Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

21 Jul 2024

Bupati: Jika Harus Direvisi, Revisilah PBM Itu

Bupati: Jika Harus Direvisi, Revisilah PBM Itu


KEGIATAN advokasi pelaksanaan PBM No 8 dan 9 FKUB Provinsi Kepri di Gedung Nasional Karimun, Kamis (18/07/2024) yang dihelat oleh FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Provinsi Kepri telah berjalan dengan baik dan lancar. Diikuti oleh 50 (lima puluh) orang peserta, terdiri daari para pengurus FKUB Kabupaten Karimun, Ketua atau Sekretaris FKUB Kecamatan se-Pulau Karimun, perwakilan dari Kantor Camat se-Pulau Karimun, utusan dari Dinas PUPR Kabupaten Karimun serta beberapa elemen masyarakat yang terkait dengan pendirian rumah ibadah.

Tujuan kegiatan, sebagaimana dijelaskan Ketua FKUB Provinsi Kepri, Handarlin Umar, selain untuk silaturrahim juga untuk bisa memahami peran Pemerintah dalam pendirian rumah ibadah. Selain itu juga untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam kelancaran pedirian rumah ibadah sesuai PBM No 9 dan 8 yang sudah ditetapkan. 

Dengan kegiatan ini diharapkan semakin memahami nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Tolerasnsi sendiri mengandung pemahaman, setuju dalam ketidaksetujuan oleh satu orang atau kelompok terhadap orang atau kelompok lainnya. Dan memang benar bahwa rukun dan damai itu penting dalam keberagaman suku dan agama. 

FKUB Provinsi Kepri sudah membuat slogan, RUKUN BUDAYA KITA dalam arti bahwa masyarakat Kepri wajib meyakini kalau rukun itu sesungguhnya adalah budaya daerah ini sendiri. Tidak ada alasan untuk tidak rukun. Kata Pak Handarlin, di negeri Melayu ciri masyarakatnya adalah ramah tapi tidak berarti tidak ada amarah. 

Kehidupan orang Melayu, itu seperti laut, bergelombang tapi bisa tenang, menerima apa saja. Menerima benda-benda kotor atau bersih. Lautnya tidak mempermasalahkan. Tapi orang Melayu juga bisa merajuk dan bahkan mengamuk. Ini diulangsampaikan oleh Ketua FKUB Provinsi dan Bupati Karimunpada saat acara pembukaan advokasi PBM tersebut.

Seperti disampaikan Bupati Karimun, Aunur Rafiq dalam sambutan dan pengarahannya saat itu, dia berharap semoga kegiatan advokasi ini semakin memperkuat kebersamaan diantara kita. Oleh karena itu bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua FKUB Provinsi Kepri dan seluruh pengurusnya atas pelaksanaan kegiatan ini di Kabupaten Karimun. 

Tentang pelaksanaan PBM 8 dan 9 di Karimun, kata Bupati telah berjalan dengan baik. Bupati juga menyinggung isi PBM tersebut. Dia menyebut tentang sudah lamanya PBM itu di masyarakat. Apakah isinya masih sesuai atau tidak, bupati sempat menyinggungnya. 

"Jika perlu revisi karena sudah lama, silakan direvisi oleh pihak yang berwewenang merivisinya. Kita tahu, syarat untuk kelancaran pelaksanaan PBM adalah keterbukaan, kejujuran dan rasa kebersamaan." Isi PBM itu memerlukan sikap seperti itu. Boleh sudah waktunya direvisi, silakan. Tentu saja pihak yang berkompeten dan berwenang untuk itu, katanya. Makanya dia mengajak semua pihak untuk secara baik, terbuka, jujur dan mengutamakan kebersamaan dari pada kepentingan sendiri atau kelompok dalam melaksanakan PBM dimaksud.***

15 Jul 2024

Tak Tampak Ngantuk Saat Nobar Meski Dini Hari

Tak Tampak Ngantuk Saat Nobar Meski Dini Hari


BAGI penggemar sepakbola tidak ada beda jam siang dan malam saat menyaksikan laga sepakbola. Ketika babak final sebuah event dunia, misalnya para pecandu si kulit bundar akan menyediakan waktunya untuk menyaksikannya. Entah waktu di siang hari atau di tengah malam, mata akan memlototi laga. Seolah mata tidak ada masalah.

Seperti dini hari Senin (15/07/2024) ini, saat di Jerman berlangsung laga final Piala Eropa antara Kesebelasan Spanyol melawan Inggris di Indonesia waktu itu adalah pukul 02.00. Jam itu lazimnya adalah waktunya tidur. Secara normal, tidur sekitar pukul 21.00 atau paling lambat pukul 23.00 lalu terbangun sekitar pukul 04.00. Bersiap untuk salat subuh bagi muslim. Atau bersiap untuk aktifitas lain bagi yang terbiasa mulai melakukan kegitan sepagi itu.

Tapi lihatlah di banyak tempat, di Tanah Air kita. Ada saja orang berkumpul menatap layar televisi atau layar lebar (layar tancap) menyaksikan siaran langsung satu pertandingan. Seperti di Kedai Kopi Jhon 88, Batu Lipai Kecamatan Meral, Karimun, pagi ini dipenuhi penggemar sepakbola itu. Di luar dan di dalam kedai dipenuhi orang-orang penyuka laga itu. Saya pun dini hari ini ikut pula nobar bersama ramainya penggemar sepakbola.

Apakah mereka tidak mengantuk? Jika melihat sepintas saja, kelihatannya tidak ada yang mengantuk. Faktanya kedai ini dipenuhi suara sorak-sorai menyaksikan pertandingan. Ketika penyerang mendekati lapangan pertahanan lawan maka suara penonton akan memekak telinga. Begitulah bukti tidak ada kantuk di dalam kedai kopi ini meski ini di saat waktu dini hari.
Apakah benar-benar tidak mengantuk? Apakah memang terbiasa begadang dan tidurnya besok siang?Saya sendiri, tadinya tidur lebih awal dari biasa. Pukul 21.00 saya sudah tidur, berbanding biasanya saya tidur pukul 23.00. Karena berniat ingin nobar, khusus di babak final, maka saya tidur dulu. Baru bangun dibantu alarm.

Catatan singkat ini untuk menyebut bahwa begitu ramainya penonton di kedai ini di waktu malam begini. Apakah mereka semua menyiapkan tidurnya lebih awal malam ini? Entahlah. Saya tidak ingin bertanya keapda mereka. Saya hanya melihat, mereka tidak mengantuk meskipun saat dini hari begini.***

4 Jul 2024

Status Tidak Llulus

Status Tidak Llulus


INI status saya di Facebook pagi Kamis (04/07/2024) ini, "Begitu rapuhkah iman, bunuh diri menjadi jalan. Adalah kewajiban kita untuk memberi perhatian: sehari dua kejadian." Kalimat itu sudah diposting. Sudah ada sahabat yang like. 

Hanya beberapa menit saja tayangnya, lalu dihapus kembali oleh Facebook dengan alasan melanggar Standar Komunitas ketentuan. Pada halaman yang sama, ada penjelasan itu. Saya terkejut. Maksud status saya hanyalah mengingatkan masyarakat. Jangan lagi masyarakat melakukan itu.

Status saya sendiri muncul setelah sehari sebelumnya beberapa media online menyiarkan peristiwa tragis, adanya orang mati bunuh diri. Bunuh diri dengan cara gantung diri. Sedih super sedihnya itu adalah karena pada yang sama itu ada dua kejadian bunuh diri. Dua-duanya dengan menggantung diri. Satu seorang laki-laki dan satunya seorang wanita.

Karena berita itu cukup banyak dibaca hari Rabu, itu maka saya tulislah status itu dengan maksud agar masyarakat menajdikan peristiwa itu sebagai satu perhatian khusus. Jangan lagi cara itu dilakukan masyarakay. Apalagi, beberapa bulan lalu juga ada kejadian orang gantung diri. Artinya, ini sudah sangat perlu menjadi perhatian.

Bagaimanapun, saya tidak bisa memprotes pengelola facebook. Jika ternyata kalimat seperti itu benar-benar dinilai melanggar ketentuan sesuai standar komunitas, maka saya menerimanya. Saya tidak melakukan protes untuk tetap dimuatnya status saya itu. Biarlah dia tidak lulus, karena pengelola facebook pasti lebih tahu ketentuan mereka.***

1 Jul 2024

Selamat Hari Bhayangkara ke-78: Tetaplah Profesional dan Jadi Pelindung Rakyat

Selamat Hari Bhayangkara ke-78: Tetaplah Profesional dan Jadi Pelindung Rakyat


DI TENGAH heboh berita-berita (oknum) polisi terlibat masalah-masalah hukum peringatan hari Bahayangkara sebagai pengingat hari lahirnya aparat keamanan dan ketertiban, Polisi Republik Indonesia (Polri), itu kita lalui. Hari ini, Senin (01/07/2024) adalah hari Bhayangkara. Hari ini kita mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-78 tahun 2024 untuk seluruh Polri. Ya, seluruh anggota Polri dan keluarga dimana saja berada. Tidak hanya sesama anggota Polri yang wajib mengucapkan itu.

Kita berdoa, kita berharap semoga Polri senantiasa semakin profesional dan menjadi pelindung rakyat. Sederhananya itulah harapan dan doa kita sebagai warga. Kita tetap berharap kepada aparat berseragam cokelat itu sebagai pelindung kita, pelindung rakyat. Tidak ada harapan lain, meskipun ada kenyataan lain yang timbul di tengah-tengah kehidupan Polri. Kita terus berharap sikap profesional dalam menjalankan tugasnya.

Harapan ini disebut tetap menjadi harapan karena begitu banyaknya catatan dan pemberitaan perihal kekeliruan dan salah langkah dari beberapa (oknum) Polri hari-hari belakangan ini. Berita polisi (Polwan) membunuh (membakar) polisi (kebetulan suaminya). Berita polisi dalam drama pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon sana. Berita polisi tersulut emosi saat (kabarnya) membubarkan tawuran anak-anak muda di Polda Sumbar, sana. Dan ada banyak lagi catatan gelap belakangan ini, menghiasi halaman media. Kita membaca dan mendengar beritanya.

Dalam hiruk-pikuk berita itu, hari ini kita memperingati hari Bhayangkara, Hari Polis RI. Sudah tahun ke-78 pada tahun ini. Itu bukan usia muda. Sudah sangat dewasa, jika diibaratkan manusia. Karena usia yang sebegitu itulah makanya rakyat seperti kita sangat berharap berjalannya tugas dan fungsi polisi dengan baik. Janganlah lagi ada info-info aparat hukum (polisi) justeru melanggar hukum. Sungguh membuat kita tidak nyaman.

Kita sebagai warga tidak ingin membicarakan persoalan hukum yang melibatkan polisi itu. Biarlah orang atau lembaga yang pantas untuk itu yang membahas dan membicarakannya. Kita hanya ingin polisi tetap pada jalurnya. Sebagai pengayom, pelindung dan pengaman rakyat kita berharap kiranya polisi tetap profesional dalam tugas dan tanggung jawabnya. Itu saja.***

6 Jun 2024

Gas Tak 'Kan Langka Lagi, Benarkah?

Gas Tak 'Kan Langka Lagi, Benarkah?


"MAASYARAKAT Karimun, Provinsi Kepri tidak perlu khawatir lagi dengan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) bersubsidi." Itu kalimat pertama berita dari salah satu media online yang terbit di Karimun hari Kamis (06/06/2024) ini. Kalimat yang menyenangkan hati masyarakat di Negeri Berazam ini, tentunya.

Berita berjudul SPBE Karimun Diresmikan, Warga Tak Perlu Khawatir Kelangkaan Gas LPG 3 Kg, itu adalah tentang resmi beroperasinya dermaga bongkar muat curah kering/cair Stasiun Penimbunan Elpiji Khusus (SPEK) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Karimun di hari yang sama. Peresmiannya dilakukan oleh Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos, M Si hari ini. Terlambatnya pengoperasian SPEK-SPBE selama ini, kabarnya karena belum adanya listrik. Sudah lama masyarakat menanti. Karena itu pula, berita itu menjadi angin segera bagi masyarakat.

Dari berita yang sama kita baca bahwa dermaga tersebut dikelola oleh PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) yang berada di Jalan Pelabuhan Kargo dan Roro Parit Rempak, Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral. Sementara SPBE dikelola oleh PT Palugada Karimun Sejahtara yang berada di Jalan Sememal RT 003 RW 001 Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Meral Barat. 

Bagi kita masyarakat pengguna gas, tentu saja tidaklah hal utama peresmiannya, siapa yang meresmikannya, siapa yang mengelola dan seterusnya, dan seterusnya, tapi yang utama adalah bagaimana judul berita itu benar-benar menjadi kenyataan nantinya, gas tidak akan langka lagi di negeri kita ini. Itulah hal utamanya. Dan kita bertanya, benarkah gas nantinya tidak akan langka lagi? Itulah yang penting. Selama ini kelanggaan gas di Karimun adalah hal yang biasa terjadi.

Kita berdoa semoga pengelolaannya berjalan dengan baik, lancar dan tidak ada kekeliruan yang akan terjadi, baik disengaja maupun tidak sengaja yang dapat mengganggu 'kehadiran' gas di daerah kita. Itulah harapan kita. Benarkah gas tidak akan langka lagi? Semoga saja.***