Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

24 Jun 2024

STIT Mumtaz Karimun Mewisuda 35 Sarjana

STIT Mumtaz Karimun Mewisuda 35 Sarjana


Catatan M. Rasyid Nur
INILAH wisuda sarjana (S1) STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) Mumtaz Karimun angkatan ke-5 tahun akademik 2023/2024. Sebanyak 35 orang sarjana Strata Satu (S1) Program Manajemen Pendidikan Islam diresmikan kesarjanaannya. Wisuda dan Sidang Senat Terbuka, ini dilaksanakan di Gedung Nasional, Tanjungbalai Karimun, Ahad (23/06/2024) pagi.

Selain para wisudawan bersama orang tua masing-masing dan civitas akademika STIT Mumtas  hadir Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos M Si, Ketua MUI (diwakili), Kakankemenag (diwakili), Rektor Universitas Karimun, Dr. Muhiri, Rektor UIN Suska Pekanbaru, Dr. Khairunnas serta Ketua Dewan Senat, Khairul Amri.

Penjelasan dari salah seorang panitia wisuda, sebanyak 35 orang sarjana Program Manajemen Pendidikan Islam diwisuda hari ini. Katanya, yang membanggakan sebanyak 30 orang dari 35 orang itu berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Tentu saja ini satu capaian menggembirakan bagi STIT Mumtaz Karimun yang nota bene masih baru berdiri di Kabupaten Berazam.


Harapan kita, umumnya harapan masyarakat Karimun kiranya para wisudawan/ wisudawati, ini  dapat membuktikan dan mempraktikkan ilmu yang telah didapatkan selama kuliah dalam kehidupan sehari-hari. Para sarjana ini sudah saatnya juga memberikan ilmunya kepada orang lain agar ilmunya semakin berkembang.

Ketua STIT Mumtaz Karimun, Sumarno mengeaskan bahwa kehadiran STIT Mumtas di Kabupaten Karimun adalah untuk ikut mencerdaskan anak bangsa sekaligus mewujudkan azam peningkatan iman dan taqwa dan azam peningkatan sumber daya manusia sebagaimana azam pembangunan Kabupaten Karimun ini.

Bupati Karimun pada kesempatan itu juga menyatakan kebangaannya atas keberadaan STIT Mumtas. Kata bupati, di Kabupaten Karimun terdapat beberapa Perguruan Tinggi (PT), seperti Universitas Karimun (UK), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cakrawala dan STIT Mumtaz sendiri. Dengan mengucapkan syukur, bupati menyatakan bahwa untuk bidang pendidikan di Kabupaten Karimun terus tumbuh dan berkembang dengan adanya Perguruan Tinggi.

Lebih jauh bupati menyebutkan kalau para lulusan STIT Mumtaz ini sudah tersebar di kabupaten kita ini sebagian sudah menempati berbagai bidang pekerjaan. Ada yang mengabdi sebagai pegawai di Pemda dan ada juga yang berwirasasta, mandiri bekerja sesuai keahliannya.

“Para sarjana ini kita harapkan dapat menjadi agen perubahan dan memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat, daerah dan bangsa pada umumnya," kata Bupati memberi pesan. (Kontribusi Info Pak Anai dan Beberapa Sumber)


27 Mei 2024

Ketika Bupati Berpesan ke Santri, Jadilah Panutan

Ketika Bupati Berpesan ke Santri, Jadilah Panutan

Foto ANP

MEMBACA beberapoa media online hari Senin (27/05/2024) ini, salah satu topik yang cukup menarik adalah ketika bupati berpesan kepada santri. Jadilah panutan, kata orang nomor satu kabupaten itu. Pak Aunur Rafiq, bupati itu menyampaikan pesan tersebut saat mewisuda 280 santri TPQ se-Kecamatan Kundur, Ahad (26/05/2024) kemarin di Gedung Forza, Kelurahan Tanjungbatu Barat, Kecamatan Kundur.

Seperti disampaikan seorang teman, menyaksikan wisuda di gedung futsal, itu sungguh mengharukan sekaligus menggembirakan. Haru karena begitu banyak generasi muda Islam yang mampu menyelesaikan pendidikannya di beberapa TPQ di Kecamatan Kundur. Mereka, para santri, itu tampak begitu khdimat mengikuti prosesi wisuda. Itu pula yang membuat gembira karena mereka sudah mampu menunjukkan sikap baiknya sedari kecil begitu.

Dalam sambutan pengarahannya Pak Bupati yang bernama lengkap Dr. H. Aunur rfiq, S Sos M Si, itu dia menyampaikan beberapa pesan, antara lain, hendaklah para santri kelak menjadi orang berguna di tengah-tengah masyarakat. "Kelak hendaklah menjadi putra-putri yang berguna bagi Daerah, Negara serta menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya selain taat kepada Allah." 

Pesan lainnya, agar ilmu yang sudah didapat selama belajar di TPQ kelak dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengutip sebuah hadits Pak Bupati menjelaskan bahwa sebaik-baik orang adalah orang yang belajar Alqur'an dan yang mengajarkannya kepada orang lain. Begitu dia menyampaikan dalam pidato pengarahannya. 

Pesan penting lainnya, dia berharap agar para siantri yang sudah diwisuda ini dapat menjadi panutan, ya panutan bagi orang lain sehingga ilmu yang didapat ada manfaatnya bagi semua orang. Tentu tidak  mudah menjadi panutan. Berharap orang mencontoh tindak-tanduk kita, tentu saja tindak-tanduk itulah tindak-tanduk yang baik dan mulia. Perbuatan yang baik di sisi agama, etika dan sosial bersama. Pasti tidak mudah. Tapi Bupati Karimun, itu sangat berharap agar itu bisa menjadi kenyataan kelak di kemudian hari. Semoga!***

7 Nov 2023

Pengembangan Diri Guru dan Tradisi Membaca

Pengembangan Diri Guru dan Tradisi Membaca


BEBERAPA kali sudah mengikuti pelatihan. Berbagai penataran dan sejenisnya selalu juga diikuti. Kegiatan MGMP pun tidak diabaikan. Tapi mengapa merasa tidak berkembang dan tidak bertambah meningkat juga profesionalitas dalam mengajar? Mengapa tetap susah mengaktifkan anak dalam pembelajaran? Itu curhat beberapa guru ketika ngobrol-ngobrol ringan di satu pertemuan sesama guru beberapa waktu lalu. Sudah lama, saat masih aktif di sekolah.

Sebagai sesama guru, saya memahmi kegalauan rekan-rekan ini. Masa kerja sebagai guru (PNS) juga sudah lumayan lama. Dalam golongan III/ C senior, berarti tiak kurang masa kerja antara 7-8 tahun. Itu bukan waktu yang sebentar. Sayang memang jika rekan-rekan guru ini belum juga merasa enjoy dalam tugas. Masih merasa belum mampu menciptakan kelas yang efektif dan atraktif sebagaimana tuntutan pembelajaran yang menyenangkan.

Sesungguhnya merasa kekurangan dan merasa belum berkembang dalam mengemban tugas sebagai guru, itu adalah sesuatu yang positif. Menurut saya sikap merasa belum juga mampu menjadi guru yang baik, itu adalah sikap sportif yang positif walaupun bernilai negatif karena kemampuan pengembangan dirinya tidak berjalan dengan baik. Ada pengakuan sendiri atas kekurangan dan kelemahan dalam menjalankan tugas tentu saja sesuatu yang baik.

Tentu saja perasaan itu tidak boleh diendap begitu saja. Tidak boleh guru membiarkan dirinya dalam ketidakmampuan terus-menerus dalam melaksanakan fungsi dan tanggung jawab sebagai guru. Tercapainya predikat guru profesional dalam arti berkemampuan dalam melaksanbakan fungsi dan tanggung jawab sebagai pendidik dengan baik, harus terus diusahakan.

Mungkin banyak cara dan strategi yang dapat dilakukan. Berdiskusi dan saling berkomunuikasi antara satu guru dengan lainnya, adalah salah satunya. Tapi mengembangkan tradisi membaca adalah dasar dari segala usaha itu. Berkomunikasi dengan berbagai fasilitas yang tersedia saat ini memungkinkan dan memudahkan para guru untuk saling memberi dan menerima dalam komuniukasinya. Tapi budaya membaca tetap akan menjadi kunci dari usaha pengembangan diri itu. Maka jangan pernah berhenti membaca. Hanya membacalah yang akan membuat guru banyak tahu dan kian mengerti kalau dia masih banyak yang perlu diketahui. Ayo, mari terus mengembangkan budaya membaca terutama pada anak-anak kita.***
Sudah Diposting pada www.koncopelangkin.blogspot.com

31 Okt 2023

Mereka Berlenggang-lenggok di Bulan Bahasa Sekolah

Mereka Berlenggang-lenggok di Bulan Bahasa Sekolah


Catatan M. Rasyid Nur 

INI peringatan Bulan Bahasa Sekolah. Maksudnya sekolah melaksanakan peringatan Bulan Bahasa yang jatuh di bulan Oktober setiap tahunnya. Bulan Bahasa juga terkait dengan peringatan Sumpah Pemuda yang jatuh di setiap tanggal 28 Oktober. 

Tentu saja menyenangkan sekali. Peringatan Bulan Bahasa yang dihelat sekolah kali ini para siswa menampilkan aneka atraksi tari. Sangat menyenangkan melihat mereka. Mereka bergrup per kelasnya masing-masing. Setiap kelas mereka tampil dengan kreasi kelasnya. Wali kelasnya juga ada diantara mereka. 

Mereka sedang berdefile dengan aneka kreasi tari itu. Hebatnya hampir semua tari daerah Nusantara mereka bawakan meskipun sekilas saja. Setiap kelas berbeda tari atau atraksinya. Ada 15 kelas yang tampil dalam defile ini. Dalam waktu 2-5 menit saja per kelasnya. Lalu tampil kelas lainnya. Begitu seterusnya hingga semua kelas yang ada di sekolah ini tampil pengisi defile itu.

Itulah para siswa SMA Negeri 3 Karimun, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri. Kemarin Senin (30/10/2023) itu SMA Negeri satu-satunya di Kecamatan Meral, ini menghelat kegiatan peringatan Bulan Bahasa. Mereka sejalankan kegiatan itu dengan praktik P5 IKM yang mereka terapkan di sekolah mereka. Mereka mengundang beberapa pejabat kabupaten dan kecamatan serta para mantan Kepala Sekolah ini untuk menyaksikan kreasi mereka.

Hal yang menarik adalah bahwa defile yang berisi kreasi tari itu mereka bawakan ketika acara akan dimulai. Maksudnya masih dalam pra acara. Sebelum acara pembukaan resmi dimulai mereka menampilkan semua kelas yang ada dengan kegiatan defile. Setiap kelas tampil dengan membawakan kreasi tari dan seni gerak lainnya. Mereka berlenggang-lenggongk di depan para guru, para siswa dan tentu saja di depan undangan lainnya.


Sangat menyenangkan menyaksikan mereka. Ini tontonan kreasi seni yang menarik. Gratis pula. Jika kreasi seni yang mereka tampilkan ini terus dikembangkan tidak tertutup kemungkinan mereka kelak akan menjadi praktisi seni secara profesional. Bisa menjadi penari atau pelatih tari dan bisa juga bentu seni lainnya. Menariknya juga, para guru yan tergabung dalam kelompok P5 mereka juga tampil dengan membawa hasil karya siswa dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka yang mereka terapkan di sekolah.

Berkaitan dengan peringatan Bulan Bahasa sendiri pihak sekolah melaksanakan beberapa lomba yang berkaitan dengan literasi, antara lomba membaca puisi, lomba mendongeng dan paduan suara. Selain itu juga ada lomba pojok baca dan stand bazar yang memajang hasil karya siswa. Untuk lomba baca puisi dan mendongeng, pesertanya adalah para siswa dari SMP/ MTs yang ada di Kecamatan Meral dan Meral Barat. Sementara paduan suara, pojok baca dan bazar khusus untuk siswa/ wi SMA Negeri 3 Karimun sendiri.

Selamat dan sukses untuk seluruh siswa, guru, Kepala Sekolah dan semua keluarga besar Smantika (SMA Negeri Tiga Karimun) Bertamadun yang telah tampil memuaskan. Peringatan Bulan Bahasa ini sungguh berkesan bagi siapa saja yang kebetulan hadir. Lenggang-lenggok siswa dalam kreasi tarinya membuka mata dan wawasan, kelak mereka semoga menajdi orang yang kreatif.***

Drs. H.M. Rasyid Nur, MM, mantan Kasek 

27 Okt 2023

Renungan Jumat, Renungan Guru Sebelum Terlambat

Renungan Jumat, Renungan Guru Sebelum Terlambat


TIBA-tiba saja saya teringat cerita seorang teman. Dia guru. Artinya sesama guru. Bedanya, teman itu masih aktif alias masih menjadi guru di sekolah saat ini. Sementara saya sudah pensiun. Tidak lagi menjadi guru di sekolah seperti kemarin-kemarin itu. Hanya menjadi guru di luar sekolah. Itupun perasaan saya. Saya tetap menganggap diri saya guru selamanya walaupun bukan guru PNS seperti dulu itu. PNS adalah masa lalu karena ada batas waktu. Kalau guru bisa selamanya.

Cerita teman ini membuat saya ingin merenung diri. Bagus juga merenung di Jumat berkah dan suci begini, kata saya di hati sambil menulis catatan ini. Apakah ketika kemarin-kemarin sebagai guru (PNS), itu saya melakukan seperti cerita teman ini atau tidak? Rasanya memang tidak, tapi karena sudah lama berlalu, jangan-jangan ada yang terlupa oleh saya. 

Sebagai guru resmi bermula, itu bermula ketika saya diberi SK sebagai guru terhitung tahun 1984. Lalu saya mengajar di kelas, di luar kelas juga menjadi pemimpin sekolah (Kepala Sekolah) sampai pensiun tahun 2017 lalu. Hampir 40 tahun saya menjadi PNS. Sementara sebagai guru honorer saat kuliah, itu ada empat tahun lamanya. Jadi, lama sekali saya menjadi guru. Adakah perbuatan seperti cerita teman ini pernah saya lakukan? Tiba-tiba saya ingin merenung. Saya tahu ini adalah dosa, jika pernah saya lakukan.

Hal yang menajdi renungan itu adalah ketika guru ini berkisah, ramai teman-temannya yang sepertinya tidak melaksanakan tugas dengan baik dalam arti sering meninggalkan tugas. Dengan berbagai alasan, bukan hanya terlambat masuk ke kelas dan lebih cepat pulang sebelum waktu dari kelas, tapi benar-benar tidak masuk gurunya ke dalam kelas sebagaimana tertulis di jadwal pelajaran. Tugas anak konon hanya dikirimkan lewat pesan WA di grup kelas saja. Tentu saja anak-anak dirugikan sementara gaji tetap dimakan. Saya juga terbayang, kapan guru seperti ini mengelola kelasnya? 

Gurunya sendiri ada di majelis guru dengan alasan melaksanakan tugas lain. Ada juga yang pergi keluar sana, entah ke rumahnya atau kenana saja. Pastinya guru tidak ada di kelas itu. Anak-anak diminta belajar sendiri dan nanti ketika waktu jam pelajaran habis tugas mencatat atau apa saja diminta dikumpulkan. Bisa juga tugas itu dikerjakan di rumah. Pesannya juga disampaikan lewat WA. Guru benar-benar merdeka sebagaimana kurikulumnya disebut 'kurikulum merdeka' juga. Sedih. Salahkah kurikulum merdekanya? Pasti tidak. Hanya saya atau gurunya yang harus merenungkannya.

Saya tentu masih ingat, dulu, ya dulu ketika saya menajdi guru, jika guru terlambat datang ke sekolah atau terlambat masuk kelas untuk mengajar, akan ditanyakan oleh Kepala Sekolah atau melalui guru piket. Kalau guru sering minta izin dengan seribu alasan apa saja atau alasan masuk akal sekalipun, Kepala Sekolah juga akan bertanya. Itulah salah satu tugas Kepala Sekolah. Pokoknya tidak enak meninggalkan tugas dengan sengaja. Guru tidak akan pernah nyaman jika sengaja curang dengan tidak melaksanakan tugas mengajar. 

Kini, yang itu tadi, membuat saya sedih. Cerita teman itu, gurunya seperti tidak merasa bersalah walaupun tidak masuk kelas. Hebatnya, nilai siswa wajib tetap sama atau diatas KKM. Guru hanya perlu memberi nilai rapor saja. Tidak mengajar seperti dulu-dulu itu. Maka, termenunglah saya mendengar cerita guru ini. Katanya hanya beberapa orang saja lagi guru yang benar-benar masuk kelas sesuai jadwal pelajarannya. Sungguh perlu renungan ini. Karena tanggung jawab ini akan dituntut hingga kelak di hari nanti. Seharusnya menajdi renungan sebelum terlambat..***