Very Recent Posts

22 Jul 2024

Membuka Sekaligus Jadi Narasumber, Bupati: Jagalah Kebersamaan

Membuka Sekaligus Jadi Narasumber, Bupati: Jagalah Kebersamaan


JUMAT (19/07/2024) pagi, itu ada kegiatan penting di Lt 7 Ball Room Aston Hotel Karimun.  BAKOMUBIN alias Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia Kabupaten Karimun punya helat, menggelar acara silaturahim. Acara bertajuk 'Silaturrahmi dalam Moderasi Beragama' diikuti oleh para muballigh yang tergabung dalam PMKK (Persatuan Muballigh Kabupaten Karimun)  serta pengurus Bakomubin Kabupaten. Ikut juga para perwakilan ormas dan perorangan yang diundang.

Kegiatan menghadirkan Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos, M Si bersama Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus, S Ik, MH, MM dan Ketua MUI Kabupaten Karimun, Drs. H. Afrizal, M MPd sebagai narasumber. Bupati sendiri juga diminta panitia memberikan sambutan sebelum membuka secara resmi kegiatan silaturrahim ini.

Dalam sambutannya Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyampaikan keadaan Kabupaten Karimun sejak terbentuk hingga saat ini alhamdulillah tetap terjaga keamanan dan kebersamaannya. Kita merasakan juga betapa kerukunan antar umat beragama juga  terjaga dengan baik. Begitu pula hubungan baik antar suku. Katanya, ini perlu terus dijaga dan dipelihara.

Lebih jauh katanya bahwa kerukunan antar umat beragama yang berbeda-beda serta kerukunan antar suku telah menjadi modal dasar daerah kita dalam membangun. Untuk itu kita perlu terus saling menghargai perbedaan agama, suku, ras dan antar golongan yang sudah terbukti selama 25 tahun keberadaan kabupaten ini.

Pak Rafiq, demikian dia disapa, mengungkapkan, bahwa selama ini tidak terjadi gejolak yang mengganggu kamtibmas, misalnya.Untuk itu masyarakat harus bijak dalam menggunakan media sosial karena media sosial dapat menjadi sebab perselisihan. Apalagi menjelang Pilkada 2024 mendatang, biasanya kerap memunculkan beragam masalah yang disampaikan melalui media sosial.

Dia juga mengingatkan perlunya penguatan bidang ilmu dan keagamaan karena ini akan mampu meredam segala sesuatu yang berisi informasi hasutan di tengah-tengah masyarakat melalui media sosial tersebut. Termasuk juga tidak menyebarkan secara luas informasi yang belum tentu kebenarannya, sehingga tidak timbul dampak negatif.

Dalam menyampaikan materinya sebagai narasumber Bupati tampak begitu enjoy dan menguasai materinya. Bupati tidak lupa mengingatkan perlunya kesadaran masyarakat dalam pergaulan antar agama dan suku yang berbeda-beda itu. Utamakanlah kebersamaan, rasa cinta dan kasih-sayang sesama kita dalam menjalankan kehidupan sosial sehari-hari.***
Pelepasan Kontingen Kabupaten Karimun untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2024

Pelepasan Kontingen Kabupaten Karimun untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2024


Karimun, 22 Juli 2024 – PASIPERS Kodim 0317/TBK Lettu Czi Budiarto Sianturi mewakili Komandan Kodim 0317/TBK menghadiri acara pelepasan Kontingen Kabupaten Karimun yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Acara berlangsung di Gedung Nasional Kabupaten Karimun dan dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, pelatih, serta atlet pelajar yang akan berlaga dalam ajang tersebut.

Acara pelepasan ini menjadi momen penting bagi para atlet pelajar yang akan membawa nama baik Kabupaten Karimun di tingkat provinsi.

Kontingen Kabupaten Karimun terdiri dari atlet-atlet pelajar yang telah dipersiapkan dengan matang oleh para pelatih dan pembina. Mereka akan berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga.

Acara pelepasan ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah, TNI, dan para pelajar, sekaligus menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung perkembangan olahraga di Kabupaten Karimun.



Dengan semangat dan doa dari seluruh masyarakat Karimun, diharapkan kontingen ini dapat meraih prestasi gemilang di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan mengharumkan nama daerah.





21 Jul 2024

Bupati: Jika Harus Direvisi, Revisilah PBM Itu

Bupati: Jika Harus Direvisi, Revisilah PBM Itu


KEGIATAN advokasi pelaksanaan PBM No 8 dan 9 FKUB Provinsi Kepri di Gedung Nasional Karimun, Kamis (18/07/2024) yang dihelat oleh FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Provinsi Kepri telah berjalan dengan baik dan lancar. Diikuti oleh 50 (lima puluh) orang peserta, terdiri daari para pengurus FKUB Kabupaten Karimun, Ketua atau Sekretaris FKUB Kecamatan se-Pulau Karimun, perwakilan dari Kantor Camat se-Pulau Karimun, utusan dari Dinas PUPR Kabupaten Karimun serta beberapa elemen masyarakat yang terkait dengan pendirian rumah ibadah.

Tujuan kegiatan, sebagaimana dijelaskan Ketua FKUB Provinsi Kepri, Handarlin Umar, selain untuk silaturrahim juga untuk bisa memahami peran Pemerintah dalam pendirian rumah ibadah. Selain itu juga untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam kelancaran pedirian rumah ibadah sesuai PBM No 9 dan 8 yang sudah ditetapkan. 

Dengan kegiatan ini diharapkan semakin memahami nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Tolerasnsi sendiri mengandung pemahaman, setuju dalam ketidaksetujuan oleh satu orang atau kelompok terhadap orang atau kelompok lainnya. Dan memang benar bahwa rukun dan damai itu penting dalam keberagaman suku dan agama. 

FKUB Provinsi Kepri sudah membuat slogan, RUKUN BUDAYA KITA dalam arti bahwa masyarakat Kepri wajib meyakini kalau rukun itu sesungguhnya adalah budaya daerah ini sendiri. Tidak ada alasan untuk tidak rukun. Kata Pak Handarlin, di negeri Melayu ciri masyarakatnya adalah ramah tapi tidak berarti tidak ada amarah. 

Kehidupan orang Melayu, itu seperti laut, bergelombang tapi bisa tenang, menerima apa saja. Menerima benda-benda kotor atau bersih. Lautnya tidak mempermasalahkan. Tapi orang Melayu juga bisa merajuk dan bahkan mengamuk. Ini diulangsampaikan oleh Ketua FKUB Provinsi dan Bupati Karimunpada saat acara pembukaan advokasi PBM tersebut.

Seperti disampaikan Bupati Karimun, Aunur Rafiq dalam sambutan dan pengarahannya saat itu, dia berharap semoga kegiatan advokasi ini semakin memperkuat kebersamaan diantara kita. Oleh karena itu bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua FKUB Provinsi Kepri dan seluruh pengurusnya atas pelaksanaan kegiatan ini di Kabupaten Karimun. 

Tentang pelaksanaan PBM 8 dan 9 di Karimun, kata Bupati telah berjalan dengan baik. Bupati juga menyinggung isi PBM tersebut. Dia menyebut tentang sudah lamanya PBM itu di masyarakat. Apakah isinya masih sesuai atau tidak, bupati sempat menyinggungnya. 

"Jika perlu revisi karena sudah lama, silakan direvisi oleh pihak yang berwewenang merivisinya. Kita tahu, syarat untuk kelancaran pelaksanaan PBM adalah keterbukaan, kejujuran dan rasa kebersamaan." Isi PBM itu memerlukan sikap seperti itu. Boleh sudah waktunya direvisi, silakan. Tentu saja pihak yang berkompeten dan berwenang untuk itu, katanya. Makanya dia mengajak semua pihak untuk secara baik, terbuka, jujur dan mengutamakan kebersamaan dari pada kepentingan sendiri atau kelompok dalam melaksanakan PBM dimaksud.***

20 Jul 2024

Kegiatan Advokasi FKUB Kepri di Kabupaten Karimun Berjalan Lancar

Kegiatan Advokasi FKUB Kepri di Kabupaten Karimun Berjalan Lancar

Bupati Karimun, Aunur Rafiq

PAGI hingga siang Kamis (18/07/2024), itu Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun dipenuhi kurang-lebih 60 orang. Mereka, sebanyak 50 orang adalah peserta advokasi dan sosialisasi PBM (Peraturan Bersama Menteri) No 9 dan 8 tentang pendirian rumah ibadah. Sisanya adalah panitia, narasumber dan personel lainnya yang terlibat dalam kegiatan.

Hari ini Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Advokasi Pelaksanaan Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 terkait Pendirian Rumah Ibadah, bertempat di Gedung Nasional, Tanjung Balai Karimun. Kamis, (18/07/2024).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Provinsi Kepri, itu dibuka oleh Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos, M Si. Dihadiri Ketua FKUB Provinsi Kepri, H. Handarlin Umar dan beberapa orang pengurus lainnya kegiatan juga dihadiri Ketua FKUB Kabupaten Karimun, Drs. H. M. Rasyid Nur, MM dan seluruh pengurus lain sebagai perserta. Ada juga Kakankemenag yang diwakili Kasubag TU, Tugatno, Ketua FKUB Kecamatan se-Pulau Karimun, Camat, Ketua MUI Kabupaten Karimun, H. Afrizal, Ketua Dewan Dakwah, Ketua Muhammadiyah, BKMT, OPD dan Tokoh Lintas Agama se-Pulau Karimun.

Ketua FKUB Kepri, Handarlin

Ketua FKUB Provinsi, Handarlin dalam sambutan sekaligus laporannya selaku Ketua Pelaksana kegiatan mengatakan bahwa tujuan utama diselenggarakannya kegiatan advokasi ini adalah sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan serta kerukunan umat beragama di Indonesia khususnya di Provinsi Kepri, lebih khusus di Kabupaten Karimun. Katanya, kita ingin mendorong partisipasi masyarakat dan mendukung pelaksanaan peraturan-peraturan terkait tentang pendirian rumah ibadah, khususnya dan kesejahteraan sosial pada umumnya.

Lebih jauh dikatanya, FKUB ingin bersama memahami peran pemerintah daerah, untuk menjadi kekuatan penggerak dalam membangun kebersamaan antara berbagai lapisan masyarakat dan memperkokoh kerukunan umat beragama di daerah kita ini. Itulah sebabnya, katanya kegiatan ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman antar umat beragama dalam mendirikan rumah ibadah. Pesannya, ikuti saja peraturan dua Menteri tersebut.

“Semoga kita dapat membangun masyarakat yang harmonis, saling menghargai, saling menghormati tanpa memandang latar belakang agama dan kepercayaan serta suku,” pesannya kepadaa peserta advokasi.

Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq yang memberikan sambutan dan pengarahan sebelum membuka secara resmi mengatakan bahwa selama ini kondisi di Kabupaten Karimun alhamdulillah dalam keadaan aman dan kondusif. Masyarakat hidup berdampingan, toleransi khususnya terkait dengan pendirian rumah ibadah di sini. Alhamdulillah tidak terjadi gejolak yang berarti.

Sebagian peserta advokasi PBM

“Walaupun kadangkala ada terjadi kesalahpahaman tapi semua dapat diselesaikan dengan baik sehingga semua berjalan sebagaimana yang kita harapkan,” katanya. Dia mengingatkan apabila ada persoalan individu misalnya dalam satu kelompok atau suku dan agama maka akan diselesaikan oleh ketua-ketua suku yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), misalnya. Jika berkaitan dengan kerukunan anatr umat beragama maka FKUB yang akan menyelesaikannya. 

Dengan banyaknya suku-suku, tidak kurang 16 suku serta 20-an peguyuban di bawah FPK Kabupaten Karimun diharapkan semuanya terus dalam keadaan damai dan menjaga kebersamaan. Kegiatan advokasi sendiri alhamdulillah telah berjalan dengan baik dan lancar. Sesi tanya-jawab setelah narasumber memberikan materi terbukti tidak cukup waktu karena banyaknya peserta yang bertanya.

"Teruslah kita jaga dan pertahankan kebersamaan kita agar pembangunan dalam berjalan dengan baik," pesannya. Dengan membacakan 'bismillah...' Bupati Karimun membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi dan Advokasi PBM 9 dan 8 FKUB Provinsi Kepri secara resmi. Kegiatan akan berlangsung satu hari.***

19 Jul 2024

Peringatan Tahun Baru Islam Pemda Karimun Datangkan Dr. Henrizal Penceramah dari Pekanbaru

Peringatan Tahun Baru Islam Pemda Karimun Datangkan Dr. Henrizal Penceramah dari Pekanbaru


BERTEMPAT di Masjid Hijir Ismail, Islamic Center Tanjungbatu, Kundur Selasa (16/06/2024) malam bersamaan 10 Muharam 1446, dilaksanakan peringatan Tahun Baru Hijriyah 1446 (2024) Pemda Kabupaten Karimun. Hadir Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos, M Si dan beberapa orang pejabat Pemda Kabupaten Karimun. Juga ada beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Karimun selain masyarakat Tanjungbatu Kundur dan sekitarnya. 

Prosesi acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan kumandang Solawat Busyro.
Selanjutnya pidato sekapur sirih Ketua DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Hijir Ismail, dr. H. Zulfan Efendi. Dalam sambutannya Zulfan menyatakan terima kasih atas terlaksananya peringatan tahun baru ini. 

Lebih jauh Zulfan menjelaskan bahwa masjid ini mulai dibangun tahun 2016 dan selesai pada tahun 2019. Dia mengucapkan terima kasih kepada Pemda Karimun yang telah membangun masjid ini untuk masyarakat Tanjungbatu dan Kundur pada umumnya. 

Zulfan juga menjelaskan perihal kehadiran Buya Henrizal yang katanya sangatlah istimewa. Benar-benar atas izin Allah karena baru dihubungi pukul 21.00 malam Selasa, dijawab pukul 03.00 pagi, dicarikan tiket pukul 06.00 langsung berangkat ke Bandara Pekanbaru dan terbang menuju Hang Nadim Batam, terus menyeberang ke Kundur via Tanjung Berlian. "Itu sangat istimewa dan hanya atas izin Allah," katanya.


Sebelum ceramah agama ada sambutan Bupati. Dalam sambutannya Bupati mengatakan, hendaklah kita berusaha hijrah atau berpindah dari yang saat ini sudah baik menjadi lebih baik. Dari kurang baik menjadi baik. Itulah inti makna hijrah. 

Atas tugas sebagai bupati, jika belum memuaskan mohon maaf. Katanya, mungkin masih banyak yang belum dilaksanakan oleh bupati dan wakilnya selama dua peruode ini. Tapi pasti sudah banyak yang tercapai. "Terima atas kebersamaan dalam membangun Kabupaten Karimun selama ini," katanya kepada hadirin yang memenuhi masjid indah itu.

Ceramah peringatan Tahun Baru Hijriyah oleh Dr. H. Hendrizal Hadi Wahab, Lc, MA menyoroti tentang keberadaan tahun hijriyah itu sendiri. "Tahun Baru Hijriyah adalah fakta yang bisa ditemukan dalam catatan sejarah." Demikian buya menegaskan untuk meyakinkan umat khususnya yang hadir malam ini. Tentang hitungan bulan dalam tahun hijriyah, itu sudah dijelaskan dalam alquran. "Jadi, seharusnya memperingati tahun hijryah inilah yang harus kita rayakan. Kita besarkan perayaannya karena tahun baru ini bukanlah rekayasa, bukan hoax," tegas Buya Henrizal. 

Buya juga menjelaskan perihal mati dalam keyakinan Islam sebagaimana dituliskan dalam alquran. Ingatlah, bahwa mati itu dua kali dan hidup juga dua kali. Mati pertama saat orang tua belum menikah tapi kita ini sudah ada dalam dunia azali. Lalu saat saat bertemunya sperma ayah kita dengan indung telur ibu kita sebelum ditiupkan ruh oleh Allah. Kata buya, saat itu kita dalam keadaan mati.

Lalu setelah tiupan ruh artinya kita sudah hidup. Kita dihidupkan Allah walaupun masih dalam kandungan ibu kita. Lalu kita lahir, inilah lanjutan hidup pertama. "Artinya ketika saat ini sesungguhnya kita adalah hidup untuk pertama kali." 

Setelah itu, kata buya, kita menunggu kematian. "Inilah kematian kedua. Saat ini, kita semua sesungguhnya tengah menunggu kematian kedua. Kemudian setelah mati kedua ini kita dibangkitkan Allah. Inilah kehidupan kedua." Kehidupan kedua ini adalah kehidupan abadi. Katanya, Allah akan meminta pertanggungjawaban kita terhadap kehidupan kita di dunia ini. Baik atu buruk, pahala atau dosa, semuanya akan dihisab. Akan dihitung, apakah kita akan diazab atau diberi kehidupan yang baik," katanya mengingatkan. Ada banyak materi lainnya yang diuraikan Henrizal. Penjelasan bahwa 1000 tahun kita, manusia saat ini, itu sama dengan satu hari kehidupan di akhirat kelak. Maka marilah kita bersiap dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi kehidupan kedua yang abadi.***

18 Jul 2024

Bupati Hadiri Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1446 di Surau At-Taubah Tanjungberlian Barat

Bupati Hadiri Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1446 di Surau At-Taubah Tanjungberlian Barat


BERTEMPAT di Surau At-Taubah Dusun Rejosari Km7 Desa Tanjung Berlian Barat, Kecamatan Kundur Utara, Selasa (16/07/2024) siang dilaksanakan peringatan Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharam 1446 (2024) yang dihadiri Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S Sos, M Si dan rombongan. Bersama bupati hadir beberapa orang pejabat kabupaten, para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Memberikan tausiah pada Hari Besaar Islam, itu Dr. H. Henrizal Hadi Wahab, Lc, MA, dosen UIN Susqa Pekanbaru.

Prosesi acara diawali pembacaan Al-Qur'an, sambutan Ketua PHBI Desa Tanjung Berlian Barat, Kecamatan Kundur Utara dan Sambutan Kepala Desa, Tribowo. Selanjutnya sambutan dan pengarahan oleh Bupati Karimun sebelum ceramah agama oleh H. Henrizal.

Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq dalam sambutannya mengawali dengan mengajak para hadirin untu banyak bersyukur atas banyaknya rahmat dan nikmat dari Allah Swt. "Kita hadir di surau ini adalah atas izin dari Allah. Itulah nikmat Allah kepada kita," jelasnya. Dalam sambutannya, bupati juga mengingatkan bahwa hijriah yang tahunnya diperingati saat ini artinya berpindahnya kita dari yang baik kepada yang lebih baik. 

"Kita melaksanakan salat per hari sebanyak 17 rakaat, artinya sekian rakaat dalam sepekan, sebulan dan setahun. Hitunglah selama hidup sejak baligh berapa rakaat kita sudah salat. Sudah sekian ratus ribu rakaat, katanya. Pertanyaannya, sudahkah banyaknya sujud itu tergambar dalam keseharian kita? Kehidupan kesehariann itu, misalnya baik laku, tidak bertengkar, saling membantu dan lainnya, sudahkah kita berlaku demikian. Bupati mengulang pertanyaan itu. 

Untuk itu dia berpesan agar dalam hidup ini digambarkan makna hijriyah tersebut.  "Jangan sampai salat kita sia-sia karena kita tidak mampu menunjukkan kehidupan yang baik itu dalam sehari-hari kita." Bupati mengatakan, dengan ibadah yang dilakukan semoga kita dijemput Allah dalam keadaan husnul khotimah.***

17 Jul 2024

Menyaksikan Spanyol Mengalahkan Inggeris di Nobar Jhon 88

Menyaksikan Spanyol Mengalahkan Inggeris di Nobar Jhon 88


Catatan M. Rasyid Nur
SEBANYAK laga selama berlangsungnya laga Piala Eropa, saya tidak pernah ikut nobar (nonton bareng) sebagaimana banyak dibuat dan diikuti masyarakat pencinta bola. Jujur, saya sudah tidak kuat untuk begadang seperti saat masih muda dulu itu.

Sejak pensiun dari tugas guru PNS tujuh tahun lalu saya mengurangi begadang untuk nonton siaran langsung olahraga, misalnya. Itu juga sesuai pesan teman-teman dan sesuai juga kemampuan pisik untuk berkurangnya tidur malam. 

Sekarang, jika tidak bisa tidur di bawah pukul 22.00 karena masih suka membaca dan menulis, selambat-lambatnya saya usahakan tidur sekitar pukul 23.00. Ini batas toleransi. Pukul 04.00 sudah harus bangun, jika tidak ada keperluan bangun sebelum itu.

Tapi Senin (15/07/2024) dini hari ini saya berniat untuk ikut nobar. Ini partai final. Tinggal dua kesebelasan saja lagi yang tersisa untuk menentukan juara. Jadi, saya ingin menyaksikan siaran langsungnya. Untuk keperluan ini, saya tidur agak awal sebelum terbangun pukul 02.00 itu. 

Sebagaimana sudah kita ketahui Timnas Spanyol akhirnya menjuarai Euro 2024 setelah mengalahkan Timnas Inggeris di final. Dari berita yang kita baca Timnas Spanyol tercatat menjadi juara tanpa cela. Tanpa cela, maksudnya selalu menang sejak dari babak awal. Sampai media menyebut mencatat rekor sempurna sebagaimana juga pernah disematkan ke Timnas Brasil di even yang lain. Sejak babak awal hingga ke final selalu menang, itulah rekor sempurna.

Baik di media maupun nobar langsung kita tahu sejak awal kalau Tim Merah menuntaskan fase grup (B) dengan juara grup. Lalu ketika melawan Kroasia, Italia dan Albania tim ini juga menang semua. Sampailah ke final saat menghadapi Inggeris. 

Kesuksesan menggulung Inggris di Olympiastadion, Berlin dengan angka tipis 2-1, Minggu (14/7/2024) di sana bersamaan Senin (15/07/2024) dini hari di Indonesia, itu tentu saja mengantarkan Timnas Spanyol ke tangga juara Eropa tahun 2024 ini. Kita yang kebetulan ikut nobar menyaksikan di layar kaca Nico Williams dan Mikel Oyarzabal mementahkan gol dicetak Cole Palmer ketika tertinggal satu gol.

Asyik memang menyaksikan laga final dini hari, itu. Saya percaya, pasti seasyik itu juga laga-laga sebelumnya meskipun saya tidak menyaksikannya langsung. Hanya rekamannya saja di televisi atau di You Tobe. Nobar pagi ini, sungguh mengasyikkan. Syukurnya saya sudah tidur sebelum duduk bersama di sini.***