Jihad, Baran, Meral. Ikut bersama juga isteri dan cucu. Kami memang bertiga tinggal dalam satu rumah. Al-Jihad, masjidnya tidak terlalu jauh dari rumah tempat tinggal kami, di Wonosari, Meral. Sama-sama di Baran. Berjarak kurang-lebih setengah km. Dalam 10 menit berkendaraan kecepatan agak lambat sudah sampai.

Sampai malam ini sudah tiga masjid/ musalla kami ikut tarwih. Berkeliling sesuai jadwal, memang. Malam pertama di masjid di kampung sendiri, Wonosari. Masjid Al-Ubudiyah. Malam kedua, kami di Musalla Al-Istiqomah yang tidak jauh dari rumah mertua, di Kampung Padi, Meral. Dan malam ini di Al-Jihad.

Tentu saja kami hadir sejak sebelum isya. Saat saya masuk baru beberapa orang jamaah dan pengurus masjid yang sudah hadir. Masuk waktu (isya) jamaah sudah hampir memenuhkan masjid ini. Salat isya dipimpin seorang imam tetap masjid, Pak Ibrahim. 

Selepas isya ada tausiah agama alias Santapan Rohani Ramadan. Kegiatan Santapan Rohani Ramadan sebelum tarwih adalah kegiatan setiap masjid atau musalla di mana saja di Tanah Air ini. Dari Kota hingga ke Desa hampir semua melaksanakan ceramah singkat menjalang tarwih itu. Di Kabupaten Karimun juga. Penceramahnya diatur oleh satu organisasi. Di Karimun namanya PMKK (Persatuan Muballigh Kabupaten Karimun) yang di dalamnya tergabung semua muballigh. 

Untuk mengisi ceramah Ramadan dan juga jadwal khatib di hari Jumat diatur oleh Pengurus PMKK. Pengurus PMKK Kecamatan yang mengaturnya untuk di setiap kecamatan bersangkutan. Ada pendakwah yang hanya mengisi di kecamatannya saja dan ada juga para muballigh yang lintas kecamatan. Artinya mendpat tugas di dua atau tiga kecamatan yang berbeda.

Menariknya salat di Al-Jihad malam ini adalah bahwa di Ramadan tahun ini ada yang baru saya lihat. Itulah sajadahnya. Berwarna hijau lumut dan terasa lembut karena lumayan tebalnya membuat jamaah tentu saja nyaman. Tahun lalu saya juga salat di sini, sajadahnya masih yang lama dan sudah terasa agak keras. Belum berganti. 

Hal lain yang juga membuat kesan adalah jamaahnya juga sangat ramai. Boleh jadi karena masih di awal Ramadan. Atau sudah terbiasa ramai, yang ini saya belum pasti. Yang penting, nyaman salat di sini, itulah catatan singkat saya malam ini.*** (M. Rasyid Nur)

12 Mar 2024

Biasa, Hari Pertama Jamaah Saling Berlomba

Biasa, Hari Pertama Jamaah Saling Berlomba


TIDAK salah jika di awal-awal Ramadan para jamaah berbondng-bondong meramaikan masjid atau musalla. Di Masjid Al-Ubudiyah, misalnya, masjid di tempat saya ini tampak lebih semarak malam ini. Saya percaya, hakkul yakin di masjid-masjid lain pun begini ramainya. Inilah malam pertama tarwih dilaksanakan untuk Ramadan 1445 (2024). 

Bagi kelompok atau organisasi keagamaan Muhammadiyah, Ahad (10/03/2024) malam adalah hari pertama tarwihnya. Ini sesuai keputusan PP Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadan 2024 jatuh pada hari Senin (11/03/2024).Bagi umat lainnya, yang mengikuti Pemerintah yang menetapkan awal Ramadan satu hari sesudahnya maka Senin malamlah berbondong-bondong ke masjid. Seperti di masjid kampung saya ini.

Bahwa jamaah meramaikan masjid, ya, karena ingin mendapatkan berkah dan pahala di bulan mulia. Mungkin juga dengan motivasi lainnya. Masyarakat datang dengan pakaian rapi dan menggunakan pakaian baru, ya karena masyarakat ingin menunjukkan bahwa rasa gembira menyambut Ramadan bisa dalam bentuk berbagai macam. Termasuk memakai pakaian serba baru dan wewangian, mungkin. Bahkan jika dalam hatinya ada rasa ingin berkompetisi (berlomba) dalam kebaikan beragama, ya itu juga tidak masalah. Niat juga yang menentukan motivasi kita.

Bahwa di awal-awal Ramadan masyarakat seolah-olah berlomba-lomba datang ke masjid atau musolla, berlomba-lomba juga dalam bersedekah atau memberi makan orang-orang yang membutuhkannya, itu semua tidak ada masalahnya. Allah justeru menyuruh hamba-Nya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Tapi ingat, jangan berlomba-lomba untuk keburukan dan permusuhan. Itu sejalan disampaikan Allah.

Oleh karena itu, jika masyarakat betul-betul ingin berlomba dalam niat berbuat baik selama Ramadan mulia ini, alhamdulillah saja. Tidak harus khawatir akan dipandang riya atau berlebih-lebihan. Sekali lagi, akhirnya memang niat ikhlas dan niat baik jamaah jualah yang menentukan nilainya di sisi Allah.***

8 Mar 2024

Masih Ada Jalan dalam Kekhawatiran

Masih Ada Jalan dalam Kekhawatiran


ADA panggilan tak terjawab. Dari seorang teman. Sudah tiga kali. Kebetulan HP ada di saku saat saya mengandarai vespa dari Coastal Area ke rumah, Wonosari. Setidak-tidaknya setengah jam pulang-pergi perlu waktu. Selama itu saya tidak tahu kalau ada suara HP di saku saya.

Sore Jumat (08/03/2024) ini saya harus mengantarkan cucu ke Coastal Area, tempat akan dilaksanakannya gerak jalan yang bertitel Gerak Jalan Tarhib Sekolah Islam Terpadu Kabupaten Karimun. Cucu saya, Akiif yang menjadi siswa SD IT Darul Mukmin akan ikut gerak jalan itu. Sayalah yang menjemput-antarnya karena Akiif memang tinggal bersama kami. Kebetulan orang tuanya juga lagi sibuk dan tidak bisa mengantarkannya.

Sampai di rumah, setelah mengantarkannya itulah saya melihat ada panggilan masuk. Tidak terjawab. Pasti penting, kata saya dalam hati. Telpon dari Pak Nurbit. Biasanya berurusan dengan hal penting. Dan saya yakin, tidak mungkin dia akan menelpon sampai tiga kali.

Singkat kisah, saya telpon balik dan mendapat info bahwa saya harus magrib bersama di Musolla Albusyro, Rumah Dinas Bupati. Katanya akan ada pertemuan bakda magrib ini dengan bupati. Sementara menjelang magrib saya berencana akan menjemput cucu kembali ke Coastal Area. Jika begitu saya tidak mungkin bisa magrib di musolla itu. Tidak akan terkejar. Makanya saya sempat kontak orang tua Akiif yang ternyata tidak bisa menjemput anaknya.

Dalam kekhawatiran yang cukup membingungkan saya bersiap saja untuk menjemput cucu. Mandi dulu karena mungkin akan ketemu waktu magrib saat menjemputnya. Sekalian saja saya akan bawa magrib di rumah dinas. Hanya jalan yang akan saya tempuh.

Setelah bersiap akan berangkat, waktu magrib juga sudah dekat, ternyata beberapa menit berikutnya, itu ada info lagi bahwa pertemuan diundur menjadi bakda isya. Pesan WA dari penelpon yang sama. Alhamdulilah, kata saya dalam hati. Tadi begitu risau dan khawatirnya saya. Ternyata di balik kekhawatiran itu masih ada jalan.***

27 Feb 2024

Aunur Rafiq: Setiap Masa Ada Sejarahnya

Aunur Rafiq: Setiap Masa Ada Sejarahnya




Catatan M. Rasyid Nur
PESAN utama yang disampaikan Bupati malam ini adalah bahwa di setiap masa ada catatannya. Ada sejarahnya. Setiap catatan atau sejarah ada masanya. Bupati menyoroti dirinya dengan menyitir analogi kalimat itu. Katanya, sebentar lagi masa jabatannya sebagai bupati akan berakhir. Tentu akan ada bupati baru.

Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq menyatakan kalimat di atas pada pidato sambutan dan pengarahan Malam Penutupan MTQ (Musbaqah Tilawatil Quran) Tingkat Kecamatan Meral, Senin (26/02/2024) malam. Bupati menutup MTQ Kecamatan Meral setelah berlangsung sejak 22 Februari lalu. Malam ini adalah malam pengumuman hasil MTQ tersebut. Bupati berkesempatan memberikan nasihat kepada hadirin malam itu.

"Setiap pemimpin ada masanya dan setiap masa ada pemimpinnya." Beberapa kali Bupati mengucapkan kalimat bernada sastra itu. Untuk itu, katanya, setelah masa pengabdiannya habis, dia mengajak mencari pemimpin kabupaten ke depannya. "Saya ingin dan semoga bupati kita setelah lebih baik dari pada bupati sekarang," katanya. "Untuk itu mari kita cari pemimpin kita yang lebih baik." Begitu dia memberi pesan, malam ini. 
Sesungguhnya pesan itu menunjukkan bahwa Pak Rafiq, bupati kita ini sangat ingin kabupaten kita ini terus semakin baik dan semakin maju ke depan. Selain masyarakat yang baik dan mampu menjaga ketenangan dan keamanan daerah juga perlu pemimpin yang baik juga. Itulah yang diingatkan bupati ini. 

Pesan-pesan bernuansa alquran di malam penutupan MTQ ini juga tidak kurang disampaikannya. Ketika dia mengingatkan agar para qori-qoriah, hafizh-hafizhah mampu tampil dengan baik, maka jadilah terus pembaca dan penghafal alquran yang baik, katanya. "Di tangan para hafizh ini tertumpang tanggung jawab menjaga dan memelihara alquran itu sendiri." Untuk itulah kita akan terus meningkatkan pembinaan alquran di daerah kita ini.***

22 Feb 2024

Menjelang Ramadhan Jamaah Masjid Mulai Ramai

Menjelang Ramadhan Jamaah Masjid Mulai Ramai


Catatan M. Rasyid Nur
KURANG dari satu bulan menjelang masuknya Ramadhan (1445), ini sudah mulai terasa dan terlihat tanda-tanda akan datangnya bulan mulia itu. Sudah terasa bahangnya. Bagi seorang mukmin sudah pasti kehadiran Ramadhan adalah dambaan. Harapan ampunan dosa-dosa yang terlanjur dilakukan sangatlah besar dalam harapan. Janji Allah untuk hamba-Nya yang mendirikan Ramadhan dengan penuh kesadaran-keimanan dan keikhlasan, akan mendapatkan ampunan dosa sekarang dan dosa-dosa masa lalu. Itu salah satu pemahaman hadits yang dapat ditemukan di buku-buku hadits.

Sejatinya satu-dua bulan (Rajab-Syakban) menjelang masuknya Ramadhan orang-orang beriman memang akan berlomba-lomba meningkatkan volume ibadah. Latihan-latihan berpuasa juga dilakukan dengan rutin. Sebutlah puasa Senin-Kamis plus puasa di hari-hari lainnya dalam bulan Sykban. Ini tentu sudah ditingkatkan saat ini. Begitu juga zikir dan membaca alquran cenderung ditingkatkan sebagai bentuk usaha menyambut bulan mulia itu. Begitulah agama mengajarkan.

Satu pemandangan yang menarik satu-dua pekan belakangan adalah semakin ramainya masyarakat berjamaah lima waktu di masjid. Tentu di banyak masjid. Kalau sebelum-sebelumnya untuk salat magrib, misalnya hanya satu shaf atau bahkan kurang, belakangan ini sudah terasa bertambah. Bisa dua atau tiga shaf salat magribnya.

Meskipun tidak semua salat wajib yang lima itu ramai jamaahnya, tapi pasti sekali bahwa setiap salat itu jumlah jamaahnya bertambah berbanding dua-tiga pekan sebelum ini. Banyak masjid yang jamaahnya menyedihkan jumlahnya. Terkadang kelihatan masjidnya megah tapi jamaahnya tidak seberapa. Sekarang, alhamdulillah sudah kelihatan ada peningkatan jumlah jamaahnya.

Sebagai jamaah Masjid Al-Ubudiyah (Wonosari) saya melihat dan merasakan langsung kalau jamaah rutin di masjid ini memang bertambah beberapa hari belakangan ini. Intinya lebih ramai jumlahnya berbanding hari-hari sebelumnya. Saya menduga itu adalah tanda-tanda jamaah yang mulai bersiap untuk menyambut datangnya Ramadhan. Semoga saja ini terus bertambah sehingga menjelang masuknya bulan mulia, umat Islam sudah memenuhkan masjidnya. Termasuk di masjid lainnya.***

17 Feb 2024

Rumput Dibabat, Saat Badan Terasa Kurang Sehat

Rumput Dibabat, Saat Badan Terasa Kurang Sehat


TIDAK selalu dan selamanya sehat. Terkadang ada waktu badan kita terasa kurang sehat. Tidak fit alias sakit. Tanda-tandanya bisa karena kepala terasa pusing. Bisa juga karena merasa berdahak saat batuk dan fileks, misalnya. Jika lebih dari itu, bisa juga demam karena suhu badan meningkat.

Dalam keadaan sakit tingkat awal, boleh jadi kita masih bisa beraktifitas seperti biasa. Boleh jadi karena terlalu lelah. Bekerja lebih dari porsinya. Biasanya, di tingkat awal ini kita masih bisa ke kantor, ke kebun atau kemana sesuai aktifitas sehari-hari kita. Selera makan juga masih ok ok saja saat seperti itu.

Seperti yang saya rasakan beberapa hari ini. Saya tidak merasa fit seperti biasa. Awalnya tenggorokan terasa perit. Boleh jadi karena berlebih mengeluarkan suara? Entahlah. Lalu diikuti batuk sedikit-sedikit dan berdahak pula. Karena capei? Entahlah. Maka saat seperti ini selain tetap olahraga kecil-kecil --seumpama berjalan kaki sekian menit-- juga melaksanakan aktifitas lain.

Sabtu (17/02/2024) ini, misalnya saya menyabit rumput di halaman rumah yang kebetulan sudah agak panjang. Batuk masih ada sekali-sekali. Hidung juga belum lepas sempurna dari cairan. Artinya fisik saya belum sebugar seperti biasa. Hari ini sesungguhnya ada kegiatan lain, menghadiri kegiatan pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan di Ungar. Dan hari ini sebenarnya bersama beberapa teman, diajak mendampingi bupati ke Ungar. Ada acara MTQ Tingkat Kecamatan. Tapi saya izin untuk tidak ikut karena keadaan badan yang belum fit betul.

Lalu saya ajak cucu untuk membersihkan halaman yang rumputnya sudah meninggi dan sampahnya juga sudah lumayan banyak. Akiif, cucu itu menyapu sampah sementara saya membabat rumputnya. Semoga, dengan keringat dari membabat (menyabit) rumput ini mengantarkan badan saya kembali sehat total seperti biasa.*** (Catatan M. Rsyid Nur)

16 Feb 2024

Transaksi Suara Perlu Rupiah

Transaksi Suara Perlu Rupiah


SEORANG Caleg (Calon Legislatif), teman saya,  sebutlah namanya Mr X begitu yakin suaranya akan mencukupi untuk satu kursi di Dapil (Daerah Pilihan) yang dia ikuti. Kalaupun kurang-kurang sedikit, dia juga yakin kalau suaranya akan lebih tinggi dari pada teman-temannya satu partai dalam satu Dapil. Artinya jatah kursinya pasti untuk dia. Setidak-tidaknya begitulah obrolannya bersemangat dengan saya. Sebagai orang yang pernah ikut sebagai Caleg pada Pemilu 2019 lalu, saya jadi tahu seluk-beluk dan suka-duka 'berharap' menjadi anggota dewan itu.

Untuk pernyataan teman saya, ini alasannya sederhana. Sebagai seorang tokoh di daerahnya, dia merasa cukup terkenal di kecamatan tempat tinggalnya. Apalagi di kelurahan. Dia sangat yakin. Pernah dan selalu dekat dengan RT juga RW di kelurahannya. Tokoh agama aktif di masjid. Ditambah beberapa orang yang tinggal di kelurahan atau kecamatan sebelah yang juga mengenalnya, dia sangat yakin suara orang itu akan diberikan kepadanya. Bahkan dia yakin dalam satu kabupaten dia sudah dikenal.

Selama kampanye, dia rajin berkumpul-kumpul dengan banyak orang di Dapilnya. Dari awal mendaftar, dia sudah menyatakan tidak akan menggunakan uang untuk membeli suara. Sebagai seorang yang memahami agama, dia selalu menjelaskan kepada masyarakatnya bahwa memberi uang untuk mendapat suara itu artinya raswah. Sogokan. Pasti berdosa. Untuk sikap ini saya setuju meskipun justeru di situ masalahnya masyarakat kita.

Tidak jarang teman saya ini membawa-bawa makna satu hadits, orang yang menyogok dan yang menerima sogok, itu tempatnya di neraka. Maka dia sepakat dengan timnya untuk tidak memberi uang sepersen pun kepada calon pemilihnya. Menurut para pemilihnya, kabarnya ok ok saja. Mereka akan memilih Mr X karena tokoh di daerahnya. Yang penting dan berjanji, kalau sudah jadi anggota dewan nantinya, maka uang gaji dan lainnya akan diberikan sebagian sebagai kompensasi selama menjadi tim pemenangan. Intinya, jangan lupa pemberi suara setelah duduk di Gedung Dewan nantinya.

Pencoblosan pun tiba, 14 Februari 2024 lalu. Sesungguhnya, beberapa pekan selama masa kampanye, teman ini sangat yakin suaranya akan meledak di beberapa TPS di kecamatannya dan kecamatan sebelah yang masih satu Dapil. Ternyata oh ternyata, setelah Pemilu usai, penghitungan suara pun selesai, suaranya tidak mencerminkan apa yang selama ini dia bayangkan. Justeru suara di TPS dekat rumahnya serta beberapa TPS yang dia bayangkan akan memilihnya, ternyata justeru suara orang lain. Suara partai lain yang dia kenal juga orangnya.

Kini, teman ini tahu kalau orang yang menang di TPS-nya itu adalah orang yang sama lima tahun lalu yang terkenal royal membeli suara. Setiap satu suara konon dia sanggup memberi 'ampelop' sebesar 300-500 ribu. Itu lima tahun lalu. Tahun ini menurut informasi yang simpang-siur besarannya malah lebih lagi karena kabarnya disatupaketkan dengan anggota dewan kabupaten, provinsi dan pusa dalam satu partai. 

Teman saya ini pasti bertanya di hatinya, apakah suara masyarakat saya juga dibeli pada Pemilu ini? Saya hanya menduga karena saya pernah tahu itu lima tahun lalu. Sahabat saya ini tentu tidak mampu menjawab pertanyaan itu. Kenyataannya beberapa orang masyarakat memang mengakui kalau suaranya diberikan ke orang tertentu yang memberinya uang. Maka yakinlah kita bahwa transaksi dengan calon pemberi suara tidak bisa dengan janji-janji saja. Harus dengan rupiah. Masyarakat yang menerima uang 'ampelop' itu pasti tidak merasa bersalah memilih siapa saja asal ada balas jasanya. Sungguh memilukan demokrasi kita.***