Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

17 Jul 2024

Menyaksikan Spanyol Mengalahkan Inggeris di Nobar Jhon 88

Menyaksikan Spanyol Mengalahkan Inggeris di Nobar Jhon 88


Catatan M. Rasyid Nur
SEBANYAK laga selama berlangsungnya laga Piala Eropa, saya tidak pernah ikut nobar (nonton bareng) sebagaimana banyak dibuat dan diikuti masyarakat pencinta bola. Jujur, saya sudah tidak kuat untuk begadang seperti saat masih muda dulu itu.

Sejak pensiun dari tugas guru PNS tujuh tahun lalu saya mengurangi begadang untuk nonton siaran langsung olahraga, misalnya. Itu juga sesuai pesan teman-teman dan sesuai juga kemampuan pisik untuk berkurangnya tidur malam. 

Sekarang, jika tidak bisa tidur di bawah pukul 22.00 karena masih suka membaca dan menulis, selambat-lambatnya saya usahakan tidur sekitar pukul 23.00. Ini batas toleransi. Pukul 04.00 sudah harus bangun, jika tidak ada keperluan bangun sebelum itu.

Tapi Senin (15/07/2024) dini hari ini saya berniat untuk ikut nobar. Ini partai final. Tinggal dua kesebelasan saja lagi yang tersisa untuk menentukan juara. Jadi, saya ingin menyaksikan siaran langsungnya. Untuk keperluan ini, saya tidur agak awal sebelum terbangun pukul 02.00 itu. 

Sebagaimana sudah kita ketahui Timnas Spanyol akhirnya menjuarai Euro 2024 setelah mengalahkan Timnas Inggeris di final. Dari berita yang kita baca Timnas Spanyol tercatat menjadi juara tanpa cela. Tanpa cela, maksudnya selalu menang sejak dari babak awal. Sampai media menyebut mencatat rekor sempurna sebagaimana juga pernah disematkan ke Timnas Brasil di even yang lain. Sejak babak awal hingga ke final selalu menang, itulah rekor sempurna.

Baik di media maupun nobar langsung kita tahu sejak awal kalau Tim Merah menuntaskan fase grup (B) dengan juara grup. Lalu ketika melawan Kroasia, Italia dan Albania tim ini juga menang semua. Sampailah ke final saat menghadapi Inggeris. 

Kesuksesan menggulung Inggris di Olympiastadion, Berlin dengan angka tipis 2-1, Minggu (14/7/2024) di sana bersamaan Senin (15/07/2024) dini hari di Indonesia, itu tentu saja mengantarkan Timnas Spanyol ke tangga juara Eropa tahun 2024 ini. Kita yang kebetulan ikut nobar menyaksikan di layar kaca Nico Williams dan Mikel Oyarzabal mementahkan gol dicetak Cole Palmer ketika tertinggal satu gol.

Asyik memang menyaksikan laga final dini hari, itu. Saya percaya, pasti seasyik itu juga laga-laga sebelumnya meskipun saya tidak menyaksikannya langsung. Hanya rekamannya saja di televisi atau di You Tobe. Nobar pagi ini, sungguh mengasyikkan. Syukurnya saya sudah tidur sebelum duduk bersama di sini.***

15 Jul 2024

Tak Tampak Ngantuk Saat Nobar Meski Dini Hari

Tak Tampak Ngantuk Saat Nobar Meski Dini Hari


BAGI penggemar sepakbola tidak ada beda jam siang dan malam saat menyaksikan laga sepakbola. Ketika babak final sebuah event dunia, misalnya para pecandu si kulit bundar akan menyediakan waktunya untuk menyaksikannya. Entah waktu di siang hari atau di tengah malam, mata akan memlototi laga. Seolah mata tidak ada masalah.

Seperti dini hari Senin (15/07/2024) ini, saat di Jerman berlangsung laga final Piala Eropa antara Kesebelasan Spanyol melawan Inggris di Indonesia waktu itu adalah pukul 02.00. Jam itu lazimnya adalah waktunya tidur. Secara normal, tidur sekitar pukul 21.00 atau paling lambat pukul 23.00 lalu terbangun sekitar pukul 04.00. Bersiap untuk salat subuh bagi muslim. Atau bersiap untuk aktifitas lain bagi yang terbiasa mulai melakukan kegitan sepagi itu.

Tapi lihatlah di banyak tempat, di Tanah Air kita. Ada saja orang berkumpul menatap layar televisi atau layar lebar (layar tancap) menyaksikan siaran langsung satu pertandingan. Seperti di Kedai Kopi Jhon 88, Batu Lipai Kecamatan Meral, Karimun, pagi ini dipenuhi penggemar sepakbola itu. Di luar dan di dalam kedai dipenuhi orang-orang penyuka laga itu. Saya pun dini hari ini ikut pula nobar bersama ramainya penggemar sepakbola.

Apakah mereka tidak mengantuk? Jika melihat sepintas saja, kelihatannya tidak ada yang mengantuk. Faktanya kedai ini dipenuhi suara sorak-sorai menyaksikan pertandingan. Ketika penyerang mendekati lapangan pertahanan lawan maka suara penonton akan memekak telinga. Begitulah bukti tidak ada kantuk di dalam kedai kopi ini meski ini di saat waktu dini hari.
Apakah benar-benar tidak mengantuk? Apakah memang terbiasa begadang dan tidurnya besok siang?Saya sendiri, tadinya tidur lebih awal dari biasa. Pukul 21.00 saya sudah tidur, berbanding biasanya saya tidur pukul 23.00. Karena berniat ingin nobar, khusus di babak final, maka saya tidur dulu. Baru bangun dibantu alarm.

Catatan singkat ini untuk menyebut bahwa begitu ramainya penonton di kedai ini di waktu malam begini. Apakah mereka semua menyiapkan tidurnya lebih awal malam ini? Entahlah. Saya tidak ingin bertanya keapda mereka. Saya hanya melihat, mereka tidak mengantuk meskipun saat dini hari begini.***

12 Jun 2024

Di HP Saja, Rasa Bangga Tetap di Dada

Di HP Saja, Rasa Bangga Tetap di Dada


TERSEBAB siaran televisi (kabel) di rumah tidak menyiarkan siaran langsung, otomatis saya tidak dapat menyaksikan laga antara Indonesia melawan Philipina malam ini. Laga penentuan bisa-tidaknya 'garuda' maju ke babak berikutnya untuk seleksi Piala Dunia sudah pasti sangat penting bagi kesebelesan Merah-Putih. Untuk itu pula kita sangat ingin menyaksikan siaran langsungnya.

Namun karena tidak ada chanel televisi di rumah yang menyiakan karena diacak, maka perlu cara lain untuk dapat menyaksikan laga penting itu. Jika harus keluar rumah, seumpama ikut nobar di luar sana, tentu saja tidak senyaman menyaksikannya di rumah sendiri.

Sesungguhnya perasaan itu sangat kesal. Siaran televisi yang sehari-hari menyaksikan layarnya dengan berbagai program, Selasa (11/06/2024) malam ini justeru siarannya diacak karena menyiarkan siaran langsung itu. Siaran langsung (live) sepakbola yang mereka siarkan tidak bisa disaksikan di televisi di rumah saya. Kesal? Tentu saja.

Sebenarnya ada beberapa televisi yang menyiarkannya (tak usah saya sebut di sini). Tapi itu tadi, televisi di rumah yang menggunakan sistem kabel tidak menyiarkan. Bukan tidak menyiarkan, tapi karena diacak saja. Kami di rumah tidak bisa menyaksikannya.

Cara satu-satunyan adalah menyaksikannya lewat layar HP saja. Kebetulan ada aplikasi berbayar yang menyiarkannya. Di situlah saya menontonnya. Begitu kecilnya layar itu. Tapi apa boleh buat. Masih lumayan. Tetap ada rasa bangga di dada menyaksikannya. Apalagi setelah Indonesia mampu menjebol gawang Philipina pada menit ke-31 itu. Skorpun menjadi 1-0.

Ternyata kebanggaan di dada bertambah lagi ketika pada menit ke-55 para pemain Indonesia menambah kemenangan, 2-0 untuk pasukan garuda. Meskipun kita menyaksikannya tidak dari Istora Senayan sana, di layar kaca berukuran kecil pun tetap saja membuat kita bangga.*** (Catatan M. Rasyid Nur)

7 Jun 2024

Sabar Membuat Tak Sabar

Sabar Membuat Tak Sabar


INILAH tontonan yang juga menarik. Selain menyaksikan siaran langsung sepakbola, saya juga suka menyaksikan siaran langsung (live) bulutangkis. Jadi, intinya siaran langsung itu. Karena hasil akhirnya belum diketahui. Menarik untuk ditunggu.

Saat ini, para pemain Indonesia tengah berlaga di ajang Indonesia Open Bulutangkis 2024. Sejak awal, di babak 32 saya suka menontonnya. Sedihnya para pemain kita berguguran melawan para pemain asing. Hingga menjelang semifinal Jumat (07/06/2024) ini hampir semua pemain kita tumbang oleh lawan-lawannya.

Alhamdulillah, ada satu pasang pemain ganda putra yang malam ini ternyata masih bertahan. Membuat jantung tetap berdebar. Pasangan ini akan maju ke babak semifinal besok, Sabtu. Hebatnya, mereka bukanlah pemain top yang selama ini sudah terkenal.

Justeru karena bukan pemain top itulah saya begitu haru menyaksikannya. Pasangan Reza Pahlevi Isfahani-Sabar Karyaman Gutama mampu mengatasi permainan ulet pasangan Taiwan, Lee Jhe Huei-Yang Pos Hsuan, 21-17, 14-21 dan 21-16. Tidak mudah mereka mengalahkannya. Tapi sudah fakta, mereka menang. Konon pasangan ini saja yang tersisa di semifinal nanti. Sungguh, pasangan Sabar ini membuat kita tak sabar menjelang ke semifinal.***

9 Mei 2024

Nobar Berharap Sebaik-baik Kabar

Nobar Berharap Sebaik-baik Kabar


Catatan M. Rasyid Nur
TERNYATA tidak. Tidak sesuai dengan harapan. Kabar laga antara Garuda Muda Indonesia (Wakil Asia) melawan kesebelasan U23 Guinea (Wakil Afrika) dalam memperebutkan tiket olimpeade Paris 2023 yang tadinya diharapkan berita gembira karena kemenangan yang didaptkan ternyata itu tidak terjadi. Penguasaan bola yang persentasenya lebih tinggi --51%:49%-- tidak cukup memberi kabar gembira. Indonesia tetap kalah 0-1 malam ini.

Saya bersama ratusan penggemar sepakbola yang nobar (nonton bareng) di salah satu kafe di Jalan Raja Usman, Batulipai, Karimun tentu saja berharap kemenangan U23 Tanah Air. Pasti begitu juga harapan kelompok nobar lainnya. Setelah kalah di semifinal dan kalah juga di final memperebutkan juara ketiga di ajang Piala Asia U23 beberapa hari lalu, laga Kamis (09/05/2024) malam inilah harapan terakhirnya untuk dapat ikut bermain di olimpiade Paris tahun ini. Tapi apa boleh buat. Kabar beritanya tidak membuat gembira. Berharap sebaik-baik kabar, ternyata belum cukup ikhtiar.

Ribuan bahkan jutaan pasang mata anak bangsa pasti menyaksikan laga krusial ini, malam ini. Baik nonton sendiri di rumah maupun melalui nobar itu tadi. Tentu saja disertai harapan dan doa untuk kemenangan kesebelasan Indonesia. Ada ratusan kelompok nobar malam ini, tentunya. Di warung-warung kopi, di rumah-rumah penduduk dan yang paling spaktakuler nobar di GBK sana itu. Tentu saja sangat ramai penggemarnya di sana.

Sekali lagi, apa boleh buat, jutaan pasang mata disertai doa untuk kemenangan Garuda Muda tidak cukup mengubah keadaan setelah pada menit ke-29 Indonesia dibobol oleh Guinea melalui sepakan pinalti. Gol semata wayang itu tidak berubah hingga laga usai. Nobar berharap sebaik-baik kabar, ternyata itu tidak kesampaian. Dada tetap geram berdebar karena garuda akhirnya terkapar. Bagaimanapun kita tetap bangga karena mereka telah memberikan semua ikhtiar.***